KULIAH 2

Pengertian
„ Dalam Bahasa Yunani ῥήτωρ, rhêtôr, orator, teacher) retorika adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo). Plato secara umum memberikan defenisi terhadap retorika sebagai suatu seni manipulatif yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, kepercayaan dan pengharapan mereka.

Studi yang mempelajari kesalahpahaman serta penemuan saran dan pengobatannya. yang mengajarkan orang tentang keterampilan berbicara dan menemukan sarana persuasif yang objectif dari suatu kasus. „ Retorika juga mengajarkan tindak dan usaha yang efektif dalam persiapan. Protagoras dan Socrates akhir abad ke 5 SM). .„ Retorika memberikan suatu kasus lewat bertutur (menurut kaum sofis yang terdiri dari Gorgias. penetaan dan penampilan tutur untuk membina saling pengertian dan kerjasama serta kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Lysias. Phidias.

Dalam ajaran retorika Aristoteles. „ Retorika demonstartif memfokuskan pada wacana memuji dengan tujuan memperkuat sifat baik atau sifat buruk seseorang. „ Retorika forensik lebih memfokuskan pada sifat yuridis dan berfokus pada apa yang terjadi pada masa lalu untuk menunjukkan bersalah atau tidak. terdapat tiga teknis alat persuasi (mempengaruhi) politik yaitu „ Retorika deliberatif memfokuskan diri pada apa yang akan terjadi dikemudian bila diterapkan sebuah kebijakan saat sekarang. lembaga maupun gagasan. . pertanggungjawaban atau ganjaran.

yang dituliskannya dalam buku Institutio Oratoria: . Will Durant menceritakan kuliah retorika Quantillianus.Perkembangan Retorika RETORIKA ZAMAN ROMAWI „ Buku Ad Herrenium. Karena dibesarkan dalam keluarga kaya dan menikah dengan istri yang memberinya kehormatan dan uang. Hortensius. „ Quintillianus berusaha merumuskan teori-teori retorika dari pidato dan tulisan Cicero. Cicero muncul sebagai negarawan dan cendekiawan. Ia percaya bahwa The good man speaks well. hanya mensistematisasikan dengan cara Romawi warisan retorika gaya Yunani. Crassus. Pernah hanya dalam dua tahun (45-44 SM). ia menulis banyak buku filsafat dan lima buah buku retorika. yang ditulis dalam bahasa Latin kira-kira 100 SM. tetapi juga kaya dengan oratororator ulung: Antonius. Romawi kaya sekolah retorika. „ Kemampuan Hortensius disempurnakan oleh Cicero. „ Will Durant menyimpulkan kepada kita gaya pidatonya yanng mengatakan bahwa Cicero sangat terampil dalam menyederhanakan pembicaraan yang sulit. Rufus.

sains. supaya ia memiliki keanggunan dan ritma. untuk menghidupkan kefasihannya dengan gerakan dan tindakan. Tidak mungkin menjadi terpelajar dan terhormat hanya dalam satu generasi. dan filsafat.„ Ia mendefinisikan retorika sebagai ilmu berbicara yang baik. . untuk memberinya kesehatan dan kekuatan. Kemudian. pelajar retorika harus menulis sebanyak dan secermat mungkin. sehingga ia bisa menerima ajaran yang benar dan akhlak yang baik sejak napas yang ia hirup pertama kalinya. gimnastik. drama. tarian. Karena semua persiapan tidak ada manfaatnya jika integritas akhlak dan kemuliaan rohani tidak melahirkan ketulusan bicara yang tak dapat ditolak. untuk memperkenalkan dia dengan pemahaman mengenai alam. untuk membentuk karakternya berdasarkan petunjuk akal dan bimbingan orang bijak. sastra. Calon orator harus mempelajari musik supaya ia mempunyai telinga yang dapat mendengarkan harmoni. untuk membenhik gaya dan melatih memorinya. dan memperlengkapinya dengan pemikiran-pemikiran besar. Pendidikan orator harus dimulai sebelum dia lahir: Ia sebaiknya berasal dari keluarga terdidik.

retorika dianggap sebagai kesenian jahiliah. secara otomatis ia akan memiliki kemampuan untuk nmnyampaikan kebenaran. „ Satu abad kemudian. “Sesungguhnya dalam kemampuan berbicara yang baik itu ada sihirnya”. yakni mengungkapkan kebenaran. Bila orang memeluk agama Kristen. bersabda. menggembirakan. Ketika agama Kristen berkuasa.RETORIKA ABAD PERTENGAHAN „ Abad pertengahan sering disebut abad kegelapan. „ Dalam On Christian Doctrine (426). St. Agustinus. di Timur muncul peradaban baru. dan menggerakkan ‟ yang oleh Cicero disebut sebagai kewajiban orator. “Berilah mereka nasihat dan berbicaralah kepada mereka dengan pembicaraan yang menyentuh jiwa mereka” (Alquran 4:63). Muhammad saw. Banyak orang Kristen waktu itu melarang mempelajari retorika yang dirumuskan oleh orang-orang Yunani dan Romawi. ia menjelaskan bahwa para pengkhotbah harus sanggup mengajar. juga buat retorika. para penyembah berhala. adalah kekecualian pada zaman itu. yang telah mempelajari retorika sebelum masuk Kristen tahun 386. . kita harus mempelajari teknik penyampaian pesan. Seorang Nabi menyampaikan firman Tuhan. memperteguh firman Tuhan ini. Untuk mencapai tujuan Kristen.

dikaji dengan tekun oleh para ahli balaghah. Pada Ali bin Abi Thalib. Sayang. dan menyesuaikan pesannya dengan keadaan mereka. Kaum Muslim menggunakan balaghah sebagai pengganti retorika. Khotbah-khotbahnya dikumpulkan dengan cermat oleh para pengikutnya dan diberi judul Nahj al-Balaghah (Jalan Balaghah). Tetapi. sangat kurang sekali studi berkenaan dengan kontribusi Balaghah pada retorika modern. Ia sangat memperhatikan orang-orang yang dihadapinya. beserta ma’ani dan bayan. warisan retorika Yunani. Ucapannya sering menyebabkan pendengar berguncang hatinya dan berlinang air matanya.„ Ia sendiri seorang pembicara yang fasih ‟ dengan kata-kata singkat yang mengandung makna padat. Tidak hanya menyentuh hati. Ada ulama yang mengumpulkan khusus pidatonya dan menamainya Madinat al-Balaghah (Kota Balaghah). Balaghah. Ali bin Abi Thalib. Salah seorang sahabat yang paling dikasihinya. yang dicampakkan di Eropa Abad Pertengahan. „ Balaghah menjadi disiplin ilmu yang menduduki status yang mulia dalam peradaban Islam. kefasihan dan kenegarawanan bergabung kembali. mewarisi ilmunya dalam berbicara. masih tersembunyi di pesantren-pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional . ia juga mengimbau akal para pendengarnya.

„ . Ia membagi retorika pada dua bagian. Yang membangun jembatan. dikenal sebagai aliran epistemologis. Ia bukan saja memperkenalkan metode eksperimental.RETORIKA ABAD PERTENGAHAN „ Abad Pertengahan berlangsung selama seribu tahun (400-1400). dan batas-batas pengetahuan manusia. Aliran pertama retorika dalam masa modern. warisan peradaban Yunani diabaikan. yang menekankan proses psikologis. Epistemologi membahas “teori pengetahuan”. Inventio dan dispositio dimasukkannya sebagai bagian logika. Sedangkan retorika hanyalah berkenaan dengan elocutio dan pronuntiatio saja. sifat. „ Renaissance mengantarkan kita kepada retorika modern. metode. menghubungkan Renaissance dengan retorika modern adalah Roger Bacon (1214-1219). Pertemuan orang Eropa dengan Islam ‟ yang menyimpan dan mengembangkan khazanah Yunani ‟ dalam Perang Salib menimbulkan Renaissance. Salah seorang pemikir Renaissance yang menarik kembali minat orang pada retorika adalah Peter Ramus. asal-usul. selama periode panjang itu. tetapi juga pentingnya pengetahuan tentang proses psikologis dalam studi retorika. Di Eropa.

dalam bukunya The Philosophy of Rhetoric. . menyenangkan imajinasi. Cicero. Karena itu.„ George Campbell (1719-1796). Baik Whately maupun Campbell menekankan pentingnya menelaah proses berpikir khalayak. Retorika harus mengajarkan bagaimana mencari argumentasi yang tepat dan mengorganisasikannya secara baik. menggerakkan perasaan. retorika yang berorientasi pada khalayak (audience-centered) berutang budi pada kaum epistemologis ‟ aliran pertama retorika modern. haruslah diarahkan kepada upaya “mencerahkan pemahaman. menelaah tulisan Aristoteles. Retorika. Hanya saja ia menekankan argumentasi sebagai fokus retorika. dan mempengaruhi kemauan”. Ia mendasarkan teori retorikanya juga pada psikologi fakultas. menurut definisi Campbell. „ Richard Whately mengembangkan retorika yang dirintis Campbell. dan Quintillianus dengan pendekatan psikologi fakultas (bukan fakultas psikologi).

gerakan elokusionis dikritik karena perhatian ‟ dan kesetiaan ‟ yang berlebihan pada teknik. yaitu kemampuan untuk memperoleh kenikmatan dari pertemuan dengan apa pun yang indah. sastra. segi-segi estetis pesan. Ketika mengikuti kaum elokusionis. kadang-kadang dengan mengabaikan segi informatifnya. retorika mengambil manfaat dari perkembangan ilmu pengetahuan modern ‟ khususnya ilmu-ilmu perilaku seperti psikologi dan sosiologi. „ Aliran pertama (epistemologi) dan kedua (belles lettres) terutama memusatkan perhatian mereka pada persiapan pidato ‟ pada penyusunan pesan dan penggunaan bahasa. dan kritik. . Walaupun begitu. „ Pada abad kedua puluh.„ Aliran retorika modern kedua dikenal sebagai gerakan belles lettres (Bahasa Prancis: tulisan yang indah). kaum elokusionis telah berjaya dalam melakukan penelitian empiris sebelum merumuskan “resep-resep” penyampaian pidato. Ia memperkenalkan fakultas citarasa (taste). Retorika belletris sangat mengutamakan keindahan bahasa. Aliran ketiga ‟ disebut gerakan elokusionis ‟ justru menekankan teknik penyampaian pidato „ Dalam perkembangan. Hugh Blair (1718-1800) menulis Lectures on Rhetoric and Belles Lettres. Di sini ia menjelaskan hubungan antara retorika. pembicara tidak lagi berbicara dan bergerak secara spontan. Gerakannya menjadi artifisial.

James A Winans „ Ia adalah perintis penggunaan psikologi modern dalam pidatonya. (2) ketahui khalayak dan situasinya. Sesuai dengan teori James bahwa tindakan ditentukan oleh perhatian. Tichener. Charles Henry Woolbert „ Ia pun termasuk pendiri the Speech Communication Association of America. terbit tahun 1917 mempergunakan teori psikologi dari William James dan E.1. . mendefinisikan persuasi sebagai “proses menumbuhkan perhatian yang memadai baik dan tidak terbagi terhadap proposisi-proposisi”. Dalam penyusunan persiapan pidato. Ia menerangkan pentingnya membangkitkan emosi melalui motif-motif psikologis seperti kepentingan pribadi. Baginya. kewajiban sosial dan kewajiban agama. 2. Winans adalah pendiri Speech Communication Association of America (1950).B. Winans. Logika adalah dasar utama persuasi. proses penyusunan pidato adalah kegiatan seluruh organisme. Bukunya. (3) tentukan proposisi yang cocok dengan khalayak dan situasi tersebut. Bukunya yang terkenal adalah The Fundamental of Speech. Pidato merupakan ungkapan kepribadian. (4) pilih kalimat-kalimat yang dipertalikan secara logis. menurut Woolbert harus diperhatikan hal-hal berikut: (1) teliti tujuannya. Public Speaking.

Jasa. Alan H. Persuasi meliputi empat unsur: (1) rebut perhatian pendengar. (3) dasarkanlah pemikiran pada keinginan. Brigance menekankan faktor keinginan (desire) sebagai dasar persuasi.T. dan (4) kembangkan setiap gagasan sesuai dengan sikap pendengar. 1941). (2) usahakan pendengar untuk mempercayai kemampuan dan karakter Anda. 1942). 4. 1984) dan Damachke (Volkstumliche Redekunst. pesan harus disusun berdasarkan proses berpikir manusia yang disebutnya motivated sequence. selain tokoh “notorious” Hitler. 1908). 1952). maka Naumann (Die Kunst der Rede. Oliver (Psychology of Persuasive Speech. Monroe „ Dimulai pada pertengahan tahun 20-an Monroe beserta stafnya meneliti proses motivasi (motivating process). Philips (Effective Speaking. 1918) adalah pelopor retorika modern juga. Monroe yang terbesar adalah cara organisasi pesan. Menurut Monroe. Brembeck dan Howell (Persuasion: A Means of Social Control. . Di Jerman. William Noorwood Brigance „ Berbeda dengan Woolbert yang menitikberatkan logika. dengan bukunya Mein Kampf.3. Dessoir (Die Rede als Kunst.E. R. „ Beberapa sarjana retorika modern lainnya yang patut kita sebut antara lain A.

Retorika Dalam Perspektif Ilmu Komunikasi II KULIAH 3 .

penjual tidak hanya akan menjelaskan detail mobil tersebut. yang apabila dibandingkan dengan harga. Sesuatu. Singkatnya: mobil bekas yang paling ideal.Retorika sebagai proses komunikasi Sebuah contoh: Sebuah mobil bekas akan dijual. Pemilik tentu mobil ingin menjual dengan harga yang memuaskan (tujuan). Memberikan argumen-argumen terhadap isi pembicaraan. sebenarnya masih terlalu murah! Dilain piha calon pembeli juga ingin supaya dapat membeli mobil itu dengan harga yang murah (tujuan). dimana penjual dan pembeli saling memberi argumentasi untuk mencapai tujuannya masing-masing Dari contoh cerita tersebut dapat dilihat aspek-aspek komunikasi retoris sbb: • • • • • • Seorang pembicara. Sambil mendengar dan mempertimbangkan argumen-argumen balik dari pendengar . namun akan memuji-muji mobil tersebut. Pleh karenanya terjadi tawar-menawar dalam perdagangan. Seorang pendengar sebagai kawan bicara atau pelanggan. menyampaikan kepada. Dengan maksud tujuan tertentu (menjual mobil). Dalam pembicaraan dengan calon pembeli.

komunikator sebaikny memiliki pengetahuan umum yang lias agar mampu menyelami situasi dan mengenal pendengar dan dapat mengerti mereka secara lebih baik.pangkat aatau jabatan yang dimiliki komunikator dalam masyarakat sangat mempengaruhi efektifitas komunikasi retoris. kemampuan untuk mengenal dan menganalisis situasi pendengar sehingga memberikan sesuatu yang seseai kebutuhan mereka Sikap komunikator. sikap agrasif. Mampu menggugah hati pendengar. 5. 3. 2. Sistem sosial. maksudnya adalah keterampilan penguasaan bahasa. Pengetahuan tentang komunikasi dan keterampilan berkomunikasi. defensif. Pada komunikator 1. rela mendengar dan menerima anjuran memberi dampak besar dalam proses komunikasi retoris Pengetahuan umum. mantap dan meyakinkan. sistem budaya komunikator juga turut mempengaruhi efektifitas komunikasi retoris. posisi. rendah hati. . Sistem kebudayaan. 4. keterampilan mempergunakan media komunikasi untuk mempermudah proses pengertian pada resipien.Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi retoris Faktor bisa terdapat pada setiap unsur komunikasi seperti: A.

Sistem sosial dan kebudayaan. suka mendengar. Sistem sosial dan kebudayaan tertentu dapat menghasilkan sifat dan karakter khusus pada resipiens. jengkel. 2. Sebaliknya sikap-sikap negatif seperti tertutup. Komunikasi tidak akan terjadi apabila bahasa yang dipergunakan oleh komunikator tidak dimengerti oleh resipiens Sikap komunikan. Sikap-sikap positif seperti terbuka. Pengetahuan tentang komunikasi dan keterampilan berkomunikasi. suka memhantah dan tidak mudah tunduk kepada pimpinan. senang. 3. resipiens harus menguasai Bahasa yang dipergunakan. Pada komunikan 1. Supaya dapat terjadi komunikasi.B. . rendah hati. tidak simpatik terhadap komunikator akan mendatangkan pengaruh negatif. tidak banyak bicara atau tidak berani menantang. Di lain pihak orang bisa menjadi kritis. Keduanya hanya dapat saling berkomunikasi dan saling mengerti apabila mereka mempergunakan perbendaharaan kata yang sama dan yang dimengerti oleh kedua belah pihak. tertarik dan simpatik akan memberi pengaruh positif dalam proses komunikasi. Orang dapat bersifat patuh. Juga cara menyampaikan sesuatu tidak sama di antara masyarakat yang satu dengan yang lain.

Yang perlu diperhatikan adalah susunan organis di mana elemen-elemen itu dikedepankan untuk mengungkapkan pesan. Pada prinsipnya struktur atau susunan pesan harus jelas dan mudah dimengerti. Elemen-elemen pesan. Dalam proses ini. suara. pikiran atau ide yang dibeberkan. . Struktur pesan. Komunikator menerjemahkan pesan dengan mempergunakan medium. komunikator harus memperhatikan elemen-elemen yang membentuk pesan. supaya komunikasi dapat membawa efek yang bestir. 2. artikulasi. Elemen-elemen itu berupa kata-kata dan kalimat.B. Struktur pesan yang ingin disampaikan juga dapat mempengaruhi efektivitas proses komunikasi retoris. alat peraga yang dipakai untuk meng-konkretisasi pesan. mimik dan gerak-gerak untuk mempedelas pesan yang disampaikan. Pada pesan dan medium 1. tekanan suara.

dan tidak rnengandung terlalu banyak ke-benaran. tidak boleh terlalu sulit. Isi pesan yang di ungkapkan lewat medium harus dipertenggangkan dengan situasi resipiens. 4.3. Proses pembeberan. atau setengah bebas. yang dimaksudkan adalah cara membawakan dan mengemukakan pesan dari komunikator. tanpa teks. Isi pesan. yaitu membawakan secara bebas. Ada tiga kemungkinan yang dapat dipilih. karena dapat membingungkan resipiens. Tentang hal ini akan dibicarakan lebih lanjut. . terinci dan tepat. Sebaiknya isi pesan dibatasi pada satu atau dua pokok pikiran yang diuraikan secara jelas. Ketiga kemungkinan ini membawa efek yang berbeda dalam proses komunikasi. terikat pada teks. Isi pesan seharusnya mudah ditangkap.

khususnya ilmu bina bicara (Sprecherziehung). Retorika sebagai bagian dari Ilmu bina bicara ini mencakup: • Monologika monologika adalah ilmu tentang seni berbicara secara monolog. Bentuk-bentuk yang tergolong dalam monologika adalah pidato. Bentuk dialogika yang penting adalah diskudi. dan deklamasi • Dialogika Dialogika adalah ilmu tentang seni berbicara secara dialog. kata sambutan. dimana hanya seseorang yang berbicara.Pembagian retorika Retorika adalah bagian dari ilmu bahasa (Linguistik). dimana dua orang atau lebih berbicara atau mengambil bagian dalam satuproses pembicaraan. perundingan. Oleh karenanya pembinaan teknik bicara merupakan bagian yang penting. Dalam bagian ini perhatian lebih diarahkan pada pembinaan teknik bernafas. tanya jawab. bina suara. ceramah. teknik mengucap. • Pembinaan teknik bicara Efektivitas dialogikan dan monologika tergantung juga pada teknik bicara yang merupakan syarat dari retorika. percakapan dan debat. makalah. kuliah. teknik membaca dan bercerita .

Tahap Persiapan Pidato KULIAH 4 .

enteng. Seperti contohnya guru dan dosen melakukan pidato untuk menyampaikan informasi berupa pengetahuan. mereka diharapkan memiliki keyakinan saja tentang proposisi yang kita ajukan. Pidato Persuasif Ditujukan agar seseorang mempercayai sesuatu. dan memiliki pengertian tentang persoalan yang dibicarakan. . menaruh minat. segar dan mudah dicerna. melakukannya. dan humor adalah yang diperhatikan disini. Komunikasi diharapkan memperoleh penjelasan. Keyakinan. tindakan dan semangat merupakan bentuk reaksi yang diharapkan. Pidato Rekreatif Perhatian. Bila khalayak tidak mungkin bertindak karena batasan kemampuan. tetapi kecerdasan untuk membangkitkan tawa. atau terbakar semangat dan antusiasmenya. Rekreatif Pidato Informatif Ditujukan untuk menambah pengetahuan pendengar.Pidato Informatif. Untuk melakukan pidato rekreatif. Bersifat. kesenangan. Persuasif. orang tidak hanya melakukan akting yang menawan.

Ciri Pidato yang baik • Pidato yang Saklik Ada hubungan yang jelas antara pembenaran mesalah dengan fakta dan pendapat atau penilaian pribadi antara isi pidato dengan formulasinya. atau kejadian yang relevan. cerita pendek. • Pidato yang Jelas Isi pidato sedapat mungkin bisa dimengerti. biasanya digunakan gambar. Pembicara harus memilih susunan kata yang tepat dan jelas untuk menghindarkan salahn pengertian. • Pidato yang Hidup Pidato yang hidup dan menarik umumnya diawali dengan ilustrasi. sesudah itu ditampilkan pengertianpengertian abstrak atau definisi. .

Biasanya klimaks itu diciptakan di antara pembukaan dan penutup pidato. . karena dapat memperkuat isi pidato dan memperjelas pengertian pendengar. Suatu pengulangan yang dirumuskan secara baik akan memberi efek yang besar dalam ingatan para pendengar. agar pendengar tidak merasa bosan. • Pidato yang Memiliki Klimaks Berusaha menciptakan titik-titik puncak dalam pidato untuk memperbesar ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar. • Pidato yang Memiliki Pengulangan Pengulangan penting.• Pidato yang Memiliki Tujuan Pidato seharusnya dirumuskan dalam satu atau dua pikiran pokok agar pendengar tidak kehilangan benang merah selama mendengarkan pidato.

• Pidato yang mengandung humor Humor dapat menghidupkan pidato dan memberi kesan tak terlupakan.• Pidato yang Berisi Hal-Hal yang Mengejutkan Memunculkan hal-hal yang mengejutkan dalam pidato berarti menciptakan hubungan baru dan menarik sehingga menimbulkan rasa ingin tahu yang besar. sehingga mencurahkan perhatian pada pidato selanjutnya. . juga menyegarkan pikiran pendengar. tetapi tidak dimaksudkan sebagai sensasi. • Pidato yang dibatasi Orang tidak boleh membeberkan segala soal atau masalah dalam suatu pidato. Karena orang akan merasa bosan bila mendengar pidato yang panjang.

Geissner.Drach dan H.Skema Pidato Ada beberapa skema yang dapat digunakan untuk menyusun pidato : • Skema Lima Kalimat dikembangkan oleh E. Mengapa justru lima kalimat? Dalam skolastik. orang menggunakan lima kalimat dalam berdebat :  Mengemukakan pendapat  Melihat apa yang tidak termasuk masalah  Argumen kontra  Argumen pro  Penyelesaian masalah . 1.

Dalam abad modern Dewey mengemukakan satu teori berpikir yang juga terdiri dari lima langkah : Orang berhadapan dengan kesulitan Kesulitan dilokalisasi. didefinisikan. dibatasi Penyodoran jalan keluar yang mungkin Akibat-akibat logis dari jalan keluar yang dianjurkan Memperhatikan akibat lanjutan dalam kehidupan logis .

2. Kemungkinan-kemungkian dalam menggunakan skema lima kalimat : a) Skema Mata Rantai Mempunyai hubungan kronologis atau logis antara pikiran yang satu dengan yang lainnya. 1 2 3 4 5 .

b) Skema Kompromis 1 3 2 4 5 c) Membandingkan Dua Pendapat 1 3 2 5 4 .

d) Mengabaikan Satu Pokok 1 2 3 4 5 e) Skema Deduktif 1 2 3 5 4 .

f) Skema Dialektis 1 2 3 4 5 Skema lima kalimat dapat digunakan dalam sidang-sidang. . dimana orang harus mengemukakan pendapatnya atau memberikan pembuktian dan argumentasi.

•    Skema Lima W Siapa : siapa yang akan dihadapi Apa : apa yang perlu dibeberkan Dengan apa : dengan apa akan mengemukakan argumentasi  Bagaimana : bagaimana cara menyusun pidato  Kapan : kapan harus membawakannya •         Skema Menurut Aphtonius Tema pidato Penjelasan Pendasaran Pikiran dan pendapat yang berlawanan Perbandingan Contoh Pembuktian penutup .

Isi Pidato Penjelasan masalah yang sebenarnya 3. permintaan atau permohonan . Pendahuluan Ucapan salam. titik tolak dan penghantar ke dalam tema yang dibicarakan 2. pembukaan. Penutup Rangkuman.• Skema Tiga Bagian (Model Skema Cicero) 1.

KULIAH 5 .

Atur kecepatan menyajikan informasi Butir-butir pembicaraan harus diulas dengan waktu yang tepat. Ehninger dan kawan-kawan menyarankan hal-hal berikut: 1.Isi Pesan Pidato Informatif Supaya isi pesan mudah dipahami dan mudah diingat. Keempat menerangkan konsep dengan memberikan contoh 3. Pilihlah beberapa butir yang sangat penting. Telalu lama menjadi membosankan dan terlalu singkat membuat bingung . Kembangkan bahasan dari butir-butir dari yang sudah dipilih 2. Jelaskan istilah-istilah aneh dan kabur Ada beberapa cara untuk menjelaskan istilah. Ketiga menjelaskan makna konsep dengan menjelaskan apa yang tidak termasuk. Kedua mrnjelaskan makna dari asal-usul kata. Pertama menggunakan definisi dari kamus. Gagasan utama tidak boleh terlalu banyak Hindari membanjiri innformasi karena akan terjadi information overload.

dan contoh. aspek estetis” 5. Gunakan data kongkret – jaringan abstrak Pidato informatif harus kaya akan fakta. 6. tunjukkan perpindahannya dengan jelas seperti “Itulah aspek pertama dari desain interior. Kita sekarang memasuki aspek yang lebih pentig.4. 7. penjelasan. Jelaskan perpindahan pokok pembicaraan Ketika beralih bahasan ke pokok bahasan yang lain. yakni aspek fungsional. Hubungkan yang tidak diketahui dengan yang diketahui Masukkan bahan-bahan yang menarik perhatian . Tori-teori yang abstrak harus dijelaskan dengan contoh kongkret. angka.

Ilustrasi. dan keberhasilan khalayak. dan menjelaskan susunan pembicaraan Kebutuhan. permisalan. lakukan 4 cara: a. perlihatkan bahwa pokok pembicaraan berkaitan dengan kepentingan. tunjukkan pentingnya pokok bahasan dan perlihatkan bagaimana mereka perlu lebih banyak tahu tertang informasi tersebut b. Terdapat empat hal yang harus diperhatikan: menarik perhatian. angka. kebutuhan. Peneguhan. Pernyataan. d. perhatian.Organisasi Pesan Penyusunan pesan menurut Monroe Terdapat tiga tahap. Bagi yang baru mendengarkan topik. menghubungkan topik dengan pendengar. berikan beberapa contoh. dan kutipan tambahan untuk lebih meyakinkan pendengar. Penunjukkan. c. membangun kredibilitas. Menjelaskan mengapa informasi yang disampaikan penting bagi khalayak. menunjukkan topik. Sajikan fakta. dan pemuasan Perhatian. kesejahteraan. . anekdot yang menunjukkan kebutuhan pendengar.

Pemuasan. Sebaiknya dibagi ke dalam tiga bagian: a. Ikhtisar pendahuluan
Menyebutkan pokok pembicaraan satu demi satu. Tujuannya adalah membantu khalayak mendapat gambaran secara menyeluruh tentang isi pembicaraan.

b. Informasi terinci
Pokok-pokok pembahasan yang sudah dijelaskan sebelumnya, dijelaskan satu per satu. Anda memasukkan berbagai teknik pengembangan bahasan: ilustrasi, statistik, analogi, dll. Semuanya harus disusun secara sistematis dan logis.

c. Ikhtisar akhir
Menyebutkan kembali hal-hal yangsudah dibicarakan. Mengulangi kembali pokok-pokok penting, konklusi yang lahir setelah pembahasan. Biasanya ikhtisar akhir lebih panjang dari ikhtisar permulaan

Teknik Pengembangan Bahasan

1.

Menarik perhatian
Gunakan hentian panjang untuk memusatkan perhatian Ajukan pertanyaan retoris Pancing jawaban dari pendengar Kutip statistik yang mengejutkan Ceritakan kisah atau anekdot Buat humor

2. 3.

Mengumumkan topik
Sebutkan topik secara langsung Dekati topik secara tidak langsung dari cerita hipotesis

Menegaskan relevansi
Menjelaskan mengapa anda memilih topok Tunjukkan bagamana topik mempengaruhi khalayak Perlihatkan bagaimana khalayak dapat menggunakan informasi Nyatakan bagaimana khalayak dapat menarik keuntungan Hubungkan dengan situasi pembicara atau acara yang sedang berlangsung

4. Membangun kredibilitas
Tegaskan siapa anda Jelaskan alasan pribadi mengapa anda bicara Tunjukkan latar belakang relevan dengan topik Perlihatkan pengalaman dan pengetahuan Perlihatkan good sense dan good will Tampakkan semangat dalam suara dan cara

5. Menyusun pesan
Sebutkan cakupan yang akan dibahas Tampilkan susunan pokok bahasan Gunakan perpindahan gagasan yang jelas

Pidato Persuasif KULIAH 6 .

Jangan menyajikan bahan yang terlalu baru dan terlalu dramatis yang menyebabkan orang meragukan kredibilitas anda. bangkitkan minat khalayak dengan ilustrasi faktual. kutipan yang tepat. Tunjukkan ruang lingkup masalah. sajikan sejumlah besar fakta. implikasinya. Kembangkan tahap ini dengan memperkenalkan bahan-bahan yang lebih untuk faktual untuk menegaskan adanya masalah.  Tahap pemuasan. visualisasi.  Tahap kebutuhan. dan siapa yang dikenai masalah. dan tindakan. dan kutipan yang menunjukkan bahwa sungguh ada masalah.Teknik-teknik Persuasi Dalam buku Principle and Types of Communication. atau dengan beberapa fakta dan angka yang mengejutkan. merinci teknikteknik persuasi berdasarkan khalayaknya. dan sebut lagi ketika membuat ikhtisar akhir dan menghimbau pendengar untuk meyakini dan bertindak . yaitu: • Khalayak tak sadar Terkadang pendengar tidak sadar dengan adanya masalah atau tidak tahu bahwa perlu mengambil keputusan. angka. Sebutkan dengan khusus bagaimana masalah tersebut mempengaruhi pendengar. Maka langkah berikut dapat diambil:  Tahap perhatian.

dan tunjukkan pula dengan jelas kerugian apabila solusi yang diberikan diacuhkan.  Tahap visualisasi dan tindakan.Khalayak apatis berbeda dengan khalayak pertama. khalayak apatis mengetahui adanya masalah. namun mereka bersikap acuh tak acuh.  Tahap pemuasan. . Selanjutnya minta kepada mereka untuk segera bertindak. singkirkan sikap apatis pendengar dengan menyentuh secara singkat dengan beberapa hal yang berkaitan dengan kepentingan pendengar. Tunjukka bahwa sikap apatis tidak dapat dibenarkan. Gunakan ungkapan-ungkapan hidup untuk menunjukkan bagaimana kepentingan pendengar ditentukan langsung oleh apa yang dibicarakan  Tahap kebutuhan. Untuk mempersuasi lakukan dengan bertahap:  Tahap perhatian. tegaskan mengenai pemecahan yang diberikan berpengaruh langsung terhadap pendengar. Visualisasikan dengan jelas keuntungan yang diperoleh pendengar jika menerima. tunjukkan secara langsung dan dramatis efekefeknya terhadap orang penting sekeliling mereka bukti-bukti sekuat mungkin.

angka. tinjau latar belakang masalah. .Khalayak yang Tertarik tapi ragu tunjukkan bahwa pernyataan anda yang terbaik dengan tahapan:  Tahap perhatian.  Tahap pemuasan. tunjukan rencana tindakan. Tunjukkan apa yang diperoleh jika usulan diterima dan tunjukkan kelebihan usulan dengan alternatif-alternatif lain. Lalu buat pedoman mengapa harus diprnuhi dalam mengambil keputusan yang tepat. tunjukkan secara spesifik bagaimana usulan memenuhi kriteria. yang akan terjadi bila menerima usulan dan kerugian besar jika menolak  Tahap tindakan.  Tahap visualisasi. karena khalayak sudah tertarik. dan contoh. Buat ikhtisar dari pembicaraan penting sebelumnya. lakukan tahap ini dengan singkat dan fokuskan hanya pada pokok-pokok persoalan saja  Tahap kebutuhan. tunjukkan mengapa perlu segera mengambil keputusan. Proyeksikan khalayak ke masa depan dengan gambaran realistis dari kondisi yg dikehendaki. Perkuat dengan fakta. testimoni. nyatakan kembali usulan dengan jelas.

perkecil atau hilangkan perbedaan. Bahas pokok pembicaraan berangsur-angsur. lakukan dengan tahap:  Tahap perhatian. Pengembangannya tidak jauh berbeda dari pola pidato yang sebelumnya. Gunakan ini sebagai kriteria untuk mengukur kebenaran proporsi yang dikemukakan. capailah kesepakatan pada prinsip-prinsip atau keyakinan-keyakinan. . atau keuntungankeuntungan. Usahakan mengalah pada pada segi-segi tertentu.  Tahap kebutuhan. tetapi berilah tekanan lebih banyak pada visualisasi. usahakan menyambung oersahabatan dan membuat mereka mau mendengaar. Tekankan kesamaan dengan menegaskan pokok yang disepakati. Bergerak perlahan dimulai dari hal yang paling kecil memunculkan pertentangan lalu berlanjut pada hal yang kontroversial.  Tahap visualisasi dan tindakan. Jika sudah berhasil mencapai hal ini maka pendengan sudah merasa tertarik.Khalayak yang bermusuhan untuk mengatasi keberatan khalayak yang memusuhi usulan.

lapar. Dibuat dengan melukiskan peristiwa secara terperinci. • Pencitraan organik. • Pencitraan kinestetik. berupaya menggambarkan objek. atau gegap gempitanya bahana. tubuh. membuat pendengar mendengar peristiwa yang diceritakan. • Pencitraan ciuman. Membuat potret berupa rangkaian kata yang menimbulkan kesan pengelihatan dalam benak khalayak. mual. situasi. atau benda.Pencitraan (imagery) • Pencitraan visual. pusing yang timbul karena pencitraan organik. riuh rendahnya bunyi. didasarkan pada perasaan yang dialami apabila tubuh bersentuhan dengan objek. Pendengar diharapkan memerikan reaksi empatik. . • Pencitraan auditif. dengan kata-kata pembicara membawa pendengar untuk “mencium” bau-bau yang terdapat dalam peristiwa yang sedang pembicara ceritakan. • Pencitraan cita rasa. penyampai pidato mendorong pendengar seakan-akan ikut mengecap apa yang diceritakan. Menggambarkan keras-lembutnya suara. • Pencitraan sentuhan. menggambarkan dengan bahasa gerakangerakan otot. atau peristiwa secara visual.

konflik •Fakta sensasional. berita.aktual. harapan. analogi.Pencitraan (imagery) Menarik perhatian Terdapat sejumlah daftar bahan-bahan yang menatik perhatian: •Hal konkret. contoh. • Gunakan contoh-contoh yang spesifik dan konkret • Ceritakan kisah-kisah menarik • Organisasikan bahan-bahan itu atau berikan makna kepadanya secara orisinil. pertanyaan. Ubah bentuk-bentuk kalimat: perintah. kreatif. . dan informatif. suspense. mode •Kutipan •Perbandingan •Ramalan •Humor •dll Namun terdapat prinsip yang harus dipertimbangkan: • Tunjukkan topik berkaitan erat dengan pendengar • Gunakan berbagai teknik pengembangan bahasan: kutipan. dll. definisi.

temukan keinginan. deduksi (termasuk didalamnya entimem dan silogisme). pilihlah bahan-bahan yang sesuai dengan keinginan khalayak  Ketiga.  Pertama. Ada empat bukti yang harus dimasukkan dalam pidato persuasif: fakta. hubungan kausal. dan kepentingan khalayak. harapan. dan cita-cita khalayak tertentu. dan testimoni. hubungkan usulan dengan kebutuhan. keinginan. Setelah menggunakan salah satu diatas. dan analogi (figuratif atau literal) Menyentuh atau menggerakkan bahan-bahan yang digunakan mempunyai pengaruh psikologis. kompensasi. dan identifikasi . Ada empat teknik penyajian bukti: induksi. Penggunaan daya tarik motif melalui tiga tahap: analisa. seleksi adaptasi.  Kedua. maka dapat mengintensifkannya dengan unsur-unsur emosi dan teknik-teknik penyesuaian seperti rasionalisasi. contoh.Meyakinkan Bahan yang dapat meyakinkan pendengar adalah berupa bukti. statistik.

Tunjukkan pemecahan terbaik Apa yang pernah dilakukan orang untuk memecahkan masalah itu? Mana pemecahan yang anda usulkan? Mana pemecahan yang disukai khalayak? III. 3. 2. 1. 2. II. Tunjukkan masalahnya Apa penyebabnya? Siapa yang bertanggung jawab? Sejauhmana urgensinya? B. Tunjukkan alternatif pemecahan Adakah pemecahan masalah? Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah? Siapa yang dapat bertindak mengatasi masalah? C. Pengantar/Pendahuluan Isi Pidato A. 3. 1.Organisasi pesan persuasif Pola Pemecahan masalah Terdapat ikhtisar pemecahan masalah sbb I. Kesimpulan/Penutup . 1. 3. 2.

Kesimpulan/Penutup . 1. 3. 1. Pengantar/Pendahuluan Isi Pidato A. 2. 2. Tunjukkan akibat-akibat kasus Bagaimana indikasi kasus? Siapa yang dikenai kasus? Faktor-faktor apa bagi yang terpengaruh? C. 1. Tunjukkan sebab-sebab kasus Faktor-faktor apa yang menimbulkannya Apa kasus merupakan respon kasus lain? Siapa yang bertanggung jawab? B. 2. 3.Pola Sebab-Akibat Terdapat ikhtisar sbb I. 4. II. Apa yang dapat/harus dilakukan? Apa jalan keluarnya Bagaimana jalan keluar itu menimbulkan efek yang dikehendaki? Apa faedah-faedahnya? Siapa yang harus melakukannya? III. 3.

Tunjukkan keuntungan-keuntungannya 1. 2. 3. B. Tunjukkan bgaimana memperoleh keuntungan 1.Pola Pro-Kontra Terdapat ikhtisar sbb I. Aspek mana dari pokok bahasan yang paling menarik? Keuntungan apa yang akan diperoleh pendengar? Aspek mana yang paling tidak menarik? Adakah kerugian atau biaya tersembunyi yang akan dialami pendengar? Apakah keuntungan lebih besar daripada kerugian Langkah-langkah apa yang harus diambil untuk memperoleh keuntungan? Bagaimana pendengar dapat berperan serta? Bila tindakan itu harus dilakukan? Tunjukkan kerugian-kerugiannya C. . 1. 2. II. 2. Pengantar/Pendahuluan Isi Pidato A. 4.

2. Visualisasi Apa keuntungan bagi khalayak? Bagaimana keadaannya bila kebetuhan itu terpenuhi III. Isi Pidato A. 2. Kesimpulan/Penutup A. Imbauan/Tindakan Apa yang harus dilakukan khalayak untuk memperoleh pemuas kebutuhan? Kapan mereka harus bertindak? . Kebutuhan Apa masalah yang dihadapi? Apa yang sudah diketahui khalayak? Bagaimana membuat khalayak merasakan hal itu II. Pengantar/Pendahuluan A. 2.Pola Urutan Bermotif Terdapat ikhtisar pemecahan masalah sbb I. 2. Pemuasan Bagaimana kebutuhan khalayak dapat dipuaskan? Sapa tanda-tanda pemuas kebutuhan? Dimana pemuasan itu dapat diperoleh? B. 1. 1. 3. Perhatian Bagaimana menarik perhatian? Bagaimana memusatkan perhatian? B. 1. 2. 1. 3. 1.

Pidato Rekreatif .

tetapi juga kecerdasan. Alan H. Ingat bahwa anda tidak menyampaikan gagasan. Pilih topik yang enteng. teori-teori humor. atau informasi. Tetapi untung menghibur. eksotik. Tetapi wajah adalah cermin hati. Susun secara sederhana. melepas ketegangan. mudah dicerna. dan organisasi pesan • Tidak melulu melucu. Hindari kalimat panjang dan ambigu. Agar dapat mengatasi maka pusatkanlah perhatian pada hal-hal yang menyenangkan. • Hindari rangkaian gagasan yang sulit. Berikut akan dibahas Karakteristik pidato rekreatif. pengetahuan. Tidak harus melucu. Anda tidak dapat menghibur kalau dalam keadaan yang tidak baik. Jika tidak bisa jangan memaksakan diri. Monroe menyebutnya “the speech of entertain”. tetapi paling cepat diketahui hasilnya. teknik-teknik humor. dapat menceritakan pengalaman luarbiasa. memberikan selingan. Untuk menyampaikan pidato rekreatif. . pidato untuk menghibur. • Gembirakan diri terlebih dahulu. lupakan sementara hal-hal yang merisaukan hati. Tujuan hanya menggembirakan. aneh tapi nyata. aneh tetapi tidak nyata. menggairahkan suasana. kita bukan hanya memerlukan keterampilan bicara.Pidato rekreatif adalah pidato yang paling sukar dilakukan.

Masukkan berbagai cerita. yakni perhatian. Objek yang membuat kita tertawa adalah objek yang ganjil. • Teori Superioritas dan Degradasi. kekeliruan. Sebagai subjek kita mempunyai kelebihan (superioritas). Sangat sukar mencengkram perhatian pendengar dalam waktu lama. Cerita-cerita itu sebaiknya dijalin sehingga berkaitan satu sama lain • Berbicaralah singkat. Maka berlaku ketentuan klasik: Berhentilah kerikapendengar masih menginginkan anda untuk melanjutkan pembicaraan. pemuasan. aneh menyimpang. sebaiknya jangan gunakan humor yang terlalu dikenal. Kita tertawa apabila menyaksikan sesuatu yang janggal. anekdot. kebutuhan. visualisasi. kekeliruan. dan tindakan. Pidato rekreatif hanya sampai perhatian. Bila perbendaharaan humor anda sedikit kemaslah humor lama dengan kreatif. cacat. sedangkan objek tertawa kita memiliki sifat rendah. kelemahan. . Teori ini untuk menganalisis humor satire yang mengungkapkan kejelekan.• Gunakan gaya bercerita (naratif). Pidato rekreatif tidak mengikuti urutan bermotif yang lengkap.

Oleh Sigmun Freud. Bila dorongan ini dilepas dalam bentuk yang dapat diterima masyarakat. Dirumuskan oleh Arthur Koestler. Masuk ke alam bawah sadara dan bergabung dengan kesenangan masa kanak-kanak. stsu kslimst (jugs kata) yang menimbulkan dua macam asosiasi. Salah satu dorongn yang kita tekan adalah dorongan agresi. kita melepaskan inhibisi. Kita senang karena melepaskan hal yang menghimpit kita • Exaggeration. Menurut teori ini humor timbul karena menemukan hal-hal yang tidak diduga. Yang pertama teknik belokan mendadak (unexpected turns) . Kita banyak menekan alam bawah sadar kita dengan pengalaman yang tidak menyenangkan atau keinginan yang tidak dapat kita wujudkan. Seperti seorang calon penumpang pesawat tua dan kecil menggerutu “sebentar lagi aku akan melakukan sport jantung” . Berarti melebihkan sesuatu secara tidak proporsional. Dilakukan untuk membongkar kejelekan sejelasjelasnya dengan maksud mengoreksinya. dan yang kedua teknik asosiasi ganda (puns) •Teori Pelepasan Inhibisi.• Teori Bisosiasi.

(berasan dari bahasa Yunani eiron “seseorang yang mengatakan lebih sedikit dari apa yang dipikirkan”) adalah menggunakan kata-kata untuk menyampaikan makna yang bertentangan dengan makna harfiahnya • Burlesque. kita memperoleh kesenangan apabila melihat hal-hal yang ganjil atau menyimpang dari perilaku orang lain. lagu. apalagi yang ditertawakan orang besar. disamping dan “-oide”.• Parodi . . Kesenangan itu karena kita tidak memiliki keganjilan. Berasal dari bahasa Yunani “para-”. Kita lebih baik daripada objek yang ditertawakan. • Ironi. lelucon tentang orang besar banyak digemari orang-orang. Berarti adalah sejenis komposisi dimana gaya suatukarya yang serius ditirukan dengan maksud melucu. • Perilaku aneh para tokoh. (Berasal dari bahasai Itali “burlesco”. Karena itu. Sesuai dengan teori superioritas. apalagi bila perilakunya aneh. hal-hal yang menggelikan) adalah teknik membuat humor dengan memperlakukan halhal seenaknyasecara serius atau hal-hal serius secara seenaknya. Dalam pidato rekreatif. parodi dapat berupa peniruan suara dan gaya seorang tokoh atau peniruan verbal terhadap karya sastra atau karya tulis yang serius. lelucon. Para tokoh sudah menarik dengan sendirinya. Dan kesenangan menjadi luar biasa.

Monroe menyarankan dua cara mengorganisasikan pesan rekreatif yang pertama. pidato rekreatif terus-menerus berada pada tahap perhatian. Perilaku bangsa-bangsa yang aneh atau orang-orang aneh selalu di jadikan bumbu-bumbu humor. Tetapi penggunaannya dalam pidato rekreatif harus dilakukan sangat hati-hati. jika ceroboh maka anda dapat dihukum karena SARA. Rata-rata humor yang ada dalam buku humor menggunakan teknik ini. • Belokan mendadak. • Puns Adalah teknik mempermainkan kata-kata yang mempunyai makna ganda Mengikuti urutan bermotif dari Monroe. Pembaca dikejutkan dengan akhirnya. teknik satu pokok ( one-point speech). memusatkan pembicaraan pada satu pokok saja yang kedua burlesque . Teknik ini dirumuskan oleh Monroe: bawalah khalayak anda untuk meyakini bahwa anda akan berbicara biasa kemudian katakan sebaliknya.• Perilaku orang aneh .

• Teknik Satu Pokok Setiap satuan humor harus dipusatkan pada satu gagasan utama. Kisahkan cerita atau berikan ilustrasi 2. 4. Simpan anekdot yang paling mencolok atau lucu pada bagian terakhir. Jangan mengelompokkan bahanbahan paling lucu pada satu bagian saja. 3. Ikuti dengan serangkaian cerita atau ilustrasi tambahan. Tutup dengan mengulang kembali gagasan utama yang telah di jelaskan. Pada bagian ini masukka pertimbangan serius yang melandasi cerita-cerita lucu itu . Susun setiap ilustrasi sedemikian rupa sehingga minat atau humoritu disebutkan secara merata. Berikut rumusannya: 1. Tunjukkan gagasan pokokatau pandangan yang menjadi pijakan untuk mempersatukan rincian pembicaraan anda. Setiap cerita memperluas atau memperjelas gagasan utama.

agi gambaran kondisi yang dilebih-lebihkan 4. Tahap kebutuhan dan pemuasan. Tahap perhatian. kemudian beri pemecahan yang juga absurd. perbesar tingkat keseriusannya. Tahap visualisasi. . lalu hubungkan dengan.• Urutan Bermotif Burlesque Struktur pembicaraan dapat disusun berdasarkan pada urutan bermotif. atau sajikan masalah yang absurd. uraikan cerita fiktif untuk menggambarkannya. 3. Tahap tindakan. buat kelucuan yang diarahkan pada pembawa acara atau siapa saja (tetap hati-hati tunjukkan bahwa hanya bercanda). Perbesar kejanggalan itu dengan menambahkan l. Sajikan masalah serius. yang mempermaikan tahap-tahap yang digunakan dalam persuasi yang serius 1. 2. kemudian tawarkan solusi yang absurd atau tunjukkan bagaimana pemecahan yang aktual itu juga absurd . Tutup pembicaraan anda secara cepat dengan mempermainkan tuntutan tindakan yang juga dibesar-besarkan. kisahkan cerita atau anekdot. Masukkan sejumlah anekdot lucu untuk menegaskan kejanggalan-kejanggalan. hubungkan dengan kejadian lucu yang aktual. Mulailah pembicaraan dengan salah satu cara ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful