     

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Pramudya Kusuma C.D. Ramdhan Hendardi Dhoni Arya Khairi Theresia Damai Nursita Widyastuti Riyan Ilham Hidayat

I0608069 I0608071 I0608024 I0608044 I0608068 I0608073

PENDAHULUAN

2.

Berakhirnya isolasi ketat Kontravers Schaefer-Hartshorne 3. Pergantian paradigma 4. Penerapan analisis spatial 5. Kritik terhadap munculnya revolusi kuantitatif
1.

       

Teori-teori yang dibahas, antara lain : Teori-teori lokasi yang deduktif Teori lokasi pertanian Teori lokasi perindustrian Teori tempat pusat (central place theory) Teori-teori struktur intern perkotaan Model-model interaksi Persepsi Pendekatan matematis

BAB II .

Kota Pasaran (market town) Harus berlokasi terpencil dipusat suatu wilayah yang homogen secara geografis  Biaya transportasi berbanding lurus dengan jarak  Setiap petani disekitar suatu kota pasaran akan menjual kelebihan hasil pertanian ke kota lain  Petani cenderung memilih jumlah dan jenis yang menghasilkan profit maksimal.  “Menjadi dasar sekarang.” pemikiran yang kuat dimasa .

 Zonasi Konsentris Menggabungkan fungsi ekonomi dengan lokasi spatial.   Economic Rent and Land Rent Prinsip-prinsip umum yang mengatur harga pokok pertanian dan bagaimana cara harga-harga tersebut dikontrol oleh suatu bidang pertanian disutau bidang lahan. Der Isolier Tenstaaf (Situasi Terpencil) Disini tata guna lahan dengan menggunakan pola konsentris. dan yang mendorong berbagai hal untuk digunakan para geograf untuk menyusun berbagai hipotesis tentang prinsip umum yang menentukan tata guna lahan. .

. Lautan Teduh. Penggunaan Ruang yang Ekonomis Secara Optimal Semakin dekat lahan dengan kota.   Relasi Kota dengan Desa Bahwa suatu kota tunggal mampu mengintegraskan ekonomi pertanian yang begitu rumitnya diatas dataran lahan yang tidak subur. semakin ideal untuk menghasilkan komoditi dengan biaya transport yang lebih murah. Penerapan Teori di Kepulauan Penerapan ilmu yang diterapkan di Pulau Fiji.

.

Segitiga Lokasi Weber ◦ Untuk memperoleh lokasi yang optimum M Ket : P = Pabrik M = Market (pasar) P R = Resources (bahanmentah) R1 R2 .

” .August Losch melihat persoalan dari sisi permintaan (pasar). “Lokasi penjual sangat berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat dijangkau olehnya. jauh berbeda dengan Weber yang melihat persoalan darisisi penawaran (produksi).

Gambaran Menurut Losch .

” .“Lebih baik seorang industrialis memiliki pengetahuan yang biasa saja tetapi memiliki pengalaman mengenai kondisi pasar dengan baik daripada seorang industrialis yang memiliki penuh pengetahuan formal tanpa mengetahui perilaku pasar.

.

maka dalam pemenuhan kebutuhan cenderung mengelompok. manusia cenderung melakukan efisiensi.  Hierarki pemukiman dan wilayah pasaran Kota menurut Christaller disebutnya central place yang berfungsi menyajikan barang dan jasa untuk wilayah disekelilingnya yang membentukhieraki . besarnya dan persebaran kota. Gagasan inti Christaller tentang kota dan pedalamannya Teori Christaller untuk menjawab apa yang menentukan banyaknya. Eksistensi pusat pelayanan dan aglomerasi Dalam memenuhi kebutuhan.

 Konsumen memikul ongkos angkutan maka jangkauan (range) suatu barang ditentukan oleh jarak yang dinyatakan dalam biaya dan waktu  Semua konsumen dalam usaha mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan menuju ke tempat pusat yang paling dekat letaknya.Lima asumsi Christaller Hukum ekonomi yang bersifat keruangan yaitu :  Konsumen menanggung ongkos angkutan. maka jarak ke tempat pusat dinyatakan dalam biaya dan waktu amat penting. banyaknya penduduk dan tingginya pendapatan diwilayah yang bersangkutan.  Wilayah tersebut digagaskan sebagai dataran dimana penduduknya tersebar merata dan ciri-ciri ekonomisnya sama (besar penghasilan sama) .  Kota berfungsi sebagai central place bagi wilayah disekitarnya. Ada hubungan antara besarnya tempat pusat dan besarnya wilayah pasaran.

tetapi begitu threshold dari wilayah pasaran tercapai. mulai saat itu profit meningkat terus. Seluk Beluk Kegiatan Central Place dalam Kaitannya dengan Threshold dan Range Dalam melayani wilayah pasaran. tetapi berdasarkan prestasi penduduk seluruhnya yang dihitung dengan uang. mula-mula kegiatan tersebut tak menguntungkan karena cost (production cost) melebihi revenues (selling price).  Pembandingan Christaller dengan Von Thünendan Weber Menurut Christaller. pentingnya suatu tempat tak boleh diukur berdasarkan jumlah penduduknya atau luas wilayahnya. .

Sistem tempat sentral menurut asas pengangkutan : persebaran tempat-tempat paling menguntungkan jika sebanyak mungkin tempat yang penting terletak pada jalan yang menghubungkan dua kota yang penting.   . sedang asas pemerintahan oleh kekuasaan negara. Sistem tempat central menurut asas pasar : Christaller menganggap segienam (heksagon) paling cocok sehingga dapat dihindari adanya tumpang-tindih jika digunakan lingkaran. Sistem tempat sentral menurut asas pemerintahan Asas pasar dan pengangkutan didorong oleh kebutuhan ekonomi.

jadi tidakefisien untuk jaringan transportasi.  Administration-optimizing principle (asas pemerintahan) : Pola permukiman tersusun begitu baik sehingga setiap tempat bertingkat bahwa terdapat di dalam batas-batas wilayah dari tempat pusat dari tingkat atas. Modifikasi Teori Christaller oleh Lösch : Dicegahnya pembatasan yang ketat terhadap threshold dengan wilayah pasaran yang bersangkutan.  Traffic-optimizing principle (asas pengangkutan) : Lebih efisien. menerobos lurus tempat-tempat tingkat bawah. diajukannya dengan sistem yang lebih luwes dimana didalamnya berbagai jenis barang dan jasa mempunyai threshold dan wilayah pesanan yang berlainan. . karena rute-rute yang menghubungkan dengan pusat-pusat tingkat atas.Bahasan Masing-Masing Asas Optimal  Market optimising principle (asas pasar) : Pola yang diciptakan oleh asas optimal ini nyata jelas responsif bagi permintaan barang dan jasa.

Alasannya. Berbagai Teori dan Kenyataan Pola-pola mereka itu sebagai hal yang tidak realitas. . sehingga hal itu tak realistis. Lagi pula wilayah-wilayah pasaran tidak pernah ada yang heksagonal (disebabkan oleh kondisi geografi fisis dan jaringan transportasi). Kritik Von Böventer terhadap Teori Christaller Kritikanya yaitu dalam kenyataan tidak ada dataran yang homogen secara fisis dan ekonomis. bagaimana pun tidak ada wilayah yang homogen.Indeks Sentralitas Dengan menemukan bagaimana cara membandingkan suatu sistem tempat pusat yang nyata dengan teori akan diperoleh suatu ukuran untuk mengklasifikasikan kota-kota yang ada dalam berbagai bagian daritingkat bawah dan atas. juga manusia dimana pun tak selalu berbuat rasional. seperti preposisi Christaller.

teori kutub-kutub pertumbuhan itu menerangkan akibat dari sekelompok leading unit dengan istilah polarisasi. sebagai berikut: Di negara-negara sedang berkembang tidak terlalu banyak terdapat desa dan dukuh. proses perbesaran dari kutub atau makna komprehensifnya.  Sistem Regionalisasi Dari Pembangunan Nasional serta Pengembangan Kota. Riset Tempat Pusat Di Negara-Negara Sedang Berkembang di Afrika dan Asia Tidak cocoknya Teori „Central Place‟ di Dunia Ketiga. Kota Pusat Pembangunan Sudah jelas kiranya bahwa Repelita pun memakai konsep kutubkutub pertumbuhan (pusat-pusat pertumbuhan) yang dinamakan pusat-pusat pembangunan atau pusat-pusat pengembangan. . sebaliknya kurang terdapat towns. akibat stimulasi berasal dari integrasi ruang yang berlaku. kota yang berukuran sedang dapat berfungsi sebagai pusat pasarana wilayah. Isinya.  Kota-Kota Pusat Pembangunan di Indonesia Ringkasnya. serta kota primat di wilayah yang bersangkutan.

.

Ada tiga teori struktur intern perkotaan : Teori Konsentris Teori Sektoral Teori Inti-Ganda .

Zone II : Transitional zone (zone peralihan)  peridustrian & rumah pribadi Zone III : Kawasan perumahan buruh Zone IV : Penghuni klas menengah Zone V : Commuters zone  tempat istirahat para penglajo . kemasyarakatan & perekonomian.     Di pusat kota : CBD (Central Bussiness District)  perdagangan.

Pengelompokkan tata guna lahan di kota menyebar dari pusat kearah luar berupa wedges (sektor) yang bangunannya seperti irisan roti. .

tertib & fleksibel dibanding dua teori sebelumnya.Disekelilingi suatu inti (nucleus) tata guna lahan saling bertalian struktur perkotaan yg memiliki sel-sel pertumbuhan lengkap Sifatnya serba akurat. .

simpangan/pertemuan jalan .Didasari bahwa aksesibilitas menentukan nilai tambah Harga sewa akan lebih tinggi misalnya : tanah-tanah disepanjang jalan utama.

Pemakaian tanah di Mereka bertumpuk dalam kota Demi semakin dikawasan yg disesuaikan dengan murahnya hidup berpenduduk padat memperhitungkan sekali kekuatan kantong .

demikian :  Peningkatan pelayanan transportasi kota  Pertumbuhan penduduk ramainya suburbia dengan manusia penghuni baru  Meningkatkan taraf kehidupan masyarakat  Gerakan pendirian bangunan pada masyarakat  Dorongan dari hakikat manusia sendiri Ciri-ciri khas suburbia : 1. Semakin jauh lokasi dari pusat kota makin baru perubahannya dan makin kurang padat penduduknya 2.Whynne-Hammond mengemukakan lima alasan tumbuhnya pinggiran kota. Terdapat segregasi (pemisahan penduduk) .

konsep green suburbia menghentikan. membatasi atau mengatur pemekaran kota. menjamin peningkatan kondisi ekonomi dan sosial dari penduduk kota Konsep green wedge berupa tonjolan-tonjolan kawasan hijau yang mendorong kota secara lepaslepas Fungsinya untuk mencegah pemekaran kota ke semua arah .

.

Komunikasi. jika menyangkut gerakan/perpindahan gagasan (informasi).   Migrasi. Transportasi. jika menyangkut materi dan energi. jika menyangkut arus manusia.  Komplementaritas antara dua kota atau kelompok manusia berhubungan erat dengan adanya permintaan dan penawaran. .

Interaksi keruangan menyajikan dasar untuk menerangkan gejala-gejala lokasi. distribusi dan difusi. materi.   Menggambarkan secara gambling mengenai pengaruh keruangan dari relasi yang ada antara manusia dan manusia. . Interaksi keruangan menyatakan dirinya pada arus manusia. serta manusia dengan lingkungannya. relokasi. informasi dan energi.

. materi.   Interaksi keruangan menandakan bahwa terdapat pengaruh diantara gejala-gejala. Interaksi keruangan menyatakan dirinya dalam bentuk perpindahan manusia. informasi dan energi. relokasi. distribusi dan difusi pemencaran dari gejala-gejala. Interaksi keruangan menyajikan dasar untuk menerangkan lokasi. sifat gejala dan sebagainya dipengaruhi oleh sifat-sifat keruangan dan non keruangan dari gejala-gejala yang bersangkutan.

P1= banyaknya penduduk kota 1 P2 = banyaknya penduduk kota 2 J = jarak antara kedua kota .Menurut teori ini kekuatan hubungan ekonomis antara dua tempat. (Berprinsip pada konsep gravitasi antar benda) I = Interaksi. berbanding lurus dengan besarnya (banyaknya) penduduk dan berbanding terbalik dengan jarak antaranya.

 Teori titik henti berusaha untuk meramalkan lokasi dari garis ini dengan konsep sebagai berikut : Jarak titik henti dari pusat perdagangan yang kecil Jarak antar dua pusat perdagangan Samadengan 1 + akar dari penduduk kota yang besar dibagi penduduk kota yang kecil     Th j PZ PY = jarak titik henti dari pusat perdagangan (Th) = jarak antara dua pusat perdagangan = jumlah penduduk kota yang besar = penduduk kota yang kecil .

        Surat kabar lokal dengan wilayah sirkulasinya Pelayanan transportasi umum. Penjualan barang dengan harga eceran di kecamatan (districs) oleh pedagang besar diluar kota. Wilayah persebaran berita atau hiburan lewat siaran radio. Jauh dekatnya asal para pelajar serta banyaknya Wilayah cakupan pelayanan rumah sakit pusat. Cakupan sebaran anggota pramuka. atau klub lain di pedalaman. . Wilayah persebaran sekolah-sekolah tertentu.

.antara dua permukiman (kota) berfungsi membelah penduduk menjadi dua : bagian yang menggantungkan diri pada kota yang satu dan bagian yang menggantungkan diri pada kota lainnya. Titik henti(the breaking point).

” . makin kecil kesuburan tanahnya. Hukum Gravitasi Dagang Kecil Besarnya tarikan dagang yang diberikan oleh penduduk suatu kota kepada kota lainnya berbanding lurus dengan banyaknya penduduk kota lain tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat dari jarak antara dua kota yang bersangkutan.”Makin besar jarak dari kota.  Gelang Kesuburan Thorp menyimpulkan suatu hukum yang isinya.

Q= ukuran dari kemungkinan-kemungkinan diantara dua tempat. dalam kenyataannya ini adalah bobot dari massa-massa sejenis yang terletak antara P1 dan P2. “Banyaknya orang yang menempuh suatu jarak tertentu. berbanding lurus dengan jumlah kemungkinan yang terdapat pada jarak tersebut dan berbanding terbalik dengan jumlah kemungkinan antarnya. P = bobot dari tempat-tempat dimana I berada.” (Stoufer)    I = arus berpindahnya manusia. .

.

sikap-sikap dan penghakiman terhadap nilai. pengalaman tak langsung.  Suatu kajian terhadap faktor-faktor diluar lingkungan yang menentukan kegiatan manusia Gambaran manusia tentang lingkungan itu dipengaruhi dan ditentukan oleh faktor-faktor yang meliputi pengalaman langsung. .

pingiran-pinggiran yang buntu. dengan rincian: jalan yang dapat ditempuh. pusat-pusat untuk konsentrasi. Kevin Lynch (Image of city. makin besar pula persepsi orang tentang hal tersebut Makin jarang terjadinya.   Secara luas ditentukan oleh: waktu. bagian-bagian yang cirinya khas. 1960) berdasarkan risetnya menemukan lima unsur pada peta mental.Gambar Mental dan Peta Mental  Persepsi adu untung   Gambar mental pada umumnya berupa gambaran yang mencerminkan suatu wilayah. dan tempat-tempat untuk berkiblat. makin orang suka melupakan bahayanya . pengalaman. dan jangkauan Makin banyak terjadinya.

tetapi jarak nisbi lebih penting dalam studi atas perilaku manusia.  . memampukan orang menyusun analisis dan meramalkan sesuatu.  Keuntungan peta topologis: Mudah diterima informasinya.Jarak mutlak dan jarak nisbi Cakupan aneka cakrawala lingkungan Berbagai penelitian persepsi yang kini diselenggarakan. pada umumnya bertujuan untuk menjawab pertanyaan sekitar tiga persepsi lingkungan:  Bagaimana orang mempersepsi atau bereaksi terhadap cuaca atau iklim diwilayah sendiri?  Apa yang mereka perhatikan atau respon jika sedang berjalan dikompleks pertokoan kota atau ditengah hutan?  Apa yang menjadikan mereka merasa kerasan di kota dan tentram di hutan? Menyajikan kerangka untuk melukiskan lokasi.

  Bagian yang bertalian dengan riset ilmiah oleh para ilmuwan dimana ditonjolkan perhatian mereka pada sikap terhadap alam. atau peta mental dan bagaimana itu terbentuknya. Menyangkut konsepsi baru yang sekarang berlaku tentang wilayah dunia beserta penduduknya. .

.

Membandingkan wilayah serta akibat-akibat spatial dari gejalagejalanya dengan wilayah lain. Mencari penjelasan dari kekhasan suatu wilayah serta akibatakibat spatial dari gejala-gejalanya. . Menguji secara kuantitatif hal-hal yang diamati serta kebersamaanya dengan hipotesis-hipotesis yang didugakan terhadap gejala-gejalanya. Mencoba merumuskan berbagai teori tentang pertalian yang ada diantara gejala-gejala dan akibat-akibat spasialnya. semuanya itu dengan tujuan agar dapat menguasai setelah memahaminya.     Menelaah permasalahan sekitar aspek-aspek spasial (kekurangan) di suatu wilayah atau akibat-akibat spasial dari bebagai jalannya yang dipermasalahkan.

E = frekuensi yang diharapkan dan ∑ = jumlah dari hasil yang khas . artinya yang sekedar berdasarkan kebetulan) cukup signifikan.Untuk menemukan apakah perbedaan diantara dua atau lebih frekuensi dan pembagian frekuensi yang diharapkan (dinyatakan berupa hipotesisnol.  Dalam menghitung chi-quadrant dipakai rumus ini:    0 = frekuensi-frekuensi yang diamati.

  Korelasi berarti adanya relasi diantara dua variabel. dimana perubahan-perubahan pada variabel yang satu (variabel yang tidak memiliki ketergantungan) mengakibatkan perubahan pada variabel yang lain yang tergantung Rumus dari korelasi ranking Spearman sebagai berikut:    d = selisih dalam nilai urutan ranking yang dimiliki oleh tiap titik ukur bagi variabel-variabelnya N = banyaknya pengamatan ∑ = jumlah pengamatan .

.

Tahap pertama berupa mengidentifikasikan hasil-hasil yang akan dikejar. Tahap ketiga yaitu perencanaan seleksi terhadap faktor-faktor fisis. bahkan jika perlu juga suatu sistem fisis.Simulasi : permainanmenirukan   Suatu bentuk permainan yang dihubungkan dengan macam-macam ilmu pengetahuan sosial Yang dimaksud dengan permainan pada simulasi yaitu dengan serius ingin dipresentasikan suatu sistem sosial. Tahap kedua berupa perencanaan step by step cara permainan. • Di desain begitu rupa sehingga setiap peserta dapat mengambil keputusan sesuai dengan peran yang ditugaskan padanya. 2. 3. . • Tiga tahap bermain : 1.

. masing-masing pihak menginginkan tercapainya keuntungan maksimal  Simulasi Dalam Perencanaan Kota • Mengobservasi apa-apa yang akan terjadi pada proses pertumbuhan kota Mengasumsikan adanya kondisi-kondisinya berupa hambatan-hambatan yang sukar untuk dipilah-pilahkan satu sama lainnya.Usaha-usaha untuk menyajikan suatu kerangka kerja Dimana untuk memecahkan berbagai kepentingan yang berlainan daripara peserta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful