SKENARIO 2

BLOK ENDOCRINE & METABOLISME

SGD 16
1

SKENARIO 2
Seorang wanita 40 tahun datang ke dokter, dengan keluhan sering berkeringat dan kadang jantung berdebar, tangan gemetar dan leher membengkak ±2 tahun. Anamnese selanjutnya: emosional, tergesagesa kalau bekerja, makan kuat tapi berat badan berkurang

2

Pemeriksaan fisik  Status present • KU : baik , Sensorium : Compos Mentis, TD : 130/50 mmHg, RR 20x • Nadi : 90x/menit, Temp 37°C • Inspeksi :
– inspeksi : leher struma (+) – Palpasi : permukaan tidak rata – Auskultasi : desah sistol

• Abdomen
– Inspeksi : simetris – Palpasi : soepel

• Thorax
– Inspeksi : simetris – Palpasi : iktus cordis kuat angkat – Perkusi : batas jantung kiri : 1cm medial LMCS – Auskultasi : kadang ireguler

• Hati/ Limpa / Ren / Uterus : tidak teraba • Extremitas atas : intention tremor (+), telapak tangan basah • Extremitas bawah : TAK • Genitalia : TAK
3

IDENTIFIKASI MASALAH & CURAH PENDAPAT MASALAH

4

1. Apa yang menyebabkan OS kepanasan dan banyak keringat?
Kelenjar thyroid
Hormon T3 dan T4 berlebihan

Hiper metabolisme

Kepanasan dan keringat berlebih

5

2. Apa yang menyebabkan leher OS membengkak?
Kelenjar thyroid membesar Hyperplasia dan lipatan sel folikel ke dalam folikel Jumlah sel meningkat

6

3. Mengapa kadang jantung berdebar dan tangan gemetar?
Hiperaktif reseptor β adrenergik Merangsang produksi katekolamin berlebihan

Peningkatan hormon thyroid

Merangsang saraf simpatis
Jantung berdebar-debar Mengatur tonus otot Tremor (involunter)
7

Bertambahnya kepekaan saraf sinaps

4. Kenapa OS kuat makan tapi BB berkurang?
cadangan glukosa dipecah (glikogen hati dan otot, glukosa dalam bentuk lemak dan juga protein)

Tiroid ↑

metabolisme ↑

Glukosa darah ↑ BB ↓
8

5. Kenapa OS selalu ingin tergesa-gesa dan emosional?
• Hipermetabolisme beta adrenergik meningkat  hormon katekolamin (noreprinefrin dan epinefrin) tergesa-gesa

9

6. Pemeriksaan apa yang harus dilakukan?
• Pemeriksaan fisik
– Vital sign – Inspeksi – Palpasi – Perkusi

• EKG • Radiologi
– Foto leher & foto torax

• Tiroid scan
10

• Pemeriksaan lab
– Kadar T3,T4 bebas dan total dalam serum (↑) – TSH serum (↓) – Ambilan RAI (Radio Aktif Iodium) dari thyroid (↑)

Tirotoksikosis faktisia [T4 (↑),TSH (↓)]

11

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
• Tes ambilan RAI: meningkat. • T4 dan T3 serum: meningkat • T4 dan T3 bebas serum: meningkat • TSH: tertekan dan tidak berespon pada TRH (tiroid releasing hormon) • Tiroglobulin: meningkat • Stimulasi TRH: dikatakan hipertiroid jika TRH dari tidak ada sampai meningkat setelah pemberian TRH • Ikatan protein iodium: meningkat • Gula darah: meningkat (sehubungan dengan kerusakan pada adrenal). • Kortisol plasma: turun (menurunnya pengeluaran oleh adrenal) • Fosfat alkali dan kalsium serum: meningkat. • Kreatinin urine: meningkat • EKG: fibrilasi atrium, waktu sistolik memendek, kardiomegali.
12

7. Apa DD os?
• • • • Hipertiroid Penyakit Grave’s Tiroiditis Struma endemik

13

HYPERTHYROID

PENYAKIT GRAVE

TIROIDITIS

STRUMA ENDEMIK

Definisi

Kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormonT3 dan T4

Gangguan pada sistem kekebalan tubuh dimana zat antibodi menyerang kelenjar tiroid, sehingga menstimulasi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid terus menerus.
Hyperthyroid

Radang yang terjadi pada kelenjar tiroid, yang disebabkan oleh infeksi viral

Pembesaran kelenjar tyroid yang disebabkan oleh asupan mineral yodium yang kurang dalam waktu yang lama.

Etiologi

•Penyakit Grave •Nodul tiroid toksik •Tiroiditis •Hipertiroidisme neonatal

Virus

Zat goitrogenik (PAS, sulfonilurea, litium atau iodium dosis 14 tinggi)

HYPERTHYROID Gejala klinis •Turun berat badan •Tachycardia •Nafsu makan meningkat •Gugup •Mual •Tremor •Berkeringat •Kelelahan, lemah otot •Sulit tidur •Diare Obat antithyroid Beta bloker

PENYAKIT GRAVE •Tirotoksikosis •Ophthalmopathy •Dermopathy

TIROIDITIS •Mialgia •Malaisa •Letih •Nyeri •pembesaran kelenjar tiroid •Inflamasi

STRUMA ENDEMIK •Jantung berdebar-debar •Gelisah •Berkeringat •Tidak tahan cuaca dingin •Diare •Gemetar •Kelelahan.

Penatalaksanaan

Obat antithyroid Beta bloker

OAINS

Solusio lugol 5 tetes/hari , 1/2 gelas air dengan iodium 10 – 15 mg/hari diberikan beberapa 15 minggu

8. Bagaimana penatalaksanaan OS?

16

FARMAKOLOGI
OBAT Propiltiourasil Metimazol Karbimazol

OBAT ANTI THYROID
DOSIS AWAL (mg/hari) 300-600 30-60 30-60 PEMELIHARAAN (mg/hari) 50-200 5-20 5-20

1. Obat ini dapat menurunkan konsentrasi TSAb (Thyroid Stimulating Antibody)  bekerja di sel Thyroid 2. Propiltiourasil  dalam bentuk tablet 50mg dosis 100mg tiap 8 jam 3. Metimazol  dalam bentuk tablet 5mg dan 10mg dosis 30mg sekali sehari 4. Karbimazol  bentuk tablet 5mg dan 10 mg dosis 30mg sekali sehari 5. Diberikan 18-24 bulan 6. Efek samping : hipersensitivitas (obat diganti) dan agranulositosis (obat dihentikan)

17

FARMAKOKINETIK ANTI THYROID
Farmakokinetik Ikatan protein plasma T½ Volum distribusi Metabolisme pada gangguan hati Metabolisme pada gangguan ginjal Dosis Daya tembus sawar plasenta Jumlah yang disekresikan dalam ASI PROPILTIOURASIL 75% 75 menit 20 L Normal Normal 1-4 kali/hari Rendah Sedikit 4-6 jam 40 L Menurun Normal 1-2 kqli/hari Rendah Sedikit METIMAZOL

18

• Sekat β adrenergik
– Propanolol 40-200 mg/hari dibagi 4 dosis – Untuk mengurangi takikardi, kegelisahan dan keringat berlebihan. – Untuk menghambat perubahan T4T3

• Yodium
– Menghambat sintesa hormon secara akut  masa 3 minggu efeknya akan menghilang  adanya escape mechanism dari kelenjar yang bersangkutan  sekresi terhambat sintesa tetap ada. – Dosis 15 mg /hari 2 minggu sebelum dilakukan pembedahan.

19

NON FARMAKO
• Diet tinggi kalori 2600-3000 kalori/hari • Protein tinggi 100-125 gr (2,5 gr/kg BB)/hari  mengatasi proses pemecahan protein jaringan (susu dan telur) • Olah raga secara teratur • Mengurangi rokok, alkohol dan kafein yang dapat meningkatkan kadar metabolisme. • Vitamin b kompleks (B1, B6, B12)  untuk memenuhi kalori yang diperlukan dan mencegah hipoglikemia. • Vitamin C • Sayur-sayuran seperti brokoli, buncis, bayam. kedelai, dan kol. 20 • Buah-buahan seperti pir dan peach.

• Radioaktif iodine
– Untuk memusnahkan kelenjar tiroid yang hiperaktif, kontraindikasi untuk anak-anak dan wanita hamil.

• Tiroidektomi
– Untuk mengangkat kelenjar tiroid yang membesar.

21

9. Bagaimana prognosis dan komplikasi OS?
• Prognosis biasanya baik  jika belum terjadi komplikasi berat pada penderita hipertiroid pada saat datang berobat. • Prognosis buruk  jika terdapat tanda tanda gagal jantung. • Komplikasi
– Krisis tiroid – Penyakit jantung tiroid
22

POHON TOPIK

OS 40 TAHUN

KELUHAN
•Vital sign •Inspeksi •Palpasi •Perkusi •EKG •Foto thorax & leher •Thyroid scan •T3,T4 Serum •Antibodi Thyrooid •RAI

PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN PENUNJANG PEMERIKSAAN LABORATORIUM DIAGNOSA BANDING
•Hyperthyroidisme •Penyakit Grave •Tiroiditis

•sering berkeringat •jantung berdebar •tangan gemetar •leher membengkak •makan kuat tapi berat badan berkurang

•Farmako •Non farmako

PENATALAKSANAAN

PROGNOSIS & KOMPLIKASI
23

LEARNING OBJECTIVE
• Mahasiswa/i mampu mengetahui memahami dan menjelaskan:
–Kelainan pada kelenjar tiroid (definisi-komplikasi) –Peran hormon tiroid dalam metabolisme protein dan lipid
24

BELAJAR MANDIRI
25

Kelenjar tiroid

Tiroid adalah kelenjar endokrin yang berbentuk seperti kupu-kupu terdiri atas 2 lobus, yang terletak dibawah laring. Berat: 30-40 g.
26

Kelenjar tiroid akan membentuk hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3), yaitu asam amino yang mengandung iodium dan mengatur laju metabolik.

Bayi : mengatur perkembangan normal SSP
Anak: pertumbuhan dan pematangan normal tulang Dewasa : fungsi normal berbagai sistem organ Agar tiroid dapat disintesis normal, seorang dewasa membutuhkan asupan makan iodin minimal 150µg/hari. Produksi tiroksin berkisar antara 70-90 ug, sedangkan triiodotironin 15-30 ug
27

28

Pengaturan hormon tiroid dilakukan oleh TSH

(Thyroid Stimulating Hormon) dari
adenohipofisis. Sintesis & pelepasannya dirangsang TRH

(Thyrotropin-Releasing Hormon) dari
hipotalamus TSH disekresi dalam sirkulasi dan terikat pada kelenjar tiroid. Lalu akan mengontrol produksi dan pelepasan T3 &T4 Efek TRH dimodifikasi oleh T3, peningkatan konsentrasi hormon tiroid, sehingga pelepasan TSH menurun
29

FUNGSI HORMON TIROID
a. Meningkatkan Transkripsi dari Sel b. Meningkatkan Aktivitas Metabolisme Sel c. Efek untuk pertumbuhan d. Efek terhadap Metabolisme Tubuh e. Efek pada system Cardiovaskular f. Meningkatkan Respirasi g. Meningkatkan Peristaltik Saluran Cerna  Diare h. Efek Eksitasi dari CNS  Tremor Otot i. Insomnia j. Efek terhadap fungsi Seksual
30

Hipertiroid
Definisi Aktifitas berlebihan dari kelenjar tiroid yang menyebabkan sintesis berlebihan dari hormon tiroid (T3 dan T4) dan peningkatan metabolisme pada jaringan perifer. Etiologi a. Penyakit graves b. Gondok noduler toksik c. Hipertiroism sekunder

Epidemiologi  Mempunyai predisposisi genetik yang kuat  Sekitar 50% keluarga penderita, autoantibodi tiroid (+) didalam darahnya  Wanita 5-7 x pria Angka kejadian tertinggi umur 20-40 tahun  Petanda genetik

33

Patofisiologi

Komplikasi
 Penyakit Jantung Tirotoksikosis (Penyakit Tirokardiak)  Krisis Tiroid  Hypokalemia  Hypercalcemia  Nefrocalcinosis  Pada pria Penurunan libido, impotensi, berkurang jumlah sperma, ginekomastia

Prognosis
 Dubia ad vitam : dubia ad bonam  Dubia ad function: dubia ad bonam

HIPOTIROID
Defenisi : Penurunan aktifitas dari kelenjar tiroid yang menyebabkan sintesis dari hormon tiroid (T3 dan T4) menurun tetapi TSH dan TRH meningkat.

36

Etiologi : 1. Genetik : deff enzim, berperan dalam metabolime yodium pada berbagai tahap dan kelainan kongenital. 2. Pengaruh dari luar tubuh(tersering). 3. Pemberian hormon tiroid exogen menekan TSH  penekanan produksi kel tiroid. 4. Obat obat thiosianat,perchlorat mempengaruhi [yodida]

37

38

Epidemiologi : Wanita 5-7 X Pria Angka Kejadian Tertinggi Umur ±40 Tahun  Insiden Bergantung Pada Faktor Genetik dan lingkungan(jod Dalam Makanan,obatobatan)

39

40

PENYAKIT INFLAMASI TIROID
• Acute Suppurative thyroiditis. Jarang sekali terjadi, mempunyai gejala sakit leher sebagian dengan onset yang tiba-tiba, diikuti dengan disfagia, demam, menggigil, dan biasanya diikuti dengan ISPA yang diterapi dengan drainase, mikroorganisme yang sering ditemukan adalah streptococcus, staphylococcus, pneumococcus, coliform.

• Subacute Thyroiditis. Merupakan noninfection disorder, Ditandai dengan pembengkakan tiroid, sakit pada kepala dan dada, demam, lemas, malaise, hilangnya BB, pada beberapa pasien tidak ada nyeri.

42

• Hashimoto’s thyroiditis. Merupakan jenis tiroiditis yang paling sering terjadi, Biasanya ditandai dengan pembesaran tiroid tidak atau dengan nyeri dan nyeri lepas. Pada umunya lebih sering terjadi pada wanita dan terkadang menyebabkan disfagia.

METABOLISME

44

DAFTAR PUSTAKA
• Sudoyo A W dkk.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi V Jilid II.2009.Jakarta:Interna Publishing • Mansjoer A dkk.Kapita Selekta Kedokteran FKUI Edisi III Jilid II.2000.Jakarta:FKUI • Price A S, Wilson M L. PATOFISIOLOGI Edisi 6 Volume 1.Editor Huriawati Hartanto.2005. Jakarta:EGC • Kumar V, Cotran R, Robbins S. Buku Ajar Patologi. 7th ed.Jakarta;EGC 2000 • Theodorus.Penuntun Praktis Peresepan Obat.Jakarta;EGC • Gunawan G S.FARMAKOLOGI DAN TERAPI Edisi 5.2009.Jakarta:FKUI.
45

THANK YOU FOR ATTENTION

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful