Kasus

• Pasien Tn. RS masuk ke IGD RSUD Arifin Achmad tanggal 28 Oktober 2011 pukul 09.35 WIB. • Pasien mengalami penurunan kesadaran setelah terjatuhdari atap tanggal 28 Oktober 2011 pukul 11.00 WIB.

RS • Umur : 32 tahun • Jenis Kelamin : Laki .laki .Identitas Pasien • Nama : Tn.

Tanda Vital • • • • Tekanan Darah Frekuensi Nadi Frekuensi Napas Suhu : 120/70 mmHg : 78 kali/menit : 24 kali/menit : 36.80C .

Survei Primer • Airway – Pasien dapat berbicara dengan normal Kesimpulan: airway clear .

• Breathing – Napas spontan – Frekuensi napas 24 kali/menit – Tidak tampak adanya retraksi iga dan napas cuping hidung Kesimpulan: breathing clear .

• Circulation – Nadi teraba teratur dengan frekuensi 78x/menit pada arteri radialis – Akral teraba hangat – Capilary refill 1 detik – TD 120/70 mmHg .

• Disability – GCS = E3 M6 V4 – Pupil isokor • Pupil dekstra = 3 cm • Pupil sisnistra = 3 cm – Refleks cahaya pupil (kanan / kiri) = (+ / +) .

• Exposure – Buka pakaian dan cegah hipotermi – Ditemukan vulnus laceratum di regio parietal 5x2cm .

pingsan (-) – Os dibawa berobat ke RS Mesra. belum ada tindakan dan keluarga membawa berobat ke RSUD AA . os terjatuh ke lantai semen.30 WIB os terjatuh dari atap dengan ketinggian sekitar 4m. Os mengalami muntah 4 kali diawali muntah.Survei Sekunder • Anamnesis  Alloanamnesis (Istri Pasien) – Pukul 11. sakit kapala (+).

• Pemeriksaan Fisik – Kepala • Terdapat vulnus laceratum 5x2 cm • Kepala bagian frontal tidak simetris .

iktus kordis teraba di SIK 5 • Perkusi : sonor di seluruh lapangan paru • Auskultasi : suara napas vesikuler di seluruh lapangan paru .fremitus tidak dapat dinilai .– Thorax • Inspeksi • Palpasi : Pengembangan paru simetris kanan – kiri : .

tidak ada nyeri tekan dan nyeri lepas .tidak ada distensi .– Abdomen • Inspeksi .hepar dan lien tidak teraba : tympani .Auskultasi • Palpasi • Perkusi : .tidak ada defans muskular .tidak tampak jejas : BU (+) normal : .

fraktur (-) • Ekstremitas bawah sinistra : hemiparesi (-). jejas (-). fraktur (-) • Sensorik dan motorik ekstremitas atas dan bawah dekstra : baik .– Ekstremitas • Ekstremitas atas sinistra : hemiparesi (-). jejas (-).

• Diagnosis Kerja – Cedera Kepala sedang • Terapi – Cefotaxim – Injeksi Ketorolak .

• Pemeriksaan Penunjang – Pencitraan • CT Scan : SDH + SAH + # os frontal • Rencana Terapi Selanjutnya .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful