LAPORAN PENDAHULUAN STROKE NON HAEMORAGIC

2131 ). 2001 : hal. Stroke adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otak ( Elizabeth J. 2002 : hal.A. Definisi   Stroke atau Cerebro Vasculer Accident (CVA) adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak ( Brunner dan Suddarth. 181 ). . Corwin.

Cont.   Stroke adalah sindrom yang awal timbulnya mendadak. misal: Trombosis. 2002 : 964).. . embolis. ruptura dinding pembuluh atau penyakit vaskuler dasar (Prince. berupa deficit neurologis fokal atau global yang langsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian. dan semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran otak non traumatic (Mansjoer 2000: 17) Stroke adalah gangguan neurologik fokal yang dapat timbul sekunder dari proses patologis pada pembuluh darah serebral. progresif cepat.

. Infark iskemic terbagi menjadi dua yaitu: stroke trombotik. Tidak terjadi perdarahan. yang disebabkan oleh embolus. Pada Stroke non Hemoragi. kesadaran umumnya baik dan terjadi proses edema otak oleh karena hipoksia jaringan otak. penyumbatan dapat berupa iskemia. spasme ataupun thrombus pembuluh darah otak. Infark Ischemik (Stroke non Hemoragi)  Infark Ischemik (Stroke non Hemoragi) terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah otak. Umumnya terjadi setelah beristirahat cukup lama atau bangun tidur.B. Stroke dapat dibagi menjadi 2 golongan. Klasifikasi Menurut Lumbantobing (2002 : 5) kelainan yang terjadi akibat gangguan peredaran darah. yang disebabkan oleh thrombus dan stroke embolik. emboli. yaitu : 1.

d. Defisit Neurologik Iskemia Sepintas/Reversible Ischemic Neurologik Defisit (RIND).Harsono (2002 : 30) membagi stroke non haemoragi berdasarkan bentuk klinisnya antara lain : a. tidak berkembang lagi. b. Completed Stroke Kelainan saraf yang sifatnya sudah menetap. tidak lebih dari seminggu. . Gejala neurologik timbul ± 24 jam. Stroke Progresif (Progresive Stroke/Stroke in evolution). Gejala makin berkembang ke otak lebih berat. Pada bentuk ini gejala neurologik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di otak akan menghilang dalam waktu 24 jam. c. Serangan Iskemia Sepintas atau Transient Ischemic Attack (TIA).

namun juga dapat terjadi pada saat istirahat. Kesadaran umumnya menurun dan penyebab yang paling banyak adalah akibat hipertensi yang tidak terkontrol. .2. Stroke Hemoragik  Terjadi perdarahan cerebral dan mungkin juga perdarahan subarachnoid yeng disebabkan pecahnya pembuluh darah otak. Umumnya terjadi pada saat melakukan aktifitas.

Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan menurunkan aliran darah ke otak. Proses ini dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah atau timbulnya thrombus sehingga dapat mengganggu aliran darah cerebral. Hipertensi. Etiologi Ada beberapa factor risiko stroke yang sering teridentifikasi. Adanya kelainan pembuluh darah yakni berupa penebalan pada satu tempat yang diikuti oleh penipisan di tempat lain. Pada daerah penipisan dengan maneuver tertentu dapat menimbulkan perdarahan. a. Paling banyak dijumpai pada pasien post MCI. Di samping itu dapat terjadi proses embolisasi yang bersumber pada kelainan jantung dan pembuluh darah. Kelainan jantung/penyakit jantung.C. . Aneurisma pembuluh darah cerebral. yaitu . atrial fibrilasi dan endokarditis. dapat disebabkan oleh aterosklerosis atau sebaliknya. b. c.

Polocitemia Pada policitemia viskositas darah meningkat dan aliran darah menjadi lambat sehingga perfusi otak menurun. Peningkatan kolesterol (lipid total) Kolesterol tubuh yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan terbentuknya embolus dari lemak. e. d. . Usia lanjut Pada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah.. g. Diabetes mellitus (DM) Penderita DM berpotensi mengalami stroke karena 2 alasan. termasuk pembuluh darah otak..Cont. f. yaitu terjadinya peningkatan viskositas darah sehingga memperlambat aliran darah khususnya serebral dan adanya kelainan microvaskuler sehingga berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada pembuluh darah serebral.

Perokok Pada perokok akan timbul plaque pada pembuluh darah oleh nikotin sehingga terjadi aterosklerosis. Kurang aktivitas fisik Kurang aktivitas fisik dapat juga mengurangi kelenturan fisik termasuk kelenturan pembuluh darah (pembuluh darah menjadi kaku). . j. h.Cont. salah satunya pembuluh drah otak. salah satunya pembuluh darah otak. Obesitas Pada obesitas dapat terjadi hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah.. i.

Emboli disebabkan oleh embolus yang berjalan menuju arteri serebral melalui arteri karotis. aliran darah ke area thrombus menjadi berkurang. Trombus umumnya terjadi karena berkembangnya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah. sehingga arteri menjadi tersumbat.D. Patofisiologi Stroke non Hemoragik  Iskemia disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah otak oleh thrombus atau embolus. Terjadinya blok pada arteri tersebut menyebabkan iskemia yang tiba-tiba berkembang cepat dan terjadi gangguan neurologist fokal. . Perdarahan otak dapat disebabkan oleh pecahnya dinding pembuluh darah oleh emboli. menyebabkan iskemia kemudian menjadi kompleks iskemia akhirnya terjadi infark pada jaringan otak.

darah yang mengalir ke substansi otak atau ruang subarachnoid dapat menyebabkan edema..Cont. Adanya perubahan komponen intracranial yang tidak dapat dikompensasi tubuh akan menimbulkan peningkatan TIK yang bila berlanjut akan menyebabkan herniasi otak sehingga timbul kematian. Di samping itu.  Stroke haemoragik Pembuluh darah otak yang pecah menyebabkan darah mengalir ke substansi atau ruangan subarachnoid yang menimbulkan perubahan komponen intracranial yang seharusnya konstan. .. spasme pembuluh darah otak dan penekanan pada daerah tersebut menimbulkan aliran darah berkurang atau tidak ada sehingga terjadi nekrosis jaringan otak.

Hemiplegia dan hemianesthesia kontralateral terutama tungkai (30% – 80%) -Inkontinensia urin. Daerah arteri serebri anterior akan menimbulkan gejala: . Hemiplegia kontralateral yang disertai hemianesthesia (30% – 80%) Afasia bila mengenai hemisfer dominant ( 35% – 50% ) Apraksia bila mengenai hemisfer non dominan ( 30% ) . atau apraksia tergantung hemisfer mana yang terkena. Tanda Dan Gejala Tanda dan Gejala Tanda dan gejala yang muncul sangat tergantung pada daerah dan luasnya daerah otak yang terkena. Daerah arteri serebri media. 1. Pengaruh terhadap status mental   2.E. afasia. arteri karotis interna akan menimbulkan:    Tidak sadar : 30% – 40% Konfuse : 45% dari pasien biasanya sadar 3.

kesulitan menelan. Daerah arteri serebri posterior   Nyeri spontan pada kepala Afasia bila mengenai hemisfer dominant ( 35 – 50% ) Sering fatal karena mengenai pusat – pusat vital di batang otak Hemiplegia alternans atau tetraplegia Kelumpuhan pseudobulbar ( kelumpuhan otot mata.Cont. emosi labil ) 5.. Daerah vertebra basiler akan menimbulkan:    . 4.

Cont. Apabila dilihat bagian hemisfer mana yang terkena. Stroke hemisfer kanan  Hemiparese sebelah kiri tubuh  Penilaian buruk  Mempunyai kerentanan terhadap sisi kontralateral sebagai kemungkinan terjatuh ke sisi yang berlawanan b.. Stroke hemisfer kiri  Mengalami hemiparese kanan  Perilaku lambat dan sangat berhati – hati  Kelainan bidang pandang sebelah kanan  Disfagia global  Afasia  Mudah frustasi . gejala dapat berupa: a.

infark dan perdarahan. Suatu kateter dimasukkan dengan tuntunan fluoroskopi dari arteria femoralis di daerah inguinal menuju arterial. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa stroke antara lain adalah:  Angiografi Arteriografi dilakukan untuk memperlihatkan penyebab dan letak gangguan.F.  CT-Scan CT-scan dapat menunjukkan adanya hematoma. . yang sesuai kemudian zat warna disuntikkan.

2000 hal 292). infark. hemoragik. Pungsi Lumbal Menunjukan adanya tekanan normal. . kolesterol. gelombang delta lebih lambat di daerah yang mengalami gangguan. (Doenges E. dan bila perlu analisa gas darah. Tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukan adanya perdarahan MRI Untuk mengetahui adanya edema. Menunjukan daerah yang mengalami infark..       EEG (Elektro Encephalogram) Dapat menunjukkan lokasi perdarahan. Marilynn. Ultrasonografi Dopler : mengidentifikasi penyakit arteriovena Sinar X Tengkorak : menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal. elektrolit. hematom dan bergesernya struktur otak. gula darah dan sebagainya. Laboratorium : mengarah pada pemeriksaan darah lengkap.Cont.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful