LAPORAN KASUS EKSTRAKSI VAKUM

DISUSUN OLEH : RISCHA RAHMAWATI 07310236 PEMBIMBING : dr.H.Gunawan, SpOG

STATUS OBSTETRI
 


            

IDENTITAS Nama Pasien : Ny. V Umur : 34 th Jenis Kelamin :Perempuan Alamat : Tanjung Uncang – Batu Aji Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Nama Suami : Tn. T Umur : 33 th Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Tanjung Uncang – Batu Aji Pekerjaan : Wiraswasta No MR : 011764 Masuk Rumah Sakit : 20 – 03 – 2012 Pukul : 14.30.WIB HPHT : 10 – 07 – 2011 Taksiran Persalinan : 20 – 03 – 2012 Lama hamil : 36 minggu Riwayat periksa kehamilan sebelumnya : dr. H. Fauzi.Sp.OG Di Bidan : Puskesmas

ANAMNESA  Keluhan Utama : Perut terasa mulas  Riwayat Penyakit Sekarang : Os datang ke RSUD Embung Fatimah dengan keluhan perut mulas sejak jam 05.00.wib. Os mengaku mulas yang dirasakan hilang timbul. Os juga mengatakan pinggang Os terasa pegal. Os menyangkal adanya air, lendir, maupun darah yang keluar dari jalan lahir. Os mengatakan bahwa masih merasakan adanya gerakan-gerakan janin di dalam rahimnya. Os mengatakan bahwa anusnya terasa sakit dan mengaku memiliki ambeyen sejak melahirkan anak pertama. Os mengaku ambeyen yang dimiliki terasa semakin nyeri sejak 5 hari yang lalu. Os menyangkal adanya perasaan pusing dan mata berkunang-kunang.

Riwayat Penyakit Dahulu : Os mengaku memiliki riwayat penyakit hemoroid dalam kehamilan sejak mengandung anak pertama. Os menyangkal memiliki riwayat penyakit hipertensi. DM dan ASMA  Riwayat Alergi : Os menyangkal memiliki riwayat alergi obat maupun makanan  . dan ASMA.  Riwayat Penyakit Keluarga : Os menyangkal dalam keluarga memiliki penyakit hipertensi. DM.

 . Riwayat Haid : Menarche : 15 th Lama Haid : 4 – 7 hari Siklus Haid : 28 hari Disertai Rasa Haid : tidak Riwayat Perkawinan : Os menikah 1 kali dengan suami yang sekarang sudah 9.5 th.

 Riwayat Obstetrik Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan BB 3000 gr 3000 gr : PB 50 cm 50 cm Tempat Bidan Bidan Cara Lahir Normal Normal Keadaan anak Sehat Sehat No 1 2 Riwayat Operasi : Os mengatakan tidak pernah menjalani operasi  Riwayat Keluarga Berencana : Os pernah menggunakan kb suntik dan mengkonsumsi pil KB setelah melahirkan anak pertama  .

PEMERIKSAAN FISIK STATUS PRESENT  Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang  Kesadaran : Compos mentis  Tekanan darah : 110/70 mmhg  Nadi : 96 x/menit  Pernafasan : 20 x/menit  Suhu : 36.8° C  Berat Badan : 62 kg  Tinggi Badan : 155 cm  Gizi : Cukup .

reflek cahaya baik (+/+). secret (-). membrane tympani intake Muka : cloasma gravidarum (+) Hidung : deviasi septum (-). faring tidak hiperemis. gusi tidak berdarah. Telinga :aurikuler simetris. tragus nyeri (-).konjunctiva anemis ()d/s. nafas cuping hidung (.Kulit : Turgor kulit cukup  Kepala : Mata : sclera ikterik (-) d/s. choana tidak hipertropi. Pupil isokor d/s. tonsil 1/1  Leher :tidak ada benjolan.) Mulut : bibir tidak sianosis. concha tidak hiperemis. dan tidak ditemukan pembesaran KGB  JVP : 5+2 cmH2O  . caries gigi (-). lidah tidak kotor.

gallop (-). hiperpigmentasi putting dan aerola. tidak ada retraksi otot pernafasan P : taktil fremitus simetris. colostrums (-) P : iktus kordis teraba. thrill (-) P : Batas Jantung Kanan   Jantung: I : iktus kordis tak terlihat : ICS IV Linea sternalis dextra    Batas Jantung Kiri : ICS V Linea Midclavicila sinistra Batas Jantung Atas: ICS II Linea sterna sinistra • Pinggang Jantung :ICS III Linea parasternal sinistra A: BJ 1 & 2 terdengar. murmur (-) I : simetris. jejas (-). jejas (-). ekpansi paru simetris P : sonor pada paru kiri dan kana A : Vesikuler pada kedua lapang paru Paru Belakang I : simetris. normochest. tidak ada retraksi otot pernafasan P : taktil fremitus simetris P : sonor pada paru kanan dan kiri A : vesikuler paru kiri dan kanan       Paru :   .  Toraks Mammae : diameter latero lateral antero posterior 2:1 : simetris .

terlihat gerakan anak. striae gravidarum (+). pigmentasi linea alba.  Kesan Panggul : Baik  Genitalia : lihat status genitalia  Anorektal : terlihat pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidalis  Ekstremitas : Tidak tampak Edema  .Abdomen : cembung.

pigmentasi di linea alba dan nampak gerakan janin  Palpasi : LEOPOLD I :.TFU : 31 cm .Punggung kanan .Divergent .STATUS OBSTETRI PEMERIKSAAN LUAR  Inspeksi : Ditemukan Striae Gravidarum.Bagian terbawah sudah masuk PAP LEOPOLD IV : .Bagian yang terdapat dalam fundus : bokong LEOPOLD II : .DJJ : 136x/’ LEOPOLD III : .

Terbawah : Kepala  Penurunan : Hodge 1 : tebal lunak : belakang .PEMERIKSAAN DALAM  Portio : Konsistensi Posisi  Pembukaan: Ø 3cm  Ketuban :+  Bag.

5 gr/dl Leukosit 10.30 menit Golongan darah A Glukosa sewaktu 83 mg/dl Urine : warna kuning kejernihan keruh pH 8.PEMERIKSAAN PENUNJANG Lab Hematologi : : HB 9.010 Leukosit +3 Nitrit – Protein – Glukosa – Keton – Urobilinogen – Bilirubin – Eritrosit +1 Sedimen Leukosit 10 – 20/LPB Eritrosit 2 – 4/LPB Epitel 8 – 10/LPB Bakteri – Kristal – Silinder – .200/µl Ht 31 % Trombosit 325.00 menit BT 4.000/µl CT 7.0 BJ 1.

 Pemeriksaan fisik : Kontraksi + tapi jarang.Permasalahan yang ada :  Anamnesa : Perut mulas. nyeri dibagian anus. ditemukan benjolan di anus yang tidak bisa masuk kembali.5 gr/dl .  Pemeriksaaan penunjang : Hematologi : HB 9.

DIAGNOSA : G3P2A0 Gravid Aterm Inpartu et Hemorhoid grade IV TERAPI : 1. lakukan Tindakan Operasi Perabdominam dilakukan bila janin tidak dapat dikeluarkan melalui jalan pervaginam. Bila tidak berhasil. Pasang infuse D5 2. dilakukan Tindakan Ekstraksi Vakum 5. Bila EV tidak berhasil. Informed consent : telah disetujui oleh pasien Prognosis : Quo ad vitam = dubia ad bonam Quo ad fungsionam = dubia ad bonam Quo ad sanationam = dubia ad bonam . Inj Amoxicilin 3 x 1 g 3. Observasi untuk dilakukan Persalinan Normal 4.

20-03-2012 15.FOLLOW UP PASIEN NO 1.8°c TFU : 33 cm Ø : 3 cm Presentasi kepala Portio tebal Varices vagina Hemorhoid 2.8°C TFU : 33 cm Ø : 3 – 4 cm Presentasi kepala Portio tebal . VS : TD = 110/70mmHg HR = 96x/’ RR = 20x/’ T = 36. Tanggal 20-03-2012 13. VS : TD = 140/90 mmHg HR = 120x/’ RR = 22x/’ T = 36. tidak ditemukan lendir dan darah dari jalan lahir.30 Os mengatakan mules yg dirasakan muncul hilang timbul.30 Jam Kondisi Pasien Os mengeluh perut terasa mulas.

8°C TFU : 33 cm Letak : Pu – Ka DJJ Ø : 134x/’ : 3 – 4 cm Presentasi kepala Portio tebal H1 Ketuban + 4 20–03-2012 02.8°C DJJ : 138x/’ Ø : 7 cm Presentasi kepala Portio tipis H 2/3 Ketuban + . VS : TD = 140/90 mmHg HR = 110x/’ RR = 20x/’ T = 36.30 Os mengatakan mules yg dirasakan lebih sering muncul.30 Os mengatakan mules yg dirasakan muncul hilang timbul.3 20-03-2012 19. VS : TD = 140/90 mmHg HR = 120x/’ RR = 20x/’ T = 36.

5 20–03-2012 08.8°C DJJ Ø : 132x/’ : 8 cm Presentasi kepala Portio tipis lunak H 2/3 Ketuban + menonjol 6 20–03-2012 11. DJJ : 134x/’ Ø : 9 cm Presentasi kepala Portio tipis lunak H 2/3 Ketuban pecah spontan .00 Os mengatakan mules yg dirasakan lebih sering muncul.30 Os mengatakan mules yg dirasakan lebih sering muncul. VS : TD = 130/80 mmHg HR = 120x/’ RR = 20x/’ T = 36.

10 13.25 Plasenta lahir lengkap dengan selaputnya Kontraksi uterus baik.40 12.30 His kuat DJJ Ø : 136x/’ : lengkap Portio tidak teraba Ketuban – H3 8 9 10 11 20-03-2012 20-03-2012 20-03-2012 20-03-2012 11. Luka Episiotomi sudah dijahit.7 20-30-2012 11. tapi bayi belum lahir Dilakukan Vakum Ekstraksi Lahir bayi dng VE JK : Laki-laki BB : 3100gr PB : 49 cm AS : 8/9 12 20-03-2012 13.8°C . 13 20-03-2012 13.25 TD : 120/80mmHg HR = 100x/’ RR = 20x/’ T = 36.15 Os dipimpin mengedan Os kecapekkan.45 13.

Nifas KU baik Kontraksi baik TD = 110/80mmHg HR = 80x/’ RR = 20x/’ T = 37.45 Os pulang .0°C 15 20-03-2012 08.00 Os mengaku tidak memiliki keluhan KU baik TD = 120/80mmHg HR = 80x/’ RR = 20x/’ T = 36.14 20-03-2012 16.8°C 16 20-03-2012 13.15 Os pindah ke R.

Permasalahan yang Ada  Partus tak maju  Hemorhoid  Ekstraksi Vakum .

Persalinan anjuran Faktor-Faktor Dalam Persalinan Tenaga atau Kekuatan (power) Janin (passanger) Jalan Lintas (passage) Kejiwaan (psyche) . 2. Definisi persalinan Persalinan : 1.PEMBAHASAN    1. 3.Persalinan abnormal / Persalinan buatan 3. 4. Persalinan biasa atau normal (eutosia) 2.

. 2. 4. 2. Tanda Persalinan Tanda Permulaan Persalinan Tanda in-partu Tahap Persalinan Kala I Kala II Kala III Kala IV  1. 1. 3.

2. 3.PARTUS TAK MAJU  Partus tak maju : persalinan yang ditandai tidak adanya pembukaan serviks dalam 2 jam dan tidak adanya penurunan janin dalam 1 jam. . 4. Penyebab Partus Tak Maju Disproporsi sefalopelvik (pelvis sempit atau janin besar) Presentasi yang abnormal Abnormalitas pada janin Abnormalitas sistem reproduksi  1.

3. 2. 5. 4. 2. Komplikasi Persalinan yang Terjadi Pada Partus Tak Maju : Ketuban pecah dini Pembukaan serviks yang abnormal Bahaya ruptur uterus Fistula Sepsis puerferalis Pengaruh Partus tak maju Pada Bayi Perubahan-perubahan tulang-tulang kranium dan kulit kepala Kematian Janin  1. . 1.

anemia. diabetes mellitus. eklampsia)  Kondisi obstetri tertentu :  Riwayat SC  Kala II memanjang  Maternal distress pada kala II  Gawat janin pada kala II dengan syarat :  Perjalanan persalinan normal  Fasilitas sectio caesar sudah siap  .EKSTRAKSI VAKUM Batasan Ekstraksi Vakum  Indikasi :  Mempersingkat kala II pada keadaan :  Ibu tidak boleh meneran terlalu lama pada kala II akibat kondisi obstetri tertentu (pre eklampsia berat.

 1.  1. 2. Prematuritas (<36>) IUFD Kelainan kongenital janin yang menyangkut kranium : anensephalus . Kelainan letak :  Presentasi Muka  Letak Dahi  Presentasi Lintang  “After coming head” pada presentasi sungsang Kontraindikasi Relatif: Pasca pengambilan sediaan darah dari kulit kepala janin. 4. 3. 3. Kontraindikasi Absolute : Disproporsi sepalo-pelvik . Operator tidak dapat mengenali denominator dengan baik Operator tidak kompeten untuk melakukan ekstraksi vakum. 2. 4.

ALAT EKSTRAKSI VAKUM Cawan penghisap ( cup )  Terdiri dari 3 ukuran :  50 mm  60 mm  70 mm  Botol penghisap  Pompa penghisap  .

D Diagram mangkuk penghisap cawan penghisap .

Penurunan kepala > station 0 ( idealnya adalah setinggi Hodge III + ) Selaput ketuban negatif.kurangnya 7 cm ( idealnya adalah dilatasi lengkap ). Syarat ekstraksi vakum Janin diperkirakan dapat lahir pervaginam. Harus ada kekuatan meneran ibu dan kontraksi uterus (HIS ) . 1. 2. 4. Pembukaan sekurang . 5. 3.

PRINSIP EKSTRAKSI VAKUM:  Membuat suatu caput succadeneum artifisialis dengan cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor vakum. .

 Ekstraksi Vakum Pada Posisi Occiput Anterior  Pemasangan cawan pada sutura sagitalis menjauhi ubun-ubun besar .

 Posisi awal. arah traksi horisontal sampai kepala nampak dibawah simfisis .

janin belum dapat dilahirkan  .8 kg/cm2) oleh karena kerusakan pada alat atau pembentukan caput succedaneum yang terlampau cepat ( < 0.2 kg/cm2 per 2 menit)  Terdapat selaput ketuban atau bagian jalan lahir yang terjepit diantara cawan penghisap dengan kepala anak.  Terdapat gangguan pada imbang sepalopelvik (CPD) 2. Cawan penghisap terlepas lebih dari 3 kali saat melakukan traksi dan hal ini biasanya terjadi oleh karena :  Tenaga vakum terlampau rendah (seharusnya -0. Setelah dilakukan traksi selama 30 menit.Kriteria Kegagalan Ekstraksi Vakum: 1.  Saat melakukan traksi : kedua tangan penolong tidak bekerja secara harmonis. traksi dengan arah yang tidak tegak lurus dengan bidang cawan penghisap atau traksi dilakukan dengan tenaga yang berlebihan.

KOMPLIKASI              Pada Ibu : Perdarahan Infeksi jalan lahir Trauma jalan lahir  Pada anak : Ekskoriasi dan nekrosis kulit kepala Cephal hematoma Subgaleal hematoma Perdarahan intrakranial Perdarahan subconjuntiva. perdarahan retina Fraktura klavikula Distosia bahu Cedera pada syaraf cranial ke VI dan VII Erb paralysa Kematian janin  .

Hemoroid adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidalis yang tidak merupakan kelainan patologik Derajat Hemoroid Derajat I : Tonjolan masih di lumen rektum. 2. Derajat IV : Tonjolan tidak dapat didorong masuk/inkarserasi . Derajat III : Tonjolan keluar waktu defekasi. biasanya keluhan penderita adalah perdarahan Derajat II : Tonjolan keluar dari anus waktu defekasi dan masuk sendiri setelah selesai defekasi. harus didorong masuk setelah defekasi selesai karena tidak dapat masuk sendiri. 4.HEMOROID   1. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful