DJOKO ROESHADI

PENGERTIAN INFEKSI NOSOKOMIAL/ HAIs
 ADALAH INFEKSI YANG DIDAPAT KARENA

PENDERITA DIRAWAT DIRUMAH SAKIT ( 48 JAM SETELAH DIRAWAT , penderita tidak dalam masa inkubasi ).  ADALAH INFEKSI YANG DIDAPAT KARENA PENDERITA PERNAH DIRAWAT DIRUMAH SAKIT SEBELUMNYA– TERGANTUNG PADA MASA INKUBASI PENYAKIT.

DASAR POKOK MENGAPA PERLU DICEGAH HAIs?
 ETIKA: KESEHATAN KLIEN MENJADI PERHATIANKU

YANG UTAMA.  “ FIRST OF ALL PLEASE DO NO HARM”(Hypocrates)  KUMAN PENYEBABNYA ADALAH KUMAN YANG DAPAT BERUBAH RESISTEN TERHADAP BANYAK ANTIBIOTIKA,(MDRO)  OUT COMENYA 6D- disease. death, dissatesfaction, dysfunction, disability, destitution.

MENGAPA PENGENDALIAN HAIs PENTING?
 MERUPAKAN SALAH SATU ASPEK “ PATIENT   

  

SAFETY”. MEMILIKI DAMPAK HUKUM MERUPAKAN PELAKSANAAN KEP.MENKES. MEMILIKI DAMPAK PEMBOROSAN KEUANGAN DAN WAKTU BAIK BAGI PENDERITA MAUPUN RUMAH SAKIT. MEMILIKI POTENSI TIMBULNYA KUMAN YANG RESISTEN. MEMILIKI POTENSI MORBIDITAS DAN MORTALITAS BAGIPENDERITA. DAPAT MENGANCAM PENULARAN PADA PETUGAS DAN PASIEN LAIN.
4

4/21/2012

Trends in Resistance:
Enterococci (% of all enterococci isolates)
 Year

% VRE

1990 1997 2003 < 1% 15% 28.5%

Evolution of Drug Resistance in S. aureus
Penicillin Methicillinn MethicillinPenicillin-resistant S. aureus [1950s] [1970s] resistant S. aureus S. aureus (MRSA)
[1997]
Vancomycin

[1990s]

Vancomycin -

S. aureus

resistant

Vancomycin [ 2002 ] intermediateresistant

Vancomycin-resistant enterococci (VRE)

S. aureus
(VISA)

 Link to: MMWR on VRSA  Link to: CDC Facts about VISA

 Link to: CDC Facts about VRE

Key Strategies Prevention of MDRO
Clinicians hold the solution!

1. 2. 3. 4.

Prevent infection Diagnose and treat infection effectively Use antimicrobials wisely Prevent transmission

Antimicrobial Resistance:

Key Prevention Strategies
Antimicrobial-Resistant Susceptible Pathogen Pathogen Pathogen
Prevent Transmission
Prevent Infection

Optimize Use

Antimicrob ial Resistance
Antimicrobial Use

Infection
Effective Diagnosis & Treatment

Motto :
Prevention of nosocomial infection is primarily a matter of monitoring and improving human practice, not killing germs more completely or buying better equipment and supplies
(Haley)

MO

Transmitter Medic Equip

Visitors Air

Water

Vector

Personal health care

Susceptible host Transmitter Other susceptible host

Besarnya masalah
Survey di Amerika:  5% penderita rawat inap infeksi nosokomial  Setahunnya 2 juta penderita infeksi nosokomial  Survey Depkes 1987 Infeksi Nosokomial di Indonesia 9% (3-21%)  Peningkatan prevalensi MDRO di dunia. 

Hari Rawat Ekstra Letak Infeksi I.S.K. I.L.O. ISNB Bakteriemia Lain-lain Total Angka Infeksi 2,39 1,39 0,60 0,27 1,07 5,72 Distribusi Rata-rata % perinfeksi 42 24 11 5 18 100 7,3 5,9 7,4 1,0 4,8 4,0 Perkiraan Total 3.726.000 1.339.000 762.000 903.000 1.946.000 8.676.000

Letak Infeksi I.S.K. I.L.O. ISNB Bakteremia Lain-lain Total

Rata-rata biaya ekstra Perinfeksi Perinfeksi Rata-rata perinfeksi Tahun Tahun 1975 1985 $ 838 $ 1.511 $ 935 $ 181 $ 430 $ 560 $ 2.734 $ 4.947 $ 3.061 $ 593 $ 1.408 $ 1.833 $1.395.000.000 $1.123.000.000 $315.000.000 $535.000.000 $571.000.000 $3.939.000.000

Pengalaman pahit operasi amputasi Walaupun peristiwa telah berlalu ± 3 tahun, namun peristiwa itu menjadikan trauma yang sampai sekarang sulit kami atasi. Setelah amputasi kedua kakinya, anak kami satu-satunya malah mendapat tambahan penyakit yang kemudian menjadi penyebab utama kematiannya, dengan munculnya penyakit akibat virus rumah sakit yang disebut pseudomonas. Tambah lagi luka pada siku tangan kanannya serta luka-luka pada pantatnya menjadi semakin meluas dan parah. Ketika tambahan luka itu kami tanyakan kepada dokter yang bertanggung jawab jawabnya enteng “itulah resiko operasi”. Ternyata peralatan dan fasilitas medis yang canggih serta tempat perawatan khusus paviliun khusus swasta belum menjamin berhasilnya suatu operasi walaupun ditangani oleh pakar. Kini anak tunggal kami telah tiada dengan meninggalkan trauma yang hebat dia meninggal dengan luka-luka akibat kecerobohan yang bukan kami lakukan.
Sumber: Kompas Minggu, 26 Sept 1993

Program ini akan terlaksana apabila:
 Ada organisasi  Ada standard-2  Ada peraturan  Ada komitment untuk melaksanakan  Ada kegiatan surveilan yang diumpan balikkan sebagai upaya penyempurnaan pelayanan.  Ada program pendidikan dan pelatihan terus menerus dengan target penyempurnaan perilaku.

 Organisasi lebih baik ramping tapi efektif dan efisien  Keterlibatan pimpinan Rumah Sakit sangat diperlukan terutama untuk pengambilan keputusan managerial  Peran perawat sangat menentukan keberhasilan program  Peran medis dan penunjang medis tidak dapat diabaikan  Seluruh unsur pelayanan di RS harus terlibat aktif

TUGAS TOP MANAJEMEN RUMAH SAKIT
 Membentuk Komite dan Tim PPIRS dengan

Surat Keputusan  Bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap penyelenggaraan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial  Bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas sarana dan prasarana termasuk anggaran yang dibutuhkan  Menentukan kebijakan pecegahan dan pengendalian infeksi nosokomial

4/21/2012

19

 Mengadakan evaluasi kebijakan pencegahan

dan pengendalian infeksi nosokomial berdasarkan saran dari KOMITE  Mengadakan evaluasi kebijakan pemakian antibiotika rasional dan disinfektan di rumah sakit berdasarkan saran dari KOMITE  Dapat menutup suatu unit perawatan atau instalasi yang dianggap potensial menularkan penyakit untuk beberapa waktu sesuai kebutuhan berdasrkan saran dari KOMITE  Mengesahkan SOP untuk PPIRS

4/21/2012

20

PERLU ADA ORGANISASI YANG BERTANGGUNG JAWAB
 KOMITE---PENENTU POLICY, BERTANGGUNG

JAWAB LANGSUNG KEPADA DIREKTUR .
 TIM DALIN----MELAKSANAKAN DAN

MEMONITOR PROGRAM PENGENDALIN INFEKSI (PELATIHAN, SURVEILAN HASIL DAN PROSES)----BERTANGGUNG JAWAB KEPADA KOMITE

MEMBANTU MANAJEMEN RS. Dalam MENGENDALIKAN INFEKSI SESUAI TUJUAN STRATEGIS RS.

MEMBUAT KEBIJAKAN-KEBIJAKAN YANG MENYANGKUT PENGENDALIAN INFEKSI TERMASUK BILA TERJADI KLB

PERDALIN/IR/2004

22

MIKROBIOLOGI KLINIK

PERDALIN/IR/2004

23

PERDALIN/IR/2004

25

STANDART YANG HARUS DIPUNYAI
 STANDART PRECAUTION  STANDART CUCI TANGAN  STANDART SURVEILAN, HASIL MAUPUN PROSES  STANDART PERASAT KEPERAWATAN  STANDART PELATIHAN  STANDART MANAGEMENT----TQC DG MEMONITOR CQI    

UNTUK MENCAPAI TARGET QA. STARDART CLEANING, STERILISASI, DESINFEKSI, ANTISEPTIK STANDART HYGIENE SANITASI STANDART PENGAMBILAN DAN PENGIRIMAN SPESIMEN MIKROBIOLOGI STANDART PEMAKAIAN ANTIBIOTIKA

Peraturan yang dibuat sebaiknya merupakan kesepakatan bersama atas dasar keyakinan bahwa pengendalian Infeksi Nosokomial adalah salah satu facet utama dari kesempurnaan profesi

Komitmen baik petugas khusus maupun pelaku pelayanan kesehatan sangat diperlukan oleh karena pelaksanaan program ini membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran

SURVEILAN
MERUPAKAN KEGIATAN POKOK DARI PROGRAM PENGENDALIAN INFEKSI RUMAH SAKIT . DEFINISI SURVEILAN: PENGAMATAN TERUS MENERUS TERHADAP SUATU POPULASI DENGAN TUJUAN UNTUK MENEMUKAN MASALAH DAN MENENTUKAN FAKTOR RESIKO YANG MENYEBABKAN TIMBULNYA MASALAH, SEHINGGA DAPAT DIBUAT REKOMENDASI UNTUK MENGATASI MASALAH. MENURUT WAKTU PELAKSANAANNYA: PERIODIK ATAU KONTINU. MENURUT APA YANG DIAMATI: PROSES ATAU HASIL, KLINIS ATAU MICROBIOLOGIS.

MENURUT CARANYA: PASIF ATAU AKTIF.
MENURUT LOKASINYA: WHOLE HOSPITAL ATAU SPECIAL PLACE. 
29


Surveilan lanj..

Hasil surveilan harus dengan rekomendasi dilaporkan kepada pimpinan dan diumpan balikkan kepada pelaksanaan pelayanan kesehatan dengan tujuan akan adanya

perbaikan 4M & 1E

HEALTH CARE ASSOCIATED INFECTION (NOSOCOMIAL)
 Infections that are a result of health care delivery, not

present at admission
 EXOGENOUS  ENDOGENOUS  IATROGENIC

Refer to Potter & Perry Table 34-2 Pg. 648 (Sites for Causes of HAI’s)

*Scheduling
*Cleaning OT *Sterilization

4 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 '85 '86 '87

*Skin Preparation

C-SSI

'88

CONTINOUS SURVEILLANCE
1.1.Continuous Surveillance of Clean Surgical wound Infection from 1985 up to now . 1.2.Continuous Surveillance in 21 wards from 1989 – up now
3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 Plebitis Cl-SWI CCont-SWI Cont-SWI UT I I V
1997 1998 1999 2000 2001

 Pendidikan dan pelatihan
 Encourage behavior change

–Understand the MDRO situation –feedback –Support and promote desired behavior(s)  Examples: –Hand hygiene –Surveillance result –Antibiotic selection / use  Involvement of nursing, other HCW staff –Including medical staff

THE TARGET OF EDUCATION &TRAINING
PHYCISIANS

MANAGEMENT

EDUCATION AND TRAINING

NURSES

MEDICAL STAFFS

Era ilmu pengetahuan
Ignaz Semmelweiss (1818-1865)

•Obstetrician, Vienna General Hospital •Mempelajari puerperal (childbed) fever •Menyimpulkan : maternal mortality tinggi karena masalah cuci tangan pasca autopsi •Cuci tangan dengan chlorinated lime : maternal mortality  sampai 90% •Diabaikan dan dicemooh oleh para kolega

Fingers before handwash

Fingers after poor handwash

EFEK CUCI TANGAN

Sebelum cuci tangan

Sesudah cuci tangan dg sabun & air mengalir

42

Your 5 moments for hand hygiene at the point of care*

*Adapted from the WHO Alliance for Patient Safety 2006

All of hospital personil do it

Don’t touch me before wsah your hand dok!

don’t give me infeksi nosokomial please !

METHOD
• • • • • CLEANING STERILISASI DESINFEKSI ISOLASI PEMAKAIAN AB YANG RASIONAL

ENVIRONMENT /LINGKUNGAN
 UDARA HARUS BERSIH, SUHU DAN KELEMBABAN

SESUAI STANDARD DAN MENGALIR  AIR HARUS ADA WATER TREATEMENT=DILOKASI TERTENTU AIR HARUS “STERIL”  VEKTOR HARUS DIBERANTAS/NYAMUK LALAT,KUCING

Soiled linen and dressings should require particular care in handling, transportation and disposal

Wash basin & Kitchen

Ideal performance levels

Performance gaps

Lack of current policy and service guidelines Lack of technical competence Lack of management and organizational capability

Advance intervention Learning intervention Management Intervention

Actual performance levels

Assessment of performance

Performance improvement Teams.

Improvement of one or more intervention

KESIMPULAN
 PENCEGAHAN PENGENDALIAN

HAIs/NOSOKOMIAL MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB SELURUH JAJARAN RUMAH SAKIT.  SEMUA HARUS TERLIBAT ( TQM ) AGAR DAPAT DILAKUKAN CONTINOUS QUALITY IMPROVEMENT ( CQI ) UNTUK DAPAT MEMBERIKAN JAMINAN AMAN BAGI PENDERITA ( QA ).

TERIMA KASIH

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful