Last update: April 2009

HUKUM TATA NEGARA (CONSTITUTIONAL LAW)
Manunggal K. Wardaya Department of Constitutional Law SOEDIRMAN UNIVERSITY PURWOKERTO
kuliahmanunggal.wordpress.com manunggal.wardaya@gmail.com

Rekomendasi Bacaan
a. b. c. d. e. Ananda B Kusuma, ³Keabsahan UUD 1945 Pasca Amandemen´, Jurnal Konstitusi, Vol. 4 No.1, Maret 2007 Moh Mahfud MD, ³Menilai Kembali dan Menjajaki Kemungkinan Amandemen Lanjutan UUD 1945´, Jurnal Konstitusi, Vol.5 No.1, Juni 2008 ----------------------, Perdebatan Hukum Tata Negara Pasca Amandemen Konstitusi, LP3ES, 2007. Baca terutama pada Hal.17-36 Jimly Asshiddiqie, Konstitusi & Konstitusionalisme Indonesia, KonPress, Jakarta, 2006. Baca terutama hal. 1-58 Ni¶matul Huda, UUD 1945 dan Gagasan Amandemen Ulang, Rajawali Press, 2008. Baca terutama Bab I hal.1-35 Sekretariat Jenderal MPR RI, Panduan Pemasyarakatan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, 2006 Yayasan Pembela Tanah Air, Sejarah Lahirnya Pancasila, Jakarta, 1994

f.

KONSTITUSI DAN KONSTITUSIONALISME

HUKUM TATA NEGARA (Constitutional Law)
James J. Robbins :
The Body of Legal Rules and Principles which define the nature and limits of governmental power as well as the rights and duties of individuals in relation to the state and its governing organs. These rules and principles are usually formulated in a written constitution and are interpreted and extended by courts of final jurisdiction exercising their power of judicial review Perhatikan kalimat : «are usually formulated in a written« Mengandung arti bahwa ada kalanya berbagai peraturan (Rules) dan prinsip-prinsip (Principles) Hukum Tata Negara tak tertulis dalam suatu naskah Konstitusi

Sumber-sumber Hukum Tata Negara (Sources of Constitutional Law)
a) b) c) d) e) f) Nilai-nilai Konstitusi yang tak tertulis Undang-undang dasar, Pembukaan dan Pasal-pasalnya Peraturan Perundangan Tertulis Jurisprudensi Peradilan Constitutional Conventions (Kebiasaan Ketatanegaraan) Doktrin Ilmu Hukum yang telah menjadi Ius Comminis Opinio Doctorum g) Hukum Internasional yang telah diratifikasi menjadi Hukum Nasional Ke-7 Sumber hukum di atas penerapannya tergantung pada keyakinan hakim. Dapat dipakai secara kumulatif atau alternatif, urutannya tidak mutlak, dan tidak menunjukkan hirarki. Untuk menentukan manakah yang paling utama, tergantung kasus yang dihadapi & penilaian hakim.

KONSTITUSI (Constitution) Edward Smith ‡ The Fundamental Law. Perhatikan:  Fundamental Law. or the fundamental principle underlying the organization of a state which determines the power and duties of the principal governmental authorities and guarantees certain rights of the people against infringement. Fundamental Principle  Determines The Power and Duties of The Principal Governmental Authorities  Guarantees Rights of The People .

like the BRITISH CONSTITUTION. like AMERICAN CONSTITUTIONS. judicial decisions. and political precedents and customs extending over a long period. . or a formal written document drafted and promulgated at a definite date by an authority of higher competence than that which make ordinary laws.Smith menjelaskan Fundamental Law/Principle sebagai berikut: ‡ It may be simply an uncollected body of legislative acts. or a number of separate organic laws. like the constitution of the THIRD FRENCH REPUBLIC.

. termasuk hal ikhwal kewenangan dan batas kewenangan lembaga-lembaga negara itu. .KONSTITUSI (Constitution) Soetandyo Wignjosoebroto (emiritus Profesor. UNAIR) Sejumlah ketentuan hukum yang disusun secara sistematik untuk menata dan mengatur pada pokokpokoknya struktur dan fungsi lembaga pemerintahan.

Konstitusi adalah hukum dasar. misal UUD Amerika Serikat sering disebut ´Konstitusi Amerika Serikatµ. Pengalaman Indonesia pada 1949.Konstitusi & Undang-undang Dasar (UUD): Samakah? Banyak yang menyamakan begitu saja. menggunakan istilah ´Konstitusi RISµ dan bukannya UUD RIS Konstitusi lebih luas dari UUD. Herman Heller: UUD adalah Konstitusi yang tertulis . UUD adalah hukum dasar yang tertulis.

dan dapat pula tidak tertulis. Kerajaan Inggris adalah negara yang tidak mempunyai naskah konstitusi dalam arti yang tertulis dan terkodifikasi. UI) Hukum dasar yang dijadikan pegangan dalam penyelenggaraan suatu negara. . Konstitusi dapat berupa hukum dasar tertulis yang lazim disebut Undang-undang Dasar. Konstitusi jelas tidak identik dengan UUD.Konstitusi Jimly Asshiddiqie (Gurubesar HTN.

Memahami Sebuah Konstitusi Filosofis Sosiologis KONSTITUSI Politis Historis .

lsp UUD 1945 .Tidak Terdapat Ketentuan Mengenai HAM? Presiden Mempunyai Kekuasaan membentuk Undangundang? Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah Lembaga Tertinggi? Perekonomian disusun atas dasar Usaha Bersama dan dimanfaatkan untuk sebesar2 kemakmuran rakyat? Dll. etc.

Dapat dipilih kembali untuk 1 kali periode? Dll. lsp UUD 1945 (Amandemen) . etc.DPR Memiliki Kekuasaan Membentuk Undang-undang Terdapat Klausul Hak Asasi Manusia? Komisi Yudisial? Mahkamah Konstitusi? Presiden Menjabat 5 Tahun.

sehingga hak-hak konstitusional dasar individu-individu dan kelompok-kelompok tidak akan terlanggar .Konstitusionalisme (Constitutionalism) The doctrine that the power to govern should be limited by definite and enforceable principles of political organization and procedural regularity embodied in the fundamental law. so that basic constitutional rights of individuals and groups will not be infringed Konstitusionalisme adalah doktrin (ajaran/paham) bahwa kekuasaan untuk memerintah harus dibatasi«.

2 Esensi Ide Konstitusionalisme Ajaran (doktrin) mengenai kebebasan sebagai Hak Asasi Manusia Hak yang kodrati. dan disebut KEWENANGAN manakala berada di tangan manusia warganegara yang telah dipilih dan dipercaya untuk diangkat dalam jabatan publik . tak tetap tak bisa diambil alih kapanpun dan kekuasaan manapun dalam kehidupan bernegara. Kekuasaan yang seperti itu disebut HAK manakala berada di tangan pribadi manusia warganegara. Ajaran (doktrin) Rule of Law atau the supremacy state of law: setiap wujud kekuasaan harus mempunyai dasar pembenarannya menurut hukum perundang-undangan. dan pada gilirannya hukum perundang-undangan tidak boleh bertentangan dengan apa yang telah dikaidahkan oleh konstitusi. serta harus dijaga dan dipertahankan eksistensinya agar tetap utuh dan tak cacat karena terjadinya pelanggaran atasnya.

apalagi Rule By Law . bukan Rule of Men.Rule of Law ‡ An Anglo-American doctrine that the law is supreme and that the rights of person under law are protected from interference by officers of the government ‡ Suatu ajaran bahwa hukum adalah supreme/teratas dan bahwa hak-hak orang di bawah naungan hukum dilindungi dari gangguan oleh para pejabat pemerintah ‡ Rule of Law.

UNDANG UNDANG DASAR DALAM SEJARAH KETATANEGARAAN INDONESIA .

diterjemahkan sebagai Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan. diketuai KRT Radjiman Wedyodiningrat & wakilnya Hibangase Yosio ‡ Persidangan dibagi dlm 2 periode: 29 Mei ² 1 Juni 1945 & 10 Juli-17 Juli 1945 ‡ dalam kedua sidang. pembicaraan fokus pada pembentukan sebuah NEGARA MERDEKA . disingkat BPUPK) yang dibentuk pada 29 April 1945 oleh pemerintah Jepang sebagai pelaksanaan janji Kemerdekaan. dilantik pada 28 Mei 1945 ‡ BPUPK : 62 Anggota.UNDANG UNDANG DASAR 1945 ‡ Naskahnya dipersiapkan oleh Dokuritu Zyunbi Tyosa Kai (baca: Dokuritsu Jiunbi Cosakai.

Muhammad Yamin & Ir. Mr.Sidang Dokuritsu Junbi Cosakai PERIODE SIDANG I TANGGAL POKOK BAHASAN Dasar Negara KETERANGAN 29 Mei-1 Juni 1945 Prof Mr.1 Juni Soekarno mengajukan Pancasila Dihasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 Antara Pertama dan Kedua II 22 Juni 1945 10-17 Juli 1945 Antara lain ttg bentuk negara. wilayah negara. Soekarno mengajukan pendapatnya tentang Dasar Negara. rancangan UUD Disepakati wilayah negara adalah ex Hindia Belanda . Soepomo.

Soepomo dalam pidato di Sidang BPUPKI 31 Mei 1945 menyatakan bahwa cita negara yang sesuai dengan Indonesia adalah negara integralistik. Soepomo lebih tepat daripada negara individual liberalistis atau negara yang didasarkan pada kelas sebagaimana diperlihatkan negara komunis . Negara integralistik menurut Mr.UUD 1945 & Paham Negara Integralistik Mr.

Soekarno & anggotaanggota BPUPK beretnis Jawa Hatta & Yamin di sisi lain menginginkan bahwa Negara Indonesia yang akan terbentuk tetap mengedepankan hak-hak individu. sehingga UUD harus memuat jaminan hak asasi manusia . Soepomo yang seorang ahli hukum adat. sebagaimana juga dijumpai di Jerman dan Jepang. telah lama meyakini bahwa kesatuan antara pemimpin dan rakyat adalah karakter bangsa Indonesia. Pendapat Soepomo didukung Ir.Mr.

.Pro & Contra Negara Integralistik Soepomo Pro: konsep negara integralistik adalah pandangan asli bangsa Indonesia Contra: konsep negara integralistik Menjadikan UUD 1945 cenderung melahirkan kekuasaan otoriter Pandangan lain: Konsep Integralistik harus diletakkan dalam konteks ruang dan waktu saat itu dimana bangsa Indonesia menolak segala sesuatu yang bernuansa kolonial/barat termasuk demokrasi liberal.

panitia kecil menyelesaikan tugas & BPUPK menyetujui hasil kerjanya sebagai RUUD pada 16 Agustus 1945 ‡ 18 Agustus 1945 disahkan sebagai UUD oleh PPKI . dibentuk Panitia Hukum Dasar.‡ Pada persidangan kedua. diketuai Ir. beranggotakan 19 orang. Soekarno ‡ Panitia ini membentuk Panitia Kecil diketuai o/ Prof.Soepomo ‡ 13 Juli 1945.

nanti kita akan memiliki UUD yang lebih baik o Ratulangi: UUD 1945 perlu disempurnakan o Aturan Tambahan Pasal II: Dalam enam bulan setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat ini terbentuk. Majelis bersidang untuk menetapkan Undangundang Dasar .UUD 1945 : Konstitusi Tertulis Sementara o Pidato Ketua PPKI Soekarno 18 Agustus 1945: UUD 1945 adalah Revolutie Grondwet.

tapi 14 November 1945 Pemerintah mengeluarkan Maklumat berisi perubahan sistem kabinet dari Presidensiil ke sistem Parlementer . OKI tidak selalu dijadikan rujukan 2 September 1945 dibentuk kabinet pertama dibawah tanggungjawab Presiden Soekarno.UUD 1945. Ini berkesesuaian dengan UUD 1945 yang menganut sistem Presidensial. UUD darurat.

Negara Indonesia Timur. Negara Jawa Timur dsb serta melancarkan Agresi Militer I (1947) dan Agresi II (1948) . Negara Pasundan.KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA SERIKAT (RIS) 1949 Latar Belakang: Perang Dunia II berakhir: Jepang menjadi negara kalah perang. Kerajaan Belanda hendak kembali menjajah dengan taktik mendirikan negara kecil di Sumatera.

Penyerahan Kedaulatan kepada RIS yang berisi 3 hal.44-46 .. dan (c) persetujuan perpindahan 3. Konstitusi & Konstitusionalisme. Mendirikan Uni antara Republik Indonesia Serikat dengan Kerajaan Belanda Lebih detail mengenai hal ini bacalah Asshiddiqie.23 Agustus -12 November 1949 diadakan Konferensi Meja Bundar di The Hague (Den Haag) Hasil Konferensi: 1. Mendirikan Negara Republik Indonesia Serikat 2. hal. (b) status uni. yaitu (a) piagam penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada Pemerintah RIS.

Negara Republik Indonesia.Undang-undang Dasar Sementara 1950 Negara RIS tidak bertahan lama. dan Negara Sumatera Timur menggabungkan diri menjadi satu wilayah Republik Indonesia. 19 Mei 1950 Pemerintah RIS dan Pemerintah RI sepakat membentuk kembali NKRI Dibentuk Panitia untuk merancang UUD UUDS resmi berlaku 17 Agustus 1950 Pasal 134 UUDS : Konstituante bersama Pemerintah menyusun suatu UUD RI yang akan menggantikan UUDS 1950 . Negara Indonesia Timur.

tapi mengalami kebuntuan dalam Dasar Negara .Pemilihan Umum 1955: Memilih Konstituante ‡ Desember 1955 Pemilu memilih konstituante untuk membentuk UUD ‡ 1956-1959 Konstituante bersidang dengan maksud membuat UUD yang tetap ‡ Dalam kurun waktu 3 tahun (1956-1959) Konstituante berhasil merumuskan sejumlah pasal.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ‡ Presiden Soekarno menyimpulkan Majelis Konstituante gagal. ia mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959 : membubarkan Konstituante dan memberlakukan kembali UUD 1945 ‡ Dikukuhkan secara aklamasi pada 22 Juli 1959 oleh DPR ‡ Dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 150 Tahun 1959 .

sensor . mengeluarkan pendapat. hak untuk bebas dari penyiksaan. hak berserikat berkumpul. Tidak berubah selama 32 tahun Kolusi Korupsi Nepotisme sebagai akibat UUD 1945 yang sentralistik dan sangat executive heavy Pelanggaran berbagai hak asasi manusia: hak hidup.UUD 1945 Setelah Dekrit Mengalami sakralisasi: tidak boleh dirubah. hak persamaan dimuka hukum. pembatasan pers. walau UUD 1945 adalah sementara sifatnya Tap MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum mempersulit perubahan UUD 1945 Kekuasaan mengalami stagnasi.

Mewujudkan kehidupan demokrasi . serta pemberantasan KKN 4. Penghormatan HAM. Mewujudkan Kebebasan Pers 6.l: 1. Desentralisasi dan hubungan yang adil antara pusat dan daerah 5. Penegakan Supremasi Hukum.Latar Belakang Perubahan UUD 1945 Agenda Reformasi (Pembaharuan) a. Penghapusan Doktrin Dwi Fungsi ABRI 3. Amandemen UUD 1945 2.

Amandemen UUD 1945 Sebagai agenda utama Reformasi: Mengapa? UUD 1945 belum cukup memuat landasan bagi kehidupan yang demokratis. dan KKN  Pasal Mengenai Masa Jabatan Presiden (Pasal 7).  Presiden memiliki kekuasaan legislatif (membentuk Undang-undang) UUD 1945 mengandung pasal-pasal yang multitafsir dan membuka peluang bagi penyelenggaraan negara yang otoriter. sentralistik. tertutup. pemberdayaan rakyat dan penghormatan HAM. Mengenai Keharusan Bahwa Presiden Adalah Orang Indonesia Asli (Pasal 6 ayat (1)) dll .

Amandemen UUD 1945 Sebagai agenda utama Reformasi: Mengapa? Tidak adanya saling mengawasi dan saling mengimbangi (Checks and balances) antarlembaga negara dan kekuasaan terpusat pada Presiden .

Tujuan Perubahan UUD 1945  Menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan negara dalam mencapai tujuan nasional dalam Pembukaan UUD 1945 dan memperkokoh NKRI berdasar Pancasila  Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan pelaksanaan kedaulatan rakyat serta memperluas partisipasi rakyat  Menyempurnakan aturan dasar mengenai perlindungan hak asasi manusia  Menyempurnakan aturan dasar penyelenggaraan negara secara demokratis dan modern. antara lain melalui pembagian kekuasaan yang lebih tegas .

Dasar Yuridis Perubahan UUD 1945  Pasal 37 UUD 1945  Naskah yang menjadi objek perubahan: Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali dengan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 serta dikukuhkan secara aklamasi pada tanggal 22 Juli 1959 oleh Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana tercantum dalam Lembaga Negara Nomor 75 Tahun 1959 .

termasuk partai politik . pemerintah. dan kekuatan sosial politik.Awal Perubahan UUD 1945 ‡ Sidang Istimewa MPR RI 1998: diterbitkan Tiga Ketetapan MPR ‡ Tiga ketetapan tersebut tidak secara langsung merubah UUD 1945 tapi telah menyentuh muatan UUD 1945 ‡ Setelah ada tiga ketetapan tersebut kehendak dan keinginan untuk melakukan perubahan UUD 1945 makin mengkristal di kalangan masyarakat.

Pasal 28. Ketetapan MPR Nomor VIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum Ketetapan MPR Nomor XIII/MPR/1998 tentang Pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. 2. hanya untuk satu kali masa jabatanµ Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. seperti Pasal 27. Ketetapan ini dapat dilihat sebagai penyempurnaan ketentuan mengenai HAM yang terdapat dalam UUD 1945. Ketentuan Pasal 1 ketetapan MPR tersebut berbunyi ´Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia memegang jabatan selama masa lima tahun. . Pasal 29 ayat (2) 3. dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama.Tiga Ketetapan MPR Pada Sidang Istimewa MPR 1998 1.

Mempertegas Sistem Pemerintahan Presidensial Penjelasan UUD 1945 yg memuat hal-hal normatif. akan dimasukkan dalam pasal-pasal.Kesepakatan dasar Perubahan UUD 1945 1) 2) 3) 4) 5) Tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Melakukan perubahan dengan cara adendum . Tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

tujuan (haluan) negara yang harus dipertahankan  Kesepakatan untuk mempertahankan NKRI didasari pertimbangan bahwa negara kesatuan adalah bentuk yang ditetapkan sejak awal berdirinya negara Indonesia dan dipandang paling tepat untuk mewadahi ide persatuan bangsa yang majemuk ditinjau dari berbagai latar belakang  Kesepakatan mempertegas Sistem Presidensial bertujuan untuk memperkukuh sistem pemerintahan yang stabil dan demokratis yang dianut oleh Negara Republik Indonesia dan pada tahun 1945 telah dipilih oleh para pendiri negara . Pembukaan UUD 1945 Memuat dasar filosofis & normatif 1945: yang mendasari seluruh pasal dalam UUD 1945 Pembukaan mengandung staatsidee berdirinya NKRI.

 Peniadaan Penjelasan dimaksudkan untuk menghindarkan kesulitan dalam menentukan status ´Penjelasanµ dari sisi sumber hukum dan tata urutan perundang-undangan. Selain itu Penjelasan BUKAN produk BPUPK atau PPKI karena kedua lembaga itu menyusun rancangan Pembukaan dan Batang Tubuh (Pasal-pasal) UUD 1945 tanpa Penjelasan  Perubahan secara Adendum artinya perubahan dilakukan dengan TETAP mempertahankan naskah asli sebagaimana terdapat dalam Lembaran negara Nomor 75 Tahun 1959 hasil Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan naskah perubahan-perubahan UUD 1945 diletakkan MELEKAT pada naskah asli .

Pasal 9 ayat (1) dan ayat (2). Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2). Bahasa. Bab IXA Tentang Wilayah Negara. Bab X Tentang Warga Negara dan Penduduk. dan Pasal 21 Mencakup 27 Pasal yang tersebar dalam 7 bab. Pasal 15. Pasal 7. yaitu Bab VI tentang Pemerintahan Daerah.Perubahan UUD 1945 PERUBAHAN Pertama (disahkan dalam Sidang Umum MPR-RI 19 Oktober 1999) MATERI PERUBAHAN Pasal 5 ayat (1). Pasal 17 ayat (2) dan ayat (3). Bab XII tentang Pertahanan dan Keamanan Negara. Bab VII tentang Dewan Perwakilan Rakyat. dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan KETERANGA N Keseluruhan berisi 16 ayat= 16 butir ketentuan dasar 27 Pasal tersebut isinya mencakup 59 butir ketentuan yang mengalami perubahan atau bertambah dengan rumusan ketentuan baru samasekali Kedua (disahkan dalam Sidang Tahunan MPR-RI tanggal 18 Agustus 2000) . Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3). Bab XV tentang Bendera. Pasal 20 ayat (1) sampai dengan ayat (4). Bab XA Tentang Hak Asasi Manusia.

III. secara kualitatif perubahan sangat mendasar Mencakup 19 Pasal termasuk satu Pasal yang dihapus Keempat (disahkan 10 Agustus 2002) dalam Sidang Tahunan MPR-RI Antara lain ditetapkan bahwa UUD NRI 1945 sebagaimana telah dirubah dengan Perubahan I. II. Bab III tentang Kekuasaan Pemerintahan Negara. Bab VIIA tentang Dewan Perwakilan Daerah.PERUBAHAN Ketiga (disahkan 9 November 2001) MATERI PERUBAHAN Bab I tentang Bentuk Negara dan Kedaulatan. Bab VIIB tentang Pemilihan Umum. Bab II Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat. dan 68 butir ketentuan/ayat. Secara kuantitatif lebih besar perubahan.IV adalah UUD NRI 1945 yang ditetapkan 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali dengan Dekrit 5 Juli 1959 serta dikukuhkan secara aklamasi pada 22 Juli 1959 . Bab V tentang Kementrian Negara. dan Bab VIIIA tentang Badan Pemeriksa Keuangan KETERANGAN Paling luas cakupannya terdiri dari 7 Bab. 23 Pasal.

Yang ada adalah Penjelasan Tentang UUD 1945 Naskah Asli UUD 1945 dengan Penjelasan Pasal per Pasal. dan Perubahan IV (2002) 1959-1999 1999-2000 2000-2001 2001-2002 2002. Perubahan II (2000).Sekarang . Perubahan III (2001). Perubahan II (2000) dan Perubahan III (2001) Naskah Asli UUD 1945 versi 1959-1999 + Perubahan I (1999) . Naskah Asli UUD 1945 versi 1959-1999 + Perubahan I (1999) Naskah Asli UUD 1945 versi 1959 -1999+ Perubahan I (1999) dan Perubahan II (2000) Naskah Asli UUD 1945 versi 1959-1999 + Perubahan I (1999) .Naskah UUD 1945 dari masa ke masa PERIODE MUATAN 1945-1959 Naskah Asli UUD 1945 tanpa Penjelasan.

Jenis Perubahan ‡ Perubahan UUD 1945 dilakukan dalam rangka menyempurnakan dan bukan mengganti UUD 1945 ‡ Oleh karenanya jenis perubahan UUD yang dilakukan MPR adalah mengubah. membuat rumusan baru sama sekali. . memindahkan tempat pasal atau ayat sekaligus mengubah penomoran pasal atau ayat. menghapus atau menghilangkan.

ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan. Pasal 2 ayat (1) UUD 1945 yang semula berbunyi Pasal 2 (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggotaanggota Dewan Perwakilan Rakyat.Mengubah Rumusan Contoh. menurut aturan yang ditetapkan dengan undang-undang Setelah diubah menjadi Pasal 2 (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang .

Pasal 6A ayat (1) UUD 1945 Pasal 6A (1) Presiden dan Wakil Presiden Dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat .Membuat Rumusan Baru Sama Sekali Contoh.

Menghapuskan/Menghilangkan rumusan yang ada Contoh. Ketentuan Bab IV Dewan Pertimbangan Agung BAB IV DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG Pasal 16 (1) Susunan Dewan Pertimbangan Agung ditetapkan dengan Undang-undang (2) Dewan ini berkewajiban memberi jawab atas pertanyaan Presiden dan berhak memajukan usul kepada Pemerintah Setelah diubah menjadi BAB IV DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG Dihapus .

Memindahkan rumusan Pasal ke dalam rumusan ayat atau sebaliknya sekaligus mengubah penomoran pasal atau ayat Contoh Pemindahan Rumusan Pasal ke dalam Rumusan Ayat: Pasal 34 UUD 1945 Pasal 34 Fakir Miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara Setelah diubah menjadi Pasal 34 (1) Fakir Miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara .

dengan alasan Perubahan UUD 1945 masih belum sempurna . Kelompok /Arus yang ingin kembali ke UUD 1945  Kelompok Sapta Margais/Purnawirawan TNI dengan alasan Kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945 II. Peneliti.Tiga Arus Tentang Perubahan UUD 1945 I. Kelompok /Arus yang ingin Perubahan Lanjutan/Perubahan ke-Lima  Akademisi. LSM. Kelompok /Arus yang ingin mempertahankan UUD 1945 hasil Perubahan  Parpol dominan di MPR/DPR dengan alasan: Perubahan sudah cukup menampung aspirasi dan kompromi III.

12 kali lipat waktu sidang BPUPK .Kembali (lagi) Ke UUD 1945?  Perubahan UUD 1945 (199-2002) bukan pengkhianatan terhadap Pancasila dan UUD 1945. Perubahan bahkan amanat Aturan Tambahan II UUD 1945  Perubahan tidak menyentuh Pembukaan UUD 1945 yang berisi Dasar Negara Panca Sila  Perubahan telah dibahas dalam jangka waktu lebih lama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful