Abduh dan Pembaruannya, Shofwan Karim, Desember 2000/Ramadhan 1421
cara pembagian Adams dapat diterima dalam rangka memudahkan pemahaman yangkontekstual menurut masa, kondisi, tempat dan lingkungan kehidupan seseorang. Uraian berikut mengikuti pembagian periode menurut Adams tersebut.A.
Periode Pertumbuhan (1849-1877 M)
Abduh, menurut pendapat umum lahir pada tahun 1265 H/1849 M.
4
Ada pendapat lain yang mengatakan ia lahir pada tahun 1262 H/1845 M.
5
Perbedaan itumungkin disebabkan oleh perbedaan sumber tulisan. Boleh jadi pula, mencatat kelahiran belum biasa dilakukan oleh masyarakat di tempat orang tua Abduh yang bernamaMahallat Nasr, di Hilir Mesir, Kabupaten al-Buhaerah di wilayah al-Gharbiyah, padamasa itu. Alasan lain penyebab perbedaan waktu kelahiran itu boleh jadi karena situasi politik yang tidak menentu, orang tua Abduh berpindah-pindah
6
dan tidak memperhatikan tanggal dan tempat kelahiran putra-putrinya secara serius.
7
Ayah Abduh bernama Abduh ibn Hasan Khair Allah. Dengan begitu namalengkapnya adalah Muhammad Abduh Ibn Hasan Khair Allah .
8
Keluarganya hidup darihasil pertanian, namun mempunyai jiwa kegamaan yang teguh, taat, dan berpandanganterbuka terhadap ilmu pengetahuan. Ayahnya menganjurkan Abduh untuk menuntut ilmu pengetahuan. Masa pendidikan Abduh dimulai dengan pelajaran dasar membaca danmenulis melalui orang tuanya sendiri. Ia selanjutnya belajar al-Qur’an kepada seorang
hafiz .
9
Dalam waktu dua tahun ia sendiri menjadi seorang
hafiz
pula.
10
Berikutnya ia belajar di Mesjid Ahmadi, di Thantha. Metode pengajaran yang menitikberatkan hafalantanpa pengertian bagi murid-muridnya di sekolah itu, membuat Abduh merasa tidak puas. Ia kembali ke Mahallat Nashr dan bertekad melanjutkan usaha orang tuanya dilapangan pertanian. Kala itu ia diperkirakan berusia 16 tahun, di usia itu pula iamenikah.
11
Orang tuanya yang mempunyai apresiasi yang memadai terhadap ilmu pengetahuan tidak setuju dengan tekad Abduh yang hanya ingin bertani. Orang tuanyamemerintahkan Abduh untuk kembali belajar di Mesjid Ahmadi di Thantha. Dalam perjalan kembali ke Thantha ia menyimpang ke desa Kanisah Urin, tempat tinggal kaumkerabat pihak ayahnya. Seorang di antara kerabat ayahnya itu adalah Syeikh Darwisy
Majalah Ilmiah TAJDID Fak. Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang
3
Leave a Comment