ASPEK HUKUM ASURANSI

Ghazali Rahman, S.Sos, M.SP.

DEFINISI ASURANSI
1. Berdasarkan UU No. 2 tahun 1992, asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungjawabkan.

2. Menurut KUHP Pasal 246, Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena: suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang di harapkan, yang mungkin akan diderita karena sesuatu yang tak tertentu

UNSUR DEFINISI DUA
• Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur • Pihak penanggung (insurer) yang berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tak tertentu • Suatu peristiwa (accident) yang tak tertentu (tidak diketahui sebelumnya/avenemen) • Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tertentu

DASAR HUKUM ASURANSI • Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) • UU Nomor 2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian • Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Perasuransian .

tanggal 26 februari 1993 tentang Kesehatan keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi c.010/2008.017/1993. b. telah diubah dengan Permen Nomor 158/PMK. tanggal 26 februari 1993 tentang Perizinan dan penyelenggaraan kegiatan usaha penunjang usaha asuransi e.03/2009 tentang Jenis usaha asuransi . Nomor 224/KMK.017/1993. Nomor 225/KMK. tanggal 26 februari 1993 tentang Penyelenggaraan usaha asuransi dan perusahaan reasurasi d.Dan Surat Keputusan Menteri Keuangan a. Nomor 81/PMK.017/1993. tanggal 26 februari 1993 tentang Izin perusahaan asuransi dan reasuransi.010/2009 tentang Sanksi administrasi berupa denda dan tata cara penagihannya terhadap perusahaan asuransi f. Nomor 79/PMK. Nomor 226/KMK. Nomor 223/KMK.017/1993.

Di dalam polis ini secara rinci disebutkan mengenai syarat-syarat. termasuk pula menyebutkan perihal jumlah pertanggungan. hak dan kewajiban kedua belah pihak. dan resiko yang harus ditanggung perusahaan asuransi sebagai penanggung. jangka waktu perjanjian asuransi.PERJANJIAN ASURANSI • Dituangkan di dalam surat perjanjian yang dikenal dengan sebutan polis. .

. rugi. dan atau berkurang. kesehatan manusia. disebutkan bahwa objek asuransi adalah benda dan jasa. rusak.OBJEK ASURANSI • Menurut Undang-undang Nomor 2 tahun 1992. jiwa dan raga. tanggung jawab hukum serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang.

Asuransi yang dilihat dari segi kepemilikannya .JENIS ASURANSI a. Asuransi yang dilihat dari segi fungsinya b.

JENIS ASURANSI DARI SEGI FUNGSINYA .

Asuransi Kerugian 2. Asuransi Jiwa .JENIS ASURANSI DARI SEGI FUNGSINYA 1.

asuransi kerugian memberikan jasa dalam penanggulangan resiko atas kerugian. kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa tidak pasti. .Asuransi Kerugian • Seperti yang disebutkan UU Nomor 2 tahun1992. Jenis asuransi ini tidak diperkenankan melakukan usaha diluar asuransi kerugian dan reasuransi.

. petir. dll. marine cargo policy dan freight • Asuransi Aneka yaitu asuransi yang tidak termasuk dalam asuransi kebakaran dan pengangkutan. kecelakaan diri. kecelakaan kapal terbang dan lainnya. pencurian. • Asuransi Pengangkutan meliputi marine hul policy. yang meliputi kebakaran. peledakan.Yang Termasuk Asuransi Kerugian • Asuransi Kebakaran. tapi seperti asuransi kendaraan bermotor.

.Reasuransi • adalah kontrak asuransi dimana sebuah perusahaan asuransi memindahkan semua atau sebagian risikonya kepada perusahaan lain. Tujuan utama dari perusahaan asuransi yang memindahkan risikonya adalah untuk melindungi dirinya terhadap kerugian dalam kasus tertentu yang melebihi jumlah tertentu.

yang termasuk adalah : • Asuransi berjangka • Asuransi tabungan • Asuransi seumur hidup • Anuity Contract Insurance .Asuransi Jiwa Merupakan asuransi yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.

. • Pihak penanggung (insurer).OBJEK ASURANSI JIWA • Orang yang masih hidup dan sehat adalah objek polis asuransi jiwa. • Pihak yang akan menerima pembayaran dari kematian pihak tertanggung adalah pihak penerima/ahli waris (beneficiary). atau disebut juga pihak tertanggung (insured).

sakit. pihak penanggung setuju untuk membayarkan sejumlah dana atau menyediakan jasa apabila kejadian-kejadia yang di cover (misalnya kecelakaan. atau kematian) muncul selama masa berlakunya Polis. • Bentuk fisik kontrak (printed form) yang berfungsi sebagai bukti perjanjian antara pihak Penanggung (insurer). dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. jumlahnya sesuai dengan yang tertera dalam Kontrak Asuransi Jiwa tersebut. .PERJANJIAN ASURANSI JIWA • Perjanjian dengan perusahaan asuransi disebut kontrak asuransi jiwa. yakni dalam hal ini adalah pihak yang menggunakan asuransi di sebut Polis Asuransi. Sebaliknya. dan pihak Tertanggung (insured). pihak tertanggung/pemegang polis membayarkan sejumlah dana secara berkala yang disebut Premi kepada pihak lain yang disebut pihak penanggung (perusahaan asuransi jiwa). • Melalui perjanjian ini.

Jumlah asuransi 6. adalah sejumlah uang yang wajib dibayar oleh tertanggung kepada penanggung setiap jangka waktu tertentu.BENTUK DAN ISI POLIS Menurut ketentuan pasal 304 KUHD. besarannya tergantung pada jumlah asuransi yang disetujui pada saat diadakan asuransi. Nama tertanggung 3. biasanya setiap bulan selama asuransi berlangsung. Akan tetapi mengenai rancangan jumlah dan penentuan syarat-syarat asuransi bergantung pada persetujuan antara kedua belah pihak (Pasal 305 KUHD). polis asuransi jiwa memuat : 1. Nama orang yang jiwanya diasuransikan 4. Saat mulai dan berakhirnya asuransi 5. Premi asuransi. . Hari diadakan asuransi 2.

Asuransi Jiwa Dwi Guna (endowment life). Asuransi ini sama seperti Asuransi Dwi Guna hanya bedanya. Asuransi ini adalah jenis asuransi jiwa dimana kita membayar sejumlah uang tertentu kepada perusahaan asuransi. Apabila terjadi risiko selama jangka waktu tersebut ahli waris Kita akan menerima uang pertanggungan. Asuransi Jiwa Berjangka (term life). Apabila jangka waktu itu selesai dan tidak terjadi risiko maka kontrak selesai dan kita tidak akan mendapatkan apa-apa. dan perusahaan akan melindungi kita selama jangka waktu tertentu dari risiko kematian. jangka waktumya seumur hidup. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (whole life). Asuransi jenis ini hampir sama dengan asuransi jiwa berjangka hanya bedanya pada masa akhir asuransi jika tidak ada risiko pada kita maka kita tetap akan mendapatkan Uang pertanggungan. 3. Artinya kita dirindungi selamanya (atau sampai umur 99 Tahun) 2.Produk Asuransi Jiwa 1. .

BERAKHIRNYA ASURANSI JIWA .

asuransi jiwa berakhir sejak terjadi evenemen yang diikuti dengan pelunasan klaim . Karena terjadinya Evenemen (peristiwa tidak pasti) • Dalam asuransi jiwa satu-satunya evenemen yang menjadi beban penanggung adalah meninggalnya tertanggung. maka penanggung berkewajiban membayar santunan kepada penikmat (wari) yang telah ditunjuk oleh tertanggung. • Menurut hukum perjanjian. suatu perjanjian yang dibuat pihak-pihak berakhir. • Apabila dalam jangka waktu yang diperjanjikan terjadi peristiwa meninggalnya tertanggung. maka berakhirlah asuransi jiwa tersebut. apabila prestasi masing-masing pihak telah terpenuhi. maka asuransi jiwa berakhir sejak penanggung melunasi uang santunan sebagai akibat dan meninggalnya tertanggung.1. • Sejak penanggung melunasi pembayaran uang santunan tersebut. Dengan kata lain. Karena asuransi jiwa adalah perjanjian.

Dengan kata lain. Karena jangka waktu berakhir • Dalam asuransi jiwa tidak selalu evenemen yang menjadi beban penanggung itu terjadi bahkan sampai berakhirnya jangka waktu asuransi. Akan tetapi. dalam perjanjian ditentukan bahwa penanggung akan mengembalikan sejumtah uang kepada tertanggung apabila sampai jangka waktu asuransi habis tidak terjadi evenemen. asuransi jiwa berakhir sejak jangka waktu berlaku asuransi habis diikuti dengan pengembalian sejumlah uang kepada tertanggung . maka beban risiko penanggung berakhir. Apabila jangka waktu berlaku asuransi jiwa itu habis tanpa terjadi evenemen.2.

kecuali jika diperjanjikan lain” Dalam Pasal 307 KUHD ditentukan • “Apabila orang yang mengasuransikan jiwanya bunuh diri. Karena asuransi gugur Menurut ketentuan Pasal 306 KUHD: • “Apabila orang yang diasuransikan jiwanya pada saat diadakan asuransi ternyata sudah meninggal. maka asuransi jiwa itu gugur” . maka asuransinya gugur.3. atau dijatuhi hukuman mati. meskipun tertanggung tidak mengetahui kematian tersebut.

Apabila pembatalan sebelum premi dibayar. Pembatalan tersebut dapat terjadi karena tertanggung tidak melanjutkan pembayaran premi sesuai dengan perjanjian atau karena permohonan tertanggung sendiri. Akan tetapi. . Karena asuransi dibatalkan • Asuransi jiwa dapat berakhir karena pembatalan sebelum jangka waktu berakhir. apabila pembatalan setelah premi dibayar sekali atau beberapa kali pembayaran (secara bulanan). maka penyelesaiannya bergantung juga pada kesepakatan pihak-pihak yang dicantumkan dalam polis. bagaimana cara penyelesaiannya? Karena asuransi jiwa didasarkan pada perjanjian. Pembatalan asuransi jiwa dapat terjadi sebelum premi mulai dibayar ataupun sesudah premi dibayar menurut jangka waktunya.4. tidak ada masalah.

ASURANSI YANG DILIHAT DARI SEGI KEPEMILIKANNYA .

baik asuransi jiwa ataupun reasuransi.Asuransi Yang Dilihat Dari Segi Kepemilikannya • Dalam hal ini yang dilihat adalah siapa pemilik dari perusahaan asuransi tersebut. .

. yaitu asuransi uang sahamnya dimiliki sebagian besar atau bahkan 100% oleh Pemerintah Indonesia. biasanya beroperasi di Indonesia hanyalah merupakan cabang dari negara lain dan jelas kepemilikannya pun dimiliki oleh 100% pihak asing.Bentuk Asuransi dilihat dari Segi Kepemilikan • Asuransi milik Pemerintah. • Asuransi milik Swasta Nasional. merupakan asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak asing. • Asuransi milik Perusahaan Asing. • Asuransi milik Campuran. sehingga siapa yang paling banyak memiliki saham maka memiliki suara terbanyak dalam Rapat Umum Pemegang Saham. yaitu asuransi yang kepemilikan saham sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional.

Usaha pialang asuransi yang memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung. 5. 3. Usaha konsultan aktuaria. yang memberikan jasa keperantaraan dalam rangka pemasaran jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung 2. Usaha penilai kerugian asuransi. yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pada obyek asuransi yang dipertanggungkan. yang memberikan jasa konsultasi aktuaria Usaha agen asuransi. .BENTUK USAHA PENUNJANG ASURANSI 1. Usaha pialang reasuransi yang memberikan jasa keperantaraan dalam penempatan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi reasuransi dengan bertindak untuk kepentingan perusahaan asuransi. 4.

Badan Hukum Koperasi.BADAN HUKUM ASURANSI • Badan hukum yang boleh bergerak dalam bidang usaha asuransi dan usaha penunjang usaha asuransi adalah badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas. Badan Hukum Persero dan Badan Hukum Usaha Bersama (mutual) .

.PERSYARATAN PERUSAHAAN UNTUK MEMPEROLEH IZIN USAHA • • • • • • • Anggaran dasar Susunan organisasi Permodalan Kepemilikan Keahlian di bidang perasuransian Kelayakan rencana kerja. Hal-hal lain yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan usaha perasuransian secara sehat.

PRINSIP DASAR ASURANSI .

Proximate Cause 4. Utmost Good Faith (Kelulusan sempurna) 3. Subrigation (Subrogasi) .PRINSIP DASAR ASURANSI 1. 2. Insurable Interest (Kepentingan yang dipertanggungkan). Indemnity (Indemnitas) 5.

Anda dikatakan memiliki kepentingan atas obyek yang diasuransikan apabila anda menderita kerugian keuangan seandainya terjadi musibah yang menimbulkan kerugian atau kerusakan atas obyek tersebut. Insurable interest (kepentingan yang dipertanggungkan) berarti pelanggan mempunyai suatu kepentingan yang dapat diasuransikan.Insurable Interest • yaitu hak untuk mengasuransikan yang timbul dari suatu hubungan keuangan antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan di akui secara hukum. kepentingan keuangan ini memungkinkan anda mengasuransikan harta benda atau kepentingan anda. hal ini timbul dari hubungan finansial yang diakui hukum • • .

oleh karena itu perusahaan angkutan tersebut boleh. dengan demikian. kontraktor tersebut boleh membeli proteksi asuransi contractor . bahkan diwajibkan membeli asuransi untuk penumpangnya. atau sebaliknya. • Kontrak : misalnya dalam suatu kontrak kerja bangunan.Hubungan tersebut dapat timbul karena : • Hukum : menurut hukum kebiasaan. Dengan demikian seseorang bapak dapat membelikan asuransi untuk anak atau harta benda milik anak. • Undang-Undang : misalnya. seseorang atau harta benda selain dimiliki oleh orang tersebut. kontraktor dibebani tanggung jawab untuk menyelesaikan pembangunannya. juga dimiliki oleh keluarganya. setiap perusahaan angkutan penumpang diharuskan bertanggung jawab apabila ada penumpang yang mengalami kecelakaan.

• Orang dikatakan memiliki insurable interest atas obyek yang diasuransikan apabila orang tersebut menderita kerugian keuangan seandainya terjadi musibah atas obyek tersebut. • Dan apabila terjadi musibah atas obyek yang diasuransikan dan terbukti bahwa orang tersebut tidak memiliki kepentingan keuangan atas obyek tersebut. . maka orang tersebut tidak berhak atas ganti rugi.

Anda berkewajiban memberitahukan sejelas-jelasnya dan teliti mengenai segala fakta-fakta penting yang berkaitan dengan obyek yang diasuransikan. yang artinya adalah penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas objek atau kepentingan yang dipertanggungkan. segala persyaratan dan kondisi pertanggungan secara jelas dan teliti • .Utmost Good Faith • yaitu suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Prinsip ini pun menjelaskan resiko-resiko yang dijamin maupun yang dikecualikan.

• Pada saat terjadi perubahan pada kontrak asuransi dan mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan perubahan tersebut.Fakta Prinsip Utmost Good Faith Prinsip utmost good faith (i’tikad baik) merupakan prinsip bahwa setiap tertanggung berkewajiban memberitahukan secara jelas dan teliti mengenai segala fakta penting yang berkaitan dengan obyek yang diasuransikan serta tidak mengambil untung dari asuransi. • Pada saat perpanjangan kontrak asuransi. yaitu saat menyetujui kontrak tersebut. Fakta penting tersebut berlaku : • Sejak perjanjian mengenai perjanjian asuransi dibacakan sampai kontrak asuransi selesai dibuat. .

. • Saat perpanjangan polis. yaitu berkewajiban menjelaskan resiko yang dijamin maupun yang dikecualikan secara jelas dan teliti.Fakta Perusahaan Asuransi Prinsip ini juga berlaku bagi perusahaan asuransi. • Pada saat terjadi perubahan pada polis mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perubahan itu. kewajiban untuk memberikan fakta penting tersebut berlaku : • Sejak perjanjian mengenai asuransi dibicarakan sampai polis keluar.

. Pengalaman penutupan asuransi sebelumnya. b. dll) 2. c. Pengalaman klaim yang pernah ada.Fakta Tertanggung 1. Situasi dan kondisi obyek secara eksternal (lingkungan sekitar) : a. Fakta teknis lainnya yang diketahui. barang yang ada. Situasi dan kondisi obyek secara internal (konstruksi.

. obyek yang akan diasuransikan dibandingkan dengan penanggung. • Perhitungan besaran premi sangat dipengaruhi oleh beban resiko.Kelebihan Prinsip Utmost Good Faith • Secara umum tertanggung mengetahui lebih lengkap.

namun mungkin karena ketidak-tahuan atau kelupaan. Contoh • Mengajukan klaim asuransi yang bersifat fiktif • Menaikkan jumlah permintaan ganti rugi dengan rekayasa yang sengaja dimanipulasi. • Tidak mengungkapkan fakta atau tidak memberitahukan hal-hal yang diperlukan pihak lain. . • Mengasuransi obyek asuransi yang rawan dengan keterangan yang berbeda dengan kenyataan yang ada. • Pernyataan atau keterangan yang salah dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan keuntungan. • Menyembunyikan keterangan atau fakta secara sengaja untuk mendapatkan keuntungan.Pelanggaran Prinsip Utmost Good Faith • Pernyataan atau keterangan yang salah tetapi bukan karena kesengajaan. bukan karena kesengajaan.

Menganggap tidak ada pelanggaran. Menuntut pihak yang melakukan kesengajaan untuk merugikan pihak lain 3. Menganggap batal kontrak atau perjanjian asuransi yang ada. . a. Menolak bertanggung jawab atas klaim 2. b. Tidak ada kontrak dari awalnya.Reaksi atas Pelanggaran 1. dan melanjutkan kontrak asuransi.

. Penyebab yang paling aktif dan efesien menimbulkan kerugian yang dijadikan proximate cause. • Apabila terjadi dua peristiwa yang bersamaan maka keduanya tidak dikecualikan dalam polis. Dan dalam keadaan khusus diperlukan bantuan penetapan para ahli dan profesional terkait. kalau salah satu dikecualikan dan kerugian tidak bisa dipisahkan. efesien yang menimbulkan rangkaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.Proximate Cause • Yaitu suatu penyebab aktif. Kalau bisa dipisahkan. tidak dijamin. • Penyebab dominan tidak selalu harus selalu penyebab pertama. hanya yang tidak dikecualikan yang dijamin asuransinya. atau penyebab terakhir.

Indemnity • Yaitu suatu mekanisme dimana penanggung menyediakan kompensasi financial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252 dan 253. . serta dipertegas dalam pasal 278) • Apabila obyek yang diasuransikan terkena musibah sehingga menimbulkan kerugian. maka pihak asuransi akan memberi ganti rugi untuk mengembalikan posisi keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian menjadi sama dengan sesaat sebelum terjadi kerugian.

. atau biaya perbaikan kendaraan yang rusak akibat kecelakaan. atau berlaku juga pada asuransi mobil. • Perbaikan (repair). • Pemulihan kembali (reinstate). misalnya bengkel mobil rekanan asuransi • Penggantian (replace). misalnya dalam asuransi kecelakaan diri. misalnya untuk mesin-mesin.Cara pembayaran ganti rugi • Pembayaran dengan uang tunai (cash). misalnya membangun kembali bangunan yang rusak akibat kerugian.

• Prinsip ini diatur dalam pasal 284 KUHDagang. maka pihak penanggung. • Maksud diatas yaitu. . yaitu “ Apabila seorang penanggung telah membayar ganti rugi sepenuhnya kepada tertanggung.Subrigation • Yaitu pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar. apabila anda mengalami kerugian akibat kelalaian atau kesalahan pihak ketiga. maka penanggung akan menggantikan kedudukan tertanggung dalam segala hal untuk menuntut pihak ketiga telah menimbulkan kerugian pada tertanggung”. setelah memberikan ganti rugi kepada tertanggung. akan menggantikan tertanggung dalam mengajukan tuntutan pada pihak ketiga tersebut.

Mekanisme Prinsip Subrogation • Tertanggung harus memilih salah satu sumber penggantian kerugian. kecuali jumlah penggantian dari pihak ketiga diterima tidak sepenuhnya. kendaraan A diasuransikan ke XYZ. karena hak menuntut tersebut sudah dilimpahkan ke perusahaan asuransi. ia tidak akan mendapatkan ganti rugi dari asuransi. maka ia tidak boleh menuntut pihak ketiga. • Kalau tertanggung sudah menerima penggantian kerugian dari pihak ketiga. Kendaraan A ditabrak kendaraan B. Contoh. • Kalau tertanggung sudah mendapatkan penggantian dari asuransi. maka XYZ bertindak atas pihak A dapat mengajukan klaim ke pihak B . Setelah XYZ membayar klaim ke pihak A. dari pihak ketiga atau dari asuransi.

• Prinsip ini tidak berlaku pada asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan diri yang berkaitan dengan meninggal dunia. maka perusahaan berhak menuntut perusahaan asuransi lain yang terlibat dalam obyek tersebut untuk membayar bagian kerugian sesuai dengan prinsip distribusi. • Prinsip kontribusi berarti bahwa apabila perusahaan asuransi telah membayar ganti rugi yang menjadi hak tertanggung. maka secara otomatis berlaku prinsip ini. Tertanggung tidak mungkin mendapatkan penggantian kerugian dari masing-masing perusahaan asuransi secara penuh. tetapi mungkin saja seseorang mengasuransikan harta benda yang sama pada beberapa perusahaan asuransi. . • Walau sudah ditegaskan tidak diperbolehkan. atau cacat tetap.Contribution • Yaitu prinsip mengasuransikan harta benda yang sama pada beberapa perusahaan asuransi. Bila terjadi kerugian atas obyek yang diasuransikan.

• Sebagai tabungan. yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak perlu mengganti/membayar sendiri kerugian yang timbul yang jumlahnya tidak tentu dan tidak pasti • Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit karena bank memerlukan jaminan perlindungan atas agunan yang diberikan oleh peminjam uang. karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga. • Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan usaha pada saat ia tidak dapat berfungsi (bekerja) . Hal ini khusus berlaku untuk asuransi jiwa. karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. waktu dan biaya • Pemerataan biaya.TUJUAN ASURANSI • Memberikan jaminan perlindungan dari risiko-risiko kerugian yang diderita satu pihak • Meningkatkan efisiensi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful