You are on page 1of 12

BAHAN DIELEKTRIK

Rumusan dasar polarisasi bahan
 Dua buah muatan listrik yang berlawanan
tetapi besarnya sama membentuk dipol listrik
yang momenya p
 Dipol listrik menimbulkan medan listrik di
sekitarnya
 Jika suatu dipol dalam medan listrik eksternal
maka timbul torsi dan energi potensial pada
dipol
 Dalam bahan dielektrik kumpulan momen
dipol membentuk polarisasi yakni jumlah
momen dipol persatuan volume
Pandangan makroskopik (konstanta
dielektrik bahan)
 Ada 2 besaran yang merupakan karakteristik
makroskopik bahan : suseptibilitas listrik dan
konstanta dielektrik
 Bahan dielektrik yang ditempatkan dalam
medan listrik eksternal akan mengalami
perpindahan listrik, bahan akan terpolarisasi
dan terjadi induksi medan
 Hubungan antara P dan menghasilkan
 Hubungan antara D dan menghasilkan
c
_
c
e
Pandangan mikroskopik
(polarisabilitas bahan)
 Polarisasi bahan terjadi karena medan listrik
 Diasumsikan bahwa momen dipol molekul
sebanding dengan medan listrik lokal dengan
hubungan , adalah polarisabilitas
molekul
 Untuk menetukan medan listrik lokal digunakan
perumusan Lorentz, yu suatu dipol tertentu
dibayangkan dikelilingi oleh rongga bola dgn
jari-jari R cukup besar sehingga titik-titik diluar
permukaan bola dapat dianggap sebagai
medium kontinu
l
p oc =
o
Hubungan Clausius Mosotti




 Dengan N adalah jumlah dipol molekul
0
1
2 3
r
r
No
| |
e ÷
=
|
e ÷ e
\ .
Sumber polarisabilitas
 Sehubungan dengan polarisasi bahan,
struktur molekul/atom yang membangun
suatu bahan dapat dikelompokkan menjadi :
a. Molekul polar, ex : H2O
b. Molekul non polar, ex : CO2
c. Molekul ionik, ex : NaCl
d. Atom kristal kovalen bersifat non polar dan
non ionik, ex : Si dan Ge
Sumber polarisabilitas
 Berdasarkan jenis molekul/atom dan
perilakunya saat dikenakan medan, maka
polarisabilitas bahan terdiri dari :
a. Polarisabilitas polar
b. Polarisabilitas ionik
c. Polarisabilitas elektronik
Sehingga polarisabilitas total

p
o
i
o
p
o
p i p
o o o o = + +
Polarisabilitas polar
1. Polarisabilitas statik



2. Polarisabilitas bolak-balik

2
0
3
p
p
k T
o =
(0)
( )
1
p
p
i
o
o e
et
=
÷
Polarisabilitas ionik bolak-
balik
 Pada frekuensi tinggi, menghasilkan
ungkapan konstanta dielektrik

2
2
2
2
(0)
( )
1
r
r
t
n
n e
e
e
e ÷
e = +
÷
Polarisabilitas elektronik
1. Polarisabilitas statik



2. Polarisabilitas bolak-balik
3
0
4
e a
r o t = e
2
2 2
0
/
( )
e
e m
o e
e e
=
÷
Gejala piezoelektrik
 Gejala ini berkait dengan polarisasi ionik dan
hanya terjadi pada bahan nonsentrosimetri
 Gejala piezoelektrik dapat digunakan untuk
mengkonversikan energi listrik menjadi
energi mekanik (efek balik) atau sebaliknya
(efek langsung)
 Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sensor
ataupun tranduser
Gejala ferroelektrik
 Konstanta dielektrik bahan ferroelektrik berubah
terhadap suhu, melalui hubungan Curie-Weiss


 Bila T>Tc, polarisasi hanya dapat terjadi jika pada
bahan dikenakan medan eksternal dan
polarisasinya lenyap bila medan dihilangkan
(fasa paraelektik)
 Bila T<Tc, bahan menjadi terpolarisasi spontan
 Dalam fasa ferroelektrik juga terdapat loop
histerisis dan domain


r
c
C
T T
e =
÷

Rumusan dasar polarisasi bahan  Dua buah muatan listrik yang berlawanan tetapi besarnya sama membentuk dipol listrik yang momenya p  Dipol listrik menimbulkan medan listrik di sekitarnya  Jika suatu dipol dalam medan listrik eksternal maka timbul torsi dan energi potensial pada dipol  Dalam bahan dielektrik kumpulan momen dipol membentuk polarisasi yakni jumlah momen dipol persatuan volume .

bahan akan terpolarisasi dan terjadi induksi medan  Hubungan antara P dan  menghasilkan   Hubungan antara D dan  menghasilkan  .Pandangan makroskopik (konstanta dielektrik bahan)  Ada 2 besaran yang merupakan karakteristik makroskopik bahan : suseptibilitas listrik dan konstanta dielektrik  Bahan dielektrik yang ditempatkan dalam medan listrik eksternal akan mengalami perpindahan listrik.

yu suatu dipol tertentu dibayangkan dikelilingi oleh rongga bola dgn jari-jari R cukup besar sehingga titik-titik diluar permukaan bola dapat dianggap sebagai medium kontinu .Pandangan mikroskopik (polarisabilitas bahan)  Polarisasi bahan terjadi karena medan listrik  Diasumsikan bahwa momen dipol molekul sebanding dengan medan listrik lokal dengan hubungan p   l .  adalah polarisabilitas molekul  Untuk menetukan medan listrik lokal digunakan perumusan Lorentz.

Hubungan Clausius Mosotti  r 1  N    r 2  3 0  Dengan N adalah jumlah dipol molekul .

Sumber polarisabilitas  Sehubungan dengan polarisasi bahan. Molekul polar. ex : H2O b. ex : NaCl d. Atom kristal kovalen bersifat non polar dan non ionik. Molekul ionik. ex : Si dan Ge . struktur molekul/atom yang membangun suatu bahan dapat dikelompokkan menjadi : a. Molekul non polar. ex : CO2 c.

Polarisabilitas polar  p b. maka polarisabilitas bahan terdiri dari : a. Polarisabilitas elektronik  p Sehingga polarisabilitas total    p  i   p . Polarisabilitas ionik  i c.Sumber polarisabilitas  Berdasarkan jenis molekul/atom dan perilakunya saat dikenakan medan.

Polarisabilitas polar 1. Polarisabilitas bolak-balik 2  p (0)  p ( )  1  i . Polarisabilitas statik p p  3k0T 2.

menghasilkan ungkapan konstanta dielektrik r ( )  n  2 r (0)  n 2  1 2 t 2 .Polarisabilitas ionik bolakbalik  Pada frekuensi tinggi.

Polarisabilitas bolak-balik 2 3 e /m  e ( )  2 2 0   .Polarisabilitas elektronik 1. Polarisabilitas statik  e  4 0 ra 2.

Gejala piezoelektrik  Gejala ini berkait dengan polarisasi ionik dan hanya terjadi pada bahan nonsentrosimetri  Gejala piezoelektrik dapat digunakan untuk mengkonversikan energi listrik menjadi energi mekanik (efek balik) atau sebaliknya (efek langsung)  Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sensor ataupun tranduser .

melalui hubungan Curie-Weiss C r  T  Tc  Bila T>Tc.Gejala ferroelektrik  Konstanta dielektrik bahan ferroelektrik berubah terhadap suhu. polarisasi hanya dapat terjadi jika pada bahan dikenakan medan eksternal dan polarisasinya lenyap bila medan dihilangkan (fasa paraelektik)  Bila T<Tc. bahan menjadi terpolarisasi spontan  Dalam fasa ferroelektrik juga terdapat loop histerisis dan domain .