You are on page 1of 31

ANALISA PROFIL PROTEIN DAGING OLAHAN DENGAN SDS-PAGE

Sivia Nurulliana Bayyinah Septi Purnamasari Nurmasari Bir Ribhil Labib Tia Budi Astuti Nur Atikah Dini Surya Andi 108102000025 108102000026 108102000027 108102000028 108102000064 108102000048 108102000054 108102000058

TUJUAN
dapat mengetahui cara analisis protein daging olahan dengan SDS-PAGE Mengetahui perbedaan protein babi dan Sapi

Rumusan Masalah
Adakah Perbedaan antara Protein Babi dan Sapi Pada Sosis ? Adakah Perbedaan Kornet Sapi dengan sosis Babi ?

LATAR BELAKANG
Mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim, akan tetapi undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia tidak mewajibkan para produsen pangan untuk menyediakan pangan yang halal, hanya mereka yang ingin mencantumkan label halal pada produknya ke lembaga yang berwenang agar apa yang diklaimnya sebagai produk halal itu benar adanya. Oleh karena itu, tidak ada jaminan bahwa semua pangan yang ada di pasaran adalah halal. Dengan demikian, konsumen muslim sendirilah yang harus mampu memilih mana pangan yang halal dan yang tidak. Adanya kandungan komponen bahan makanan yang mengandung babi dalam bahan dan produk pangan dapat diidentifikasi melalui lemak, protein maupun DNAnya. Dalam penelitian kali ini dilakukan analisis adanya protein daging babi menggunakan elektroforesis SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulfat-Polyacrylamide Gel Electrophoresis) dengan sistem buffer diskontinyu.

ALAT DAN BAHAN


ALAT
timbangan analitik tabung eppendorf sentrifuge spektrofotometer uv-vis mikropipet dan tips penangas kertas saring whatman lemari es peralatan gelas seperti Erlenmeyer, corong, beaker glass seperangkat alat elektroforesis protein

BAHAN
sosis sapi sosis babi SDS 10% gel acrilamid solution resolving buffer stacking buffer TEMED PBS (phosphate buffers saline) running buffer staining solution coomasie blue

METODE

Kadar protein ditentukan dengan metode Lowry, yaitu dengan menggunakan protein bouvine serum albumin (BSA) sebagai standar.
Prosedur kerja :

Penentuan Kadar dengan Spektrofotometer UV-Visible

Membuat larutan BSA dengan konsentrasi 0, 40, 80, 120, 160 dan 200 ppm, lalu masukkan masing masing 1 mL ke dalam tabung reaksi Ambil sampel masing masing 1 mL dan masukkan ke dalam tabung reaksi yang lain Membuat 100 mL larutan NaOH 0,1 M Membuat larutan Na2CO3 2 % dalam NaOH 0,1 M 2 gr Na2CO3 + 100 mL NaOH 0,1 M

50 mL larutan Na2CO3 2 % dalam NaOH 0,1 M + 1 mL CuSO4 homogenkan.


masukkan 5 mL larutan tersebut ke dalam tabung reaksi yang berisi larutan BSA dan sampel, homogenkan dan diamkan selama 10 menit Membuat larutan folin 1 : 1 air 1 mL folin + 1 mL air (+) 0,5 mL folin 1 : 1 air ke dalam masing masing tabung reaksi, lalu vortex dan diamkan selama 30 menit

Ukur menggunakan spektrofotometer

SDS-PAGE
1. Pembuatan Gel
Stacking Gel 6% Acrilamid 30% 2,0 ml Gel buffer 2,5 ml 10% w/v SDS 0,1 ml = ddH2O 5,4 ml

Resolving Gel 14% = ddH2O 2,7 ml Acrilamid 30% 4,7 ml Gel buffer 2,5 ml 10% w/v SDS 0,1 ml

2. Prosedur SDS-PAGE
Bahan Sampel + PBS Kornet Sapi (FP 0x) 100 L Kornet Sapi (FP 10x) 100 L ad 1000 L Kornet Sapi (FP 50x) 20 L ad 1000 L Sosis Babi (FP 0x) 100 L Sosis Babi (FP 10x) 100 L ad 1000 L Sosis Babi (FP 50x) 20 L ad 1000 L

Persiapkan SDS apparatus Masukkan larutan gel pemisah ke dalam gel cast 1,5 cm dari tepi atas menggunakan pipet Pasteur, tunggu hingga gel mengeras Buat gel pemisah, masukkan ke dalam gel cast hingga mencapai batas atas, masukkan sisir Sementara menunggu gel mengeras, panaskan thermal block hingga mencapai 100oC Campur sampel buffer dan sampel protein dengan perbandingan 2:1 Inkubasi sampel yang telah dicampur selama 5 menit dalam suhu 100oC Sampel di sentrifuge selama 15 menit dengan kecepatan 13.000 rpm Angkat sisir dari gel cast yang telah dimasukkan gel pengumpul Letakkan gel cast di SDS Apparatus, Letakkan sample tracker di atas gel cast Masukkan 10L sample protein dan 10L protein marker menggunakan tips 10L ke sample tracker sesuai dengan lajurnya masing-masing Larikan gel pada tegangan 150V selama 120 menit. Lepaskan gel dari SDS Apparatus Warnai dengan menggunakan Comassie Blue R-250 0,1% sehingga tampak pita protein. Destain gel yang telah diwarnai dengan destaining solution (larutan metanol:asam asetat (40%:7,5%)) Hasil di-scan.

HASIL

HASIL
Spektrofotometer UV-Visible (Kornet Sapi vs Sosis Babi)
Kurva Kalibrasi
0.2 0.18 0.16 0.14 0.12 0.1 0.08 0.06 0.04 0.02 0 y = 0.0009x + 0.0069 R = 0.9921

Absorbansi

50

100

150

200

250

Konsentrasi

Pada 780,00 nm, adapun hasil untuk sampel adalah sebagai berikut : Kornet Sapi : 83,513 ppm (FP : 100x) Sosis Babi : 34,731 ppm (FP : 100x)

Spektrofoto meter UVVisible (Sosis Sapi vs Sosis Babi)

SDS-PAGE

PEMBAHASAN SPEKTROFOTOMETRI

PEMBAHASAN
Pengukuran kadar menggunakan metode kurva kalibrasi. Kurva kalibrasi yang dapat dipakai yaitu yang r = + 1 dan hasil kurva kalibrasi yang dibuat r=0,998945 sehingga kurva kalibrasi ini dapat digunakan.

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN
Pada 780,00 nm, adapun hasil untuk sampel adalah sebagai berikut : Kornet Sapi : 83,513 ppm (FP : 100x) Sosis Babi : 34,731 ppm (FP : 100x)

Kadar sebenarnya

Protein pada sosis sapi = 3220,25 ppm Protein pada sosis babi = 5663,5 ppm Protein pada kornet sapi = 8351,3 ppm

Pembahasan spektrofotometri
Hasil spektro untuk pengenceran 2x dan 10x tidak dapat digunakan karena nilainya diluar kurva kalibrasi. Hal ini karena pada kurva jika nilai yang melebihi kurva kalibrasi ditakutkan semakin tinggi konsentrasinya linearitasnya semakin berkurang sehingga tidak dapat diproyeksikan hasilnya dengan kata lain ditakutkan terjadi kesalahan pembacaan. Hasil ini dijadikan acuan untuk proses ektroforesis. Poliakrilamid mempunyai kapasitas terbatas. konsentrasi protein yang terlalu besar dapat menyebabkan pita pecah dan smears.

PEMBAHASAN ELEKTROFORESIS

Hasil elektroforesis

PEMBAHASAN
Dari hasil elektroforesis dengan SDS-PAGE, diperoleh hasil bahwa untuk sosis sapi dan kornet sapi, baik yang dilakukan pengenceran 10X, 50X maupun yang tidak dilakukan pengenceran, tidak didapatkan pita/band. Sedangkan untuk sampel sosis babi tanpa pengenceran diperoleh pita/band dalam gel, sedangkan untuk sosis babi dengan pengenceran 10x serta 50x tidak terlihat adanya pita. Marker yang digunakan terlihat adanya migrasi dan terlihat adanya pita-pita pada beberapa titik pemisahan

PEMBAHASAN
Jika dilihat dari hasil spektrofotometri uv-vis, sampel yang kami gunakan baik sosis sapi, sosis babi, maupun kornet sapi terbaca dengan baik konsentrasi proteinnya Sedangkan dari hasil elektroforesis, sampel kami tidak menghasilkan pita migrasi protein, padahal marker yang digunakan mengalami migrasi dan terlihat adanya pita-pita. Tidak adanya migrasi protein diakibatkan oleh kesalahan praktikan saat mengambil sampel untuk dimasukkan ke dalam sumur gel. Karena setelah disentrifugasi, maka protein akan mengalami pengendapan di dasar ependorf, sedangkan saat praktikum, kami mengambil sampel tidak di dasar ependorf, sehingga protein nya tidak terambil.

Hasil penelitian lain


Penelitian kelompok peneliti pemenang LKTI PIMNAS (2004) oleh Edy Susanto,dkk

Pada daging babi segar terdapat protein yang tidak diketahui dengan berat molekul 112,13 KDa yang tidak terdapat pada sampel daging sapi segar. Daging babi rebus mempunyai ciri spesifik yaitu terdapatnya protein desmin yang tidak terdeteksi pada daging sapi rebus tidak terdapatnya protein tropomiosin 1 pada daging babi rebus, tetapi protein tersebut terdeteksi pada daging sapi pencampuran daging babi pada bakso dapat dilihat dari tingkat ketebalan pita protein troponin T yang semakin menurun dengan kenaikan jumlah daging babi yang ditambahkan.

Hasil penelitian lain


Analisa protein babi dilakukan oleh Purwaningsih (2005) dengan menggunakan SDS-PAGE. identifikasi protein daging sapi dan babi daging mentah. Pada daging babi mentah ditemukan pita protein pembeda yang tidak ditemukan pada daging sapi pada Rf 0,0885; 0,1435; 0,296 dan 0,6825 dengan berat molekul berturut-turut 54,71 kD; 46,64 kD; 29,96 kD dan 9,76 kD. Sedangkan pada sapi ditemukan pita protein pembeda yang tidak ditemukan pada babi pada Rf 0,0965 dengan berat molekul 53,46 kD dan Rf 0,827 dengan berat molekul 6,42 kD. Untuk campuran daging sapi dan daging babi dengan perbandingan 50:50 % belum nampak adanya perbedaan pita protein yang muncul, hal ini terjadi karena konsentrasinya terlalu kecil sehingga intensitas pita protein yang muncul kecil sehingga tidak terlihat.

KESIMPULAN
Analisis protein dengan SDS-PAGE dilakukan dalam 3 tahap yaitu isolasi sample, penentuan kadar menggunakan spektrrofotometri dan elktroforesis SDS-PAGE Dari hasil penentuan kadar menggunakan spektrofotometri uv-visible diketahui kadar protein pada sosis sapi = 3220,25 ppm , protein pada sosis babi = 5663,5 ppm, sedangkan protein pada kornet sapi = 8351,3 ppm Hasil elektroforesis hanya terdapat pita pada sumur sosis babi tanpa pengenceran dan hasil ini tidak dapat dijadikan data sebagai pembeda antara protein pada sosis sapi dan sosis babi.

TERIMAKASIH