ASKEP HARGA DIRI RENDAH

Heru Wahyudi, S.Kep.,Ners., M.Kes

Menurut Townsend (1998:189) harga diri rendah merupakan evaluasi diri dari perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif baik langsung maupun tidak langsung.PENGERTIAN Harga diri rendah adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal diri (Stuart dan Sundeen. 1998 :227). .

L. penurunan harga diri ini dapat bersifat situasional maupun kronis atau menahun. . dan gagal mencapai tujuan yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung.Pendapat senada dikemukan oleh Carpenito. harga diri rendah adalah suatu perasaan negatif terhadap diri sendiri. Dari pendapat-pendapat di atas dapat dibuat kesimpulan. hilangnya kepercayaan diri.J (1998:352) bahwa harga diri rendah merupakan keadaan dimana individu mengalami evaluasi diri yang negatif mengenai diri atau kemampuan diri.

Mengkritik diri sendiri atau orang lain b. B. Keluhan sakit fisik h. Sikap negatif pada diri sendiri f. Pandangan hidup yang terpolarisasi i. Merasionalisasi penolakan/menjauh dari umpan balik positif m. L. Perasaan cemas dan takut l. Menolak kemampuan diri sendiri j.J (1998: 352). Keliat. perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah antara lain: Data subjektif: a. Mengungkapkan kegagalan pribadi n.A (1994:20). Pengurangan diri/mengejek diri sendiri k. Ketidak mampuan menentukan tujuan . Perasaan dirinya sangat penting yang berlebih-lebihan c. Rasa bersalah e. Sikap pesimis pada kehidupan g. Perasaan tidak mampu d.TANDA DAN GEJALA Menurut Carpenito.

Menunjukkan tanda depresi (sukar tidur dan sukar makan) h. Perilaku destruktif pada orang lain d. Ekspresi wajah malu dan rasa bersalah g. Menarik diri dari hubungan sosial f. Perilaku destruktif pada diri sendiri c. Penyalahgunaan zat e. Produktivitas menurun b. Tampak mudah tersinggung/mudah marah . Data objektif: a.

M. Penyebab Harga diri rendah sering disebabkan karena adanya koping individu yang tidak efektif akibat adanya kurang umpan balik positif. disfungsi system keluarga serta terfiksasi pada tahap perkembangan awal (Townsend. 1998: 366). L.J (1998: 82) koping individu tidak efektif adalah keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami suatu ketidakmampuan dalam menangani stressor internal atau lingkungan dengan adekuat karena ketidakadekuatan sumber-sumber (fisik. . kurangnya system pendukung. kemunduran perkembangan ego. 3. Menurut Carpenito.C. pengulangan umpan balik yang negatif. psikologis. perilaku atau kognitif).

M. .Sedangkan menurut Townsend. Dari pendapat-pendapat di atas dapat dibuat kesimpulan. individu yang mempunyai koping individu tidak efektif akan menunjukkan ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri atau tidak dapat memecahkan masalah terhadap tututan hidup serta peran yang dihadapi.C (1998: 312) koping individu tidak efektif merupakan kelainan perilaku adaptif dan kemampuan memecahkan masalah seseorang dalam memenuhi tuntunan kehidupan dan peran.

1998:83. Mengungkapkan ketidakmampuan untuk mengatasi masalah atau meminta bantuan b. Mengungkapkan perasaan khawatir dan cemas yang berkepanjangan c. Penyalahgunaan obat terlarang . Townsend. Menolak mengikuti aturan-aturan yang berlaku e. Memanipulasi verbal/perubahan dalam pola komunikasi g. Mengungkapkan ketidakmampuan menjalankan peran Data Objektif : a. Perubahan partisipasi dalam masyarakat b. Adanya koping individu tidak efektif sering ditunjukkan dengan perilaku (Carpenito. M. Perilaku destruktif yang diarahkan pada diri sendiri dan orang lain: f. Memanipulasi orang lain disekitarnya untuk tujuan-tujuan memenuhi keinginan sendiri d.J.C. Peningkatan ketergantungan c. L. Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar h. 1998:313) sebagai berikut: Data subjektif : a.

. 1998:336). isolasi sosial menarik diri adalah gangguan kepribadian yang tidak fleksibel pada tingkah laku yang maladaptif. mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosial (DepKes RI.AKIBAT Harga diri rendah dapat berisiko terjadinya isolasi sosial : menarik diri.

Apatis c. Menurun/tidak adanya komunikasi verbal e. Mengungkapkan kekhawatiran terhadap penolakan oleh orang lain Data Objektif a. Ekspresi wajah kosong d. Mengungkapkan enggan untuk memulai hubungan/pembicaraan b. Kurang spontan ketika diajak bicara b. Mengungkapkan perasaan malu untuk berhubungan dengan orang lain c. Isolasi Sosial menarik diri sering ditunjukkan dengan perilaku antara lain: Data subjektif a. Bicara dengan suara pelan dan tidak ada kontak mata saat berbicara .

Data yang perlu dikaji pada diagnosa Isolasi sosial :menarik diri ‡ Mengungkapkan enggan berbicara dengan orang lain ‡ Klein mengatakan malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain ‡ Merusak diri sendiri ‡ Merusak orang lain ‡ Ekspresi malu ‡ Menarik diri dari hubungan sosial ‡ Tampak mudah tersinggung ‡ Tidak mau makan dan tidak tidur ‡ Tampak ketergantungan pada orang lain ‡ Tampak sedih dan tida melakukan aktivitas yang seharusnya dapat dilakukan ‡ Wajah tampak murung ‡ Ekspresi wajah kosong. ‡ Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara ‡ Suara pelan dan tidak jelas ‡ Hanya memberijawaban singkat (ya/tidak) ‡ Menghindar ketika didekati .

DIAGNOSA KEPERAWATAN Isolasi Sosial : Menarik Diri Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah Ineffektif Koping Individu 1. Harga diri rendah .

Tujuan khusus : 1. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada . Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuan 6. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki 3. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat 2. Klien dapat menetapkan (merencanakan) kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki 5. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan 4.HARGA DIRI RENDAH Tujuan Umum : Klien dapat memilik harga diri yang realistis.

2 Beri kesempatan tuk m·ungkapkn perasaannya ttg p·skt yg diderita 1. jelaskan tujuan interaksi.1 BHSP (salam terapeutik.3 Sediakan wkt tuk m·dengarkn klien 1. Utamakan memberi pujian thd aspek positif klien 3.TINDAKAN KEPERAWATAN 1.2 Setiap bertemu klien.3 Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yg blh klien lakukan .2 Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien 4. hindarkan memberi penilaian negatif. ciptakan lingkungan yang tenang.1 Diskusikan kemampuan ¶n aspek positif yg dimiliki pasien.1 Diskusikan dg klien kemampuan yg msh dpt digunakan selama skt 3. 2. buat kontrak yang jelas) 1.2 Diskusikan pula kemampuan yg dpt dilanjutkan penggunaannya setelah pulang sesuai dengan kondisi sakit klien 4.1 Rencanakan bersama klien aktivitas yg dpt dilakukan setiap hari sesuai kemampuan 4.4 Katakan pada klien bahwa ia adalah seseorang yang berharga ¶n b·tgg jwb serta mampu menolong dirinya sendiri 2. perkenalkan diri.

3 Bantu keluarga menyiapkan lingkungan rumah Hasil yang diharapkan : 1.2 Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat 6.2 Beri pujian atas keberhasilan klien 5. Klien m·ungkapkan perasaannya thd p·skt yg diderita 2.3 Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah 6.1 Berikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien harga diri rendah 6.1 Beri kesempatan pada klien tuk mencoba kegiatan yg telah direncanakan 5. Percaya diri klien dengan menetapkan keinginan atau tujuan yang realistis .LANJUTAN« 5. Klien m·sebutkan aspek positif dan kemampuan dirinya 3. Klien berperan serta dalam perawatan dirinya 4.

Memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien 6. Membantu pasien menilai kemampuan pasien yang masih digunakan 3. Melatih pasien sesuai kemampuan yang dipilih 5. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian . Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien 2. Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien 4.PASIEN FOKUS INTERVENSI SP 1 1.

Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 2. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian . Melatih kemampuan kedua 3. SP 2 1.

mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien 2. menjelaskan cara . menjelaskan follow up pasien setelah pulang . Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas dirumah termasuk minum obat (discharge planning) 2.cara merawat pasien harga diri rendah SP 2 1. tanda dan gejala harga diri rendah yang dialami pasien beserta proses terjadinya 3. menjelaskan pengertian.KELUARGA SP 1 1. melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan harga diri rendah 2. melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien harga diri rendah SP 3 1.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful