ATLS BAB I

Penilaian Awal &Pengelolaanya
Diajukan kepada : oleh: dr. Reno Ranuh, Sp.OT Unik Indarwati

FASE PRA-RUMAH SAKIT

SAFETY

SHOUT FOR HELP

Note : Mengumpulkan keterangan yang nanti dibutuhkan di RS

FASE RUMAH SAKIT

Note : tenaga medis harus memproteksi diri

TRIASE

adalah cara pemilahan penderita berdasarkan kebutuhan terapi dan sumber daya yang tersedia
MUSIBAH MASSAL Jumlah penderita Masalah gawat darurat

Multiple casualities Tidak melebihi kemampuan RS

Mass casualities Melebihi kemampuan RS

PRIORITAS Yang gawat darurat dan multi trauma

PRIORITAS Kemungkinan survival yang terbesar

PRIMARY SURVEY

Primary Survey

• Airway, bebaskan jalan nafas
Dengan satu tangan di dahi korban, doronglah dahi ke belakang agar kepala menengadah dan mulut sedikit terbuka HEAD TILT Pertolongan dapat ditambah dengan mengangkat bahu, CHIN LIFT
Menjaga jalan nafas & memasang airway definitif bila diperlukan

bila ada cedera cervikal

jaw trust

Dengan kedua tangan dagu korban diangkat shg deretan gigi rahang bawah berada di depan gigi rahang atas

• Breathing dan

Dekatkan pipi ventilasi penolong ke mulut &hidung korban, mata penolong lihat ke dada

LOOK
LISTEN FEEL

• Circulation dengan kontrol
perdarahan 1.Volume darah dan cardiac output
– Tingkat kesadaran – Warna kulit – Nadi

1.Perdarahan

• Disability
•Tingkat kesadaran GCS •Ukuran dan reaksi pupil •Tanda-tanda lateralisasi •Tingkat cidera spinal

• Exposure Control
–  Penderita harus dibuka pakaiannya –  Penderita tidak boleh kedinginan –  Selimut, ruang cukup hangat –  Cairan infus yang sudah dihangatkan

Resusitasi
• Airway  airway definitif • Breathing/ventilasi/oksigenasi • Circulation (dengan kontrol perdarahan)

Tambahan pada Primary Survey dan Resusitasi
1. Monitoring
• • • • • Analisa gas darah Kapnograf(CO2) EKG Pulse oximeter(O2) Tekanan darah

2. Kateter
– Uretra

Produksi urin  indikator menilai perfusi ginjal dan hemodinamik

– Nasogastrik

Mengurangi distensi lambung dan mengurangi kemungkinan muntah

3. Foto rontgen dan pemeriksaan tambahan lain

Secondary Survey

dilakukan setelah primary survey yaitu pemeriksaan anamnesis&pemer iksaan kepalakaki

Anamnesa 1. Riwayat perlukaan 2. AMPLE(Alergi, Medikasi, Past illness, Last meal, Event) 3. Trauma Tumpul Tajam Kimia Suhu

• Pemeriksaan Fisik 1.Kepala dan maksilofasial • Inspeksi dan palpasi seluruh kepala dan wajah • Re-evaluasi pupil • Re-evaluasi GCS
Trauma maksilofasial dapat mengganggu airway, sehingga harus segera ditangani

• Vertebra servikalis dan leher

1. Evaluasi adanya cedera tumpul dan tajam 2. Palpasi adanya nyeri, deformitas, dll 3. Auskultasi a.carotis adanya murmur 4. Foto servikal lateral

• Thoraks
1. 2. 3. 4. 5. Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Rontgen

• Abdomen
1. 2. 3. 4. 5. 6. Inspeksi Auskultasi Perkusi Palpasi Rontgen USG abdomen atau CT scan

• Perineum/rektum/vagina
1. Hematom 2. Laserasi 3. Perdarah an 4. Vulnus dll

• Muskuloskeletal
1. 2. 3. 4. 5. Inspeksi dan palpasi lengan dan tungkai Palpasi semua arteri perifer Nilai pelvis untuk adanya fraktur dan perdarahan Inspeksi dan palpasi vertebra torakalis dan lumbalis Foto rontgen

• Neurologis 1.Re-evaluasi pupil dan tingkat kesadaran 2.GCS 3.Evaluasi motorik dan sensorik

4. Tentukan adanya lateralisasi

Tambahan Secondary Survey
• Pemeriksaan diagnostik yang lebih spesifik
1. Foto tambahan tulang belakang & ektremitas 2. CT scan kepala, dada, abdomen 3. USG 4. Bronkhoskopi

ReEvaluasi

Terapi Definitif/Rujukan

Catatan Medik dan Medikolegal
Catatan medik Persetujuan penderita 1. Implied consent 2. Expressed consent Masalah forensik

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times