TERAPI CAIRAN PADA PASIEN BEDAH ANAK

Pendahuluan
Anak dan bayi sangat sensitif terhadap dehidrasi

•Perdarahan •luka bakar • Kelainan kongenital •Muntah • diare •puasa preoperatif /perioperatif

Terapi cairan anak

5 % 37. 16th ed . In Berrhman RE.Komposisi cairan tubuh Kompartemen cairan tubuh Umur Lahir 0 3 Bulan 6 6 Tahun 16 Total Cairan Tubuh Cairan Intrasesuler Cairan ekstraseluler 78 % 33 % 45 % 75 % 37.5 % 70 % 40 % 30 % 65 % 42.5 % 22. Pathophysiology of body fluid and fluid therapy.5 % 60 % 40 % 20 % Komposisi Cairan Tubuh Bayi dan Anak Normal Adelman RD. Nelson Textbook of Pediatrics.

Komposisi cairan tubuh  Neonatus prematur cairan tubuh total dan cairan ekstra sel meningkat dengan menurunnya usia gestasi. proporsi cairan ekstra sel menurun 12 %. pangurangan volume cairan ekstrasel ini sangat penting untuk transisi normal dari kehidupan janin ke kehidupan postnatal. contohnya : cairan ekstrasel neonatus prematur pada 28 -32 minggu usia gestasi adalah 52% dari berat badannya. .  Pada umur 1 minggu kehidupan.

16th ed . Pathophysiology of body fluid and fluid therapy. Nelson Textbook of Pediatrics. In Berrhman RE.Distribusi elektrolit Adelman RD.

Fisiologi cairan dan elektrolit  Pergeseran cairan tubuh pada masa postnatal pada prinsipnya dimediasi oleh regulasi ginjal terhadap air dan ekskresi natrium.  Pengaturan ginjal terhadap air → filtrasi glomerulus dan fungsi tubuler.  GFR neonatus secara cepat meningkat selama masa minggu pertama kehidupan → meningkat perlahan sampai setara dengan orang dewasa (umur 2 thn) . GFR bayi baru lahir adalah 25% GFR dewasa.

600-700 mOsm/kg. (osmolalitas max. Urine orang dewasa 1200 mOsm/kg)  Bayi bisa mengeksresi air yang ditandai dengan dilusi urine > 50 mOsm/kg (orang dewasa kemampuan dilusi urine pada orang dewasa 70-100 mOsm/kg.Fisiologi cairan dan elektrolit  Kapasitas pemekatan ginjal bayi lebih kecil dari pada orang dewasa → osmolalitas urine max.)  Variasi pelepasan vasopresin atau anti diuretic hormone (ADH) mempengaruhi osmolalitas dari cairan ekstra sel .

melalui keseimbangan asam-basa dan mekanisme asidosis-alkalosis.  Paru-paru.  Mekanisme haus akan terstimulasi bila osmolalitas plasma mencapai 290 mOsm/kg. melalui mekanisme renin-angiotensin. melalui mekanisme aldosteron. .Mekanisme Pengaturan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit  Ginjal.  Kelenjar adrenal. melalui mekanisme hormon antidiuretik (ADH).  Kelenjar hipofise.

elektrolit. kilogram berat badan  3 kali orang dewasa  Kecepatan turn over air. dan asam basa per Bila bayi atau anak mengalami ganguan cairan dan elektrolit akan lebih cepat penyakitnya menjadi berat.  Luas permukaan tubuh pada anak lebih luas dari orang dewasa.Dalam penanganan kasus bedah anak hal yang perlu diingat  Fungsi ginjal (Bln pertama belum sempurna)  kemampuan untuk mengkoreksi gangguan hidrasi dan asam basa belum baik. . sehingga penguapan cairan tubuh lebih banyak.

TATALAKSANA CAIRAN Terapi defisit Terapi Maintenance Terapi Replacement .

Terapi defisit Terapi defisit mempunyai 3 komponen: 1.Estimasi derajat dehidrasi yang terjadi  Dehidrasi ringan (defisit cairan 1-5% volume cairan tubuh)  Dehidrasi sedang (kehilangan 6-10% volume cairan tubuh)  Dehidrasi berat (11-15%) .

•Ellsbury DL. eMed J. Dehydration. Dehydration. George CS.•. Maret 2006 . Maret 2006. Gejala klinis dehidrasi Ellsbury DL. eMed J. George CS.

konsentrasi Na serum 130-150 mEq/L) 2.Dehidrasi Isotonus (osmolaritas serum 270-300 mOsm/L.Dehidrasi Hipertonus (osmolaritas serum > 300 mOsm/L.Dehidrasi Hipotonus (osmolaritas serum < 270 mOsm/L.Menentukan tipe dari defisit cairannya 1. konsentrasi Na serum < 130 mEq/L) 3.Terapi defisit 2. konsentrasi Na serum >150 mEq/L) .

• Menurut Friedman. dapat menggunakan larutan ringer laktat atau larutan NaCl fisiologis. kesadaran. pemberian terapi cairan ekstraseluler diberikan dalam waktu 1-2 jam dengan dosis 40ml/kgBB intravena pada pasien dehidrasi sedang dan berat. atau nadi tidak kembali normal setelah rehidrasi.3. • Menurut Carvajal. diberikan dosis tambahan 20-40ml/kgBB intravena dalam 1-2 jam berikutnya. • Bila turgor kulit. Cara memperbaiki defisitnya • % dehidrasi dikali kgBB/24jam yang dibagi menjadi dua dosis untuk 6 jam pertama dan 18 jam berikutnya. rehidrasi harus diberikan dalam waktu 6-12 jam dengan dosis sekitar 100ml/kgBB intravena cairan ekstraseluler. .

45% NaCl diberikan 1.5 x maintenance rate  Cairan maintenence: D10 dg 0.2% NaCl + KCl 10-20 mEq/L pada maintenence rate Umur > 6 bulan :  < 12 jam post-op : D5% dg RL diberikan 1.Terapi Maintenance Panduan pemberian cairan pasca bedah dini dan rumatan (maintenance) : Umur < 6 bulan :  < 12 jam post-op: D10-0. .45% NaCl + KCl 10-20 mEq/L pada maintenence rate.5 x maintenance rate  Cairan maintenece : D10 dengan 0.

Terapi maintenance pada bayi dan anak-anak: Bayi baru lahir (Neonatus) : Hari – 1 : infuse D10 dengan rate 50-60 ml/kg/24 jam Hari – 2 : infuse D10 dengan 0.2% NaCl.45% NaCl. infused rate 100 ml . infused rate 100 ml/kg/24 jam Setelah hari ke-7 : D5% dengan 0. atau D10 dengan 0.150 ml/kg/24 jam Pemberian cairan pada anak : BB 0-10 kg : 100 ml/kg/24jam BB 10-20 kg : 1000 ml/ 24 jam + (50x ml/kg/24 jam) atau 40 ml/jam + 2x ml/kg/24 jam) BB > 20 kg : 1500 ml/ 24 jam + (20x ml/kg/24 jam) atau 60 ml/jam + (1x ml/kg/24 jam) X : setiap kelebihan BB di atas 10kg Y : setiap kelebihan BB di atas 20kg .45% NaCl .

Terapi Replacement  Secara umum para peneliti mengganti sejumlah besar volume cairan untuk mengganti cairan yang keluar secara abnormal dengan cairan fisilogis secara equivalent. .

HipoNa 2.Koreksi 1. Hiper K . Hiper Na 3. Hipo K 4.

6 x 8 = 33. dg diare dan hipoNa (118 mEq/L) Na = ( 125-118 ) x 0.Koreksi Hiponatremia  Batasan : Na darah < 139 mEq/L  Kadar < 120 mEq/L -> edem serebri  Batas aman bila Na = 125 mEq/L  Rumus koreksi : Na = ( 125-Na darah) x 0.276 (66) ml Tetesan = (66 x 15)/(4 x 60) = 4 tpm = 16 tpm mikro .6 x BB (kg)  Cairan yang dipakai : NaCl 3% (513 mEq/L)  Contoh :     Bayi 10 bl.6 ( 34 ) NaCl 3% = (34/513)x1000 ml = 66. 8 kg.

Koreksi hipernatremia  Batasan : bila kadar Na darah > 150 mEq/L  Etilologi :  Masukan cairan yg tidak adekuat  Salah konsumsi cairan rehidrasi oral dg Na tinggi  Bila kadarnya > 160 mEq/L  kelainan pd SSP  Koreksi :  Atasi kead shock dg NS / RL / RA  Pemberian cairan dg NaCl rendah (Kaen 1B) bila telah ada diuresis + KCl 20 mEq/L  Defisit cairan dikoreksi dalam 2 x 24 jam  Hari I : 50% defisit + Rumatan  Hari II : 50% defisit + Rumatan .

max 40 mEq/L atau 20 mEq/kolf  Bila K 2.46% ( 1ml = 1 mEq/L) dalam infus dg dosis 3-5 mEq/kgbb.5  tambahkan KCl 7.5  tambahkan KCl 10 mEq per kolf  periksa ulang sesudah 24 jam .Koreksi Hipokalemia  Batasan : kadar K < 3.5 – 3.5 mEq/L  Etilogi :  Masukan cairan yg kurang dlm jangka lama  Gangguan sal cerna ( munyah >> )  Koreksi :  Bila K < 2.

diberikan melalui kateter folley.5%. dosis 3 mEq/kgBB IV atau 1 unit insulin/5 g glukosa  K > 7 mEq/L  Ca glukonas 10%. dosis 0. diklem selama 30-60 menit  K 6–7 mEq/L NaHCO3 7.5 ml/kgbb iv dg kecepatan 2 ml/menit  Kadar K > 9 mEq/L  fibrilasi atau asistole .5 mEq/L  Koreksi :  K < 6 mEq/L  Kayeksalat 1g/kgbb per oral.1-0. dilaurutkan dg 2ml/kgbb lar sorbitol 70%. dilarutkan dg 10 ml/kgbb lar sorbitol 70%.Koreksi Hiperkalemia  Batasan : kadar K > 5. atau   Kayeksalat 1g/kgbb per enema.

 Resusitasi yang optimal ditandai oleh turgor kulitnya normal.45% NaCl iv sejumlah 1. bila diuresis sudah ada maka boleh diberikan KCl 10-20 mEq/L sebagai tambahan. Pada anak dengan dehidrasi berat.5 kali pemberian cairan maintenance.  Diberikan D5. diuresis > 1 ml/kg/jam.0. mukosa basah/lembab. kadar HCO3⁻ < 28mEq/dL. awalnya diberikan cairan NaCl 0. Dehidrasi → kehilangan ion H⁺ dan ion Cl⁻ dari sekresi asam lambung.9%. .  Rehidrasi dengan pemberian terapi cairan intra vena sebelum pembedahan dikerjakan. kadar Cl⁻ serum > 100 mEq/dL.KEADAAN KLINIS KHUSUS  Stenosis pylorus hipertropik.

9% atau RL 10-20 ml/kg yang ditambahkan pada cairan rumatan. Tambahan cairan isotonic diberikan sampai diuresis stabil.Keadaan klinis khusus Gastroschizis  Kehilangan cairan → terpaparnya usus terhadap lingkungan luar.  Secara umum volume yang diberikan antara 120-175 ml/kg/24 jam cairan D5.  Untuk mencegah kehilangan cairan → usus dibungkus dengan plastik  Kebutuhan cairan pada bayi gastroschizis → 2.45% NaCl dengan penambahan Kalium 10 mEq/500 cc cairan .0.5 kali kebutuhan pada bayi normal (24 jam pertama kelahiran)  Resusitasi awal→ bolus NaCl 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful