BIOLOGI TANAH

PENDAHULUAN

PERAN PENTING BIOLOGI TANAH  KESUBURAN TANAH  PERTUMBUHAN TANAMAN  KELESTARIAN LINGKUNGAN

RUANG LINGKUP
 Susunan Komponen Struktural dan Fungsional Jasad Hidup Tanah  Fungsi Metabolik dalam Daur Unsur Hara dan karbon  Aspek Terapan Lingkungan

EKOSISTEM TANAH
 POPULASI  KOMUNITAS  ABIOTIK

EKOSISTEM

JASAD HIDUP TANAH DALAM STRUKTUR EKOSISTEM
 PRODUSEN (TANAMAN)  KONSUMEN (HEWAN, MANUSIA)  PEROMBAK (JASAD HIDUP TANAH)

CIRI STRUKTUR EKOSISTEM
 JUMLAH DAN JENIS KOMUNITAS  HUBUNGAN ANTAR KOMUNITAS  SUBSTANSI ANORGANIK DAN DISTRIBUSINYA

FUNGSI EKOSISTEM
 ALIRAN ENERGI (PANAS)  DAUR HARA

LATIHAN TERSTRUKTUR
Setiap kelompok mahasiswa menyusun alat peraga dan menjelaskan komponen struktural ekosistem :  tanah sawah  padang rumput  laut

BAHAN DISKUSI
 Uraikan apa yang akan terjadi apabila jasad hidup tanah tidak ada atau tidak berfungsi

JASAD HIDUP TANAH DALAM FUNGSI EKOSISTEM

 PENGENDALI ALIRAN ENERGI  AGEN ALIRAN NUTRISI/DAUR HARA

TANAH SEBAGAI EKOSISTEM
BIOTIK  FAUNA TANAH  FLORA TANAH ABIOTIK  PARTIKEL TANAH  UDARA TANAH  AIR TANAH

HABITAT BAGI JASAD HIDUP TANAH DAN TANAMAN

TUGAS MANDIRI
 Membuat ringkasan komponen fungsional ekosistem tanah sawah, padang rumput dan laut  Membuat preparat sederhana biota tanah (dipresentasikan pada pertemuan ke-2)

JASAD HIDUP TANAH
 PENYUSUN JASAD HIDUP TANAH  INTERAKSI ANTAR BIOTA TANAH  INTERAKSI JASAD HIDUP TANAH DAN TANAMAN  PERAN PENTING JASAD HIDUP TANAH

JASAD HIDUP TANAH
FAUNA
MIKRO
METAZOA ARTROPODA

MESO
PROTOZOA

MAKRO
SEMUT RAYAP CACING TANAH

AMOEBA
NEMATODA COLLEMBOLA

FLORA TANAH
STRUKTUR SEL
• SUMBER KARBON OTOTROF

KEBERADAAN

 PROKARIOT  EUKARIOT

 autochtonous • HETEROTROF  zymogen
SUMBER ENERGI • • FOTOTROF KEMOTROF

INTERAKSI ANTAR JASAD HIDUP TANAH TANAH
 HUBUNGAN YANG MENGUNTUNGKAN
- ASOSIASI (Azotobacter sp, MPF) - SIMBIOSIS (Mikorhiza, Rhizobium)

 HUBUNGAN YANG MERUGIKAN
- PATOGENESIS (Patogen) - PARASITISME (Virus)

INTERAKSI JASAD MIKRO TANAH DENGAN TANAMAN
     Lingkungan Rhizosfer Senyawa Eksudat Tanaman Populasi Jasad Mikro Rhizosfer Pergerakan Mikroflora dalam Rhizosfer Tipe Asosiasi Jasad Hidup Tanah - Akar Tanaman

PERAN PENTING JASAD HIDUP TANAH
     DAUR UNSUR HARA PEMBENTUKAN BAHAN ORGANIK PENAMBATAN N2 BIOKONTROL BIOTEKNOLOGI

Bahan diskusi Uraikan keunikan tanah sebagai lingkungan tempat hidup jasad hidup!

TUGAS MANDIRI
  Membuat rangkuman salah satu peranan jamur, bakteri, dan cacing tanah dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Membuat ringkasan mengenai proses penting yang dikendalikan oleh jasad hidup tanah dalam mendukung status kesuburan tanah serta memilah jasad hidup yang terlibat dalam setiap proses tersebut

DAUR KARBON
 PERANAN JASAD HIDUP TANAH DALAM DAUR KARBON  KARAKTERISTIK BAHAN ORGANIK TANAH  SENYAWA HIDROKARBON DALAM TANAH  JASAD HIDUP TANAH DALAM TRANSFORMASI SENYAWA HIDROKARBON  PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN DALAM DAUR KARBON

C- hewan C-tumbuhan

A

B

Bahan organik tanah sel jazad mikro, residu pembusukan C E D

Karbon dioksida

A. Fotosintesis C. Respirasi hewan

B. Respirasi tanaman D. Jazad mikro ototrofik E. Respirasi jazad mikro Gambar 4.1 Skema Daur Karbon Tanah

PERANAN JASAD HIDUP TANAH DALAM DAUR KARBON
 PRODUSEN KARBON PRIMER  KONSUMEN
 DEKOMPOSER ada 3 proses utama :
 DEKOMPOSISI  MINERALISASI  RESPIRASI

KARAKTERISTIK BAHAN ORGANIK
 JENIS (RESIDU TANAMAN, LIMBAH TERNAK, SEL-SEL JASAD MIKRO)  JUMLAH (TGT PENGGUNAAN LAHAN)  KOMPOSISI (TGT JENIS TANAMAN)

SENYAWA HIDROKARBON DALAM TANAH
SUMBER :  EKSKRESI BINATANG TANAH  EKSUDASI TUMBUHAN  SISA-SISA TUMBUHAN DAN BINATANG YANG TELAH MATI  PESTISIDA

JASAD HIDUP TANAH DALAM TRANSFORMASI SENYAWA HIDROKARBON

JASAD HIDUP TANAH
SENYAWA KOMPLEKS

DIPECAH HIDROKARBON DALAM TANAH PERUBAHAN

DISINTESIS

SENYAWA KOMPLEKS

FAKTOR LINGKUNGAN

BAHAN DISKUSI

Uraikan apa yang akan terjadi apabila tidak berfungsinya :  organisme heterotrof Organisme ototrof

TRANSFORMASI HIDROKARBON MELIBATKAN JASAD MAKRO DAN MIKRO
TRANSFORMASI ADA 2 : 1. NON BIOLOGI 2. BIOLOGI : a. Senyawa hk diubah menjadi suatu metabolit

intermedier yang normal dan digunakan sbg penyusun selnya b. Senyawa hk diubah menjadi senyawa yang tidak dapat digunakan/sedikit digunakan sebagai substrat
Ini dikenal sebagai Kometabolisme (Kooksidasi)

PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN DALAM DAUR KARBON

TANAH

JASAD HIDUP

LINGKUNGAN

ASPEK LINGKUNGAN DAUR KARBON

 PEMANASAN GLOBAL

Latihan Terstruktur
 Membuat rangkuman peranan biota tanah dalam daur karbon dan proses perombakan serasah organik  Presentasi mengenai peranan biota tanah dalam daur karbon dan proses perombakan serasah organic

Tugas Mandiri/PR
 Membuat rangkuman perombakan bahan organik dalam kondisi aerob dan anaerob (dipresentasikan pada pertemuan ke-4)  Membuat rancangan penelitian sederhana mengenai perombakan bahan organik dan pengaruh bahan organik bagi kesuburan tanah

DAUR SULFUR
 TINJAUAN UMUM  TRANSFORMASI BIOLOGI SULFUR  OKSIDASI DAN REDUKSI SENYAWA SULFUR OLEH JASAD MIKRO  PENGUAPAN SENYAWA SULFUR DARI DALAM TANAH  ASPEK LINGKUNGAN POLUTAN SULFUR

TINJAUAN UMUM
 FUNGSI : BAGIAN DARI ASAM AMINO, SUMBER ENERGI METABOLIK  SUMBER : KERAK BUMI  BENTUK : ORGANIK (90 %)  TANAH : INORGANIK , 25%

TRANSFORMASI BIOLOGI SULFUR

 reduksi dan oksidasi  mineralisasi dan imobilisasi  reaksi volatilisasi

OKSIDASI DAN REDUKSI SENYAWA SULFUR OLEH JASAD MIKRO
Oksidasi senyawa sulfur  PROSES : sulfur elemental (So) dioksidasi menjadi sulfit dan sulfat  JASAD MIKRO : kemotrof (Thiobacillus), fototrof (bakteri sulfur hijau dan ungu), dan kemoheterotrof (beberapa bakteri dan jamur) Reduksi sulfat  PROSES : sulfat menjadi hidrogen sulfide  JASAD MIKRO : bakteri pereduksi sulfat dalam suasana anaerob (bakteri Desulfovibrio spp, Desulfomonas spp, Desulfotomaculum spp )  Akibat : korosi pipa-pipa di dalam tanah, polusi ferosulfat dan hidrogen sulfat.

PENGUAPAN SENYAWA SULFUR DARI DALAM TANAH
 CONTOH : H2S  ASAL :  AKTIVITAS JASAD MIKRO (PEROMBAKAN BO, SUMBER SULFUR ANORGANIK) DAN AKTIVITAS MANUSIA (ENERGI FOSSIL)

ASPEK LINGKUNGAN DAUR SULFUR
 TERBENTUK TANAH SULFAT MASAM  DEPOSISI SENYAWA SULFUR ATMOSFER DI DALAM TANAH  HUJAN ASAM

Bahan Diskusi Kelompok
Langkah-langkah apa yang dapat dilakukan dalam budidaya pertanian di lahan-lahan sulfat masam?
 Latihan Terstruktur Mengulas dan merangkum perbedaan sumber-sumber sulfur yang masuk ke dalam tanah di daerah industri dan daerah pertanian Mengulas proses yang dapat dialami oleh senyawa sulfur di dalam tanah Tugas Mandiri/PR Meringkas Bab 15 dari buku Principles and Applications of Soil Microbiology tentang Transformasi Sulfur (dibahas pada pertemuan ke-6) Membaca artikel tentang daur nitrogen


 

DAUR NITROGEN
 TINJAUAN UMUM  PENAMBATAN NITROGEN  MINERALISASI/IMOBILISASI N  NITRIFIKASI  DENITRIFIKASI

 DIPERLUKAN PALING BANYAK OLEH TANAMAN  BAGIAN DARI ASAM AMINO  MEMPENGARUHI KUALITAS AIR DAN ATMOSFER

Daur nitrogen
N2
Atmosfer

Fiksasi Nonsimbiotik Fiksasi Simbiotik Herbivora Tanaman Tanah Dekomposisi

NO3Nitrifikasi

Organik N

Ammonifikasi
Immobilisasi NH4+

Assimilasi/ disimilasi Reduksi N03-

PENAMBATAN NITROGEN
ENZIMATIK (NITROGENASE) SENSITIF TERHADAP OKSIGEN PROSES : N2 → NH3 65 % KEB. N PERTANIAN DUNIA Reaksi : N2 + 8H+ + 8e_ + 16 Mg ATP → 2NH3 + H2 + 16 Mg ADP + 16 Pi

SISTEM

 FREE LIVING (Azotobacter sp)  ASOSIASI (Azospirillum sp)  SIMBIOSIS (Rhizobium sp)

FREE LIVING
 KONDISI : aerob, mikroaerofilik & anaerob  LOKASI : tanah di luar rhizosfer  FAKTOR : sumber energi, kombinasi nitrogen (amonium dan nitrat), pengaruh oksigen terhadap enzim nitrogenase, dan pengaruh lingkungan lainnya  JASAD MIKRO : Azotobacter, Azospirillum, dan Methanosarcina.  JUMLAH : SANGAT RENDAH

ASOSIASI
 LOKASI : rhizosfer, korteks, jaringan vaskular akar, musigel  JASAD MIKRO :Acetobacter diazotrophicus  Jumlah : 5 – 25 kg N/ha/th.

SIMBIOSIS

 LEGUMINOSE DAN RHIZOBIUM  FRANKIA DAN AKTINOMISETES  AZOLLA DAN CYANOBACTERIUM

RHIZOBIUM DAN LEGUMINOSE
 CIRI : TERBENTUK BINTIL AKAR  JUMLAH : 57 – 169 Kg N/Ha/Th  PROSES : INFEKSI, PENETRASI, PEMBENTUKAN BENANG INFEKSI, PEMBENTUKAN BAKTEROID, PEMBENTUKAN BINTIL AKAR

CATATAN PENTING

 INFEKTIVITAS  STRAIN SELEKTIVITAS  EFEKTIVITAS

CATATAN
 Bintil akar efektif : bagian dalam berwarna merah  Faktor pembentukan bintil dan penambatan N2 : pH, suhu, unsur hara, salinitas dan alkalinitas.

Frankia dan aktinorhizal
 Simbiosis anta Frankia & tanaman angiosperma  Ciri : terbentuknya bintil  Manfaat : tanaman kehutanan dan reklamasi tambang  Jumlah N : 57 – 169 kg N2/ha/th.

Anabaena azollae
 Manfaat : pupuk hijau lahan sawah  Sifat : mudah dekomposisi karena rasio C/N rendah  Organela : heterosit cyanobacterium  Aplikasi : meningkatkan produksi padi sawah sebesar 1 ton/ha.

Bahan Diskusi Kelompok
Kebutuhan nitrogen pada areal pertanian sebagian dapat dipenuhi oleh penambatan biologi N2. Jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan tanaman. Diskusikan apa yang dapat anda lakukan untuk mengoptimalkan produksi tanaman pertanian pada kondisi demikian!

Bahan Diskusi Kelompok
Bagaimana strategi pengaturan kondisi lingkungan yang diperlukan supaya proses penambatan biologi N2 dapat berjalan dengan baik untuk tanaman-tanaman berikut :  tebu  padi sawah

Bahan Diskusi Kelompok  Buatlah bagan ilustrasi fiksasi biologi N yang dilengkapi dengan contoh organisme, tanaman, sistem yang terlibat dan kondisi lingkungan yang diperlukan! Tugas Mandiri/PR  Setiap mahasiswa menyusun makalah ringkas (font 12, 1,5 spasi, 5 halaman) mengenai pengaruh fiksasi biologi N terhadap pertumbuhan tanaman dalam sistem monokultur, tumpangsari dan tumpang gilir (dipresentasikan pada pertemuan ke-8).

Mineralisasi dan Imobilisasi Nitrogen

 Definisi : pembentukan nitrogen Anorganik dari nitrogen organik  Proses : amonifikasi dan nitrifikasi  Kondisi : aerob

Mineralisasi nitrogen
Amonifikasi Enzim :

• ekstraseluler (proteinase, protease, peptidase, kitinase, kitobiase, lisozim, endonuklease, eksonuklease, urease)
• intraseluler (deaminase) mikroba Jasad mikro : heterotrof

Nitrifikasi Jasad mikro :  nitrosomonas, nitrosococcus, nitrosospira (pengoksidasi NH3)  nitrobacter, nitrospina, nitrococcus, dan nitrospira (pengoksidasi N02). Reaksi yang terjadi dalam proses nitrifikasi adalah :  NH3 + 1,5 O2 → NO2- + H+ + H2O  NO2- + ½ O2 → NO3-

Mineralisasi
Reaksi :  NH3 + 1,5 O2 → NO20 + H+ + H2O  NO2- + ½ O2 → NO3Faktor : populasi bakteri nitrifikasi, aerasi tanah, ketersediaan substrat, pH tanah, faktor lingkungan, penghambat alelokimia

Imobilisasi
 Konversi N-anorganik menjadi N-organik  Prediksi berdasarkan rasio C/N : < 20/1 : mineralisasi > 20/1 : imobilisasi Rasio C/N : Bakteri : 4 - 5 Jamur : 15

Denitrifikasi Nitrogen
 Definisi : reduksi nitrat menjadi gas nitrogen (N0, N20 dan N2)  Kondisi : anaerob  Bakteri : organotrof (Alcaligenes, Agrobacterium, Azospirillum) fototrof ( Rhodopseudomonas) dan Litotrof (Bradyrhizobium, Nitrosomonas, Thiobacillus)

ENZIM
Denitrifikasi terjadi melalui 4 lintasan, diatur oleh 4 enzim Enzim yang terlibat : nitrat reduktase/Nar (mereduksi nitrat mjd nitrit) nitrit reduktase/Nir (mereduksi nitrit mjd oksida nitrit) oksida nitrit reduktase/Nor (mereduksi oksida nitrit mjd nitrous oksida) oksida nitrous reduktase/Nos, yang berfungsi untuk mereduksi nitrous oksida menjadi N2).

Faktor
 aerasi tanah  ketersediaan nitrat  ketersediaan karbon  faktor lingkungan

ASPEK LINGKUNGAN DAUR NITROGEN
 kadar nitrat yang tinggi di dalam air tanah dan air permukaan  kontribusi gas-gas nitrogen yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam, rusaknya lapisan ozon, pemanasan global  eutrofikasi.

 

  

Bahan Diskusi Kelompok Bandingkan dan cari perbedaan antara penambatan N2 secara simbiotik dan asimbiotik! Pilih salah satu contoh tanaman leguminose yang memiliki bintil akar. Jelaskan proses pembentukan yang terjadi pada tanaman tersebut, berapa bintil akar yang dimilikinya, serta hitung jumlah bintil yang efektif. Latihan Terstruktur Membuat ilustrasi fiksasi biologi N yang dilengkapi dengan contoh jasad mikro, sistem yang terlibat dan kondisi lingkungan yang diperlukan Menduga mineralisasi dan imobilisasi N berdasarkan rasio C/N bahan organik Tugas Mandiri Setiap mahasiswa menyusun makalah ringkas (font 12, 1,5 spasi, 5 halaman) mengenai pengaruh fiksasi biologi N terhadap pertumbuhan tanaman dalam sistem monokultur, tumpangsari dan tumpang gilir (dipresentasikan pada pertemuan ke-8). Setiap mahasiswa membuat ringkasan artikel mengenai daur N

DAUR FOSFOR
    MINERALISASI DAN IMOBILISASI P PELARUTAN P-ANORGANIK KETERSEDIAAN P-ORGANIK KELARUTAN P-ANORGANIK

DAUR FOSFOR
PROSES MINERALISASI IMOBILISASI TERJERAP DISERAP TANAMAN

MINERALISASI P-ORGANIK
 Enzim : fosfatase (ekstraseluler)  Jenis : fosfomonoesterase, fosfodiesterase, phytase  Mineralisasi vs rasio C/P < 200/1 : mineralisasi > 300/1 : imobilisasi P 200 – 300/1 : sedikit perubahan ketersediaan P.

Pelarutan P-anorganik
Mekanisme : Melepaskan karbondioksida & bahan organik  Asam karbonat : Ca-P dan Mg-P  Asam organik : pengkhelat, Al-P, Fe-P, Ca-P, Mg-P  Hasil : orthofosfat Jasad mikro :

 

bakteri (Bacillus, Pseudomonas, sp, Nitrosomnas sp,) jamur (Aspergillus sp, Penicillium sp dan Fusarium sp).

KONDISI REDUKSI & KETERSEDIAAN P
 PENGARUH : Fe-P dan Al-P  FAKTOR : PENGGENANGAN DAN BO  AKIBAT : reduksi ferro-P menjadi ferri-P

 

Bahan Diskusi Kelompok Jika suatu bahan limbah memiliki rasio C/N/P 500/20/1, apakah bahan tersebut akan mengalami mineralisasi atau imobilisasi? Apabila bahan tersebut mengalami imobilisasi, apa yang saudara dapat lakukan supaya terjadi mineralisasi P? Latihan Terstruktur Pendugaan kebutuhan P jasad mikro dalam proses dekomposisi bahan organik Kelompok mahasiswa menyusun dan mempresentasikan ketersediaan P dalam tanah yang disawahkan dan tidak disawahkan Tugas Mandiri membaca bahan ajar mengenai daur K

 

DAUR KALIUM
 TRANSFORMASI KALIUM  IMOBILISASI KALIUM

SKEMA DAUR KALIUM
K-hewan K-tumbuhan

Humus K-mikroba

K-tersedia

Laut

K-tertambat

PROSES DAN JASAD MIKRO
 Proses : perombakan bahan organik & pelarutan K-mineral Pelarutan K mineral : melalui dekomposisi lapisan silikat mineral liat dan pelarutan asam  Jasad mikro pendekomposisi mineral liat : bakteri (Bacillus dan Pseudomonas) jamur (Aspergillus, Mucor dan Penicillium)  Asam untuk melarutkan kalium : asam karbonat (heterotrof) asam organik (Clostridium pasteurianum & Aspergillus niger) asam nitrat dan sulfat (jasad mikro autotrof).

Keseimbangan Ion K

K (protoplasma)

K-terlarut ↔ K-mineral

Bahan Diskusi Kelompok Jelaskan berdasarkan Gambar 8.1., pada bagian mana terjadi proses : - Mineralisasi - Imobilisasi

DAUR KALSIUM DAN MAGNESIUM
 REAKSI KALSIUM DAN MAGNESIUM DALAM TANAH  JASAD HIDUP TANAH DALAM DAUR KALSIUM DAN MAGNESIUM  FAKTOR LINGKUNGAN DALAM DAUR KALSIUM DAN MAGNESIUM  ASPEK PERTANIAN KALSIUM DAN MAGNESIUM

REAKSI Ca DAN Mg DALAM TANAH
Sumber kalsium mineral Ca (feldspar, amphibol, apatit atau Ca-fosfat, Ca-karbonat yaitu kalsit dan dolomit) Sumber magnesium mineral ferromagnesium (biotit, serpentin, hornblende, olivin, MgSO4, khlorit, illit, vermikulit dan montmorillonit).

Manusia

1

Tanaman

Ca dan Mg-organik Binatang Bahan mati/ biomassa jasad hidup tanah tanah

3

2 6 7

5

Ca dan Mg- tersedia
Kompleks Jerapan tanah Larutan tanah

Ca dan Mganorganik Batuan dan mineral

4

 Daur kalsium dan magnesium terjadi secara biologis dan non biologis  Transformasi biologi kalsium dapat terjadi dengan bantuan enzim atau tanpa enzim.  Jasad hidup tanah : jasad makro (cacing tanah) jasad mikro (bakteri, jamur, aktinomisetes, algae dan protozoa)

Faktor Lingkungan  suhu  Cahaya  kelembaban dan aerasi  pH  kejenuhan basa  senyawa organik.

TRANSFORMASI BESI
 Sumber besi : kerak bumi  Jenis sumber : mineral primer (olivin, augit, hornblende dan biotit) Oksida besi primer yang terdapat di dalam tanah antara lain adalah hematit dan magnetit

Proses
      pengkhelatan (pelarutan asam) Pengendapan Mineralisasi Serapan reduksi oksidasi.

 Daur Besi
Tanama n Mikroba
Khelat, pelarutan asam Pengendapan

Fe3+

Fe3+ Mineral

Fe3+

Residu Organik

Serapa n
Reduks i

Mineralisasi

Oksidasi

Fe2+

Fe2+ Mineral
Pelarutan Pengendapan

Fe2+

Lingkungan Anaerob

Pelarutan Besi
 Pelaku : jasad mikro  Mekanisme : metabolit dgn afinitas tinggi terhadap Fe3+ Contoh : asam dan senyawa organik.  Pelarutan terjadi pada kondisi reduksi : Eh 200 mV (Fe2+ dominan) EH > 300 mV (Fe3+ dominan)

Oksidasi Besi
 Contoh reaksi ( Thiobacillus thioxidans) : FeSO2 + 7 O2 + 2H2O → 2FeSO4 + 2H2SO4 (1) 4FeSO4 + O2 + 2H2SO4 → 2Fe(SO4)3 + 2H2O (2) 14Fe3+ + FeS2 + 8H2O → 15 Fe2+ + 2SO42- + 16H+ (3) Fe2(SO4)3 + 6H2O → 2Fe(OH)3 + 3H2SO4 (4)  Reaksi (1) dapat terjadi secara biologi maupun kimia. Reaksi (2) bersifat enzimatik  Reaksi (3) bersifat spontan  Reaksi (4) terjadi secara non biologi terbentuk Fe(OH)3 yang dapat menyelubungi jasad mikro.

Dekomposisi dan Pembentukan Senyawa Besi Organik
Dekomposisi senyawa organik besi  Produk : CO2 dan garam-garam besi  Kondisi : aerob maupun anaerob  Reaksi : Senyawa Fe-org → CO2 + ∆H + garam Fe3+

JASAD MIKRO
 Bakteri (Pseudomonas, Bacillus, Serratia, Acinetobacter, Klebsiella, Myzcobacterium, dan Corynebacterium)  Jamur (jamur berfilamen)  Aktinomisetes (Nocardia dan Streptomyces).  Pembentukan coating senyawa besi humus : Pedomicrobium, Metallogenium, dan Seliberia

Pembentukan Biomassa besi  kompleks besi dengan molekul organik (mudah dimineralisasi)  berikatan dengan polisakarida jasad mikro dan tanaman (sukar disekomposisi)  kompleks besi organik menyebabkan besi dapat bergerak turun di dalam profil tanah.

Perombakan Besi dalam Batuan dan Mineral
Pelaku

 Lichenes (batuan)  jamur (mineral) → eksudat → pH turun  Bakteri (mineral) → asam 2-ketoglutarat.

Reduksi Besi
 Terjadi pada Eh < -200 mV  Terbentuk lapisan gley pada tanah  Reduksi Fe3+ → Fe2+ terjadi secara enzimatik  Enzim : nitrat reduktase (Nar) dan enzim lain yang tidak terlibat dalam metabolisme nitrat.

Aspek Penting Daur Fe
 pedogenesis  deposit geologi bumi  korosi pada pipa-pipa besi yang ditanam di dalam tanah  efek penyumbatan (clogging of drains)  siderofor pada bakteri pemacu tumbuh tanaman (BPGP).

Transformasi Mangan

Mn2+

Mn3+

Mn4+

MnO3.nH2O

Mn2.nH2O

Proses
Oksidasi

Jasad mikro : Bakteri : Aerobacter, Bacillus, Corynebacterium, Pseudomonas jamur : Cladosporium, Curvularia, Helminthosporum, Chepalosporium
Reduksi Jasad mikro : bakteri Kondisi : tanah tergenang, distimulasi dengan penambahan bahan organik, respirasi sel melalui metabolisme non enzimatik dan pembentukan asam organik.

Aplikasi Biologi Tanah dalam Bidang Pertanian dan Lingkungan

 Bioremidiasi Tanah – Tanah Terkontaminasi  Gas Global

BIOREMIDIASI TANAH TERKONTAMINASI
 jenis polutan : PCE, TCE, TNT, logam, radionuklida, pestisida, BTEX, PAH, dan PCB  Definisi bioremidiasi : strategi atau proses menggunakan jasad mikro, tanaman atau enzim jasad mikro dan tanaman untuk mendetoksifikasi kontaminan di dalam tanah dan lingkungan lainnya.

Proses Bioremidiasi

 Biodegradasi  Mineralisasi  Kometabolisme.

Kriteria Bioremidiasi
 Jasad mikro harus berkualitas  kontaminan target harus menjadi bioavailable  tempat bioremidiasi harus memiliki kondisi yang kondusif untuk pertumbuhan jasad mikro dan tanaman atau aktivitas enzim  biaya bioremidiasi tidak boleh lebih tinggi dibandingkan teknologi lain yang dapat mengurangi kontaminan.

Strategi Bioremidiasi
 Bioremidiasi pasif  Biostimulasi  Bioventing  Bioaugmentasi  Landfarming  Komposting  Fitoremidiasi

Keuntungan dan Tantangan
 Memerlukan biaya yang lebih murah  kondisi kontaminan yang heterogen sulit memilih sistem yang paling sesuai untuk seluruh kontaminan

Gas Global
Gas terbanyak di atmosfer :  nitrogen (78 %)  oksigen (21 %)  sisanya adalah gas-gas mikro (Trace Gas).

Komposisi Gas Mikro Atmosfer
Peningkatan Tahunan (%) Gas Konsentrasi (ppb) 1992 1980-an CO2 CH4 N2O CFC-12 355.000 1.714 311 0,5 0,400 0,800 0,250 4,000 1990-1992 0,14 0,27 0,15 0,026 50–200 th 11-17 th 120 th 102 th 21 206 15.800 1 Waktu Aktif Potensial pemanasan Global relatifTerhadap CO2

NOx

0,005 – 10

1-10 hari

CO

40 - 20

1-4 bulan

Trace Gas sangat penting
 keseimbangan radiasi bumi, iklim global  mengatur kemampuan atmosfer untuk membersihkan polutan di atmosfer  sumber unsur hara bagi biosfer terutama gas nitrogen.

Sumber Gas dalam Tanah

 karbon dioksida (25 %)  methan (50 %)  nitrous oksida (65 %)  oksida nitrat (30 %)  dll.

KONTROL UMUM PRODUKSI GAS

 suhu  Kelembaban  potensial redoks  ketersediaan substrat

Bahan Diskusi Kelompok    Jelaskan peristiwa yang dapat terjadi pada inokulan yang ditambahkan ke daerah rhizosfer dan ke dalam tanah Bahas masing-masing studi kasus bioremidiasi pada bahan ajar, jelaskan keuntungan dan tantangannya. Jelaskan pengaruh penebangan hutan dan penghijauan kembali terhadap akumulasi karbon di atmosfer.

Latihan Terstruktur

Sekelompok mahasiswa mempresentasikan penelitian sederhana skala laboratorium mengenai daya hidup beberapa jasad mikro fungsional yang diaplikasikan ke daerah rhizosfer dan spermosfer

Tugas Mandiri

membuat makalah hasil penerapan Biologi Tanah di bidang pertanian dan lingkungan (dipresentasikan pada pertemuan ke-14)

Terimakasih

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful