Atresia Ani (Kelainan Tanpa Anus

)
OLEH: STEVEN HARYS DANNY ADRIAN

Definisi  Merupakan kelainan yang disebakan karena terjadi gangguan saat pemisahan kloaka pada proses kehamilan sehingga menyebabkan anus tidak mempunyai lubang untuk mengeluarkan feses  Atresia anus ini dapat juga disebut anus imperforata .

.

Penyebab Atresia Ani  Kelainan ini terjadi karena kegagalan pembentukan septum urorektal secara komplit  Putusnya saluran pencernaan dari atas dengan daerah dubur  Ada kegagalan pertumbuhan saat bayi dalam kandungan berusia 12 minggu atau tiga bulan .

Penyebab Atresia Ani  Berkaitan dengan sindrom down Sindrom down adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom  Penyakit ini diturunkan dari orang tua .

2. Kelainan sistem pencernaan Kelainan sistem pekemihan Kelainan tulang belakang . 3.Kelainan Atresia Ani Diikuti gejala Sindrom Vactrel Sindrom dimana terjadi abnormalitas pada sebagian organ dalam  1.

Gejala Atresia Ani  Bayi tidak dapat buang air besar sampai 24 jam setelah lahir  Pembuluh darah di kulir abdomen akan terlihat menonjol  Bayi muntah – muntah pada usia 24 – 48 jam setelah lahir  Cairan muntahan akan berwarna hijau .

. Atresia ani yang tanpa anus dan tanpa fistula traktus yang tidak adequate untuk jalan keluar tinja 1. atresia ani dibagi menjadi 2 Atresia ani tanpa anus tetapi dengan dekompresi adequate traktus gastrointestinalis 2.Secara fungsional.

3.Secara fungsional. atresia ani dibagi menjadi 2 Atresia ani yang tanpa anus dan tanpa fistula traktus.  Anomali intermediet Anomali tinggi Ujung rectum di atas otot puborectalis dan sfingter internal tidak ada . terbagi menjadi 3 kelompok: 1.  Anomali rendah Rectum mempunyai jalur desenden normal melalui otot puborectalis 2.

Golongan I  Golongan I Laki-laki.Atresia menurut golongan di kelompokan menjadi 2 golongan 1. terdapat 4 kelainan yaitu : 1. 2. 4. 3. kelainan fistel urin atresia rectum perineum datar fistel tidak ada .

terbagi menjadi 5 kelainan yaitu : 1. kelainan kloaka fistel vagina fistel rektovestibular atresia rectum Fistel tidak ada . 4. 2. 5.Atresia menurut golongan di kelompokan menjadi 2 golongan 1. 3.  Golongan I Golongan I Perempuan.

2. Golongan II  Golongan II Laki-laki.Atresia menurut golongan di kelompokan menjadi 2 golongan 2. kelainan fistel perineum membran anal stenosis anus fistel tidak ada . 3. dibagi menjadi 4 kelainan yaitu: 1. 4.

3. 2. Kelainan Fistel perinerium stenosis anus fistel tidak ada . Golongan II  Golongan II Perempuan. dibagi menjadi 3 kelainan yaitu : 1.Atresia menurut golongan di kelompokan menjadi 2 golongan 2.

Pemeriksaan/diagnosa Atresia ani 1. 4. Pemeriksaan radiologis Sinar X terhadap abdomen Ultrasound terhadap abdomen CT Scan Pyelografi intra vena Pemeriksaan fisik rectum Rontgenogram abdomen dan pelvis . 7. 3. 2. 5. 6.

Cara Penanganan 1.  Inkontinen bowel berhubungan dengan tidak lengkapnya anus bertujuan untuk meningkatkan fungsi usus yang dilakukan dengan cara Dilatasikan anal sesuai program  Pertahankan puasa dan berikan terapi hidrasi IV sampai fungsi usus normal  .

Cara Penanganan 2. Gangguan integritas kulit  Bertujuan untuk mengindari gangguan integritas kulit yang dilakukan dengan cara Kaji area stoma  Anjurkan pasien untuk menggunakan pakaian lembut dan longgar pada area stoma  Sebelum terpasang colostomy bag ukur dulu sesuai dengan stoma  Yakinkan lubang bagian belakang kantong berperekat lebih besar sekitar 1/8 dari ukuran stoma  .

Perubahan nutrisi pada tubuh  Bertujuan supaya kebutuhan nutrisi tercukupi dalam tubuh yang dilakukan dengan cara Beri perawatan mulut sebelum makan  Pemberian nutrisi secara parenteral.Cara Penanganan 3. untuk mempertahankan kebutuhan kalori sesuai program diet  Beri makan sedikit tapi sering  Berikan makanan yang dapat menambah nafsu makan pasien  .

THANK YOU .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful