Pertemuan 1

Pengertian HTN

JON HERI, SH.I., MH FH UNSRI 2011

. Didalam batas-batas apa organisasi negara (dan bagian – bagiannya) menjalankan tugasnya. Bagaimana hubungan (kekuasaannya) satu sama lain. Apa yang menjadi tugasnya (lingkup pekerjaan) e.Pengertian HTN 1. Jabatan-jabatan apa yang terdapat didalam susunan kenegaraan tertentu. Bagaimana cara melengkapinya dengan pejabat-pejabat. c. Siapa yang mengadakannya (mengadakan jabatan-jabatan itu). b. Lingkungan berlakunya hukum dalam suatu negara. Pendapat Logeman HTN adalah Hukum yang mengatur organisasi negara yang menyelidiki/mempelajari hal-hal sebagai berikut : a. Apa yang manjadi wewenangnya (wewenang hukumnya) f. Jadi HTN meliputi 2 (dua) hal : a. d. Mengenai jabatan (mempelajari pribadi hukum dalam jabatan).dan g. b.

dapat dilakukan dengan kudeta. berkaitan dengan kapan hukum itu diberlakukan. Undian . 4. Lingkungan Tempat (Ground Gebied). Lingkungan berlakunya hukum kepada orang (personen gebied) 2. Pemilihan 2. Lingkungan waktu (Tijd gebied). Penunjukan (kooptasi) 5. berkaitan dimana hukum itu akan diberlakukan.Pengertian : Logemann mengatakan ada 3 (tiga) lingkungan berlakunya hukum dalam suatu Negara : 1. Pengangkatan/Keturunan 3. 3. revolusi. Maurice Duverger menyebutkan beberapa cara penggisian jabatan : 1. Perebutan kekuasaan.

Pendapat Wade and Philips HTN : mengatur alat-alat perlengkapan negara. III. Pendapat Scholten HTN : Hukum yang mengatur organisasi daripada negara. . III. Bonard HTN : mempelajari ketentuan mengenai alat-alat perlengkapan negara yang tertinggi. Pendapat R. IV.II. serta menentukan susunan dan wewenangnya dari badan-badan tersebut. Pendapat Van Vollenhoven HTN : mengatur semua masyarakat hukum atasan dan masyarakat hukum bawahan menurut tingkatannya dan dari masing-masing itu menentukan wilayah lingkungan rakyatnya dan akhirnya menentukan badan-badan dan fungsinya masing-masing yang berkuasa dalam lingkungan masyarakat hukum itu. tugasnya dan hubungan alat-alat perlengkapan negara itu.

yang menunjukan masyarakat hukum yang atasan maupun yang bawahan. yang selanjutnya menegaskan wilayah dan lingkungan rakyat dari masyarakat-masyarakat hukum itu. beserta susunan (terdiri dari seseorang atau sejumlah orang) wewenang.tingkatan imbangan dari dan antara alat perlengkapan itu. Pendapat Kusumadi Pudjosewojo Dalam bukunya “Pedoman pelajaran Tata Hukum Indonesia” disebutkan bahwa HTN adalah Hukum yang mengatur bentuk negara (kesatuan atau federal). dan bentuk pemerintahan (kerajaan atau republik).V. beserta tingkatantingkatannya (hierarchi). .

dan yudikatif. . legislatif. serta kedudukan warga negara dan hakhak azasinya. Jadi hubungan yang bersifat horizontal tersebut pada dasarnya adalah sistem pemerintahan ditingkat pusat. HTN dapat dirumuskan : “Sebagai Sekumpulan Peraturan Hukum yang mengatur organisasi daripada Negara. Yang bersifat horizontal : Hubungan antara kekuasaan eksekutif.Kesimpulan Dari definisi-definisi diatas. Yang bersifat Vertikal : adalah hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.melahirkan sistem pemerintahan. Hubungan antar alat perlengkapan negara dalam garis vertikal dan horizontal. khususnya dalam kerjasama urusan pemerintahan. Hubungan aksekutif dan legislatif.