Gerontik Konsep Proses Menua

Oleh Taat Sumedi.S.Kep.Ns Prodi Keperawatan Purwokerto Poltekkes Depkes Semarang 2009

Konsep Gerontik
1. Pengertian  Gerontologi  Geriatik  Usia Lanjut 2. Batasan Lansia  WHO  Depkes  Para Ahli 3. Tipologi lansia 4. Mitos Lansia 5. Teori Proses Menua, Aging Proses 6. Faktor Yang mempengaruhi Proses Menua 7. Perubahan yang terjadi pada lansia  Fisisk  Psikososial  Spiritual 8. Penyakit yang sering terjadi pada lansia 9. Lansia yang sukses

Pertemuan I . Konsep Gerontik 

Pengertian

Gerontologi : Berasal dari kata Geros = lanjut usia dan Logos= Ilmu
Ad/ Ilmu yg mempelajari scr khusus mengenai faktor2 yg menyangkut lanjut usia /ilmu yg mempelajari masalah usia lanjut

Geriatri :
Berasasal dari kata Geros = Lanjut usia dan Eatriea = Kesehatan Ad/ Ilmu yang mempelajari kes lansia= kesehtan lanjut usia dilihat dari aspek kedokteran klinis= penyakit-penyakit yang dijumpai pada usia lanjut

Aging
Proses menua atau proses yg terus menerus(berlanjut) secara alamiah dimulai sejak lahir dan umum dialami pada semua mahluk hidup

OLD Age Usia tua/ lanjut atau lanjut usia Umur 65 tahun keatas dan telah mengalami pensiun

Transisi Demografi 
  

Abad XIX s/d XX Perbaikan kondisi sosek (peranan penting) : Perbaikan sarana perumahan, sanitasi dan hiegine serta perbaikan nutrisi Peningkatan usia harapan hidup, terjadi secara bertahap dalam kurun waktu cukup lama dibandingkan dengan hal yang sama di negara sedang berkembang Di Indonesia Awal pelita I - Usia harapan hidup selalu meningkat - Data statistik usila di Indonesia tertinggi didunia 40 % dalam waktu 35 th (1990-2025) - Thn 2020 diperkirakan 25,5 juta jiwa - ±60 % keberhasilan Keperawatan yaitu ada ditangan perawat yang saling menjalin kerja sama antar tim geriatrik - Penurunan angka kematian krn adanya perbaikan kondisi sosek dan sarana perumahan, sanitasi hiegine ,perbaikan nutrisi, tingkat fertilitas dan mortalitas menurun, perempuan lebih panjang usia harapan hidupnya dibanding laki-laki

Lanjut di Indonesia 
  

Menurut Lembaga demografi UI Presentasi jumlah penduduk usila th.1985 3,4 % dari total penduduk. Th. 1990 meningkat 5,8 % dan di tahun 2000 mencapai 7,4 %. Hal semacam ini akan merubah bentuk piramida penduduk yaitu: Dari piramida menjadi seperti bentuk lonceng artinya dimana populasi berusia muda masih banyak, namun populasi berusia lansia menjadi meningkat 

Hal tsb merupakan konsekwensi dari meningkatnya usia harap hidup dan menurunnya fertilitas. 

Bila dilihat dari proporsi penduduk dewasa muda menetap atau berkurang ,Fenomena semacam ini terjadi seluruh negara yang sedang berkembang

Transisi epidemiologi 


Di Indonesia Adanya pergeseran penyakit dari infeksi dan gangguan gizi menjadi penyakit degenerati, DM, Hipertensi, neoplasma, penyakit jantung koroner 



Biaya yang tidak memenuhi / tak terjangkau Dengan adanya gaya hidup (konsumsi gula dan garam berlebihan, rokok, polusi, zat karsinogen 

 

Faktor penunjang dalam keluarga (wanita bekerja) Umur harapan hidup yang meningkat Tuntutan warga usila tetap dapat menikmati hari tua tanpa sakit-sakitan akan menjadi semakin populer 

 

Sistem pelayanan kesehatan Sarana kesehatan Adanya pelayanan kesehatan seperti JPKM , asuransi kes, tim terpadu giriatri

Pertemuan Ke II Batasan Lanjut Usia
1. a.

b. c. d.

Menurut WHO (1982) Usia pertengahan (Middle Age) 45-59 tahun Usia Lanjut (Elderly) 60-74 tahun Usia lanjut tua (Old) 75-90 tahun Usia sangat tua (very old) >90 tahun tahun

lanjut
2. Menurut UU No. 4 tahun 1965 Seseorang dapat dinyatakan sbg orang jompo atau lanjut usia, setelah ybs tdk mempunyai/tdk berdaya mencari nafkah sendiri untk keperluan hidupnya sehari-hari dan menerima nafkah dari orang lain. 3. Menurur para ahli : Usia lanjut ad/ org yg telah berumur 65 thn keatas (Sumiati,Masdani dan Koesmanto)

Proses Menua  

Merupakan peristiwa yang terjadi pada setiap individu Menurunnya kemampuan tubuh yang menyebabkan : Stres Eksternal Stres Internal
Membutuhkan Perhatian UU Kes. No. 23. Th. 1992 Ps. 19

Keperawatan Gerontik
Pelayanan profesional yg didasarkan pd ilmu kep. gerontik dg kiat ttg kep. usila dlm pelayanan bio, psiko, sos, spiritual yg komprehensif ditunjukan pd orang dewasa dan usila dg resti (. 65 thn) baik sehat/ sakit dlm konteks keluarga

Pengkajian pasien geriatri 
  

Mengacu kepada konsep keparipurnaan pada pasien geriatri (Menyeluruh, holistik dan terpadu) Penatalaksanaan (rencana diagnostik, Intervensi Indi, pengobatan, askep dan tindak lanjut) Aspek medik, fisik, biologik dan psikologik, fungsional dan sosial Aspek kuratif yaitu dgn pendekatan rehabilitatif, promotif dan preventif

Pertemuan Ke III Tipologi Lanjut Usia
Perawat perlu mengenal tipologi lanjut usia ? Agar perawat akan menghindarikan kesalahan atau kekeliruan dalam melaksanakan pendekatan perawatan Macam macam tipe usia lanjut yaitu :  Tipe Arif Bijaksana Kaya akan hikmah pengalaman ,menyesuaikan diri dg perubahan zaman,rendah hati,sederhana, dermawan,memenuhi undangan dan menjadi panutan 

Tipe Mandiri mengganti kegiatan-kegiatan yg hilang dg kegiatan baru, selektif dlm mencari pekerjaan, teman pergaulan, memenuhi undanangan

Lanjut Tipologi 

Tipe tidak puas Konflik lahir bathin memnentang proses ketuaan, yg menyebabkan kehilangan kecantikan, kehilangan daya tarik jasmaniah, kehilangan kekuasaan, status , teman yang disayangi, pemarah, tidak sabar, mudah tersinggung, sulit dilayani, dan pengkritik Tipe Pasrah Menerima dan menunggu nasib baik , mempunyai konsep habis gelap datang terang, mengikuti kegiatan beribadat, ringan kaki pekerjan apa saja dilakukan Tipe Bingung kaget ,kehilangan kepribadian, mengasingkan diri, merasa minder, menyesal, pasif, acuh tak acuh

Tipologi Lanjut usia menurut Kemampuan dalam berdiri sendiri
1. 2.

3.

4. 5. 6. 7.

Lanjut usia mandiri sepenuhnya Lanjut usia mandiri dg bantuan langsung keluarganya Lanjut usia mandiri dg bantuan tidak langsung Lanjut usia dibantu oleh badan sosial Lanjut usia di Panti Sosial Tresna Wreda Lanjut usia yg dirawat di RS Lanjut usia yg menderita ggn mental

Lanjutan ke III. Mitos-mitos lanjut usia dan kenyataan

(Sheiera saul,1974) 1. Mitos kedamaian dan ketenangan 2. Mitos Konsevatisme dan kemundurun 3. Mitos Berpenyakitan 4. Mitos Senilitas 5. Mitos Tidak jatuh cinta 6. Perasaan dan emosi setiap orang berubah sepanjang masa 7. Mitos Ketidakproduktifan

Ad 1. Mitos Kedamaian & Ketenangan
Lanjut usia dapat santai menikmati hasil kerja dan jerih payahnya dimasa muda dan dewasanya, berbagai badai dan goncangan kehidupan seakan-akan sudah berhasil dilewatinya Kenyataannya :  Sering ditemui stres karena kemiskinan dan berbagai keluhan serta penderitaan karena penyakit  Depresi  Kekhawatiran  Paranoid  Masalah Psikotik

Ad.2. Mitos Konsevatisme dan Kemunduran
Pandangan bahwa lanjut usia pada umumnya: 1. Konservatif 2. Tidak kreatif 3. Menolak inovasi 4. Berorientasi kemasa silam 5. Merindukan masa lalu 6. Kembali kemasa anak-anak 7. Susah berubah 8. Keras kepala 9. cerewet Kenyataanya : Tidak semua lanjut usia berpikiran dan bersikap demikian

Ad.3. Mitos Berpenyakitan  

 

Lanjut usia dipandang sebagai masa kemunduran dan berpenyakitan Kenyataannya: Adanya proses penuaan diserta dg menurunya daya tahan tubuh dan metabolisme shg rawan thdp penyakit Masa sekarang ini, banyak penyakit yang dapat dikontrol dan diobati

Lanjutan mitos ad 4 & 5
Ad.4.Mitos senilitas Lansia dipandang sbgi masa pikun yang disebabkan oleh kerusakan bagian otak Kenyataaannya : Banyak yang tetap sehat dan segar Ad.5.Mitos tak jatuh cinta Lanjut usia tak lagi jatuh cinta dan gairah kepada lawan jenis : Kenyataannya : Perasaan dan emosi setiap orang berubah sepanjang masa. Perasaan cinta tidak berhenti hanya karena menjadi lanjut usia

Lanjut Mitos Ad.6 & 7
Ad.6.Perasaan dan emosi setiap orang berubah sepanjang masa Pandangan bahwa pada lanjut usia hub seks itu menurun, minat dorongan, gairah, kebutuhan dan daya seks berkurang Kenyataannya : Kehidupan seks lanjut usia normal saja tetapi ada penurunan frekuensi hub sesualnnya. Ad. 7. Mitos Ketidak produktifan Lanjut usia dipandang sebagai usia tidak produktif 

Kenyataannya : Banyak lanjut usia yang mencapai kematangan, kemantapan, dan produktifitas mental dan material

Pertemuan Ke IV Penyakit yang sering dijumpai pada usia lanjut 

Menurut Stieglitz (1945)

menua Yaitu : 1. Gangguan sirkulasi darah, Seperti :Hipertensi, kelainan pembuluh darah, gangguan pembuluh darah diotak dan ginjal 2. Gangguan metabolisme hormonal, seperti DM, Klimakterium,ketidak seimbangan tiroid 3. GGn Pada persendian spt : Osteoartritis, gout artritis ataupun penyakit kolagen lainnya 4. Barbagai macam neoplasma

4 (empat) penyakit yang sangat erat hubungannya dengan proses

Lanjut : The National old People s welfare Cauncil 
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Penyakit atau gangguan umum pada lanjut usia ada 12 macam : Depresi mental Gangguan pendengaran Bronkhitis kronis Gangguan pada tungkai/ sikap berjalan Gangguan pada koksa/sendi panggul Anemia Demensia Gangguan penglihatan Anxietas/kecemasan Dekompensatio cordis Dm ,osteomalisa, dan hipotiroidsme Gangguan pada defekasi

Lanjut Penyakit lanjut usia di Indonesia
1. 2.

3. 4. 5. 6. 7.

Penyakit - penyakit sistem pernafasan Penyakit - penyakit kardiovaskuler dan pembuluh darah Penyakit pencernaan makanan Penyakit sistem urogenital Penyakit gangguan metabolik/endokrin Penyakit pada persendian dan tulang Penyakit-penyakit yang disebabkan proses keganasan

Pertemuan Ke IV Proses Menua  

Merupakan peristiwa yang terjadi pada setiap individu Menurunnya kemampuan tubuh yang menyebabkan : Stres Eksternal Stres Internal
Membutuhkan Perhatian UU Kes. No. 23. Th. 1992 Ps. 19

Respon Lansia Thd proses Menua
Berbeda-beda Dipengaruhi tumbang LB. sos-bud-eko-politik Sos-bud Masyarakat Dukungan keluarga Dsb

Pembinaan Khusus 

Pemerintah Swasta Keperawatan / layanan kesehatan  

Lansia dapat melakukan ADL secara mandiri 
 

Promosi Prevensi pemeliharaan
mll

Bio, psiko, sos, spiritual

Pendekatan Proskep

Lanjutan Pertemuan IV 

Proses Menua

Teori Proses Menua
1. a. b. c. d. e. f. g. h. i.

Biological Theory Somatic Mutatie Theory The Wear and Tear Theory The Stress Adaptation Theory Waste Product Theory Auto Immune Theory Immunology Slow Virus theory Teori radikal bebas Teori Rantai/Ikan Silang Teori Program

Teori proses Menua
1. Biological Theory A. Somatic Mutatie Theory  Menua telah terprogram secara genetik untuk spesies-spesies tertentu  Menua tjd sbg akibat dari perubahan biokimia yg diprogram o/molekul-molekul/ DNA dan setiap cel pada saatnya akan mengalami mutasi  Misalnya muatasi sel kelamin9 terjadi penurunan kemampuan fungsional) 

b. The wear and tear theory 

Secara struktural maupun fungsional tjd perubahan- sesuai dgn putaran waktu yg dimulai semenjak konsepsi s/d kematian Scr patologik adanya hasil akumulasi dari steres, trauma, infeksi kelainan nutrisi, ggn metabolik, immunological, dsb. (kelebihan usaha & stres) akibatnya tubuh lelah (terpakai) 

c. The stres adaptation Theory 

Stres mrpk stimulus kepada indi, utk mencoba cara baru/ pemecahan yg lebih efektif dlm beradaptasi Jika sesorang berhasil mengatasi stres maka mudah menerima dan beradaptasi thdp proses menua Menua tjd akibat hilangnya cel-cel yg biasa digunakan tubuh maka regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kestabilan lingkungan internal ( kelebihan usaha & stres)  

d. Waste product theory 

Pengumpulan dr lemak/pigmen dlm tbh yg disebut dengan teori akumulasi produk sisa Mis. Pigmen lipofunchine disel otot jantung dan SSP pada orang lansia ini akan mengakibatkan menggangu fungsi sel itu sendiri 

e. Auto immune theory 

Reaksi dr kekebalan sendiri dlm proses metabolisme tbh ini akan diproduksi suatu zat tertentu maka ada jaringan tbh ttt tidak tahan thd jaringan tsb akibatnya tubuh menjadi lemah dan sakit Contoh adanya tambahan kelenjar thymus pada usia dewasa (proses involusi) akibatnya kelainan auto immune Immunology slow virus theory sistem ini menjadi efektif dgn bertambahnya usia dan masuknya virus ke dlm tbh dpt menyebabkan kerusakan organ tubuh  

f. Teori radikal bebas 

Tidak stabilnya radical bebas (klp atom ) ini akan mengakibatkan oksidasi oksigen bahan-bahan organik seperti KH dan Protein mengakibatkan sel-sel tidak dapat regenerasi

g. Teori rantai/ ikatan silang  

Proses penuaan merp, hasil ikatan silang intraseluller & interselluler protein yg progresif Peningkatan ikatan jaringan kolagen akan mengakibatkan penurunan elastisitas, kekacauan dan hilangnya fungsi

h. Teori program 

Kemampuan organisasi utk menetapkan jumlah sel yang membelah setelah selsel tersebut mati

Faktor Lingkungan

Faktor Biologis

Aging Proses

Faktor psikologis

Kehidupan manusia 

Siklus Kehidupan
Tumbang Stabil Mundur

Proses Degeneratif

2. a.

b. c. 3. a.

b.

Psikososial Theory Disengagement Theory (teori Pembebeasan) The Activity Theory The live Review Theory Personality Theory Perkembangan Kepribadian menurut Erik Erikson Stabilitas Kepribadian

Psikososial Theory
a. 

Disengagement Theory (teori Pembebeasan) Teori ini menyatakan bahwa dg bertambahnya usia , sesorang secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial lanjut usia menurun( secara kualitas maupun kuantitas), sehingga sering tjd kehilangan ganda( triple Loss) yaitu : Kehilangan peran Hambatan kontak sosial Berkurangnya komitmen 

-

b. The activiy theory 

Teori ini berkembang sbg reaksi thdp Desengagement theory Teori yg menyatakan bahwa usila mrpk perpanjangan dr fase usia pertengahan & dapat dimodifikasi dg meningkatkan kegiatan secara akitif sepanjang kondisi memungkinkan Dorongan yg posistif darimasyk, akan mempengaruhi akitifitas usila thdp kepribadian kes, mental dan kepuasan hidupnya dalam berhubungan dg masyk.  

KOMUNITAS UKS DISUSUN OLEH TAAT SUMEDI.S.Kep. Ns PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNSUD PURWOKERTO

PENGERTIAN UKS adl. usaha kesehatan masy. yg di 7.kan pada masy sekolah yaitu : anak didik, guru dan karyawan sekolah lainnya. (SD,SMP,SLA) untuk prioritas adalah SD Dasar pemikiran diberikan UKS 1. Gol masy usia sekolah (6 18 th) 29 % dari jumlaj penduduk indonesia. 50% anak-ank sekolah. 2. Masy sekolah merupakan masyarakat paling peka terhadap pengaruh moderenisasi 3. Anak sekolah dasar masih mudah dibimbing dan dibina 4. Dengan pendidikan kesehatan melalui masyrakat sekolah paling efektif untuk mencapai kebiasaan hidup sehat karena : - prosentasenya tinggi - terorganisir shg lebih mudah tercapai - peka terhadap pendidikan dan pembaharuan - dapat menyebarkan moderenisasi 5. Masya sehat yang akan datang adalah wujud dari sikap kebiasaan hidup sehat untuk anak masa kini 6. Pemeliharaan kesehatan anak-anak sekolah mrpk suatu invesment untuk masa depan

USAHA KESEHATAN SEKOLAH

Tujuan usaha kesehatan sekolah
A.

B.

7an. Umum : mempertinggi nilai kes.mencegah dan mengobati peny serta rehab anak 2 sekolah dan lingk. shg didptkan anak yg sehat jasmani,rohani,dan sosialnya. 7an. Khusus : mencapai kes anak sekolah dan lingk shg dpt memberikan kesempatan tumbang secara harmonis serta belajar secara efisien dan optimal

Sasaran pelayanan uks

Seluruh peserta didik dr tingkat pendidikan Sekolah taman kanak-kanak SD,SMP, Pendidikan agama Pendidikan kejuruan Pendidikan khusus SDLuar biasa

Sasaran pembinaan uks
1. 2. 3.

4.

Peserta didik Pembina uks( teknis dan non teknis) Sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan Lingkungan sekolah

Trias uks
1. 2. 3.

Pendidikan kesehatan Pelayanan kesehatan Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat

Kegiatan uks
Lingkungan kehidupan sekolah yg sehat mencakup : A. Lingk. Fisik 1) Pengawasan thd sumber air bersih,sampah, air limbah,tempat pembuangan tinja,dan kebersihan sekolah 2) Bangunan dan perlengkapan sekolah yg sehat 3) Pengawasan terhadap pencemaran lingkungan tanah, air dan udaradisiktar sekolah, Kebersihan ruangan dan halaman sekolah 4) Pengwasan kantin sekolah. 5) Pengwasan binatang serangga dan penerat yg ada dilingk.sekolah 6) Hubungan yg baik antara guru ,murid,dang masy/orang tua murid
B. 1) 2) 3)

Lingkungan psikis yg dilakukan : Memberikan perhatian thd perkembang peserta didik Memberikan perhatian khusus thd anak-anak didik yg bermasalah Membina hub kejiwaan antara guru dan murid

Lanjutan kegiatan lingkungan sekolah
c. Lingkungan sosial dg kegiatan : 1) Membina hub yg harmonis antara guru dg guru. 2) Membina hub yg harmonis antara guru dg murid. 3) Membina hub yg harmonis antara peserta didik dg peserta didik lainnya. 4) Membina hub yg harmonis antara guru murid dan karyawan sekolah, serta masy. sekolah.

Kegiatan uks
Pendidikan kesehatan Pendidikan intrakurikuler (inklut dalam kurikulum sekolah berupa mata ajaran orkes/ilmu pengetahuan alam Pendidikan ekstrakurikuler (dimasukan dalam kegiatan ektrakurikuler dalam rangka menanamkan perilaku sehat peserta didik Pendidikan kesehatan yang diberikan berupa : Penyuluhan kes dari petugas kesehatan puskesmas kebersihan perorangan meliput gigi dan mulut ,kulit, kuku,mata, telinga ,lomba poster sehat, perlombaan kebersihan kelas dan lingkungan dll. Pendidkan ttg penceg dan pembrantasan penyakit menular Pendidikan ttg makanan yang sehat dan hidup yang teratur Pendidikan ttg sikap yg baik dan kebiasaan yang rapih Pendidikan ttg pencegahan kecelakaan

a.

b. c. d. e.

Kegiatan uks
Usaha pemeliharaan kes di sekolah dilakukan oleh petugas puskesmas yg dibentuk oleh koordinator UKS yg tdd, dokter,perawat,juru imunisasi, dsb. Tingkat kecamatan dibentuk oleh tim pembina usaha kesehatan sekolah (TPUKS) adapun kegiatan yg dilaksanakan adalah : Pemeriksaan kesehatan perorangan dan lingkungan secara berkala Usaha pencegahan dan pembrantasan penyakit menular Pemeriksaan kesehatan meliputi :kesehatan gigi, mulut,mata ,THT,kulit, dan rambut Mengirikan anak sekolah ke tempat khusus yg lebih ahli P3K dan pengobatan sederhana Pemeriksaan perkembangan kecerdasan Pemberian imunisasi Penemuan kasus kasus dini yg mungkin terjadi Termasuk juga pemeliharaan dan pemeriksaan kesehtan guru

a.

b. c.

d. e. f. g. h. i.

Prinsip-prinsip Pengelolaan  

 

Mengikutsertakan peran serta aktif masy.sekolah dan diluar sekolah Kegiatan yang terintegrasi Melaksanakan rujukan Kolaborasi tim

Kerja sama lintas sektoral 
  

Departemen kesehatan Deppendidikan dan kebudayaan Departemen dalam negeri Departemen agama

Kriteria keberhasilan Pembinaan uks
1.    

Dilihat dari peserta didik Sehat tidak sakit-sakitan dan bebas narkoba Absensi sakit menurun Pertumbuhan dan perkembangan peserta didik sesaui dengan usia Murid TK,SD,Madrasah mendapatkan imunisasi ulang Dilihat dari lingkungan sekolah Semua ruang dan kamar mandi ,jamban, pekarangan bersih Tidak ada sampah Ada sumber air bersih

2.  



Peranan perawat dalam UKS
1.   

  2. 3.

Sebagai pelaksana asuhan keperawatan disekolah Mengkaji masalah kes dan keperwatan peserta didik melakukan pengumpulan data,analisa data, perumusan masalah,dan prioritas masalah Menyusun perencanaan kegiatan uks bersama TPUKS Melaksanakan kegiatan Penilaian dan pemantauan hasil kegiatan Pencatatan pelaporan sesuai prosedur yg ditetapkan Sebagai pengelola Sebagai penyuluh dalam bidang kes.

Soal geriatrik
1. Dalam the wear and tear theory adalah

a. Adanya perubahan struktural dalam fisik b. Adanya gangguan metabolik dan immunological c. Adanya perubahan biokimia yaitu DNA d. A dan B benar. e. Semua benar 2. Akumulasi produk sisa (pigmen dalam tubuh ini termasuk teori dari : a. Auto immune b. Radikal Bebas c. Waste product. d. Somatic mutatie e. Immunologi slow virus 3. Pada sesorang terjadi penurunana elastisitas, kekacauan dan kehilangan fungsi ini merupakan teori dari a. Teori Rantai /rantai silang. b. Teori program c. Teori radikal bebas d. The stress adaptation e. Benar semua 4. Orang bertambahnya usia semakin hilang suatu harapan dan lepas dari psikososial karena kehilanagan : a. Kehilangan peran b. Hambatan kontak sosial c.Berkurangnya komitmen d. A dan c Benar e. Benar semua.

Gizi
DISUSUN OLEH TAAT SUMEDI.S.Kep. Ns

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNSUD PURWOKERTO

Fungsi gizi
1.

2.

3.

4.

Memelihara proses tubuh dalam pertubuhan /perkembangan serta mengganti jaringan tubuh yang rusak Memperoleh energi guna melakukan kegiatan sehari-hari Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air,mineral,dan cairan tubuh yg lain Berperan didalam mekanisme pertahanan tubuh thd berbagai penyakit

5 kelompok kandungan gizi
1.

Protein (nabati/hewani) Fungsi : - membangun sel-sel yg rusak - membentuk zat-zat pengantur seperti enzim dan hormon - membentuk zat inti energi Lemak (minyak goreng, daging, margarin) fungsi : - menghasilkan kalori terbesar dalam tubuh manusia - sebagai pelarut vitamin :A,D,E,K - sebagai pelindung thd bagian baian tubuh ttt dan pelindung bagian tubuh pada temperatur rendah

2.

Lanjutan fungsi gizi
3.

Karbohidrat (monosakarida, disakarida, polisakarida) fungsi : pembentuk energi yg paling murah Sumber KH adalah: beras, jagung,singkong,gandum/makanan pokok Vitamin (larut dlm air A dan B)/(larut dalam lemak A,D,E,K) Fungsi : Vit A. pertumbuhan sel-sel epitel dan sebagai pengatur kepekaan rangsangan sinar pada saraf dan mata Vit B1 metabolisme KH keseimbangan air dlm tbh dan membantu penyerapan zat lemak oleh usus Vit B2 pemindahan rangsang sinar kesaraf mata,enzin dan berfungsi dalam proses oksidasi dalam sel-sel.

4. 

 

Lanjutan fungsi gizi 

Vit 6. fungsi pembuatan sel-sel darah, dan dalam proses pertumbuhan serta pekerjaan urat saraf Vit C. fun endokringsi aktivator macam-macam vermen perombak protein dan lemak, dalam oksidasi dan dehidrasi dalam sel, penting dalam pembentukan trombosit Vit D. fungsi mengatur kadar kapur dan fosfor dalam bersama-sama kelenjar anak gondok ,memperbesar penyerapan kapur dan fosfor dari usus dan mempengaruhi kerja kelenjar  

Lanjutan fungsi gizi  

5.

Vit E. berfungsi mencegah pendarahan bagi wanita hamil serta mencegah keguguran dan diperlukan pada saat sel sedang membelah Vit.K berfungsi dlm pembentukan protombin, yg berarti penting dalam proses pembekuan darah. Mineral: Zat kapur (Ca),zat besi (Fe), zat fluor (F) natrium(Na), Chlor (Cl), kalium(K),dan lodium(l). Secara umum fungsi mineral adalah sebagai bagian dari zat yang aktif dalam metabolisme/sebagian bagian penting dari struktur sel yang dan jaringan.

Gizi klinik dan gizi masyarakat
Pengertian : GK adl gizi yang berkaitan dengan kesehatan perorangan GM adl gizi yg berkaitan dg kesehatan masyarakat Hakikat kedua ilmu gizi adl GK yaitu pada individu yg sedang menderita ggn kes akibat kekurangan atau kelebihan gizi sifat gizi klinik adl : menitikberatkan pada kuratif daraipada preventif dan promotif GM yaitu berkaitan dg ggn gizi kelompok masy, sifat GM dititikberatkan pada pencegahan (preventif dan peningkatan promotif

Penyakit gizi
1. Penyakit Kurang kalori & protein (KKP) Ketidak keseimbangan antara konsumsi kalori atau KH/KH dan protein dg kebutuhan energi atau terjadi defisiensi /difisit energi dan protein a. KKP ringan BB anak mencapai antara 84%95% dr berat badan menurut standar Harvard b. KKP sedang BB anak mencapai antara 44%60% dr berat badan menurut standar Harvard c. KKP berat (gizi buruk / marsmus (kwashiorhor) BB anak kurang dr 60% dr berat badan menurut standar Harvard

2. Penyakit kegemukan (obesitas)
Ketidak seimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, yakni konsumsi kalori terlalu berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi ini disimpan dalam bentuk lemak Kriteria obesitas Laki-laki melebihi 15% Perempuan melebihi 20% dari berat badan ideal (Dubois) B(Kg) =(T Cm-10) + 10% dengan B =berat badan hasil perkiraan/pengukuran T = Tinggi badan perbaikan Dr UI B(Kg) ={ (T.cm -100)-10%} + 10 %

lanjutan
3. Anemia 4 zerophthalmia (defisiensi vit A.) 5. Penyakit Gondok

Kelompok rentan gizi
1. 2.

3.

4. 5. 6.

Kelompok bayi ,umur 0-1 tahun. Kelompok di bawah lima tahun (balita):1-5 tahun. Kelompok anak sekolah ,umur 6-12 tahun Kelompok remaja ,umur 13-20 tahun. Kelompok ibu hamil dan menyusui. Kelompok usia (usia lanjut).

Pengukuran status gizi masyarakat