You are on page 1of 65

Corrosion / Coating

Oleh : Mochamad Irfani Aji Santika 091724016 Teknik Konversi Energi POLBAN
3C/3 TPTL (Teknologi Pembangkit Tenaga listrik)

Korosi / Coating

Pengertian Korosi
 Korosi

adalah proses elektrokimia dimana atomatom akan bereaksi dengan zat asam dan akan membentuk ion positif (kation).Hal ini akan menyebabkan aliran-aliran elektron dari suatu tempat ke tempat yang lain pada permukaan metal .

Jenis-Jenis Korosi
 Korosi Internal

Yaitu korosi yang terjadi karena adanya kandungan CO2 dan H2S pada minyak,sehingga apabila terjadi kontak dengan air akan membentuk asam yang merupakan penyebab korosi .
 Korosi Eksternal

Yaitu korosi yang terjadi pada bagian permukaan dari sistem perpipaan dan peralatan,baik yang kontak dengan udara bebas dan permukaan tanah,akibat adanya kandungan zat asam pada udara dari tanah

Faktor Penyebab Terjadinya Korosi


1.

Suatu unsur sebagai katoda (elektroda positif) atau kation (ion positif dalam bentuk mikro) Suatu unsur sebagai anoda (elektroda negatif) atau anion (ion negatif dalam bentuk mikro) Media elektrolit sebagai penghubung Arus Listrik

2.

3. 4.

Menurut Nemst Korosi terjadi karena


1. Adanya kontak antara Katoda dan Anoda sehingga terjadi sel galvanik yang membuat korosi 2. Endapan pada suatu paduan (adanya fasa pada fasa induk) akan bersifat katodik terhadap matriksnya sehingga terjadi korosi interkristalin 3. Daerah pada proses pendinginan memiliki tegangan dalam yang besar maka daerah tersebut akan mudah terserang korosi.

Bentuk / Tipe Korosi :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Uniform/general corrosion Galvanik / Bimetal corrosion Crevice Corrosion (Korosi Celah ) Pitting Corrosion (Korosi Sumuran) Erosion Corrosion (Korosi Erosi) Intergranular Corrosion (Korosi Batas Butir) Selective Leaching Stress Corosion

1. Uniform/ general corrosion


Jenis Korosi ini yang paling sering ditemukan Korosi ini dikontrol oleh reaksi kimia atau elektrokimia antara permukaan logam dengan media korosif nya . Pengurangan Berat / Ketebalan logam terjadi merata pada seluruh permukaan logam.Jenis korosi ini tidak terlalu berbahaya

Skema Uniform/General Corrosion

Korosi Uniform dapat dikurangi dengan :


Pemilihan material yang tepat (semakin murni bahan semakin tahan korosi /noble) Pelapisan Penambahan Inhibitor (Media Elektrolit) Penambahan elemen paduan pada logam Proteksi katodik

2. Galvanik / Bimetal Corrosion


Prinsip Dasar Korosi Galvanik : Bila dua logam yang berbeda saling kontak dan berada pada suatu media/Larutan yang Konduktif dan Korosif maka akan timbul beda potensial yanng menyebabkan terjadinya aliran arus listrik (i) atau perpindahan elektron

Contoh :
Sebuah elektroda seng (anoda) dan elektroda tembaga (katoda) .Keduanya bisa teroksidasi Znr Cuo Zn2+ + 2eCu2+ + 2e-

Keduanya teroksidasi ,tetapi tingkat oksidasi Zn lebih besar daripada Cu ,sehingga bila keduanya dihubungkan akan terjadi potensial sebesar 1,1 Volt . Elektroda Cu menerima elektron dari elektroda Zn ,sehingga Zn sebagai anoda (terkorosi)

Skema Korosi Galvanik

Deret Volta

Pengaruh Lingkungan Tehadap Korosi Galvanik


Lingkungan media korosif sangat mempengaruhi poroses korosi bimetal. Pada Fe Zn ,Zn (anodik) ,Fe (katodik) berlangsung pada media yang lembab . Sebaliknya Zn (katodik) dan Fe (anodik) berlangsung pada media air bersuhu 1800f . Korosi galvanik juga bisa terjadi dimedia udara dan laju korosi tergantung dari humidity relatifnya . Di lingkungan yang sangat kering ,korosi galvanik tidak terjadi karena tidak ada elektrolit yang mengantarkan arus .

Pengaruh Jarak & Luas pada Korosi Galvanik


Laju Korosi Galvanik paling besar terjadi pada dekat sambungan .Korosi turun sebagai fungsi kenaikan jarak terhadap sambungan . Elektroda kecil (anoda) : density arus besar korosi tinggi Katoda besar (luas) : anoda kecil korosi tinggi

Skema pengaruh luas pada korosi Galvanik

Keuntungan sistem Galvanik


Pada sistem pipa air

3.Crevice Corrosion (Korosi Celah)


Merupakan salah satu jenis korosi lokal .korosi ini disebabkan oleh adanya sejumlah kecil sekali larutan yang ter-stagnasi (diam) ,karena adanya hole,gasket . Sambungan penyebab timbulnya celah,sehingga korosi ini sering juga disebut korosi deposit,korosi retakan,korosi packing,korosi interface,korosi tapal kuda,korosi garis air, dan korosi pasak .

Faktor Penyebab terjadinya Crevice Corrosion


Faktor Lingkungan Adanya pasir ,debu, yang bisa menimbulkan deposit membuat terjadinya stagnasi larutan sehingga timbul korosi celah ,adanya retakan,adanya konsentrasi oksigen lokal,dll . Contoh : Stainless stell 18-8 yang dipilin oleh karet dan dicelupkan dalam air laut bisa terpotong pada bagian yang ada karetnya karena korosi celah .

Mekanisme
Korosi terjadi karena ( konterasi oksigen lokal atau ( ion logam lokal antara celah dan sekitarnya ,sehingga korosi ini sering disebut concentration cell corrosion

Pencegahan Korosi Celah


Gunakan sambungan Las Tutup sambungan non welded dengan las atau solder Hindari zona stagnasi Periksa secara intensif dan periodik zona celah-celah Gunakan media korosif (larutan) yang uniform/umum Hindari packing yang basah Gunakan gasket yang solid

4.Pitting Corrosion (Korosi Sumuran)


Termasuk Korosi Lokal Perbedaan dengan korosi Celah  Konsentrasi celah dipicu oleh beda konsentrasi O2  Korosi sumuran dipicu oleh faktor metalurgi Menyerang pada logam yang :  Selaput Mekaniknya robek secara mekanik  Memiliki tegangan konsentrasi lokal  Memiliki konsentrasi kimia

Mekanisme pembentukan korosi sumuran


1.

Mula-Mula terjadi korosi merata Daerah sentral kekurangan O2 karena jarak O2 lebih panjang terjadi pelarutan M+ ditengah titik air berbentuk cincin . anoda

2.

terjadi karat dipusat

Skema terjadinya Pitting Corrosion

5.Errosion Corrosion (Korosi Erosi)

Penyebab :
Turbulensi  Partikel dalam aliran  Peronggaan/Kavitasi


Turbulensi Aliran
Turbulensi aliran disebabkan oleh :
1. Perubahan drastis diameter pipa 2. Sambungan yang kurang baik 3. Celah & Endapan

1. Perubahan drastis diameter pipa

2. Sambungan yang kurang baik

Celah & Endapan

Peronggaan/Kavitasi
Kavitasi disebabkan oleh pecahnya gelembung uap dipermukaan logam. Mekanismenya : 1. Fluida menerjang permukaan logam 2. Tekanan hidrodinamika lokal turun 3. Timbul gelembung dipermukaan logam 4. Aksi mekanik, misalnya adanya putaran, menyebabkan tekanan hidrodinamik lokal naik 5. Gelembung pecah, timbul gaya tekan yang besar pada permukaan Logam 6. Terjadi deformasi plastik pada logam

Komponen yang sering terkena korosi erosi.


Baling - baling Propeller Impeller Wet liner Pencegahan Permukaan komponen halus Pemilihan Bahan Stellite (Co, Cr,W , Fe, C) Stainless Steel 304

6. Korosi Batas Butir (intergranural Corrosion)


Korosi ini sering disebut : Intergranular Attact (IGA),Intergranular Corr (IGC) Mekanisme korosi Batas butir pada baja -> Orientasi kristalografi Acak -> daerah tidak stabil dg energi Tinggi -> mudah terkorosi intergranular/BB Korosi BB sering dijumpai padaS tainless steel Austenitik SS tahan terhadap korosi merata, tetapi pada temperatur tertentu yaitu temperatur sensitis (450-800 C), SS sangat rentan terhadap korosi BB

Skema Korosi Batas Butir

Penanggulangan Korosi Batas Butir


1.

Memperpanjang waktu penahanan pada proses homogenisasi, sehingga konsentrasi Cr merata disetiap titik. Menurunkan kandungan karbon. Menambahkan unsur yang memiliki afinitas tinggi terhadap karbon (Ti, Nb). Menambahkan unsur pembentuk fase

2. 3.

4.

7. Selective Leaching (de-alloying) Demetallification :Pengurangan elemen logam tertentu dalam paduan. Contoh : dezincification denickelification dealuminification destannification dll

8. Stress Corosion Cracking (SCC) Logam mengalami korosi SCC bila : 1. Ada internal stress
2. Ada media lingkungan korosif

Keduanya berjalan simultan Contoh : checkerplate (pelat kembang), lekukan pada bodi mobil, elbow pipa,dll.

Pencegahan Korosi
PROTEKSI KATODIK Proteksi katodik merupakan metode untuk mencegah korosi pada logam.

Pencegahan Korosi

Pencegahan Korosi

Pencegahan Korosi
PROTEKSI KATODIK DUA METODE UTAMA PROTEKSI KATODIK : 1. SISTEM ANODA GALVANIK 2. IMPRESSED CURRENT

Pencegahan Korosi
SISTEM ANODA GALVANIK Pemasangan anoda buatan di luar logam yang akan di proteksi 2 bahan yang sering digunakan : - Seng (Zn) - Magnesium (Mg)

Pencegahan Korosi

Pencegahan Korosi

Pencegahan Korosi
IMPRESSED CURRENT Sistem ICCP memerlukan penggunaan DC eksternal power supply oleh standard AC current. INHIBISI ( CHEMICAL INHIBITION ) Penggunaan bahan-bahan kimia untuk melindungi korosi dengan cara membentuk lapisan pelindung pada permukaan metal.

Pencegahan Korosi
Organik Inhibitor Inhibitor yang diperoleh dari hewan dan tumbuhan yang mengandung unsur karbon dalam senyawanya. Material dasar : Turunan asam lemak alifatik, yaitu: monoamine, diamine, amida, asetat,oleat, senyawa-senyawa amfoter.

Pencegahan Korosi
Organik Inhibitor Inhibitor yang diperoleh dari hewan dan tumbuhan yang mengandung unsur karbon dalam senyawanya. Material dasar : Turunan asam lemak alifatik, yaitu: monoamine, diamine, amida, asetat,oleat, senyawa-senyawa amfoter.

Pencegahan Korosi
Inorganik Inhibitor Inhibitor yang diperoleh dari mineral-mineral yang tidak mengandung unsur karbon dalam senyawanya. Material dasar : kromat, nitrit, silikat, dan pospat.

Pencegahan Korosi

Pencegahan Korosi

Pengendalian Korosi
Desain dan pemilihan material Pengendalian media korosif treatment) Pelapisan (coating) Proteksi Katodik Proteksi Anodik

(chemical

1. Desain Dan Pemilihan Material


Hindari efek Galvanis (Misal dengan seal atau gasket )

1. Desain Dan Pemilihan Material


Menggunakan afek galvanis

1. Desain Dan Pemilihan Material


Hindari sel aerasi Differensial dan celah

1. Desain Dan Pemilihan Material


Menghindari terbentuk nya sudut

2. Pengendalian Media Korosif (chemical korosif)


Pengendalian Korosi Udara Relatif hunmidity yang baik Dengan efek 30-60 % , agar tidak terjadi korosi dilakukan pemanasan sering terjadi pengembunan pada permukaan yang mampu mendinginkan udara . Misalnya pada kacamata dari ruang dingin ke ruang yang panas

3. Pelapisan (Coating)
Prosedur Aplikasi 1. Pembersihan permukaan pipa
 

Steel brushed Scrapers

2.

Primming
Lapisan primer betul-betul kering

3.

Coating dengan bahan yang tepat


Mengikuti Rekomendasi manufacturer

3. Pelapisan (Coating)
Continue
4.

Penyimpanan dan handling material


bersih dan kering

5. 6.

Pemasangan yang benar Inspeksi


Holiday detector

Korosi Pada Pipa


Faktor penyebab terjadinya korosi pada pipa Air kimia PH air Jumlah oksigen di dalam air Suhu air Kecepatan / tekanan air dalam pipa

Faktor penyebab terjadinya korosi pada pipa


Air Kimia Laju korosi juga dapat dipengaruhi oleh kimia membentuk air dan jumlah korosi galvanik dari penggunaan logam yang berbeda dalam atau kontak dengan sistem perpipaan.

PH air
Keasaman sampel air diukur pada skala pH, yang berkisar dari nol (keasaman maksimum) untuk14 (alkalinitas maksimum). Bagian tengah skala, 7, merupakan titik netral, dan meningkatkan keasaman dari netral ke0, sedangkan alkalinitas meningkat 7-14. Ini semua cukup sederhana, kecuali bahwa skala pH didasarkan pada kemajuan logaritma, seperti skala biasa digunakan untuk pengukuran Richter gempa bumi.Ini berarti bahwa perbedaan pH satu unit merupakan perubahan keasaman sepuluh kali lipat. Dalam sistem pipa tembaga, saat pH lebih dari8, sebuah film oksida tembaga biasanya terbentuk pada dinding pipa. Film ini bertindak sebagai penghalang yang memperlambat mempengaruhi korosi. Namun, ketika pH dalam penyediaan air lebih rendah dari8 film oksida tembaga (penghalang) dibubarkan, yang tidak meninggalkan pelindung dan menundukkan pipa untuk tindakan korosif air. Hasil akhir?L ubang jarum kebocoran yang dapat merusak dinding, lantai dan komponen struktural.

Oksigen dan suhu air


Sebuah sistem air domestik adalah terbuka sistem, di mana air yang digunakan adalah selalu diisi kembali dengan segar, air beroksigen. udara terlarut di dalam air terdiri dari oksigen sekitar 30% dan sisanya adalah sebagian besar nitrogen non-korosif. Pada Oksigen, degradasi logam melalui proses elektro-kimia oksidasi internal. Akibatnya, logam secara bertahap akan dikonversi ke oksida (karat) dan menjadi kurus dan lemah dalam proses itu. Sebagai corrodes pipa, kotoran, disimpan di garis air dan bertatahkan membangun adalah akibat langsung dari proses oksidasi. Adapun suhu air, semakin tinggi suhu air, semakin cepat tingkat di mana oksidasi ini terjadi.S ementara kandungan oksigen berkurang di bawah tekanan air tinggi temperatur, ini suhu tinggi dan kondisi tekanan benar-benar dapat mempercepat proses oksidasi. Pengalaman menunjukkan bahwa korosi akan lebih parah untuk jalur air panas daripada di garis air dingin.

Air Velocity
Masalah kecepatan air biasanya berhubungan dengan loop `tertutup sistem perpipaan di mana itu diperlukan untuk memompa atau mengedarkan air. Korosi erosi terjadi di lokasi di mana air turbulensi mengembangkan, biasanya disebabkan dengan kecepatan berlebihan. Ini biasanya ditemukan saat air membuat perubahan mendadak dalam arah (seperti berubah pipa tajam dan siku) dan melalui `aliran hambatan seperti Gerinda dan solder kelebihan dari sambungan patri tidak semestinya.

Faktor-faktor lain
Faktor-faktor lain yang berkontribusi besar untuk jenis korosi erosi besar termasuk pompa sirkulasi, instalasi jaringan distribusi terlalu kecil dan sistem tidak benar seimbang.

Perbaikan pilihan pipa


Memperbaiki kebocoran oleh aplikasi solder eksternal Menggantikan bagian kecil atau lebih besar dari tabung Re-pipa air seluruh rumah Namun, bahkan kembali plumb-lengkap dengan tabung tembaga yang baru tidak menjamin bahwa masalah tersebut tidak terulang kembali setelah jangka waktu tertentu.) Re-pipa saluran air dan mengganti tembaga dengan CPV CPVC atau Lambang bagian dalam pipa yang ada dengan epoxy Pembelian potensi menyembuhkan (nilai dipertanyakan), seperti magnet