Dikta Ekonomi Nurul Huda & Zulihar
1.2.
Perumusan Masalah
Bagaimana peluang perdagangan bilateralantara Indonesia dan China ? Makalah inimencoba menganalisis perdagangan bilateralantara Indonesia dan china tersebut dengan beberapa pertanyaan yang akan dijawab yaitu :1.
Bagaimana perkembangan neraca perdagangan Indonesia dengan Chinaselama periode 2000-2009 ?2.
Komoditi apa saja yang menjadi andalanekspor Indonesia ke China dan sebaliknyakomditi apa saja yang menjadi andalanchina untuk diekspor ke Indonesia?3.
Langkah apa yang dapat dilakukanPemerintah Indonesia terkait perdagangandengan China?
II.
TEORI PERDAGANGANINTERNASIONAL2.1.
Teori Klasik Keunggulan Mutlak(
Absolute Advantage
/
Absolute Cost
:Adam Smith)
Pandangan Teori Klasik berkembang pada abad ke-18. Pelopor teori ini di antaranyaadalah Adam Smith. Pandangan ini berpendapat bahwa logam mulia tidak mungkin ditumpuk dengan surplus ekspor karena logam mulia akan mengalir dengansendirinya melalui perdagangan internasional(
price specie flow mechanism
). Adam Smithmenginginkan tidak adanya campur tangan pemerintah dalam perdagangan bebas, karena perdagangan bebas akan membuat orang bekerja keras untuk kepentingan negaranyasendiri dan sekaligus mendorong terciptanyaspesialisasi. Dengan terciptanya spesialisasimaka negara akan menghasilkan suatu produk yang memiliki keunggulan mutlak (
absoluteadvantage
).Dalam padangan kritisnya, AdamSmith mengemukan teori
absolute advantage(
keunggulan mutlak) tersebut, di mana negaraakan memperoleh manfaat perdaganganinetrnasional (
gain from
trade) karenamelakukan spesialisasi produksi danmengekspor barang jika negera ini memilikikeunggulan mutlak tersebut dan akanmengimpor barang bila tidak memilikiketidakunggulan mutlak.Teori
Absolute Advantage
lebihmendasarkan pada besaran/variabel riil bukanmoneter sehingga sering dikenal dengan namateori murni (
pure theory)
perdaganganinternasional. Murni dalam arti bahwa teori inimemusatkan perhatiannya pada variabel riilseperti misalnya nilai suatu barang diukur dengan banyaknya tenaga kerja yangdipergunakan untuk menghasilkan barang.Makin banyak tenaga kerja yang digunakanakan makin tingginilai barang tersebut (
Labor Theory of value
)
. Teori
absolute advantage
Adam Smith yang sederhana menggunakanteori nilai tenaga kerja, Teori nilai kerja ini bersifat sangat sederhana sebab menggunakananggapan bahwa tenaga kerja itu sifatnyahomogeny serta merupakan satu-satunyafaktor produksi. Dalam kenyataannya tenagakerja itu tidak homogen, faktor produksi tidak hanya satu dan mobilitas tenaga kerja tidak bebas.
2.2.
Biaya Relatif (
Comparative Cost
:David Ricardo)
Teori David Ricardo didasarkan padanilai tenaga kerja atau
theory of labor value
yang menyatakan bahwa nilai atau harga suatu
cost comparative
produk ditentukan oleh jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukanuntuk memproduksinya.
Menurut teori
cost comparative advantage (labor efficiency),
suatu negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan intemasional jika melakukanspesialisasi produksi dan mengekspor barangdi mana negara tersebut dapat berproduksirelatif lebih efisien serta mengimpor barang dimana negara tersebut berproduksi relatif kurang/tidak efisien.
Berdasarkan contohhipotetis di bawah ini maka dapat dikatakan bahwa teori
comparative advantage
dari
4
Nopirin,Ekonomi Internasional, penerbit : Liberty,Yogyakarta, 1995,hlm 8.
5
Richard Lipsey et all, Economic, diterjemahkan,AgusMaulana, Binarupa Aksara,1992, hlm 440
Volume 6 Nomor 3, Desembers 09 / Dzulhijjah 1430 H ISSN 1411 – 776
185