PROSES-PROSES OKSIDASI

PIROMETALURGI

Rozik B. Soetjipto Program Studi Teknik Metalurgi INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

1

PENGANTAR

Syarat utama agar logam dapat dihasilkan langsung dengan cara oksidasi senyawa sulfidanya adalah bahwa oksidanya relatif kurang stabil dibandingkan SO2. Hubungan kesetimbangan gas-gas dalam atmosfer SO2 adalah: ½ S2 + O2 = SO2 (V.1) K= PSO2 ______________

P1/2.PO2 S2 Logam-logam yang memiliki ciri tersebut adalah Ag, Cu, Hg, Pb dan kelompok logam-logam platinum Sifat termodinamika ini dimanfaatkan dalam praktek, khususnya pada pirometalurgi tembaga. Ekstraksi Hg dari sinabar (HgS) telah dibahas pada proses ekstraksi sistem padat-gas

2

yang dikenal sebagai “Newnham Hearth Process” atau “Ore Hearth Process” Reaksi Umum: PbS + O2 = Pb + SO2 (V. menghasilkan leburan Pb. PbSO4.4PbO 3  .PbO atau PbSO4. PbSO4.PbO.2PbO.2) Dari Diagram Kellogg untuk Pb-S-O terlihat adanya daerah-daerah kestabilan senyawa-senyawa oksi-sulfat Pb (sulfat basa) sehingga reaksi pembentukan logamnya berlangsung secara bertahap melalui PbSO4.EKSTRAKSI TIMBAL DENGAN OKSIDASI LANGSUNG PbS    Timbal umumnya dihasilkan dari peleburan reduksi kalsin PbO di dalam tanur tegak Dalam skala kecil Pb dapat pula dihasilkan secara langsung dengn cara oksidasi mineral sulfidanya (galena: PbS).

4 .

DIAGRAM KELOGG SISTEM Pb-S-O 5 .

Lokasi fasa-fasa yang berada dalam kesetimbangan selama pembentukan logam harus berada dekat dengn daerah dimana pSO2 antara 10-2 dan 1 atm.PbO) = 7(PbSO4.4PbO) = 8Pb + 4SO2 Pada 825oC dihasilkan timbal cair dengan aktivitas 1. Pada Diagram Kellogg (temperatur 900oC) terlihat bahwa oksidasi PbS menghasilkan logam disertai pelepasan SO2.2PbO) = 5Pb + 3SO2 (iii) 3PbS(g) + (PbSO4.2PbO) + 4SO2 (ii) 2PbS(g) + (PbSO4. Kondisi pembentukan timbal diperoleh dari pertimbangan reaksi (V. Pada temperatur operasi. reduksi sulfat dapat berlangsung melalui reaksi dengan PbS gas pada tekanan yang lebih rendah daripada tekanan keseimbangan dengan fasa PbS padat: (i) PbS(g) + 10(PbSO4.1): ½ S2 + O2 = SO2    6 .

7 .

meskipun sesungguhnya terjadi reaksi kimia juga. Peleburan Matte .EKSTRAKSI TEMBAGA  Tujuan utama proses ekstraksi tembaga melalui jalur pemanggangan oksidasi parsial – peleburan matte – converting adalah untuk memisahkan tembaga dari pengotor besi (Lihat Diagram Alir). Reaksi utama : xFeO + ySiO2 = (FeO)x(SiO2)y (terak) Reaksi samping: Cu2O + FeS = Cu2S + FeO  8 .  Pemanggangan oksidasi parsial Dimaksudkan untuk mengubah sebagian besar sulfida besi menjadi oksida dengan tetap mempertahankan tembaga sebagai sulfidanya (oksidasi selektif).Tujuannya memisahkan besi oksida yang terbentuk pada pemanggangan oksidasi parsial dari sulfida tembaga (Cu2S). Oleh karena itu sering dianggap sebagai proses pelelehan (“melting”).Peleburan matte adalah peleburan netral .

 Pada proses peleburan matte terjadi pemerolehan kembali tembaga yang ikut teroksidasi pada proses pemanggangan. 9     . Namun asumsi idealisasi senyawa tersebut secara termodinamika tidak menimbulkan kesalahan yang terlalu besar. Secara teoretik dianggap merupakan senyawa stoikiometrik antara logam-logam dengan sulfur (pada peleburan tembaga merupakan campuran antara Cu2S dengan FeS).   Termodinamika Fasa-fasa sulfida leleh yang dihasilkan pada ekstraksi tembaga dan nikel (matte) dapat dinyatakan secara ideal sebagai campuran sulfida-sulfida Cu2S. Pada kenyataannya disamping Cu-Fe-S. FeS dan dalam hal matte nikel. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sulfida-sulfida relatif konstan sepanjang selang komposisi yang cukup besar (di daerah komposisi stoikiometrik). dan pemisahan dan pengikatan oksida besi ke dalam terak. juga mengandung O. Matte sesungguhnya merupakan senyawa non-stoikiometrik: Cu(2-x) dan Fe(1-y)S. Ni3S2. Dalam matte sesungguhnya total Cu-Fe-S maksimum 95%-brt.

P1/2S2  Persamaan Gibbs-Duhem (lihat termodinamika sistem lebur): NCudlnaCu + NSdln aS = 0 Nilai aS ditentukan oleh kesetmbangan antara fasa lebur dengan campuran gas-gas H2S/H2: pH2.P1/2S2 aCu2S KCu2S = ______________ a2Cu. K FeS = aFeS ______________ aFe. aS pH2S _________ _______ H2S = H2 + S K= aS = K pH2S pH2 Jadi: NCudlnaCu = . Aktivitas-aktivitas logam dan sulfur secara terpisah bervariasi secara signifikan pada selang komposisi yang sama.NSdln pH2S/ pH2 10 .

Rosenqvist dan Hartwig (1958): Perilaku leburan matte pada selang temperatur 1135 – 1185oC mendekati keadaan ideal (Hk.   Aktivitas logam ditentukan dengan integrasi persamaan tersebut dari logam murni sampai komposisi sulfida yang bersangkutan. Sejumlah kecil Si atau SiO2 mungkin juga larut dalam matte. Sistem Cu-S menunjukkan adanya daerah komposisi ketidak-larutan. Hal ini berbeda dengan sistem Fe-S. 11 .  Unsur-unsur yang terlibat dalam peleburan matte Fe. Raoult) KESETIMBANGAN ANTARA MATTE DENGN TERAK  Komposisi matte sangat ditentukan oleh komposisi terak yang berada dalam kesetimbangan dan pSO2 dalam sistem. O dan Si  Si berupa SiO2 yang bereaksi dengan FeO membentuk terak. antara Cu yang mengandung S dan Cu2S yang mengandung Cu. S. Pemisahan terbaik bila terak jenuh dengn silika. yang juga mengandung CaO dan Al2O3.  Pemisahan matte dengan terak dpat terjadi di atas suatu konsentrasi tertentu. Cu.

12 .

13 .

14 .

15 .

16 .

17 .

18 .

Garis isoaktivitas Cu2S pada pseudobiner Cu2S-Ni3S2 pada 1250oC 19 .

magnetit padat dan atmosfer: FeS + 3Fe3O4(s) = 10FeO + SO2 Pembentukan FeO (slagging magnetit) makin baik bila: .temperatur makin tinggi (reaksi endotermik) KEHILANGAN Cu DALAM TERAK  Dua jenis: .aFeO << (terak asam) .aFeS >> . Misalnya antara matte.    Penambahan Cu2S akan semakin menurunkan kelarutan antara matte dengan terak. Penambahan Cu dalam matte akan menurunkan kadar S dalam terak. Sifat saling melarut antara matte dengan terak dan oksida-oksida besi dan ketergantungannya pada pSO2 dan T ditentukan oleh termodinamika sistem.mechanically slagged copper .chemically slagged copper 20 . terak.

Hasil 1st blow adalah lelehan Cu2S murni (“white metal”) Pada 2nd blow white metal dioksidasi menjadi Cu. 21 .  Peleburan menghasilkan matte yang mengandung hampir seluruh tembaga dan sebagian besi.pertimbangan ekonomi  Grade matte diatur pada waktu pemanggangan.  Proses konverting dilakukan dalam dua tahap: 1st blow dan 2nd blow. Semakin intensif. Besi yang lain menjadi oksida yang masuk ke dalam terak.komposisi bijih/konsentrat . Proses konverting  Jenis konverter yang umum dipakai adalah “Peirce Smith converter”. semakin tinggi grade matte.  Kandungan Cu dalam matte: 20 – 60% (umumnya 30 – 50%Cu)  Grade matte ditentukan oleh: .PELEBURAN TEMBAGA DALAM PRAKTEK  Bila Cu dalam konsentrat > 25% kadang-kadang peleburan matte dapat dilakukan tanpa melalui pemanggangan oksidasi parsial.

tekanan parsial O2 dalam gas kesetimbangan akan naik.  Bila proses dihentikan logam akan mengandung S dan O yang akan bereaksi lebih lanjut pada waktu pendinginan.  Karena S dihilangkan dengan cara oksidasi.KANDUNGAN S DAN O DALAM TEMBAGA BLISTER  Komposisi kimia akhir tembaga dari tanur konversi ditentukan oleh interaksi S-O dalam larutan fasa logam. yang akibatnya akan menaikkan kandungan [O]Cu. 22 .

23 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful