You are on page 1of 23

Pembimbing dr. Alif Mardijana, Sp.

KJ

Oleh Rizka Arifani 072011101050

 Kelompok gangguan yang ditandai oleh keluhan tentang masalah

atau simtom fisik yang tidak dapat dijelaskan oleh penyebab kerusakan fisik.
 Bukan merupakan Malingering: kepura-puraan simtom yang

bertujuan untuk mendapatkan hasil eksternal yang jelas, misalnya menghindari hukuman, mendapatkan pekerjaan, dsb.
 Bukan pula Gangguan Factitious/Gangguan Buatan: gangguan

yang ditandai oleh pemalsuan simtom psi’s atau fisik yang disengaja tanpa keuntungan yang jelas atau untuk mendapatkan peran sakit.

F 45. Gangguan Somatoform F45.0 Gangguan Somatisasi F 45.1 Gangguan Somatoform Tak Terinci F 45.2 Gangguan Hipokondrik F 45.3 Disfungsi Otonom Somatoform F 45.4 Gangguan Nyeri Somatoform Menetap F 45.8 Gangguan Somatoform Lainnya F 45. 9 Gangguan Somatoform YTT

300.81 Gangguan Somatisasi 300.82 Gangguan Somatoform Yang Tidak Terdiferensiasi 300.11 Gangguan Konversi 307.8 Gangguan Nyeri 300.7 Hipokondriasis 300.70 Gangguan Dismorfik Tubuh

 Merupakan gangguan yang melibatkan berbagai keluhan yang muncul


   

berulang-ulang yang tidak dapat dijelaskan oleh penyebab fisik apapun. Biasanya bermula sebelum usia 30 tahun, biasanya pada saat remaja. Simtom gangguan bertahan paling tidak selama beberapa tahun. Berakibat menuntut perhatian medis. Mengalami hendaya yang berarti dalam memenuhi peran sosial atau pekerjaan. Keluhan-keluhan tampak meragukan atau dibesar-besarkan dan sering menerima perawatan medis dari sejumlah dokter terkadang pada saat yang sama.

Diagnosis pasti memerlukan semua hal berikut: a. Adanya banyak keluhan – keluhan fisik yang bermacam-macam yang tidak dapat dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik, yang sudah berlangsung sedikitnya 2 tahun.
b.

Tidak mau menerima nasihat atau penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluhan-keluhannya Terdapat disabilitas dalam fungsinya di masyarakat dan keluarga, yang berkaitan dengan sifat keluhan-keluhannya dan tampak dari prilakunya.

c.

A.

B.

Riwayat banyak keluhan fisik yang dimulai sebelum usia 30 tahun yang terjadi selama periode beberapa tahun dan menyebabkan terapi yang dicari atau gangguan bermakna dalam fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi penting lain. Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan dengan gejala individual yang terjadi pada sembarang waktu selama perjalanan gangguan: 1. Empat gejala nyeri: riwayat nyeri yang berhubungan dengan sekurangnya 4 tempat atau fungsi yang berlainan (misalnya kepala, perut, punggung, sendi, anggota gerak, dada, rektum (ujung usus besar), selama menstruasi, selama hubungan seksual atau selama miksi (kencing) 2. Dua gejala gastrointestinal: riwayat sekurangnya 2 gejala gastrointestinal selain dari nyeri (misalnya mual, kembung, muntah selain dari selama kehamilan, diare atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan)

3. Satu gejala seksual: riwayat sekurangnya 1 gejala seksual atau reproduktif selain nyeri (misalnya indiferensi (tidak condong) seksual, disfungsi erektif atau ejakulasi, menstruasi yang tidak teratur, perdarahan menstruasi yang berlebihan, muntah sepanjang kehamilan) 4. Satu gejala pseudoneurologis: riwayat sekurangnya 1 gejala atau defisit yang mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbatas pada nyeri (misalnya gejala konversi seperti gangguan kordinasi atau keseimbangan, paralisis (kelumpuhan) setempat, sulit menelan atau benjolan di tenggorokan, afonia (kehilangan suara karena gangguan pita suara), retensi urin (tertahannya urin), halusinasi, hilangnya sensasi sentuh atau nyeri, pandangan ganda, kebutaan, ketulian, kejang, gejala disosiatif seperti amnesia atau hilangnya kesadaran selain pingsan)

C. Salah satu dari poin 1 atau 2: 1. Setelah penelitian yang diperlukan, tiap gejala dalam kriteria B tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yang dikenal atau efek langsung dari suatu zat (misalnya efek cidera, medikasi, obat atau alkohol) 2. Jika terdapat kondisi medis umum, keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkan adalah melebihi apa yang diperkirakan dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisik atau temuan laboratorium D. Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau pura-pura)

Psikoterapi dan Psikososial  Pengobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter yang sama  Buat jadwal regular ddengan interval waktu kedatangan yang memadai  Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial Farmakologikal dan fisik  Diberikan hanya bila indikasinya jelas  Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi  Anti anxietas dan antidepressan

 Keluhan keluhan fisik bersifat multipel, bervariasi dan menetap, akan

tetapi gambaran klinis dan lengkap dari gangguan somatisasi tidak terpenuhi.

 Kemungkinan ada atau pun tidak faktor penyebab psikologis belum

jelas, akan tetapi tidak boleh ada penyebab fisik dari keluhankeluhannya.

 Ciri utamanya adalah fokus atau ketakutan bahwa simtom

fisik yang dialami seseorang merupakan akibat dari suatu penyakit serius yang mendasarinya, seperti kanker atau masalah jantung.  Rasa takut akan tetap ada walau telah diyakinkan secara medis bahwa ketakutannya itu tidak berdasar. -> memunculkan perilaku doctor shopping.  Tujuan doctor shopping adalah berharap ada dokter yang kompeten dan simpatik akan memperhatikan mereka, sebelum terlambat.  Penderita tidak secara sadar berpura-pura akan simtom fisiknya.

 Umumnya mengalami ketidaknyamanan fisik,

seringkali melibatkan sistem pencernaan atau campuran antara rasa sakit dan nyeri, tapi tidak melibatkan kehilangan atau distorsi fungsi fisik.
 Penderita sangat peduli dengan simtom yang

muncul -> memunculkan ketakutan yang luar biasa akan efek dari simtom tersebut.
 Menjadi sangat peka terhadap perubahan ringan

dalam sensasi fisik seperti sedikit perubahan dalam detak jantung dan sedikit rasa nyeri.

 Penderita memiliki lebih lanjut kekhawatiran akan

kesehatan, lebih banyak simtom psikiatrik dan memersepsikan kesehatan yang lebih buruk daripada orang lain.
 Di masa kanak-kanak: sering sakit, sering membolos

karena alasan kesehatan, mengalami trauma masa kecil seperti kekerasan seksual atau fisik.

Kedua hal ini harus ada: a. Keyakinan yang menetap adanya sekurang-kurangnya satu penyakit fisik yang serius yang melandasi keluhankeluhannya, meskipun pemeriksaan yang berulang-ulang tidak menunjang adanya alasan fisik yang memadai, ataupun adanya preokupasi yang menetap kemungkinan deformitas atau perubahan bentuk penampakan fisiknya (tidak sampai waham)
b.

Tidak mau menerima nasehat atau dukungan penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik yang melandasi keluhankeluhannya

a. Psikoterapi dan Psikososial
 Pengobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter yang sama  Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang

memadai  Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial  Therapi kognitif-behaviour

b. Farmakologikal dan Fisik
 Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi  Usahakan untuk mengurangi gejala hipokondriasis dengan

SSRI (Fluoxetine 60-80 mg/ hari) dibandingkan dengan obat lain.

Diagnosis pasti, memerlukan semua hal berikut: a. Adanya gejala-gejala bangkitan otonomik, seperti palpitasi, berkeringat, tremor, muka panas/flushing yang menetap dan mengganggu. b. Gejala subjektif tambahan mengacu pada sistem atau organ tertentu (tidak khas) c. Preokupasi dengan dan penderitaan (distress) menegnai kemungkinan adanya gangguan yang serius (sering tidak begitu khas) dari sistem atau organ tertentu, yang tidak terpengaruh oleh hasil pemeriksaan – pemriksaan berulang, maupun penjelasan – penjelasan dari para dokter d. Tidak terbukti adanya gangguan yang cukup berarti pada struktur/fungsi dari sistem atau organ yang dimaksud

 Gejala utama gangguan nyeri adalah adanya nyeri pada

satu atau lebih tempat yang tidak sepenuhnya disebabkan oleh kondisi medis atau neurologis non psikiatrik.  Gejala nyeri disertai oleh penderitaan emosional dan gangguan fungsional, dan gangguan memiliki hubungan sebab yang masuk akal dengan faktor psikologis.  Jenis nyeri yang dialami sangat heterogen misalnya nyeri punggung, kepala, pelvis (panggul).  Nyeri yang dialami mungkin pasca traumatik, neuropatik (penyakit syaraf ), neurologis, iatrogenik (disebabkan tindakan dokter misal karena pengobatan) atau muskuloskeletal (otot)

 Gangguan harus memiliki suatu faktor psikologis yang

dianggap secara bermakna dalam gejala nyeri dan permasalahannya.  Seringkali penderita memiliki riwayat perawatan medis dan bedah yang panjang, mengunjungi banyak dokter dan meminta banyak medikasi.  Memiliki keinginan kuat untuk melakukan pembedahan  Sering mengatakan bahwa nyeri sebagai sumber dari semua kesengsaraannya dan menyangkal adanya permasalahan psikologis serta menyatakan hidup mereka bahagia kecuali nyerinya.

a.

Keluhan utama adalah nyeri berat, menyiksa, dan menetap, yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya atas dasar rposes fisiologik maupun adanya gangguan fisik Nyeri timbul dalam hubungan dengan adanya konflik emosional atau problem yang cukup jelas untuk dapat dijadikan alasan dalam mempengaruhi terjadinya gangguan tersebut. Dampaknya adalah meningkatnya perhatian dan dukungan, baik personal maupun medis, yang bersangkutan

b.

c.

Psikoterapi dan Psikososial  Pengobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter yang sama  Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai  Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial  Nyeri kronik: pertimbangkan terapi fisik dan pekerjaan, serta terapi kognitif-behavioural Farmakologikal dan Fisik  Diberikan hanya bila indikasinya jelas  Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi  Akut: acetaminophen dan NSAIDS (tidak dicampur) atau sebagai tambahan pada opioid  Kronik: Trisiklik anti depresan, acetaminophen dan NSAID

 Pada gangguan ini keluhan-keluhan tidak melalui sistem sarraf

otonom, dan terbatas secara spesifik pada bagian tubuh atau sistem tertentu. Ini sangat berbeda dengan gangguan somatisasi dan gangguan somatoform tidak terinci yang menunjukkan keluhan yang banyak dan berganti-ganti

 Tidak ada kaitannya dengan kerusakan jaringan