disebabkan Streptobasil ducreyi. terlokalisasi.u genitalia. sex.G. sering supurasi K.Sinonim • Ulcus Mole . gejala klinis khas ulkus nekrotik yang nyeri pada tempat inokulasi. Chancroid • Soft Sore. akut. hub. . Soft Chancre • Weke Sjanker.B regional. oto-inokulasi. Ulcus Venereum Definisi Penyakit infeksi t.

ujung bulat • Gram negatif • Berkelompok. d/ sulit atau carrier (WTS) sulit . ramping. berderet = rantai  Streptobacillus  School of Fish Epidemiologi • Endemis: kota & pelabuhan • Tropis & subtropis • Penularan seksual non seksual • ♀ < ♂ .Etiologi = Haemophilus (Unna) ducreyi = • Batang pendek.

1 – 7 hari (± 3 hari) Lesi multipel di genital Efl. bergaung Halo eritematosa Tertutup jaringan nekrotik Dasar jaringan granulasi yang mudah berdarah Perabaan : lunak dan sangat nyeri .T.Klinis M. tidak rata . : Papel kecil + kulit merah vesiko pustel Ulkus Sifat Ulkus : Kecil. batas tegas Pinggir.

klitoris.Predileksi Genital  ♀ : * labia. frenulum * sulcus coronarius * batang penis . lidah Jari tangan Payudara & umbilicus Konjungtiva vestibulum * serviks & anus  ♂ : * preputium. Ekstra Genital Bibir.

+ Perilimfadenitis unilateral Abses Unilokular Ulkus Mole .Ulkus Ulkus konfluensi Konfigurasi polisiklis Limfangitis  bubonuli  Chancre dari Nisbet Limfadenitis reg.

Bentuk Klinis Ulkus Mole • • • • • • Ulkus mole elevatum Ulkus mole impetiginosum Ulkus mole difterikum Ulkus mole serpiginosum Ulkus mole fagedenikum (Ulcus Melcer) Ulkus mikstum (Rollet) .

Sediaan apus + Gram Unna – Pappenheim Wright – Giemsa Hasil  30 – 50% o.o/ ml Intradermal 0.ducreyi mati  Vaksin dmelcos 225 jt m.Pemeriksaan Pembantu 1.k kontaminasi kuman lain 2. Biakan kuman : Perbenihan + darah kelinci darah kuda darah penderita 3. 48 jam . Tes Ito-Reenstierna  Vaksin H.1 cc volar + kontrol Hasil :  papel merah  > 0.5 cm .

Biopsy . Tes Auto-Inokulasi : Bahan dari bubonulus skarifikasi lesi khas 5.Pemeriksaan Pembantu 4. Pemeriksaan Imunofluoresens Cari antibodi 6.

V.ducreyi  .G.Diagnosis Banding • • • • • • Ulkus durum (S1) Ulkus mikstum (Rollet) Sifilis III Herpes genitalis Ulkus vulvae akutum L. Diagnosis • Lesi khas : H.

Septrin® Tetrasiklin !!! Chloromisetin 3 – 4 x 500 mg/ 10 hr Eritromisin Streptomisin 1 g/ hr – 10 hr .Therapy Sistemik Sulfonamide a. Sulfadiazin Sulfathiasol 4 x 2 tab/ 10 hr Sulfasomidin (elkosin) b. Ko-trimoksasol 2 x 2 – 3 tab/ 10 hr Bactrim®.

Therapy Topikal • Kompres sol Rivanol 1/ 1000 sol P.000 • Salep Chloromycetin/ Tetracyclin Prognosis Baik .K 1/ 10.

Rx. 2.G. keras Tepi teratur Tidak pernah Bersih Serous Hampir slrh pend Unilat. K. 2) Tidak nyeri. Btk ulkus 1 – 7 hr (± 3 hr) Multipel Sgt nyeri. tak teratur Polisiklis Permukaan kotor + nanah 3. M.Ulkus Mole 1. Lab 5. serologis Gram Mikroskop biasa Tidak spesifik Bilateral/ generalisata Tidak nyeri Limfadenopati generalisata Keras – Burri Mikroskop lapangan gelap Khas: VDRL & TPHA .) Nyeri Limfangitis Limfadenitis + + melunak Perforasi 4. (kdg bilat.B + 10 – 50 % Ulkus Durum 10 hr – 10 mgg (3 – 5 mgg) Soliter (kdg. lunak Tepi .T.