Ny. W, 37 tahun, (G5P4A0), datang ke klinik bersalin dengan keluhan sakit kepala hebat, pandangan kabur, dan nyeri epigastrium. Kencing sedikit. Riwayat pemeriksaan antenatal care pada kehamilan ini tidak pernah dilakukan. Riwayat tekanan darah tinggi sebelum kehamilan tidak ada. Riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya tidak ada. Ny. W mengaku hari pertama haid terakhirnya pada tanggal 14 Desember 2009. masuk rumah sakit tanggal 20 Juli 2010. Apa yang terjadi pada pasien ini?

 Antenatal

care : merupakan kontrol masa

kehamilan.  G5P4A0 : G5 (Gestasi/hamil 5 kali), P4 (Partus/melahirkan 4 kali), A0 (Abortus tidak ada).

 TD : 170/110 mmHg

 HR : 86x/menit
 RR : 24x/menit  Hb : 9 gr/dl  Leopold I : Fundus Uteri 2-3 jari di atas

umbilicus  Kreatinin : 1,5 mg/dl  Ureum : 70 gr  Proteinuria : +4

1. Sakit kepala hebat

2. Pandangan kabur
3. Nyeri epigastrium 4. Kencing sedikit 5. HPHT 6. Beda preeklamsia dengan eklamsia

dan hipertensi gestasional 7. Pembagian hipertensi ibu hamil.

Cara mendiagnosa. Etiologi 2. Faktor resiko 4. Patofisiologi 3. Tanda dan gejala 5. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang 6. Penatalaksanaan dan edukasi 7.1. Komplikasi dan prognosa .

Dikarenakan resistensi pembuluh darah dalam otak pada hipertensi dalam kehamilan lebih tinggi terutama pada preeklampsia. Pada orang hamil normal perfusi serebral tidak berubah. Spasme menyebabkan hipertensi serebral. penurunan perfusi dan suplai oksigen otak sampai 20%. faktor penting terjadinya perdarahan otak dan kejang/eklampsia sehingga mengakibatkan sakit kepala yang hebat. . namun pada preeklampsia terjadi spasme pembuluh darah otak.

Pada preeklamsia pelepasan retina oleh karena edema intraokuler merupakan indikasi untuk pengakhiran kehamilan segera. .Gangguan pada mata (pandangan kabur) pada preeklamsia disebabkan karena tampak edema retina. Spamus arteri retina yang nyata menunjukkan adanya preeklamsia berat. Keadaan ini disebabkan oleh perubahan aliran darah didalam pusat penglihatan di kortex cerebri atau dalam retina. spasme setempat atau menyeluruh pada satu atau beberapa arteri.

sehingga filtrasi glomerulus berkurang. Kelainan ginjal berhubungan dengan terjadinya proteinuria dan retensi garam serta air. Perubahan ini disebabkan oleh karena aliran darah ke dalam ginjal menurun. Pada kehamilan normal penyerapan meningkat sesuai dengan kenaikan filtrasi glomerulus. .Terjadi gangguan metabolisme air dan elektrolit. Pada keadaan yang lanjut dapat terjadi oliguria sampai anuria.hemokonsentrasi. Penurunan filtrasi akibat spasme arteriolus ginjal menyebabkan filtrasi natrium menurun yang menyebabkan retensi garam dan juga terjadi retensi air. Filtrasi glomerulus pada preeklamsia dapat menurun sampai 50% dari normal sehingga menyebabkan diuresis turun.

. dan edema hapatoseluller yang meregangkan kapsul glisson. dan biasanya adalah tanda untuk mengakhiri kehamilan. Nyeri menandai infark dan perdarahan hati serta ruptur suatu hematom subkapsul yang sangat berbahaya.Merupakan akibat nekrosis. Nyeri khas ini sering disertai oleh peningkataan enzim hati dalam serum. iskemia.

 Rumus HPHT  Hari +7. Ny.  Maka usia kehamilan Ny. Bulan -3. masuk rumah sakit tanggal 20 Juli 2010. dan Tahun +1. . W mengaku hari pertama haid terakhrnya pada tanggal 14 Desember 2009. W 7 bulan (28 minggu).   14 Desember 2009  maka kemungkinan partus pada Ny. W 21 September 2010.

Dari gejala-gejala klinik preeklamsia dapat dibagi menjadi preeklamsia ringan dan preeklamsia berat. . Preeklamsia merupakan penyulit kehamilan yang akut dan dapat terjadi ante. intra dan postpartum.  Preeklamsia ringan adalah suatu sindroma spesifik kehamilan dengan menurunnya perfusi organ yang berakibat terjadinya vasospasme pebuluh darah dan aktivasi endotel.

. Preeklamsia berat ialah preeklamsia dengan tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥110mmHg disertai proteinuria lebih dari 5gr/24 jam.

 Eklamsia merupakan kasus akut pada penderita preeklamsia. intra dan postpartum. Pada penderita preeklamsia yang akan kejang. yang dapat dianggap sebagai tanda prodoma akan terjadinya kejang. Eklamsia postpartum umunya hanya terjadi dalam waktu 24jam pertama setelah persalinan. umunya memberi gejala-gejala atau tanda-tanda yang khas. eklamsia dapat timbul pada ante. . Sama halnya dengan preeklamsia. yang disertai dengan kejang menyeluruh dan koma.

Hipertensi Gestasional Hipertensi yag timbul pada kehamilan tanpa disertai ptoteinuria dan hipertensi menghilang 3 bulan pasca persalinan atau kehamilan dengan tanda-tanda preeklamsia tetapi tanpa proteinuria .

a) Hipertensi kronik adalah hipertensi yang timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu atau hipertensi yang pertama kali didiagnosis setelah umur kehamilan 20 minggu dan hipertensi menetap sampai 12 minggu pascapersalinan. .

d) Hipertensi kronik dengan superimposed preeklampsia adalah hipertensi kronik disertai tanda-tanda preeklampsia atau hipertensi kronik disertai proteinuria .b) Preeklampsia adalah hipertensi (Ringan :TD ≥ 140/90 mmHg. c) Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai dengan kejang-kejang dan/koma. Berat : TD ≥ 160/100 mmHg ) yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai dengan proteinuria.

e) Hipertensi gastisional (disebut juga transient hypertension) adalah hipertensi (TD ≥ 140/90 mmHg) untuk pertama kali selama kehamilan tanpa disertai proteinuria dan hipertensi menghilang setelah 3 bulan pascapersalinan atau kehamilan dengan tanda-tanda preeklampsia tetapi tanpa proteinuria. .

akibat perubahan ini pengurangan perfusi plasenta sebanyak 50%. oleh karena itu disebut “penyakit teori”.sekresi tromboksan oleh trombosit bertambah sehingga timbul vasokontriksi generalisata dan sekresi aldosteron menurun. Peran prostasiklin dan tromboksan: Pada preeklampsia dan eklampsia didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler. .prostaksiklin meningkat. Banyak teori-teori dikemukakan para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya.Etiologi penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.hipertensi dan penurunan volume plasma. sehingga sekresi vasodilator prostaksiklin oleh sel-sel endotel plasenta berkurang.sedangkan pada kehamilan normal. Adapun teori-teori ini yaitu : a.

Peran faktor imunologis: Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama karena pada kehamilan pertama terjadi pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak sempurna.b. . c. Peran faktor genetik: pre eklampsia meningkat pada anak dari ibu yang menderita pre eklampsia. Hal ini dapat diikuti dengan terjadinya proteinuria. Pada preeklampsia terjadi kompleks imun hormonal dan aktivitas komplemen.

d. Defisiensi kalsium: Diketahui bahwa kalsium berfungsi membantu mempertahankan vasodilatasi di pembuluh darah. Iskemik dari uterus: Terjadi karena penurunan aliran darah di uterus. e. .

.

.

Pada preeklampsia dan eklamsia dapat terjadi perburukan patologis pada sejumlah organ dan sistem yang kemungkinan diakibatkan oleh vasospasme dan iskemia. Wanita dengan hipertensi pada kehamilan dapat mengalami respon terhadap berbagai substansi endogen (seperti prostaglandin. Penumpukan trombus dan perdarahan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat yang ditandai dengan sakit kepala dan defisit saraf lokal dan kejang.tromboxan) yang dapat menyebabkan spasme dan agregasi platelet. .

. Kerusakan hepar dari nekrosis hepatoseluler menyebabkan nyeri epigastrium dan peningkatan tes fungsi hati. manifestasi terhadap kardiovaskuler meliputi penurunan volume intravaskuler. meningkatnya cardiac output dan peningkatan hemolisis microangiopati menyebabkan anemia dan trombositophenia. Infark plasenta dan obstruksi plasenta menyebabkan pertumbuhan janin terhambat bahkan kematian janin dalam rahim.Nekrosis ginjal dapat menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerulus dan proteinuria.

.

terutama pada umur reproduksi ekstrem.  Hidropsfetalis dan bayi besar. . Primigravida atau nullipara.  Multigravida dengan kondisi klinis :  Kehamilan ganda dan hidrops fetalis. yaitu remaja dan umur 35 tahun ke atas.  Penyakit vaskuler termasuk hipertensi essensial kronik dan diabetes mellitus.  Penyakit-penyakit ginjal.

hidrops fetalis.  Obesitas dan hidramnion. Hiperplasentosis: Molahidatidosa. . cosanguinity. defisiensi asam lemak tidak jenuh dan kurang anti oksidan.  Faktor Genetik : golongan darah.  Riwayat keluarga pernah preeklampsia atau eklampsia. diabetes mellitus. sosioekonomi rendah. defisiensi kalsium.  Kasus dengan kadar asam urat yang tinggi. kehamilan ganda. bayi besar.  Gizi kurang dan anemia.  Faktor tingkah laku dan sosioekonomi : merokok.

3+ atau 4+ pada pemeriksaan semikuantitatif. 5. 4. Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg . Oliguria. Gejala Subyektif  Sakit kepala yang keras  Nyeri epigastrium atau kuadran kanan atas  Gangguang penglihatan / pandangan kabur  Gangguan pernafasan sampai sianosis  Pada keadaan berat akan diikuti gangguan kesadaran  Tanda Klinis 1.3). atau tekanan diastole ≥ 110 mmHg 2. Edema paru-paru atau sianosis. Keluhan cerebral. air kencing 400 ml atau kurang dalam 24 jam. gangguan penglihatan atau nyeri di daerah epigastrium.20) . 3. Proteinuria 5 gram atau lebih dalam 24 jam.

hematuria. atau peningkatan berat badan yang cepat (lebih dari 5 pon dalam 1 minggu) ANAMNESIS . skotomata. atau nyeri yang menetap pada abdomen • Mual muntah • Sesak napas yang disebabkan oedema paru • Penurunan urine output. kebutaan (retinal detachment) • Nyeri pada Epigastrik dan kuadran atas kanan.CARA MENDIAGNOSA • Sakit kepala • Gangguan pada penglihatan: pandangan kabur.

.

DALAM PEMERIKSAAN FISIK DAPAT DIJUMPAI : • Peningkatan Tekanan darah • Proteinuria • Spasme pembuluh darah retina pada pemeriksaan funduskopi • Dijumpai ronkhi basah basal pada kedua paru • Dijumpai nyeri pada kuadran kanan atas disebabkan oleh adanya hepatic edema • Nyeri dan tegang pada uterus • Edema .

LD. bilirubin. 4) Nilai kesejahteraan janin (kardiotokografi). bilirubin. .Selain anamnesis dan pemeriksaan fisik. konfirmasi USG bila ada. reduksi. 3) Kemungkinan adanya pertumbuhan janin terhambat. sedimen. SGOT. pada kecurigaan pre-eklampsia sebaiknya diperiksa juga : 1) Pemeriksaan darah rutin serta kimia darah : ureum-kreatinin. 2) Pemeriksaan urine : protein.

Sikap terhadap penyakitnya  pemberian obat (medikamentosa) 2.Perawatan Preeklampsia menjadi 2 unsur yaitu : Berat dibagi 1. Sikap terhadap kehamilannya  Aktif : kehamilan diakhiri (terminasi) setiap saat bila keadaan hemodinamika sudah stabil .

Loading dose: initial dose 4 gram MgSO4 : intravena. (40% dalam 10cc) selama 15 menit b.m. Selanjutnya maintenance dose diberikan 4 gram i.a) Obat Antikejang • MgSO4 a. Maintenance dose : Diberikan infus 6 gram dlm larutan Ringer/6 jam. tiap 4-6 jam . atau diberikan 4 atau 5 gram i.m.

 Harus tersedia antidotum MgSO4.  Refleks patella (+) kuat  Frekuensi pernapasan > 16 kali/menit. bila terjadi intoksikasi yaitu klasium glukonas 10% = 1 g ( 10 % dalam 10 cc) diberikan i.v. . tidak ada tanda-tanda distress napas. 3 menit.

 Ada tanda-tanda intoksitasi  Setelah 24 jam pascapersalinan atau 24 jam setelah kejang terakhir .

8-8. Dosis terpeutik dan toksik MgSO4 Dosis terpeutik Hilangnya refleks tendon Terhentinya pernapasan Terhentinya jantung 4-7 mEq/liter 10 mEq/liter 15 mEq/liter > 30 mEq/liter 4.4 mg/dl 12 mg/dl 18 mg/dl > 36 mg/dl Pemberian MgSO4  menurunkan resiko kematian ibu dan didapatkan 50 % dari pemberiannya menimbulkan efek flushes (rasa panas) .

• • • • Tiopental sodium Sodium amobarbital Diasepam Fenitoin .

memperburuk perfusi utero-plasenta. dan menurunkan berat janin. menimbulkan dehidrasi pada janin. yaitu memperberat hipovolemia. meningkatkan hemokonsentrasi. Edema paru  Payah jantung kongestif  Anasarka Dan yg dipakai adalah : Furosemid Pemberian diuretikum dapat merugikan. .

25 ug i./kg/5 menit mg. infus 10 mg/menit/dititrasi./5 menit.v. Diazokside : 30-60 mg i.25 ug i.v.v. infus . ./kg/menit.v. Antihipertensi lini pertama  Nifedipin : Dosis 10-20 mg peroral. ditingkatkan 0. maksimum 120 mg dlm 24 jam  Antihipertensi lini kedua  Sodium nitroprusside : 0. atau i. diulangi setelah 30 menit .

nimodipin Serotinin reseptor antagonis : ketan serin Jenis obat antihipertensi yg diberikan di Indonesia : Nifedipin Dosis awal : 10-20 mg. Antihipertensi sedang dalam penelitian : Calcium channel blockers : isradipin. sehingga hanya boleh diberikan peroral . diulangi 30 menit bila perlu. Dosis maksimum 120 mg/24 jam Nifedipin tidak boleh diberikan sublingual karena efek vasodilatasi sangat cepat.

. 2) Konservatif : berarti kehamilan tetap dipertahankan bersamaan dengan pemberian pengobatan medikamentosa.1) Aktif : berarti kehamilan segera diakhiri/diterminasi bersamaan dengan pemberian pengobatan medikamentosa.

Indikasi perawatan aktif ialah bila didptkan satu/lebih keadaan di bawah ini : a) Indikasi Ibu :  Umur kehamilan ≥ 37 minggu  Adanya tanda-tanda/gejala-gejala Impending Eclampsia  Kegagalan terapi pd perawatan konservatif. ketuban pecah. yaitu : keadaan klinik dan laboratorik memburuk  Diduga terjadi solusio plasenta  Timbul onset persalinan. atau perdarahan .

b) Janin     Adanya tanda-tanda fetal distress Adanya tanda-tanda intra uterine growth restriction (IUGR) NST nonreaktif dengan profil biofisik abnormal Terjadinya oligohidramnion c) Laboratorium  Adanya tanda-tanda “ sindroma menurunnya trombosit dengan cepat HELLP” khususnya .

Phenobarbital 3 x 30 mg b. dan menjelaskan kemungkinan adanya bahaya. ) • Sedativa ringan. Vitamin B kompleks b. Valium 3 x 10 mg  Obat penunjang a. Zat besi .• Menganjurkan ibu untuk istirahat ( bila bekerja diharuskan cuti ). Vitamin C atau vitamin E c. a.

Lebih banyak istirahat baring kearah punggung janin. bila terdapat gejala sakit kepala. Garam dalam makan dikurangi b. 5. kesadaran makin berkurang. edema mendadak atau berat badan naik. . Nasehat a. nyeri epigastrium. gerak janin melemah-berkurang. Segera datang memeriksakan diri.4. Jadwal pemeriksaan hamil dipercepat dan diperketat. pengeluaran urin berkurang. pernafasan semakin sesak. mata kabur. c.

elevasi enzim hati.       penurunan platelet) Edema Pulmonum DIC Gagal Ginjal Akut Ruptur Hepar Solutio plasenta Perdarahan serebral dan gangguan visus . Komplikasi preeklamsia berat antara lain :  Eklamsia  Sindrom HELLP (hemolisis.

Memang. Prognosis untuk preeklamsia selalu serius. Untungnya. pengalaman-2 ini jelas menggarisbawahi bahwa eklamsia serta preeklamsia berat harus dianggap sebagai ancaman yang nyata terhadap ibu. 23 persen kematian ibu hamil yang tercatat di Amerika serikat selama tahun 1977 disebabkan oleh hipertensi kehamilan. penyakit ini adalah salah satu penyakit paling berbahaya yang dapat mengenai wanita hamil dan janinnya. yaitu sedikit 64 orang. angka kematian ibu akibat eklamsia telah menurun selama tiga dekade terakhir dari 5-10 % menjadi kurang dari 3 % kasus. .

.Gray.OBSTETRI WILLIAMS. Guninghom.  Prawirohardjo.BUKU AJAR FISIOLOGI KEDOKTERAN. F.EGC:Jakarta.edisi 11.  Hall & Guyton. Sarwono. Vol 1.EGC:JAKARTA.2006. ILMU KEBIDANAN.2008. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo:JAKARTA. 2011. Edisi 21. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful