HUBUNGAN HUKUM DENGAN MORAL DALAM SISTEM HUKUM DI INDONESIA

Disusun Oleh : 1. DANIEL HARIANJA 2. FERI HYANG DAIKA 3. GIGUSA ELLA 4. M. CHANDRA 5. RODRIGO DE MENDONCA 6. SUKMA A SINUKABAN

gerak tubuh. animasi.Hubungan Hukum dan Moral y norma moral dapat dijadikan suatu ornament atau unsur dalam pembentukan sebuah peraturan perundang-undangan. foto. percakapan. maka kita dapat melihat secara gamblang bahwa begitu masifnya suatu norma moral dimasukkan ke dalam suatu produk hukum atau undnag-undang. filosofis dan sosiologisnya. . ilustrasi. atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum. suara. kartun. haruslah dipertimbangkan tentang asas yuridis. mengingat dalam pembuatan suatu peraturan perundang-undangan. Dalam Pasal 3 huruf (a). undang-undang ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pendidikan moral dan ahklak masyarakat. y Salah satu hasil dari perkawinan antara hukum dan moral dapat kita ketemukan dalam UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi. gambar bergerak. y Dari bunyi tersebut. sketsa. bunyi. Pada ketentuan umum dijelaskan bahwa pornografi adalah gambar. Hal ini ditegaskan kembali dalam Pasal 3 mengenai tujuan dari undang-undang ini. yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat (Pasal 1). tulisan.

dan penegakan moral menggunakan kepekaan suara hati. dan hakim. Moral digunakan untuk menilai baik atau buruknya perbuatan seseorang sebagai manusia. Tidak ada sanksi hukum atas terjadinya suatu pelanggaran moral. y Secara sederhana. jaksa. berupa polisi. Penegakan sanksi hukum dilakukan dengan menggunakan alat kelengkapan negara. hukum dapat dipahami sebagai suatu kaidah atau norma yang berisi pedoman perilaku hidup. . y Hukum tentu saja sangat berbeda dengan moral.y Dasar sistem hukum di Indonesia adalah Pancasila. yang dibuat oleh suatu badan atau lembaga yang berwenang. baik tertulis maupun tidak tertulis dalam tujuannya untuk menciptakan ketertiban dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat. yang apabila tidak dipatuhi maka akan mendapatkan suatu sanksi.

undang-undang ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pendidikan moral dan ahklak masyarakat. Hal ini ditegaskan kembali dalam Pasal 3 mengenai tujuan dari undang-undang ini. Dalam Pasal 3 huruf (a).y Dari bunyi tersebut. . maka kita dapat melihat secara gamblang bahwa begitu masifnya suatu norma moral dimasukkan ke dalam suatu produk hukum atau undang-undang.

bukan kekuasaan. Hukum dapat Dikaitkan Dengan Moral y Theo Huijbers berpendapat karena hukum dianggap sebagai bagian dari tugas etis manusia untuk hidup bersama di dunia. . maka dengan demikian secara langsung hukum dikaitkan dengan kemanusiaan. Alasan seperti ini membuat kedudukan hukum berada di atas kekuasaan (termasuk kekuasaan negara).Aspek-aspek.

Hubungan Hukum dan Moral y Dalam hal pemenuhan asas sosiologisnya sebagaimana dikemukan di awal. maka kaidah moral yang berisi penilaian tentang baik atau buruknya suatu perbuatan manusia secara umum dapat dimasukkan ke dalam suatu peraturan perundang-undangan (seperti contoh pada undang-undang di atas). dan kelas sosial. dinilai buruk karena mengganggu ketertiban umum. y Kaidah tersebut memuat suatu penilaian yang dimanapun. y Kaidah tersebut memuat suatu penilaian yang dimanapun. . tetapi harus memperhatikan beberapa catatan seperti berikut ini: y Kaidah moral tersebut dapat diterima dan berlaku umum dalam seluruh lapisan sosial kemasyarakatan. budaya. termasuk didalamnya adalah berupa pandangan keagamaan. kapanpun dan oleh siapapun jika perbuatan tersebut dilakukan. kapanpun dan oleh siapapun jika perbuatan tersebut dilakukan. dinilai buruk karena bersifat merugikan orang lain. dalam konteks negara Indonesia yang mempunyai ciri budaya ketimuran-yang berbeda dengan negara-negara barat.

khususnya sejak timbulnya negara-bangsa (nation-state) dan sejak itu hukum dibuat oleh para ahli hukum profesional. Hukum dapat Dikaitkan Dengan Moral y Asas hukum obyektif: y Asas hukum obyektif yang bersifat moral: sudah ada sejak jaman Klasik (Yunani Kuno dan Romawi Kuno) dan Abad Pertengahan.Aspek-aspek. karena untuk mengetahui sah tidaknya hukum dipergunakan prinsip-prinsip moral yang tak lain adalah struktur kodrat manusia atau struktur alamiah benda dan binatang. Pada jaman ini hukum kodrat memang masih diakui. Hukum kodrat dipahami berdasarkan rasionalitas. . tapi tidak diterima begitu saja. Prinsip rasional ini menjadi dominan sejak Aufklärung (jaman modern). Karena itu prinisp hak merupakan asas hukum subyektif. y Asas hukum obyektif yang bersifat rasional: prinsip yang bersifat rasional. y Asas hukum subyektif: prinsip yang dipakai untuk menetapkan kedudukan dan status hukum dari setiap individu (warga negara). Asas ini bersifat moral.

Perbedaan antara kaidah moral dan kaidah hukum y Kaidah hukum selain mempunyai kekuatan mengatur juga memiliki kekuatan untuk memaksa yang apabila tidak dilakukan maka akan mendapat sanksi atau hukuman oleh suatu badan atau lembaga yang diberi tugas dan kewenangan untuk itu. . jaksa dan hakim. Karena hanya melalui suara hatilah seseorang bisa mengetahui baik-buruknya (bukan benarsalahnya ) suatu tindakan. Dalam kaidah moral tidak mempunyai sanksi sebagaimana dalam kaidah hukum. Sedangkan kaidah moral tidak ada kekuatan memaksa. Sedangkan penegakan norma moral hanya mengandalkan kepekaan suara hati. bahwa orang yang tidak bermoral adalah orang yang tidak memiliki suara hati (Donny. kaidah moral hanya menjadi kuat jika didasarkan atas persamaan persepsi masyarakat dan adanya konsensus mengenai suatu perbuatan yang dianggap tidak baik dan buruk. 2006:2). y Penegakan norma hukum menggunakan alat kelengkapan negara berupa polisi. Jadi dengan mudah dapat dikatakan.

secara substansi hukum memang melakukan pelanggaran berupa delik pencurian. Hukum merupakan positivasi nilai moral yang berkaitan dengan kebenaran. dan format. Hal ini sebagaimana diungkapkan Bertens bahwa quid leges sine moribus yang memiliki arti apa gunanya undang-undang kalau tidak disertai moralitas. kebebasan. hukum tidak mengikat secara nalar karena moral mengutamakan pemahaman dan kesadaran subjek dalam mematuhi hukum. dan hati nurani manusia. prosedur. namun positivisme hukum yang murni justru tidak memberikan kepastian hukum. y Tanpa moral. namun secara moral mesti dipahami bahwa keadilan di tengah lalu lintas hukum modern adalah menekankan pada struktur rasional. tanggung jawab.Kesimpulan y Hukum dan moral sama-sama berkaitan dengan tingkah laku manusia agar selalu baik. . keadilan.Hukum sebagai positivasi nilai moral adalah legitimasi karena adil bagi semua orang. Moral jelas menjadi senjata ampuh yang dapat membungkam kesewenangan hukum dan pertimbangan kepentingan lain dalam penegakan keadilan di pengadilan. Minah. kesamaan derajat.

TERIMAKASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful