You are on page 1of 16

INANDA FAJARWATI MAYNIE

 Unit operasi yang digunakan untuk memisahkan padatan ataucairan di dalam fasa cair.  Proses pemisahan dilakukan dengan memberikan gelembung gas ke dalam fasa cair sehingga gelembung gasmenempel di permukaan padatan atau partikel cairan sehingga cukup kuat mengangkat partikeltersebut ke permukaan.  Densitas lebih kecil dari fasa cair = otomatis  Densitas lebih besar dari fasa cair = bantuan gel .

 Selain itu juga umum digunakan untuk proses pemisahan minyak. mineral dan logam. diperlukan bantuan-bantuan berikut ini :  Frother  Kolektor  Activator . proses ini umumnya digunakan untuk memisahkan kotoran padatan tersuspensi. Di dalam proses pengolahan air.  Untuk mendukung efisiensi proses flotasi.

 Berdasarkan cara pemberian udara ke dalam fasa cair :  Dispersed air flotation/Induced air flotation (IAF)  Dissolved air flotation (DAF)  Liquid vacuum flotation .

 Partikel pengotorakan menempel pada permukaan gelembung dan akan terangkat ke permukaan.  Dikumpulkan dengan alat skimming dengan tipe padle atau sejenisnya.Dispersed air flotation (Flotasi dengan Dispersi Udara)  Disebut juga dengan induced air flotation. .  Gelembung udara dimasukkan dengan menggunakan diffuser udara.

.

.

 Kelebihan :  Dapat dibuat dalam bentuk dan ukuran yang kompak  Kapasitas pemisahan partikel pengotor relatif sempurna  Kekurangan :  Konsumsi power relatif besar  Kinerja alat tergantung pada kontrol kondisi hydrolik yang ketat .

Tembaga Dan Nikel Dengan Flotasi Ozon” .“Aplikasi Metoda Flotasi Buih Untuk Pencucian Batubara Peringkat Rendah” “Pengaruh Waktu Flotasi Dan Konsentrasi Logam Awal Terhadap Kinerja Proses Pengolahan Limbah Cair Yang Mengandung Logam Besi.

. Digunakan untuk pencucian bijih mineral pada tahap awal agar terpisah dari pengotornya.  Guna mengetahui perubahan kadar abu dan sulfur batubara yang merupakan zat pengotor (bersifat hidrofilik) sebelum dan sesudah proses flotasi.

 Variabel yang divariasikan :  Ukuran partikel batubara yang dihaluskan  Persentase padatan  Waktu flotasi  Variabel tetap :  pH (7)  Frother (alkohol 40 ml) : pengemulsi partikel hidrophob agar kuat melekat pada gelembung  Kadar kolektor (minyak tanah 40 ml) : membantu fungsi frother agar proses pengapungan lebih cepat  Aktivator (garam dapur 40 gr) : mempercepat proses adhesi .

.

.  Faktor persen padatan. Flotasi mampu menurunkan kadar abu batubara dan kadar sulfur batu bara. waktu pengkondisian dan ukuran butiran batubara tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kuantitas penyisihan kadar abu dan kadar sulfur.

4 gr/L Koagulan : PAC 0.  Variabel yang divariasikan :  Waktu flotasi  Konsentrasi awal logam  Variabel tetap :      Diffuser : ozon Frother : Zeolit Alam Lampung 2 gr/L Activator : SLS o.133 gr/L Pengatur pH : NAOH (pH=7) . Uji efisiensi penyisihan logam berat pada air limbah dengan proses flotasi.

.

o.4 g/L SLS.133 g/L PAC dan pH7 adalah 25 menit. Persentase penyisihan logam pada waktu 25 menit : Besi = 99.4% konsentrasi awal hingga 100 mg/L Nikel = 98.     tembaga dan nikel dengan 2 g/L ZAL. Waktu flotasi optimum untuk penyisihan logam besi.5% konsentrasi awal hingga 150 mg/L Tembaga = 89. 0.1 % konsentrasi awal hingga 150 mg/L .