Auditing II

• Pengujian Substantif Terhadap Unsur Laba/Rugi
• Oleh : - Azuwan - Mayang Sari

3.PemeriksaanPerkiraanLabaRugi TUJUAN Pengujian Substantif Terhadap LABA RUGI Untuk memeriksa : 1. 2. Keberadaan internal control pendapatan dan beban. . termasuk pencatatan secara accrual basis terhadap pendapatan dan beban Pencatatan pendapatan dan biaya yang menjadi hak perusahaan dengan menggunakan cut-off tepat Adanya fluktuasi yang besar dalam perkiraan pendapatan dan beban jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. bulan per bulan atau dengan anggaran pendapatan dan beban Penyajian permodalan/ekuitas di Neraca sudah sesuai dengan PSAK/PABU dan hal penting diungkapkan dalam catatan laporan keuangan 4.

. pembayaran dividen dan sertifikat saham (lihat Exhibit ) Minta rincian Laporan Laba Rugi untuk periode yang diperiksa dengan angka perbandingan untuk periode sebelumnya. termasuk transaksi jual beli saham. dan lakukan analytical review procedure (analisa rasio.PemeriksaanPerkiraanLabaRugi PROSEDUR Pengujian Substantif Terhadap LABA RUGI 1. 4. Hitung variance (dalam Rp. Pelajari dan evaluasi internal control pendapatan dan biaya. 5. bandingkan dengan budget untuk periode yang sama. 6. Bandingkan quantity yang dijual (secara test basis) dengan pengeluaran barang pada kartu persediaan Periksa cut-off penjualan (ada tidaknya pergesaran waktu pencatatan penjualan) dan cut –off pembelian (ada tidaknya pergesaran waktu pencatatan pembelian) Periksa subsequent payment (ada tidaknya unrecorded liabilities) dan subsequent collection (ada tidaknya unrecorded receivables) 3. 2. maupun %) Minta rincian penjualan per jenis barang/area yang mencantumkan quantity barang yang dijual dan nilai uangnya selama setahun (dibuat per bulan). ROI dan ROE) dengan membandingkan rasio tahun lalu dan rasio industri Minta rincian Laporan Laba Rugi untuk periode yang diperiksa.

Buat analisa perkiraan biaya/pendapatan yang kemungkinan ditanyakan pihak pajak atau untuk keperluan pengisian SPT. 12. koreksi fiskal dan kemungkinan timbulnya contingent liability. test kesesuaian perhitungan PPh 21 dengan peraturan pajak Bandingkan total biaya gaji yang tercantum dalam perhitungan Laba Rugi dengan SPT PPh 21 Bandingkan data yang ada dalam daftar gaji. 9.PemeriksaanPerkiraanLabaRugi 7. 11. 8. Periksa kepatuhan peraturan perpajakan tentang biaya dan pendapatan Periksa daftar gaji. dengan personnel file Lakukan observasi saat pembayaran gaji Periksa keseusian penyajian pos laba rugi dengan PSAK . 13. 10. secara test basis.

Penjualan Jasa. Prinsip konservatisme (conservatism) dalam pengakuan pendapatan dan beban a. Beban yang belum pasti terjadi tetapi diperkirakan akan menjadi beban perusahaan pada periode yang diperiksa.PemeriksaanPerkiraanLabaRugi Pengujian Substantif Terhadap LABA RUGI 1. pendapatan diakui saat selesainya produksi o Lihat PSAK No. 23 (Penjualan Barang. barangnya pasti terjual atau cepat rusak. jumlahnya bisa diestimasi dan cukup material. ada 2 metode : metode kontrak selesai (completed contract method) dan metode presentase penyelesaian (percentage of completion method) o Barang jenis tertentu yang harga jualnya sudah pasti. belum boleh dicatat sebagai pendapatan perusahaan. Bunga. Royalti dan Dividen) . Pendapatann yang pasti terjadi. harus dicatat sebagai beban b. Pengecualian : o Pengakuan saat penerimaan uang (penjualan tunai dan kredit) o Untuk perusahaan kontraktor.

yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. IAI. – Penghasilan (income) meliputi  baik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gain) – Pendapatan  penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan.1) : – Peningkatan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi tertentu dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas. 2002:23. 23. royalti dan sewa .• Definisi Penghasilan Berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (PSAK No. penghasilan jasa (fees). dividen. bunga.

xxx Rp. • Perhitungan Cost of merchandise sold (physical system) : Persediaan awal barang dagangan +/+Pembelian bersih Barang dagangan yang tersedia untuk dijual -/-Persediaan akhir barang dagangan Harga Pokok Penjualan (cost of merchandise sold) Rp. xxx Rp. xxx Rp.PemeriksaanPerkiraanLabaRugi • • • Keuntungan (gain) berasal dari  penjualan aktiva tetap (gain on sale of fixed asset). xxx Rp. tukar tambah aktiva tetap tidak sejenis (gain on trade-in). keuntungan selisih kurs (foreign exchange gain) Pos Luar Biasa  kerugian yang timbul dari kejadian atau transaksi yang bersifat tidak normal dan tidak sering terjadi Harga Pokok Penjualan  jumlah yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh barang yang terjual (cost of merchandise sold) atau untuk memproduksi barang yang terjual (cost of goods sold). xxx .

xxx Rp. xxx Rp. xxx Rp. xxx Rp. xxx Rp. xxx Rp. xxx Rp.Persediaan akhir barang dagangan Pemakaian bahan baku Upah langsung Overhead pabrik Biaya produksi (cost of production) +/+ Persediaan awal Barang Dalam Proses -/. xxx . xxx Rp.PemeriksaanPerkiraanLabaRugi • Perhitungan Cost of goods sold (physical system) : Persediaan awal bahan baku +/+ Pembelian bersih Bahan baku yang tersedia untuk dipakai -/. xxx Rp. xxx Rp. xxx RP.Persediaan akhir Barang Dalam Proses Biaya Pabrikasi (cost of good manufactured) +/+ Persediaan awal Barang Jadi -/. xxx Rp. xxx Rp.Persediaan akhir Barang Jadi Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) Rp.

transposrt dll General dan administrative expenses  gaji bagian akuntansi dan keuangan. air. biaya iklan. listrik. promosi. personalia dan umum. biaya sewa.PemeriksaanPerkiraanLabaRugi • • • Beban operasi (operating expenses)  beban penjualan (selling expenses) dan beban umum dan administrasi (general and administrative expenses) Selling Expenses  gaji bagian penjualan. komisi salesman. perjalanan dinas. penyusutan inventaris kantor dll . entertainment. entertainment. telepon.

Konsep matching cost against revenue • Harus dibandingkan pendapatan yang menjadi hak perusahaan dalam periode yang diperiksa dengan biaya yang menjadi beban perusahaan untuk periode yang sama (tanpa memperhatikan apakah uangnya sudah diterima untuk pendapatan dan dibayarkan/belum untuk biaya Menurut PSAK/PABU.PemeriksaanPerkiraanLabaRugi 2. perhatikan jangan sampai ada pergeseran waktu dalam pengakuan pendapatan dan beban. • • . pendapatan dan beban harus dicatat dengan dasar akrual (accrul basis) bukan dasar kas (cash basis) Periksa pendapatan/biaya.

sekaligus sudah diperiksa (dikaitkan dengan) pos laba rugi ybs. karena : • • • Pada waktu memeriksa pos neraca. Waktu yang digunakan untuk memeriksa perkiraan pendapatan dan bebas (pos Laba Rugi) tidak sebanyak waktu untuk pos Neraca. Pada waktu melakukan test transaksi. sekaligus diperiksa pos laba rugi Prosedur audit atas perkiraan laba rugi yang biasa disajikan : o Analytical review procedure o Analisa beberapa perkiraan laba rugi yang penting atau yang ada kaitannya dengan perhitungan pajak (untuk koreksi fiskal) o Melakukan pemeriksaan atas subsequent payment (pembayaran sesudah tanggal neraca) dan subsequent collection (penagihan sesudah tanggal neraca) .PemeriksaanPerkiraanLabaRugi 3.

.

.

.

.

.

SELESAI .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful