JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR
2009

      

Cristian Novieka Distiasari M. Rafki Amallia Nurulhida Syafwan Nugraha Dominikus Stefano Muadz Akbar

240210070003 240210070004 240210070011 240210070023 240210070036 240210070040 P1B 050082

Di era globalisasi seperti sekarang ini, dimana situasi persaingan dalam pasar semakin tajam, “estetika” dapat berfungsi sebagai “perangkap emosional” yang sangat ampuh untuk menarik perhatian konsumen. Pertarungan produk tidak lagi terbatas pada keunggulan kualitas atau teknologi canggih semata, tetapi juga pada usaha untuk mendapatkan nilai tambah untuk memberikan emotional benefit kepada konsumen. Salah satu usaha yang dapat ditempuh untuk menghadapi persaingan perdagangan yang semakin tajam adalah melalui desain kemasan. Daya tarik suatu produk tidak dapat terlepas dari kemasannya. Oleh karena itu, kemasan harus dapat mempengaruhi konsumen untuk memberikan respon positif, dalam hal ini membeli produk; karena tujuan akhir dari pengemasan adalah untuk menciptakan penjualan. Teh merupakan komoditi yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya teknologi maka pengemasan untuk komoditi teh pun semakin beraneka ragam mulai dari kemasan kertas, kaleng, plastik, gelas maupun tetrapack. Beranekaragamnya kemasan tersebut menjadi suatu nilai tambah bagi komoditi teh karena menjadikan teh lebih menarik dan praktis untuk dikonsumsi.

kain.  Menjelang abad pertengahan. saat banyak munculnya supermarket atau pasar swalayan. batu. keramik dan kaca.Sekitar tahun 8000 sebelum Masehi. kayu.  Pada tahun 1980-an dimana persaingan dalam dunia usaha semakin ketat.  .  Pada tahun 1950-an. di mana kemasan harus “dapat menjual” produk-produk di rak-rak toko. bentuk dan model kemasan dirasakan sangat penting peranannya dalam strategi pemasaran. bahan-bahan kemasan terbuat dari kulit. orang – orang primitif menggunakan bahan – bahan sederhana seperti kulit binatang dan keranjang rumput sebagai wadah buah-buahan yang dipungut dari hutan.

Kemasan dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus atau kemasan suatu produk.  Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan. . yaitu:  Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. Alasan utama untuk melakukan pengemasan. yaitu: merek.  Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. kemasan itu sendiri dan label. Kemasan meliputi tiga hal.

.

guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba.Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli. karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan. . Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan.

(1994) promosi penjualan adalah merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkannya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen. dimana insentif jangka pendek memotivasi konsumen dan anggota saluran distribusi untuk membeli barang atau jasa dengan segera.Menurut Indriyo G. Menurut Lamb. Hair dan McDaniel (2001) promosi penjualan adalah kegiatan komunikasi pemasaran. selain dari pada periklanan. baik dengan harga yang rendah atau dengan menaikkan nilai tambah. penjualan pribadi. . dan hubungan masyarakat.

periklanan bersama. pelayanan purnajual. Promosi bisnis. garansi. potongan harga. kontes penjualan. dan sebagainya. jaminan. Promosi dagang. misalnya kredit pembelian.   Promosi konsumen. demostrasi dan peragaan dalam pertunjukkan dagang. hadiah langsung. kopun berhadiah. pajangan bersama. misahiya sponsor pertunjukkan. . hadiah penjualan dalam tebakan dan permainan dan sebagainya. demostrasi. hadiah pembelian. kontes penjual. dan sebagainya. misalnya produk sampel.

Kegiatan yang ditujukan untuk mendidik atau memberitahukan konsumen.Kegiatan yang ditujukan untuk medorong para konsumen. .Tujuan promosi penjualan intern.  . .  Tujuan promosi penjualan konsumen.  Tujuan promosi penjualan perantara.

Kondisi pasar • Jenis pasar • Kelompok pembeli atau segmen pasarnya • Daya belinya • Frekuensi pembelian • Keinginan dan kebutuhan Modal Kondisi organisasi perusahaan Faktor lain periklanan. kampanye.     . • Harga produk. pelayanan sesudah penjualan. Kondisi dan kemampuan penjual • Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan. peragaan. pemberian hadiah. • Syarat penjualan seperti: pembayaran. penghantaran. sering mempengaruhi penjualan. garansi dan sebagainya.

 Kualitas barang  Selera konsumen  Servis terhadap pelanggan  Persaingan menurunkan harga jual .

2 triliun (0. Produksi teh yang tinggi menempatkan Indonesia pada urutan kelima sebagai negara produsen teh curah.Teh merupakan salah satu komoditi yang mempunyai peran strategis dalam perekonomian Indonesia.3% dari total PDB nonmigas). sama halnya dengan ekspor produk pertanian Indonesia lainnya ke pasar internasional. teh digiling disaring dan dikeringkan sehingga siap untuk dipasarkan sebagai teh serbuk yang siap seduh. Meskipun potensi yang dimiliki cukup besar. Komoditi ini juga menyumbang devisa sebesar 110 juta dollar AS setiap tahunnya (ATI. 2000). Potensi pengembangan komoditi teh Indonesia sangat besar. Kondisi ini membuat usaha perkebunan teh rakyat semakain terpuruk. komoditi teh juga menghadapi persoalan klasik yang selalu berulang. nilai. . pangsa pasar ekspor dan rendahnya harga teh Indonesia – memberikan dampak buruk pada perkembangan industri teh. Di Pabrik pengolahan. dan negara eksportir teh curah terbesar dari segi volume. Setumpuk permasalahan – seperti penurunan volume. Industri teh mampu memberikan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp 1.

. Kertas yang digunakan adalah kertas perkamen yang tipis tapi cukup kuat untuk melindungi produk teh tersebut. Produk teh tersebut dijual dengan harga Rp. 3150 untuk ukuran 10 gram yang berisi 10 kemasan.Teh yang telah diolah di pabrik pengolahan dikemas dengan berbagai kemasan salah satunya adalah dengan menggunakan kemasan kertas. 1800 dengan ukuran 60 gram dan Rp.

.

.Dengan proses tersebut minuman teh yang dikemas dengan tetrapak ini menjadi tinggi nilai jualnya. Prinsip dasar pembuatan dan pengemasan aspetik Tetra Pack adalah memastikan produk pangan maupun kemsannya bebas dari bakteri berbahaya pada saat produk dikemas. dan polietilen. Contohnya adalah tetrapak yang terdiri dari lilin. lilin dan sebagainya. kemudian dikemas dengan mesin pengemas aseptic. yaitu pemanasan tinggi dengan waktu singkat. seperti plastik. Sementara bahan kemasan disterilisasi di dalam mesin pengemas. foil almunium. Kertas ini biasanya dibuat dalam bentuk kantung atau kotak yang direkatkan dengan panas. Kertas lapis adalah kertas yang permukaannya dilaminasi dengan bahan lain. karton. Produk pangan diproses melalui pemanasan UHT (Ultra High Temperature).Kertas yang digunakan dalam minuman teh biasanya menggunakan jenis kertas lapis. foilalmunium. Kemasan ini dikatagorikan sebagai kemasan plastik.

.

Dengan bahan bakunya adalah ‘long fiber pulps’. lebih mahal dari short-fiber pulps. Khusus untuk teabag paper harus dibleached dengan memakai metoda ECF (elemental Chlorine Free) dan TCF (Totally chlorine Free).Teh dikemas dalam kantung kecil yang biasanya dibuat dari kertas. . Bubuk teh dibungkus sejenis kertas berporipori halus yang tahan panas. Teh secara langsung didapatkan dari pemetikan tiga pucuk daun teratas dari pohon the yang banyak mengandung senyawa antioksidan. sedang ‘Manila long fiber pulps’ dibuat dari tanaman abaca ‘musa elative’ yang secara komersial ditanam di Philipines dan Equador. Long fiber pulps ini mahal sekali harganya. kafein dan asam amino agar tidak mempengaruhi kualitas rasa. aroma serta warnanya. Bahan baku short fiber pulps adalah kayu pinus dan kayu-kayu lunak lainnya.

.

.

00 16 gram (8x2 gram) The hitam dan vanila Kertas berpori-pori yang lebih besar dibandingkan the celup biasa Kemasan Sekunder  Plastik Plastik yang bagian dalamnya telah dilapisi alumunium foil (Retort Pouch) dengan U Notch  Keuntungan Menggunakan filter paper yang terbuat dari serat tumbuhan dan tidak mengandung Chlorine sehingga elative lebih baik dan aman digunakan. Sariwangi Aea Citeureup 16810. Indonesia Isi Harga Berat Bersih/Netto Komposisi Kemasan Primer 5 the celup Rp 600. Indonesia Untuk PT. PO BOX 1162 JKT 10011.500.85 gram) The hitam Kertas berpori-pori halus yang tahan panas 8 kantung bundar Rp 1.25 gram (5x1.  Praktis untuk membuat the  Osmofilter mampu menyimpan kesegaran rasa dan aroma daun the alami sehingga tetap terjaga keasliannnya Saat diseduh.Nama Produk Gambar Sariwangi Teh Asli Sari Murni Teh Kantung Bundar Diproduksi oleh PT. Unilever Indonesia Tbk. pori-pori mikro dari osmofilter akan menyaring dan melepaskan hanya kandungan the yang baik untuk menghasilkan the jernih dengan warna yang cerah .00 9.

pembuatan kaleng dapat dilakukan dengan pencetakan pelat pada suhu dingin (deep drawing) .Teh dalam kemasan kaleng pada umumnya terbuat dari kombinasi aluminium plate dan tin plate karena bahan kemasan ini termasuk dalam golongan metal dan merupakan bahan yang cukup potensial untuk kegiatan pengemasan. pencetakan akam memberikan hasil. . sebab itu. Bahan ini walaupun rigid tetapi bersifat lebih lunak dari baja. Pengemas yang terbuat dari aluminium plate dapat dikategorikan sebagai kemasan kaku (rigid). Hal ini dapat ditanggulangi dengan memberikan pelapis plastik. Minuman teh jika disimpan dalam pengemas aluminium maka masalah yang ditimbulkan adalah terjadi pengikisan aluminium oleh tannin sehingga warna teh menjadi gelap. Pelapisan atau coating pada kaleng aluminium (enamel) bertujuan untuk melaipisi logam agar terhindar dari korosi dan untuk menghindari kontak antara logam dengan makanan yang dapat menimbulkan efek warna dan flavor yang kurang disukai. Untuk menghilangkan udara terlarut dalam minuman yang mengoksidasi besi terlarut dapat dialiri gas nitrogen dalam head spacenya. sedangkan kaleng dari tin plate terdiri dari bahan dan tutup dan disebut “Three pieces can”. bagian badan dan dasar kaleng menjadi satu (two pieces can).

Selain itu. produksi teh kering dalam bentuk kemasan kaleng yang bisa dibawa pulang dengan harga sekitar Rp. .per 125 gram.. Teh mudah teroksidasi oleh cahaya ataupun oksigen dan kaleng timah dapat mencegah reaksi oksidasi dengan lebih baik karena tidak tembus cahaya dan mempunyai permeabilitas yang rendah terhadap oksigen. 75. Biasanya teh di dalam kaleng dikemas lagi dengan menggunakan aluminium foil yang divakum. misal dari tin atau kaleng timah mempunyai kontribusi yang cukup besar dalam menjaga kualitas teh. Untuk menjaga agar kalengnya tidak karatan cukup dibersihkan saja setiap hari dan tidak disimpan di tempat yang lembab.000. Asalkan kalengnya tidak karatan maka mutu teh yang sama yang satu disimpan dlm kaleng dan yang satu lagi disimpan dalam kemasan karton tentu saja mutunya lebih terjaga yang disimpan dalam kain.” Kemasan yang lebih bagus.Teh yang digunakan 80% produk dalam negeri dan sisanya luar negeri.

. dan biasa digunakan untuk menyimpan cairan seperti susu. Botol dapat juga ditutup dengan cara segel induksi. obat. bir. sabun cair. Alat yang digunakan untuk menutup mulut botol disebut tutup botol (eksternal) atau sumbat (internal). plastik. dll. Secara garis besar produk teh yang dikemas dengan botol berupa minuman cair.Botol adalah tempat penyimpanan dengan bagian leher yang lebih sempit dari pada badan dan "mulut"-nya. minuman ringan. anggur. tinta. Botol umumnya terbuat dari gelas. Botol dari plastik biasanya dibuat secara ekstrusi. atau aluminium.

.

 Botol Gelas (Botol Kaca)  Botol Plastik .

2.500) Teh dalam kemasan botol plastik : ESTEE .220 ml TEKITA .  Teh dalam kemasan botol kaca : SOSRO .230 ml Harga dari semua teh dalam kemasan kaca adalah Rp.378 ml (paling banyak isinya) FRESTEA .000 per botol kecuali TEBS Rp.220 ml FRUIT TEA .235 ml . 2.300 ml TEBS .

S [`[ WS_[`[ SUS S [`[ S_` .

W VSS WS_SZ T[`[ SUS  .

.

 ##    #   ##  S^YS VS^ _WaS `W VSS WS_SZ SUS SVSS \# \W^T[`[ WUaS \ ##  S W VSS WS_SZ T[`[ \S_`   ## \SZYTSZ S _Z S  ##    ### S .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful