Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asmiani Fawziah_1C108220_Peranan Kecerdasan Emosional Terhadap Pemulihan Diri Dari Trauma Kematian Orangtua Pada Remaja Yatim Piatu Di Istana Anak Yatim Kalsel

Asmiani Fawziah_1C108220_Peranan Kecerdasan Emosional Terhadap Pemulihan Diri Dari Trauma Kematian Orangtua Pada Remaja Yatim Piatu Di Istana Anak Yatim Kalsel

Ratings: (0)|Views: 135 |Likes:
Published by Asmiani Fawziah
1 PERANAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PEMULIHAN DIRI DARI TRAUMA KEMATIAN ORANGTUA PADA REMAJA YATIM PIATU DI ISTANA ANAK YATIM BATU LICIN KALIMANTAN SELATAN Asmiani Fawziah Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Adolescence are storm and stress period, there are many psychological events in the period, such as lost their parents. The negative impact of lost parent events that caused by death parents is trauma. One way to treat the death parents trauma is sel
1 PERANAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PEMULIHAN DIRI DARI TRAUMA KEMATIAN ORANGTUA PADA REMAJA YATIM PIATU DI ISTANA ANAK YATIM BATU LICIN KALIMANTAN SELATAN Asmiani Fawziah Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Adolescence are storm and stress period, there are many psychological events in the period, such as lost their parents. The negative impact of lost parent events that caused by death parents is trauma. One way to treat the death parents trauma is sel

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Asmiani Fawziah on Nov 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

 
1PERANAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PEMULIHAN DIRI DARITRAUMA KEMATIAN ORANGTUA PADA REMAJA YATIM PIATU DI ISTANAANAK YATIM BATU LICIN KALIMANTAN SELATANAsmiani FawziahProgram Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung MangkuratAdolescence are storm and stress period, there are many psychological events in theperiod, such as lost their parents. The negative impact of lost parent events that caused bydeath parents is trauma. One way to treat the death parents trauma is self healing. Self healing are influenced by external and internal conditions of individuals, such as emotionalintelligence. Factors that may affect to the self healing are age and gender. The purpose of this study were to determine the role of emotional intelligence to self healing of deathparents trauma and to know the differences of self healing trauma based on age and gender.Subjects were orphaned teenagers who have experienced trauma as many as 100 people(consisting of 50 men and 50 women aged 12-16 years and 17-20 years). Methods of datacollection were used emotional intelligence scale, self healing scale and traumaquestionnaire. Data analysis were done by regression and ANOVA with two pathwaysanalysis. Based on data analysis from regression test was known that there was the role of emotional intelligence to self healing of death parents trauma with effective contributionwas 80.2% . The results of ANOVA with two pathways analysis to show the value of F
count
>F
table
(4.030> 3.935), that means there were differences of self healing trauma both men andwomen, where the self healing in men better than in women. In addition, the self healingtrauma in subjects age 17-20 years better than in subjects age 12-16 years with the valueF
count
> F
table
(3.937> 3.935). R Squared value is 0.074 explains that there was an interactionvariable of age and gender to self healing of death parents trauma is equal to 7.4%.Keywords: Emotional intelligence, self healing, death parents trauma, teens.
 
2Masa remaja adalah masa badai dan stres, banyak terjadi peristiwa psikologis padamasa tersebut, salah satunya kehilangan orangtua. Dampak negatif dari peristiwa kehilanganorangtua yang disebabkan kematian adalah trauma. Salah satu cara untuk mengatasi traumakematian orangtua adalah melakukan pemulihan diri. Pemulihan diri dari trauma dipengaruhioleh kondisi eksternal dan internal individu, salah satunya kecerdasan emosional. Faktor yangmungkin mempengaruhi pemulihan diri dari trauma adalah usia dan jenis kelamin. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui peranan kecerdasan emosional terhadap pemulihandiri dari
 
trauma kematian orangtua dan mengetahui perbedaan pemulihan diri dari
 
traumakematian orangtua ditinjau berdasarkan usia dan jenis kelamin. Subjek dalam penelitian iniadalah remaja yatim piatu yang pernah mengalami trauma sebanyak 100 orang (terdiri dari 50laki-laki dan perempuan dengan usia 12-16 tahun dan 17-20 tahun). Metode pengumpulandata adalah menggunakan skala kecerdasan emosional, skala pemulihan diri dan kuesionertrauma. Analisis data dilakukan dengan teknik uji regresi dan anova dua jalur. Berdasarkananalisis data dari uji regresi diketahui bahwa ada peranan kecerdasan emosional terhadappemulihan diri dari trauma kematian orangtua dengan sumbangan efektif sebesar 80,2 %.Hasil uji analisis varians dua jalur nilai F
hitung
> F
tabel
(4,030 > 3,935) artinya ada perbedaanpemulihan diri dari trauma kematian orangtua antara laki-laki dan perempuan, dimanapemulihan diri laki-laki lebih baik daripada perempuan. Selain itu, pemulihan diri padasubjek usia 17-20 tahun lebih baik daripada subjek usia 12-16 tahun dengan nilai F
hitung
>F
tabel
(3,937 > 3,935). Nilai
 R Squared 
sebesar 0,074 menjelaskan bahwa ada interaksivariabel usia dan jenis kelamin terhadap pemulihan diri dari trauma kematian orangtua yaitusebesar 7,4 %.Kata Kunci : Kecerdasan emosional, pemulihan diri, trauma kematian orangtua, remaja.
 
3Remaja adalah harapan baik bagi orangtua, bangsa maupun negara yang memilikiperanan penting untuk pembangunan bangsa Indonesia di masa depan. Masa remaja adalahmasa badai dan stres, banyak terjadi peristiwa psikologis pada masa tersebut (Santrock,2002), salah satunya adalah peristiwa kehilangan orangtua. Orangtua mempunyai perananpenting bagi kehidupan remaja. Kehilangan orangtua dapat disebabkan oleh faktorperceraian, ekonomi, dan kematian yang akan berdampak bagi remaja yang ditinggalkan.Studi pendahuluan di Istana Anak Yatim Batu Licin, berdasarkan hasil wawancaradengan pengelola Istana Anak Yatim Batu Licin menyatakan bahwa remaja yatim piatuketika pertama kali datang menunjukkan ekspresi mengalami kesedihan, sering termenungdan malas melakukan aktivitas (Fawziah, 2011). Hasil penelitian Bruce (2002) menyebutkanbahwa dampak negatif dari peristiwa kehilangan orangtua yang disebabkan kematian adalahmengalami kesedihan,
grief 
(perasaan sedih mendalam yang menimbulkan keputusasaan)dan trauma. Antony & Barlow (2002) menyebutkan bahwa kematian orangtua adalah salahsatu faktor risiko terjadinya trauma. Trauma dapat mengakibatkan remaja menjadi depresidan berpengaruh pada kehidupan pribadinya (APA, 2000). Salah satu cara untuk mengatasitrauma kematian orangtua agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi individu adalahmelakukan pemulihan diri.Pemulihan diri dari trauma kematian orangtua adalah pemulihan diri secara integritasakibat peristiwa kematian orangtua yang terjadi pada individu (Mollica, 2006). Pemulihandiri dari trauma dipengaruhi oleh kondisi ekternal dan internal individu. Kondisi eksternaldipengaruhi oleh dukungan sosial (Ginanjar, 2009). Sementara itu, kondisi internaldipengaruhi oleh tiga macam faktor kecerdasan yang dimiliki setiap individu, yaitukecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional (Agustian, 2002).Kecerdasan emosional adalah bagian dari aspek personal yang dimiliki oleh setiapindividu yang berbeda antara satu individu dengan individu yang lainnya. Kecerdasan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->