Mendefinisikan Variabel

Mendefinisikan variabel adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel Definisi Variabel adalah suatu informasi ilmiah yang dapat membantu peneliti lain yang ingin menggunakan variabel sama.
1

 1.

Ada dua cara untuk memberikan definisi terhadap variabel. Suatu Konstrak didefinisikan dengan konstrak yang lain atau disebut dengan Definisi Konstitutif. Konstrak adalah konsep yang dibuat dan dihasilkan oleh ilmuwan secara sadar untuk keperluan ilmiah yang khas dan tertentu. Misalnya : ada sebuah konsep Area. Secara konstitutif Area didefinisikan sebagai luas sebidang tanah. Misal lain adalah Berat, Didefinisikan secara konstitutif sebagai susahnya suatu persoalan dikerjakan.

2

ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstrak atau variabel tersebut. DEFINISI OPERASIONAL   Adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti. 3 . menspesifikasikan kegiatan. Definisi operasional yang dibuat bisa dapat berbentuk definisi operasional yang diukur (measured).2. ataupun definisi operasional eksperimental.

Definisi Operasional yang Dapat Diukur   Memberikan gambaran bagaimana variabel atau konstrak diukur. Atau kemampuan adalah uji kemampuan berdasarkan nilai ujian akhir. seperti standardized achievment test. 4 . Contoh : Kemampuan. diberikan suatu definisi sebagai suatu uji kemampuan dengan suatu standar.

Contoh-contoh Definisi Operasional yang dapat diukur :   Tingkat kecerdasan seseorang ditunjukan oleh skor (score) yang diperoleh dari Tes kecerdasan. 5 . Fertilitas seorang wanita adalah jumlah kelahiran hidup selama masa reproduksinya   Kekayaan keluarga ditunjukan oleh skor total indeks pemilikan barangbarang berharga Keadaan sarana pendidikan suatu desa adalah skor yang diperoleh pada Indeks Sarana Pendidikan.

Mainan-mainan tersebut tidak dapat dicapai oleh si anak karena diletakan di tempat yang tinggi. tetapi tidak dapat menjamahnya. Anak tersebut dapat melihat mainan-mainan tersebut.Definisi Operasional Eksperimental   Mendefinisikan variabel dengan keteranganketerangan percobaan yang dilakukan terhadap variabel atau konstrak tersebut. digambarkan dengan perilaku seorang anak yang dimasukan dalam sebuah kamar yang dikelilingi oleh banyak boneka (poppi) dan mainan-mainan lainnya. 6 . Contoh : Frustrasi.

Bodoh. Definisi yang disusun berdasarkan bagaimana sifat serta cara beroperasinya hal-hal yang didefinisikan. 3. 7 . Contoh : 1. mengalikan. 2. Prestasi berhitung. mengurang. 3. adalah seseorang yang rendah kemampuannya baik dalam memecahkan soal. Kenyang. adalah suatu keadaan yang timbul dalam individu setalah ia makan secukupnya dengan interval selama 4 jam. Definisi yang disusun atas dasar bagaimana hal yang didefinisikan itu muncul.Tiga Pola Dalam Memberikan Definsi Operasional Terhadap Suatu Konstrak Atau Variabel 1. atau dalam menggunakan bahasa atau bilangan. menggunakan pecahan desimal. Definisi yang disusun atas dasar kegiatan lain yang terjadi yang harus dilakukan atau yang tidak dilakukan untuk memperoleh konstrak yang didefinisikan. adalah kompetensi dalam menambah. menarik akar. membagi. 2.

Hal ini karena variabel dan konstruk mempunyai beberapa dimensi yang dapat diukur secara berbeda.PENGUKURAN VARIABEL  Konsep-konsep yang sudah diterjemahkan menjadi satuan yang lebih operasional yakni variabel dan konstruk biasanya belum sepenuhnya siap untuk diukur. 8 .

 1. Menerapkan aturan pemetaan untuk menghubungkan pengamatan kepada simbol 9 . 3. Pengukuran merupakan proses yang terdiri dari tiga bagian : Memilih peristiwa empiris yang dapat diamati Memakai angka atau simbol untuk mewakili aspek-aspek peristiwa tsb. 2.PENGUKURAN VARIABEL  Pengukuran adalah penetapan/ pemberian angka-angka pada peristiwa empiris sesuai dengan aturanaturan tertentu.

Yang diukur bukan objek atau sifatnya. Indikan berarti “sesuatu yang menunjukan pada sesuatu yang lain” Contoh :  Indikan terhadap “Alim” adalah jumlah kali seseorang pergi ke mesjid per bulan.  Indikan terhadap “bengis” adalah jumlah kali seorang anak memukul adiknya tiap hari.APA YANG DIUKUR   Tanda-tanda dari OBJEK atau ciri-ciri atau sifat. tetapi yang diukur adalah Indikan dari sifat tersebut. 10 .

TEKNIK SKALA   Tujuan teknik skala adalah untuk mengetahui ciri-ciri atau karakteristik sesuatu hal berdasarkan suatu ukuran tertentu. menggolong-golongkan. Sifat Skala Mengingat variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai. 11 . maka nilai variabel dapat dibedakan menjadi empat tingkatan skala. yaitu Nominal. Ordinal. bahkan mengurutkan ciri-ciri atau karakteristik tersebut. Interval. sehingga kita dapat membedakan. dan Rasio.

Diberikan angka : 1 . jenis kelamin. dan tidak menunjukan tingkatan apa-apa. dll. Untuk mengukur jenis kelamin.perempuan. dimana angka yang diberikan kepada objek mempunyai arti sebagai label saja.Skala Nominal     Adalah ukuran yang paling sederhana. objek dibagi 3 set : laki-laki.laki-laki. dan 0 – banci. dan banci. Contoh : Pengelompokan status perkawinan responden. 12 . perempuan. 2 . Skala nominal dibuat dalam suatu himpunan ke dalam kelompok-kelompok yang mutually exclusive (harus mewakili kejadian yang berbeda) dan collectivelly exhaustive (dapat menjelaskan semua kejadian yang mungkin terjadi dalam kelompok tersebut).

13 . yang diukur berdasarkan IPK mulai dari tertinggi sampai terendah.Skala Ordinal    Skala yang bertujuan untuk membedakan antara kategori-kategori dalam satu variabel dengan asumsi bahwa ada urutan atau tingkatan skala. Angka-angka ordinal lebih menunjukan urutan peringkat dari yang terendah ke tertinggi atau sebaliknya. Angka-angka tersebut tidak menunjukan nilai absolut terhadap objek. Contoh : Pengukuran Terhadap Prestasi Belajar Siswa di STIE Muhammadiyah. tidak pula memberikan petunjuk bahwa interval-interval antara setiap dua angka itu sama.

C = 25 thn. kemudian hitung beda jarak usia diantara kelima mahasiswa. 14 .Skala Interval    Ukuran atau Skala Interval adalah suatu pemberian angka kepada set dari objek yang mempunyai sifat-sifat ukuran ordinal dan ditambah satu sifat lain. yaitu : jarak yang sama atau jarak yang pasti dari objek yang diukur. D = 22 thn. E = 19 tahun. B = 35 thn . Urutkan usia mahasiswa. Contoh : Mengukur tingkat usia Mahasiswa STIE Muhammadiyah. A = 40 thn.

Contoh : Skala rasio untuk prestasi mahasiswa STIE Muhammadiyah. 15 .Skala Rasio   Adalah skala suatu variabel yang selain dibedakan. Angka-angka pada skala menunjukan besaran sesungguhnya dari sifat yang kita ukur. akan ada kemungkinan untuk mengatakan bahwa seorang mahasiswa A yang mendapat skor 8 pada skala itu mempunyai prestasi dua kali lebih besar daripada mahasiswa B yang skornya 4. juga diasumsikan bahwa setiap nilai variabel diukur dari suatu keadaan atau titik yang sama (mempunyai titik nol mutlak). mempunyai tingkatan serta jarak antara suatu nilai dengan nilai lainnya.

: ) NOMINAL Ya ORDINAL Ya Ya INTERVAL Ya Ya Ya RASIO Ya Ya Ya Ya 16 .=) Urutan ( < . -) Nol Mutlak ( x. > ) Jarak (+.Perbandingan Sifat Skala SIFAT Membedakan (=.

CARA PENENTUAN PARAMETER DAN VARIABEL    Penentuan parameter dan variabel sangat sangat tergantung pada masalah penelitian. baik dengan menggunakan data sekunder. dan kerangka teori yang digunakan. observasi maupun pengumpulan data primer dengan menggunakan metode survei. 17 . tujuan penelitian. Parameter dan variabel yang akan dipakai dalam penelitian merupakan pedoman atau petunjuk untuk mencari data maupun informasi di lapangan. Disarankan setiap peneliti hendaknya mempelajari terlebih dahulu semua konsep atau teori yang berhubungan dengan masalah penelitian yang ingin diteliti.

Parameter   a parameter is a quantity that defines certain characteristics of systems or functions. For example. In different contexts the term may have special usages. the mean is a measure of central tendency 18 . A parameter is a numerical quantity measuring some aspect of a population of scores.

Rangking prioritas pelayanan yang paling diperlukan oleh penghuni. 3. Kondisi fisik perumahan b. Fasilitas pelayanan yang diberikan oleh pengembang d. faktor-faktor penting yang membuat penghuni merasa puas. Mengetahui tingkat kepuasan penghuni secara umum 2. Mengetahui tingkat kepuasan penghuni secara spesifik dilihat dari : a.Kasus : Analisis Tingkat Kepuasan Penghuni Perumahan Tujuan Penelitian : 1. 19 . Membuat ranking prioritas. Hubungan sosial penghuni c.

20 . Mengetahui prioritas perbaikan yang sangat dibutuhkan. Mengetahui tingkat kepuasan dalam hubungannya dengan kemudahan pencapaian ke pusat kegiatan lainnya.4. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful