CIRCLE METHODS (METODE LINGKARAN

)
Oleh : Dahlia Kurniawati I Muslihuddin Priscilla Dinda Rizka Rahmatie

Free Powerpoint Templates

Page 1

Hiposenter  tempat kejadian gempa di fokus (bagian dalam bumi) Episenter  proyeksi dari hiposenter di permukaan bumi

 Metode

yang digunakan dalam penentuan hiposenter dan episenter : 1. Metode Lokus 2. Metode Wadati 3. Metode Lingkaran 4. Metode Ques Vain 5. Metode Stereometri 6. Metode Bola

Metode Lingkaran
 Merupakan metode yang paling sederhana

dalam penentuan episenter  Salah satu metode pengantar yang terkenal dalam menunjukkan lokasi terjadinya gempa bumi  Dalam metode ini digunakan selisih waktu tiba gelombang P dan gelombang S yang tercatat pada masing – masing stasiun perekam gempa

Bagaimana cara menentukan hiposenter ?

1. Menentukan Konstanta Omori

Persamaan yang digunakan :

ai,1 merupakan selisih waktu antara gelombang P dan gelombang S dari stasiun ke-i dengan stasiun ke-i+1 ai,2 selisih koordinat bujur (longitude) dari stasiun ke-i dengan stasiun ke-i+1 ai,3 merupakan selisih koordinat lintang (latitude) dari stasiun ke-i dengan stasiun ke-i+1

Konstanta Omori berdimensi kecepatan (ms-1)

ai,1 berdimensi waktu (s)
Ri , X, Y, ai,2 dan ai,3 berdimensi jarak atau panjang (m).

Sehingga diperoleh

dengan menggunakan eliminasi Gauss maka akan diperoleh nilai K2, x, dan y

Untuk mendapatkan nilai K, X dan Y dapat diperoleh dengan menggunakan program, misalnya Matlab.

2. Metode Lokus

Data yang dibutuhkan  vp, vs, tp, ts
ts  t p  D D  DL  v p  vs vs v p vs v p v p  vs (t s  t p )

D D  v p .t p  t p  vp D D  vs .t s  t s  vs D D ts  t p   vs v p

D L  K (t s  t p )

3. METODE WADATI
Data yang diperlukan : t p , ts – tp  To diperoleh dari pengeplotan DL sebagai sumbu x dan tp sebagai sumbu y

 Persamaan yang digunakan :

 Nilai DW yang baik nilainya mendekati DL (tidak jauh

berbeda)

Bagaimana cara menentukan episenter dengan menggunakan metode lingkaran?

1.
2.

3.

4.

5.

Tahap : Plot posisi stasiun sebagai pusat lingkaran Buat dua lingkaran sesuai dengan besarnya jari – jari D (DL dan DW) Tarik garis lurus antara perpotongan lingkaran – lingkaran tersebut Titik potongnya adalah episentrum gempa Plot hasil episenter pada peta sebenarnya

1.
2. 3.

4.

5.

Tahap : Plot ketiga stasiun sebagai pusat lingkaran Buat lingkaran dengan jari – jari D Bentuk segitiga dari perpotongan ketiga lingkaran tersebut Perpotongan garis berat segitiga merupakan episenter gempa Plot episenter pada peta sebenarnya

 Untuk kasus dimana ketiga lingkaran tidak

saling berpotongan , dimana ketiga stasiun hanya mencatat gelombang P saja

Pilih nilai tp terkecil sebagai acuan Misal :

Sehingga diperoleh :

r1  v p (t1  t 3 ) r 2  v p (t 2  t 3 )


1.

2.
3. 4.

Tahap : Plot posisi stasiun sebagai pusat lingkaran Buat lingkaran I dengan jari – jari r1 dan lingkaran II dengan jari – jari r2 Buat lingkaran III dengan menyinggung lingkaran I dan II serta melalui stasiun-3 Titik pusat lingkaran III merupakan titik episentrum gempa