PEMAHAMAN NILAI-NILAI PANCASILA

by endang sulistyaningsih

endang sulistyaningsih

1

Kedudukan Pancasila
 Dasar Negara Pancasila sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaran negara  Pandangan hidup. Pancasila sebagai pegangan,pedoman dalam kehidupan sehari-hari.  Pancasila sebagai Pandangan hidup bangsa tercermin dalam adat-istiadat, kebudayaan dan kehidupan religius.  Jadi unsur-unsur Pancasila itu telah melekat pada bangsa Indonesian dalam kehidupan sehari-hari.
endang sulistyaningsih 2

 OKI Pancasila sebangai pandangan hidup bangsa merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat,maka harus dijunjung tinggi oleh warganya.

Nilai,moral dan norma
 Nilai Dalam dictionary of sociology and related sciences nilai adalah kemampuan yang dipercaya yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia.Jadi nilai itu pada hakekatnya melekat pada suatu obyek, bukan obyeknya itu sendiri.
endang sulistyaningsih 3

 Nilai bersifat abstrak yang hanya dapat difahami,dipikirkan,dimengerti dan dihayati oleh manusia.  Nilai berkaitan juga dengan harapan, cita-cita, keinginan dan segala sesuatu pertimbangan internal (batiniah) manusia.  Bersifat subyektif manakala nilai tersebut diberikan oleh subyek (manusia).  Bersifat obyektif apabila nilai tersebut telah melekat pada sesuatu terlepas dari penilaian manusia.

endang sulistyaningsih

4

 Norma Agar nilai menjadi lebih berguna dalam menuntun sikap dan tingkahlaku manusia, maka perlu lebih dikongkretkan lagi serta diformulasikan menjadi lebih obyektif sehingga memudahkan manusia untuk menjabarkannya dalam tingkahlaku secara kongkret.Maka wujud yang lebih kongkret dari nilai tersebut adalah norma.  Mana kala nilai-nilai tersebut akan dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praksis atau kehidupan nyata dalam masyarakat, bangsa maupun negara, maka nilainilai itu dijabarkan dalam suatu norma yang jelas sehingga merupakan suatu pedoman

endang sulistyaningsih

5

Norma moral

 Norma
Norma hukum Norma moral berkaitan dengan tingkahlaku manusia yang dapat diukur dari sudut baik/buruk, sopan/tidak sopan, susila/tidak susila.

endang sulistyaningsih

6

 Dalam kapasitas inilah nilai-nilai Pancasila telah dijabarkan dalam norma-norma moralitas atau norma-norma etika, sehingga Pancasila merupakan sistem etika dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Norma hukum yaitu suatu sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.  Dalam pengertian inilah Pancasila berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum di negara Indonesia.
endang sulistyaningsih 7

 Jadi nilai-nilai Pancasila pada hakekatnya bukanlah merupakan suatu pedoman yang langsung bersifat normatif maupun praksis melainkan merupakan suatu sistem nilai –nilai etika yang merupakan sumber norma baik norma moral maupun norma hukum.

endang sulistyaningsih

8

Makna Nilai-nilai Pancasila
 KeTuhanan Yang Maha Esa Keyakinan dan pengakuan yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan terhadap adanya suatu Dzat Yang Maha Tunggal tiada duanya, yang sempurna tiada awal dan tiada akhir sebagai penyebab pertama (causa prima).  Ekspresi menuntut manusia Indonesia untuk bersikap hidup, berpandangan hidup”taat” dan “taklim” kepada Tuhan dengan dibimbing oleh ajaran-ajaran Nya. Taat mengandung makna setia, menurut apa yang diperintahkan dan hormat/cinta kepada Tuhan. Taklim mengandung makna memuliakan Tuhan.

endang sulistyaningsih

9

Kemanusiaan yang adil dan beradab
Kesadaran sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai moral dalamhidp bersama atas dasar tuntutan mutlak hati nurani dengan memperlakukan sesuatu sebagaimana mestinya. Yang perlu diperhatikan dan merupakan dasar hubungan semua umat manusia dalam mewujudkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab adalah pengakuan hak asasi manusia.

endang sulistyaningsih

10

Persatuan Indonesia
 Usaha kearah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina nasionalisme dalam negara.
 Dengan modal dasar nilai persatuan,semua warga negara Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dapat menjalin kerjasama yang erat dalam wujud kegotongroyongan, kebersamaan.

endang sulistyaningsih

11

 Adanya perbedaan bahasa, budaya, adatistiadat,agama maupun suku yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dan bangsa jangan dijadikan alasan utk berselisih,tetapi justru menjadi daya tarik kearah kerjasama,ke arah resultante/sintesa yang lebih harmonis, sesuai dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.  Membangun kebersamaan sebagai wujud nilai persatuan harus melibatkan semua elemen yang ada didalamnya, satu dengan yang lain saling membutuhkan, saling ketergantungan,saling memberi yang pada gilirannya dapat menciptakan kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang.Kehidupan yang menjadi dambaan bangsa Indonesia sesuai yang dicitakan oleh para founding fathers kita.

endang sulistyaningsih

12

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
 Suatu pemerintahan rakyat dengan cara melalui badan-badan tertentu yang dalam menetapkan suatu peraturan ditempuh dengan jalan musyawarah untuk mufakat atas dasar kebenaran dari Tuhan dan putusan akal sesuai dengan rasa kemanusiaan yang memperhatikan dan mempertimbangkan kehendak rakyat untuk mencapai kebaikan hidup bersama.

endang sulistyaningsih

13

 Didalam pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat ini yang menjadi prioritas utama adalah kualitas itu sendiri yaitu isi, bobot dan usulan yang diajukan. Cara-cara inilah yang dikehendaki oleh sistem demokrasi Pancasila yaitu demokrasi yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.Karena titik beratnya musyawarah-mufakat untuk kepentingan bersama.  Dalam mewujudkan nilai demokrasi Pancasila ini, semua manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.  Nilai demokrasi ini juga diwujudkan dalam bidang ekonomi, seperti mewujudkan kesejahteraan bersama sebagai pencerminan nilai sila ke empat.

endang sulistyaningsih

14

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
 Keadilan < adil yang berarti memperlakukan dan memberikan sebagai rasa wajib sesuatu hal yang telah menjadi haknya, baik terhadap diri sendiri,sesama manusia maupun terhadap Tuhan.  Keadilan berarti sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakekat adil untuk mengakui hak sesama.

endang sulistyaningsih

15

 Konsekuensinya nilai-nilai keadilan yang harus terwujud dalam hidup bersama meliputi : 1. Keadilan distributif yaitu negara wajib membagi-bagikan/ memberikan kepada warganya apa yang telah menjadi haknya. Disini negara wajib memperlakukan manusia pribadi yang sama martabatnya.

endang sulistyaningsih

16

2. Keadilan Komutatif yaitu manusia pribadi wajib memperlakukan sesama manusia sebagai pribadi yang sama martabatnya dan wajib memberikan kepada sesama warga masyarakat segala sesuatu yang telah menjadi haknya, yang wajib diberikan dan diterima sebagai haknya dan memang sudah sepantasnya bertindak seperti itu.
endang sulistyaningsih 17

3. Keadilan Legalis yaitu manusia pribadi wajib memperlakukan perserikatan manusia sebagai keseluruhan manusia yang sama martabatnya,memelihara hubungan anggota terhadap keseluruhan dengan mewajibkan masing-masing anggota supaya taat kepada hukum dan undang-undang masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
endang sulistyaningsih 18

 Keadilan sosial bagi seluruh raryat Indonesia:  Suatu tata masyarakat adil dan makmur sejahtera lahiriah batiniah, yang setiap warga negara mendapat segala sesuatu yang telah menjadi haknya sesuai dengan esensi adil dan beradab.  Dalam wujud pelaksanaanya adalah bahwa setiap warga negara harus mengembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan, keselarasan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.

endang sulistyaningsih

19

 Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan tuntunan dan pegangan dalam mengatur sikap dan tingkahlaku bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Pancasila yang rumusannya terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 (alinea IV) merupakan suatu kebulatan yang utuh dan tersusun secara sistematis dan bertingkat.  Nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat yang menjadi sumber moral dan menjelma dalam wujud aneka ragam kebudayaan daerah dapat dikembangkankan dalam rangka memperkaya nilai-nilai Pancasila yang merupakan nilai-nilai luhur bangsa.

endang sulistyaningsih

20

 Kita sebagai bangsa Indonesia nilai-nilai pancasila ini menjadi sumber inspirasi dan cita-cita untuk diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

endang sulistyaningsih

21

Notonagoro: 1. Rumusan Pancasila secara hierarkhis piramidal
 Sila-sila Pancasila itu tersusun secara bertingkat dalam sebuah bangunan yang berbentuk piramid dimana sila pertama sebagai basis dari bangunan tersebut yang ruang lingkupnya lebih luas daripada silasila yang lain. Setiap sila merupakan bentuk pengkhususan dari sila yang mendahuluinya dan sila yang ke lima merupakan puncak bangunan tersebut yang merupakan tujuan.
endang sulistyaningsih 22

Rumusannya :
 Ketuhanan yang Maha Esa adalah meliputi dan menjiwai sila ke 2,3,4,5  Kemanusiaan yang adil dan beradab : diliputi dan dijiwai sila 1, meliputi dan menjiwai sila 3,4,5  Persatuan Indonesia :diliputi dan dijiwai sila 1,2, meliputi danmenjiwai sila 4 dan 5
endang sulistyaningsih 23

 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan : diliputi dan dijiwai sila 1,2,3 meliputi dan menjiwai sila 5  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : diliputi an dijiwai sila 1,2,3,4.

endang sulistyaningsih

24

2. Rumusan Pancasila yang saling mengkualifikasi
 Bahwa setiap sila itu berisi/mengandung ke empat sila lainnya.  Rumusannya :  Ketuhanan Yang Maha Esa : ber-sila 2,3,4 dan ber-sila 5  Kemanusiaan yang adil dan beradab :ber-sila 1,3,4 dan ber-sila 5
endang sulistyaningsih 25

 Persatuan Indonesia : ber-sila 1,2,4 dan ber-sila 5  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan : bersila 1,2,3,dan ber-sila 5  Keadilan sosial bagi seluruh Indonesia :ber-sila 1,2,3 dan ber-sila 4

endang sulistyaningsih

26

Perjuangan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah tahun 1900
    Sebelum Sendiri-sendiri Kedaerahan Lokal         Sesudah Nasional Munculnya organisasi Koordinasi Periode Perintis 1908-1927 Periode Penegas1927-1938 Periode Pencoba1938-1942 Priode Pendobrak19421945

endang sulistyaningsih

27

Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945
 Kalimat pertama :  Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.  Maknanya: suatu pernyataan yang memberitahukan kepada diri sendiri maupun kepada dunia luar bahwa pada saat itu kita merdeka, lepas dari belenggu penjajahan. Kemerdekaan yang kita proklamasi itu tidak boleh diganggu gugat, harus dihormati.
endang sulistyaningsih 28

 Kalimat ke dua :  Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-laindengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkatsingkatnya.  Maknanya : berisi suatu janji dan harapan bahwa dalam waktu dan tempo yang singkat akan diselenggarakan segala akibat kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.
endang sulistyaningsih 29

18 Agustus 1945 PPKI menetapkan : 1. UUD 1945 2. Mengangkat Bung Karno jadi presiden, Bung Hatta jadi wakil presiden 3. Sebelum MPR terbentuk presiden dibantu oleh KNIP

endang sulistyaningsih

30

UUD 1945
 Hukum dasar tertulis  Sebagai hukum mengikat: 1. Pemerintah, lembaga-lembaga negara, warga negara 2. Berisi norma-norma,aturan-aturan atau ketentuan-ketentuan yang harus dan dapat dilaksanakan

endang sulistyaningsih

31

Sebagai hukum dasar:

1. Merupakan sumber hukum tertinggi 2. Berfungsi sebagai alat kontrol
 Sifat UUD : singkat, supel,luwes  UUD 1945 terdiri dari : Pembukaan, Batang Tubuh Dan Penjelasan

endang sulistyaningsih

32

Pembukaan UUD 1945
 1. 2. 3. Kedudukan : Tertib hukum tertinggi Staatsfundamentalnorm Terlekat erat pada kelangsungan hidup negara yang dibentuk dengan proklamasi 17 Agustus 1945

endang sulistyaningsih

33

Tertib hukum:
 Suatu kebulatan dan keseluruhanperaturan- peraturan hukum.  Syarat tertib hukum : 1. Adanya kesatuan subyek 2. Adanya kesatuan azas kerohanian 3. Adanya kesatuan daerah 4. Adanya kesatuan waktu.
endang sulistyaningsih 34

PKNF
 Unsur pokok : 1. Dalam hal terjadinya, ditentukan oleh pembentuk negaradan terjelma dalam suatu bentuk pernyataan lahir (ijab kabul) sebagai penjelmaan kehendak pembentuk negara untuk menjajikan hal-hal tertentu sebagai dasar negera yang dibentuk
endang sulistyaningsih 35

2. Dalam hal isinya, memuat dasardasar pokok negara sbb : • Tujuan negara • Ketentuan adakannya UUD Negara • Bentuk negara • Dasar filsafat negara(azas kerohanian negara)
endang sulistyaningsih 36

Makna Alinea Pembukaan UUD 1945
 Alinea I : 1. Hak kemerdekaan 2. Pengakuan bangsa Indonesia terhadap hukum kodrat dan hukum etis

endang sulistyaningsih

37

 Alinea II :

1. Kewajiban moral bagi para pewaris untuk memelihara, mengisi dan mempertahankan kemerdekaan 2. Bersatu - berdaulat - adil dan makmur

endang sulistyaningsih

38

Alinea III
1. Adanya pengakuan bangsa Indonesia terhadap hukum Tuhan 2. Kemerdekaan yang kita proklamasikan itu tidak lain dan tidak bukan atas ridho dari Allah 3. Pernyataan kemerdekaan

endang sulistyaningsih

39

Alinea IV
1. Tujuan Negara: nasional/khusus&internasional/umum 2. Azas politik negara: dalam negeri & luar negeri 3. Ketentuan diadakannya UUD negara 4. Bentuk negara 5. Azas kerohanian negara : Pancasila
endang sulistyaningsih 40

Pokok-pokok Pikiran yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945
1. Pokok Pikiran tentang Negara Persatuan 2. Pokok Pikiran tentang keadilan sosial 3. Pokok Pikiran tentang Kedaulatan Rakyat 4. Pokok Pikiran KeTuhanan Yang Maha Esa & Kemanusiaan yang adil dan beradab
endang sulistyaningsih 41

endang sulistyaningsih

42

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful