Penatalaksanaan Tuli Mendadak Sensorineural

Pembimbing Referat : dr.Ricky Yue sp.THT-KL Kevin A.Djantin Nikolaus L. Tallo Rury Polina Aaron Benedict A. 2011-061-137 2011-061-141 2010-061-046 2009-061-330

Tuli Mendadak ( sudden deafness )
‡Definisi tuli yang terjadi secara tiba-tiba dengan jenis ketuliannya adalah tuli sensorineural. ‡NICDC hilangnya fungsi pendengaran yang bersifat idiopatik pada level pendengaran 30dB pada setidaknya 3 tes fungsi pendengaran dalam waktu 3 hari secara berkelanjutan.

‡ Tuli mendadak sensorineural unilateral, kadang bilateral. Dapat disertai dengan tinnitus atau vertigo(tipe sentral),kadang keduanya. ‡ TMSN sulit untuk dicari etiologi penyebabnya perlu anamnesis yang teliti dan pemeriksaan yang cermat. ‡ Sebagian besar penderita tuli mendadak akan sembuh total dalam waktu 2 minggu,lebih baik lagi jika ditangani secara cepat sebelum masa tersebut berakhir.

Epidemiologi
‡ Di Indonesia tidak ada data yang akurat. ‡ Di Eropa sekitar 5-20 kasus dari 100.000 penduduk per tahun. Di Jerman mencapai 290 kasus per 100.000 per tahun. ‡ Insidens sering terjadi pada usia pertengahan 45-55 tahun. Distribusi pada pria dan wanita sama. ‡ Penelitian di AS,Jepang,dan Eropa dari 7500 penderita TMSN muncul gejala vestibular sebanyak 28-57%.

‡ Faktor Risiko : .gangguan pada sistem imunitas tubuh .obat-obatan ototoksik .faktor genetik .Infeksi .keganasan .gangguan vaskular .trauma akustik .

seperti : ‡ -Varicella-Zoster virus ‡ -campak (Mumps) ‡ -Eipstein-Barr virus ‡ -influenza virus ‡ -cytomegalovirus ‡ -enterovirus.Etiopatogenesis ‡ Masih belum diketahui secara pasti.yaitu : I. . ‡ Terdapat beberapa teori yang menyatakan penyebab terjadinya TMSN. Infeksi virus.

‡ Infeksi Varicella-Zoster Herpes-Zoster Oticus peradangan pada telinga dapat menyerang saraf pendengaran ‡ Infeksi bakterial TMSN bilateral. .biasanya ditemukan pada kasus meningitis bakterial.

. -aterosklerosis. Beberapa gangguan vaskular yang dapat merusak koklea.serebellar anterior inferior.antara lain : -Oklusi : A. Gangguan Vaskuler Koklea mendapatkan suplai darah dari end artery.II. -gangguan viskositas darah hiperkolesterolemia. -trombofilia -spasme dinding vaskular Pada pasien TMSN yang disebabkan oleh gangguan vaskular risiko terkena stroke meningkat.A. DM.auditoris internal.

.biasanya ditemukan pada penyakit Meniere. Ig G merusak dinding sel epitel dari bagian sensorik telinga dalam dan connexin 26 (protein pada Gap junction).‡ Aktivasi sistem imun tubuh Terjadi apabila terdapat antigen yang berasal dari telinga dalam aktivasi sel T dan antibodi (Ig G). ‡ Hidrops Endolimfatik Keaadan dimana terjadi peningkatan cairan endolimph pada skala media dari labirin di dalam koklea.

‡ Gejala penyakit Meniere : -Gangguan keseimbangan vertigo. -Tuli mendadan sensorineural. -Tinnitus. Onset bisa mendadak dan gejala awal ringan.kemudian sembuh sendiri tetapi rekurensi tinggi. .

‡ Obat-obatan Ototoksik Beberapa obat-obatan dapat menyebabkan gangguan pada pendengaran karena sifat ototoksiknya. -OAT .misalnya pada obat-obatan seperti : -aminoglikosida -makrolide -loop diuretics -meloxicam.

biasanya sulit didiagnosa.‡ Keganasan : berbahaya. Keganasan yang dapat menyebabkan TMSN antara lain : -vestibular schwannoma -neuroma akustik -neurofibromatosis tipe II -limfomatosis intravascular .

Head and Neck Surgery tahun 2012 .Diagnosis ‡ Clinical Practice Guideline: Sudden Hearing Loss American Academy of Otolaryngology.

saraf auditorik dan struktur yang berhubungan dengan impuls neural pada kortex auditori di otak. ‡ Dibutuhkan penelusuran riwayat pasien. Mengekslusikan Tuli Konduktif ‡ Tuli konduksi Vs Tuli sensorineural ‡ Tuli konduksi gangguan pada struktur konduktor ‡ Tuli sensorineural abnormalitas koklea. . pemeriksaan fisik.1. pemeriksaan garpu tala dan audiometri.

hiperkolesteloremia dan penyakit jantung erat kaitannya dgn TMSN ‡ Pemeriksaan Fisik ‡ Tuli konduksi pemeriksaan otoskop Inspeksi liang telinga dan visualisasi membran timpani ‡ pasien dengan TMSN pemeriksaan otoskopik biasanya normal . rasa penuh pada telinga serta vertigo mirip pd keadaan tuli konduksi perlu PF ‡ Riwayat trauma. nyeri telinga luar dan nyeri kanal. demam.‡ Anamnesis ‡ Pasien yang datang dengan TMSN seringkali mengeluhkan adanya tinitus. diabetes mellitus.dan gejala sistemik lainnya. ‡ Penyakit sistemik : hipertensi.

‡ Audiometri ‡ TMSN : nilai uji konduksi tulang = konduksi udara. dan nilai keduanya sama-sama menurun .‡ Pada pasien TMSN perlu juga dapat dilakukan pemeriksaan audi dengan tes garpu tala metode Rinne dan Weber dan dikonfirmasi dengan audiometri.

kelainan metabolis. penyakit Meniere bilateral tatalaksana yang harus sesuai . Memodifikasi Faktor-faktor yang Berpengaruh ‡ Menggali tanda-tanda klinis pada pasien dengan kecurigaan pada TMSN yang kemungkinan berhubungan dengan penyakit yang mendasar terjadinya gejala tersebut. ‡ penyakit sistemik. autoimun.2.

‡ Kecuali pd penemuan neurologis fokal (Riwayat Trauma) . Computed Tomography ‡ Rekomendasi Kuat Menolak ‡ Menghindari pemakaian CT kepala/otak pada tahap penilaian awal pada pasien dengan kecurigaan terhadap TMSN ‡ CT scan ekspos radiasi dan efek samping pemakaian kontras ‡ Hasil CT ini tidak memberikan informasi yang berguna dalam manajemen pasien.3.

4. Konfirmasi Audiometri ‡ Agar dokter menaruh kecurigaan akan TMSN Idiopatik bila pasien : ‡ Memiliki gangguan pendengaran pada 30 dB di 3 frekuensi suara secara berurutan ‡ Tidak dapat diidentifikasi melalui anamnesa & PF ‡ Pasien yang telah mengalami gejala ini lebih dari 72 jam .

tetapi tidak pernah terdokumentasikan . Ada 4 derajat kepastian: ‡ Sangat pasti : pasien punya evaluasi audiometri sebelumnya ‡ Pasti : pasien tidak memiliki riwayat penyakit otologis dan yakin dahulunya normal.‡ Dokter diharapkan menentukan derajat kepastian diagnosa . ‡ Cukup pasti : pasien pernah memiliki gangguan pendengaran yang sudah berlangsung lama dan mengakui bahwa sekarang lebih buruk ‡ Tidak pasti : dokter merasa pasien sebelumnya pernah mengalami gangguan pendengaran.

5. Pemeriksaan Laboratorium ‡ Rekomendasi Kuat Menolak ‡ Tidak seharusnya melakukan pemeriksaan laboratori rutin pada pasien dengan TMSN Idiopatik ‡ Rutin : dilakukan secara terus menerus tanpa ada pertimbangan yang spesifik utk memeriksa penyebab spesifik yang potensial akan terjadinya gangguan pendengaran .

6. implant metalik CT pada tulang temporal dengan kontras .darah kecil otak) ‡ Pd pasien dgn kontraindikasi MRI (pacemaker. Patologi Retrokoklear ‡ Merujuk pada pemeriksaan akan adanya lesi struktural pada nervus vestibulokoklear. iskemia pemb. Pem. batang otak ataupun otak MRI dengan Gadolinium (paling sensitif) ‡ Mengevaluasi kemungkinan adanya kelainan patologis retrokoklear pada pasien dengan TMSN Idiopatik signifikan dapat menjadi dasar dari timbulnya gangguan pendengaran (cth : vestibular schwannoma.

TATA LAKSANA .

niacin dan carbogen (5% CO2 + 95% O2 dihirup selama 30 menit. 6x/hari selama 5 hari ) . histamin. asam nikotinat. prokain.Vasodilator ‡ Sirkulasi telinga dalam tidak punya kolateral ‡ Jika tjd iskemia hambatan sirkulasi TMSN merusak organ ‡ Vasodilator : meningkatkan aliran darah koklea menurunkan keadaan hipoksia ‡ Papaverin.

didapatkan terapi vasoaktif pada TMSN menyatakan tidak ada bukti ‡ Clinical Practice Guideline: Sudden Hearing Loss American Academy of Otolaryngology.Head and Neck Surgery : tidak ada dukungan data dalam penggunaan obat-obat ini . melalui systemic review database Cochrane.‡ Studi tahun 2009.

‡ American Academy of Otolaryngology: ‡ Optional ‡ Prednison oral 1 mg/kg/hari. dosis tunggal.Kortikosteroid ‡ Banyak studi dengan hasil bervariasi. ‡ Anti inflamasi kaskade kematian sel inflamasi. max. selama 10-14 hari . 60 mg sehari.

.

± Mempunyai peranan dalam imunitas: meningkatkan respon tubuh terhadap adanya infeksi dan iskemia.Oksigen Hiperbarik ‡ Memaparkan seorang pasien dengan oksigen 100% pada tingkat tekanan yang lebih tinggi dari 1 atmosfir absolut (ATA) dalam ruang tertutup yang dirancang khusus. ± Transport oksigen. ± Mengurangi hipoksia dan edema. hemodinamik. ‡ Manfaat: ± Meningkatkan aliran oksigen ke koklea. .

dan paru-paru akibat perubahan tekanan. dan keracunan oksigen.) ‡ Dipengaruhi oleh beberapa faktor: ‡ Usia: lebih baik pada pasien usia muda ‡ Waktu pemberian: pemberian dini lebih baik ‡ Derajat ketulian: kasus TMSN derajat sedang (60 dB). klaustrofobia. sinus.Oksigen Hiperbarik (cont. . ‡ Efek samping: kerusakan pada telinga.

. pusing. fotosensitif. ‡ Efek samping: mual. muntah.Anti Virus ‡ Beberapa penelitian gagal menemukan keuntungan yang signifikan antara kelompok yang diberi anti virus dengan kelompok plasebo. dan reaksi neurologis reversibel yang jarang terjadi seperti perubahan status mental. dan kejang.

Terapi Diuretik ‡ Mekanisme belum dimengerti secara pasti ‡ diuretik membantu menurunkan tekanan hidrostatik pada telinga -> gejala ‡ digunakan pada tuli sensorineural idiopatik yang merupakan gejala sekunder dari hydrops endolimfatik koklea ‡ Meniere s Disease .

sakulus. dan utrikulus ‡ kompartemen endolimfatik bengkak -> ruptur membran Reissner -> endolimfe bercampur dengan perilimfe -> tuli ‡ pulih bila membrana kembali menutup dan cairan endolimfe dan perilimfe kembali normal.‡ hidrops endolimfe-> keadaan dimana jumlah cairan endolimfe mendadak meningkat sehingga mengakibakan dilatasi dari skala media. .

Diuretik yang digunakan ‡ Triamterene dan amiloride ‡ K-sparring diuretic ‡ Triamterene -> kombinasi dengan asam folat pada wanita hamil. Dosis max : 50-75 mg/hari ‡ amiloride tidak boleh lebih dari 20 miligram per hari ‡ pengawasan ketat elektrolit darah. . Efek samping : hiperkalemi.

sering dipakai untuk mengatasi glaukoma.pada ginjal diuresis ringan. kejang karena epilepsi.Diuretik yang digunakan ‡ Acetazolamide inhibitor dari karbonat anhidrase. ‡ Dosis : 250-1000 mg per hari (oral) dan 500 mg secara IV ‡ ‡ ‡ ‡ . dan alkalosis. menghambat resorbsi ion HCO3.

‡ menghambat absorpsi natrium dan klorida pada tubulus proksimal tubulus distal. dan loop of Henle. karena obat ini sedikit bersifat ototoksik. ‡ Dosis kecil.Diuretik yang digunakan ‡ Furosemide ‡ derivat asam antranilat. Dosis maksimal : 600 mg per hari . ‡ Furosemide dapat diberikan bila terdapat alergi pada pemakaian obat obat di atas.

Pembedahan ‡ Reparasi fistula perilimfatis -> kasus menunjukkan tes fistula positif atau riwayat trauma danbarotrauma. ‡ Test tau transferin -> belum terbukti untuk memastikan diagnosis fistula. ‡ tidak ada kontraindikasi (selain kontraindikasi umum) . ‡ kontroversi -> belum ada standar universal untuk pembuktian adanya fistule itu sendiri.

. ‡ kuret dari scutum agar memungkinkan visualisasi yang baik untuk celah oval window dan round window ‡ observasi akumulasi cairan bening ‡ Tidak adanya cairan yang terdeteksi di daerah ini tidak menyingkirkan kemungkinan fistula perilimfatik intermiten atau rekuren.Prosedur Pembedahan ‡ flap timpanomeatal -> mebran timpani terangkat.

dan perilymph ‡ waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tes terlalu lama . CSF.‡ Analisis Western blot untuk beta2-transferin spesifik untuk aqueous humor manusia.

Prosedur Pembedahan ‡ Grafting dilakukan dengan mengangkat mukosa area oval window dan round window. maka jaringan tersebut ditempatkan pada footplate dan round window sebagai profilaksis. ‡ Cangkok jaringan autogen ini ditempatkan langsung di atas kebocoran. ‡ Jika tidak ada kebocoran teridentifikasi. .

‡ Obat ini digunakan juga sebagai kontras pada pemeriksaan angiografi. .Derivat Asam Triiodobenzoat ‡ bekerja pada stria vascularis -> membantu mempertahankan fungsi endokoklea ‡ Diatrizoate meglumine paling sering dipakai untuk terapi tuli mendadak.

Prognosis ‡ Tingkat kesembuhan tergantung dari penyakit yang mendasarinya ‡ risiko gangguan pendengaran lebih tinggi dengan semakin bertambahnya usia.dan 12 bulan setelah terjadinya gangguan pendengaran) . 6 bulan. ‡ Bila pendengarannya tidak sembuh simetris. pada 2 bulan. akan kehilangan kemampuan mereka untuk melokalisasi darimana suara berasal ‡ Disarankan pemantauan audiometri ulang selama satu tahun (yaitu.

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful