Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Bangkai

Hukum Bangkai

Ratings: (0)|Views: 2,793|Likes:
Published by adi nurcahyo

More info:

Published by: adi nurcahyo on Dec 29, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

 
Hukum Bangkai
PENGERTIAN BANGKAI
Bangkai, dalam bahasa Arab disebut
al mayyitah
. Pengertiannya, yaitu sesuatu yang matitanpa disembelih.
1
Sedangkan menurut pengertian para ulama
 syari'at 
,
al mayyitah
(bangkai) adalah hewan yang mati tanpa disembelih secara
 syar'i
, dengan cara matisendiri tanpa sebab campur tangan manusia. Dan terkadang dengan sebab perbuatanmanusia, jika dilakukan tidak sesuai dengan cara penyembelihan yang diperbolehkan.
2
 Dengan demikian definisi bangkai mencakup:1.Yang mati tanpa disembelih, seperti kambing yang mati sendiri.2.Yang disembelih dengan sembelihan tida
 syar'i
, seperti kambing yangdisembelih orang musyrik.3.Yang tidak menjadi halal dengan disembelih, seperti babi disembelih seorangmuslim sesuai syarat penyembelihan
 syar'i
.
3
 Para ulama berpendapat, anggota tubuh (daging) yang dipotong dari hewan yang masihhidup, termasuk dalam kategori bangkai, dengan dasar sabda Rasululloh shallallahu'alaihi wasallam : 
ٌةَتْيَم َوُهَف اَهْنِم َعِطُق اََف ٌةّيَح َِَ ِةَيِهَبْل ْِم َعِطُق اَم 
(
Semua yang dipotong dari hewan dalam keadaan masih hidup adalah bangkai
).
4
Dengan demikian, hukumnya sama dengan hukum bangkai. 
NAJISNYA BANGKAI
Menilik keadaan hewan bangkai, maka dapat dibagi menjadi tiga bagian.
Yang ada di luar kulit, seperti bulu dan rambutnya serta yang sejenisnya.
Hukumnya suci, tidak najis,
5
berdasarkan firman Allah : 
ٍيِح ىَلِإ اًاَتَمَ اًثاَثَأ اَِراَْشَأَ اَِراَْَأَ اَهِفَوْصَأ ْِمَ 
 Dan (dijadikannya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumahtangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).
(QS an-Nahl/16:80).
 
Ayat ini bersifat umum, yakni meliputi hewan yang disembelih dan tidak disembelih.Allah juga menyampaikan ayat ini untuk menjelaskan karunia-Nya terhadap hamba-hamba-Nya yang menunjukkan kehalalannya.
6
 
Bagian bawah kulitnya, seperti daging dan lemak.
Hukumnya najis secara ijma'
7
dan tidak dapat disucikan dengan disamak.
8
Berdasarkanfirman Allah Ta'ala: 
اًحوُْسَم اًمَد ْَأ ًةَتْيَم َوُكَ ْَأ ِإ ُُَْطَ ٍِاَ ىََ اًمّَُم ّَلِإ َِحُأ اَم ِف ُِجَأ  ْُق  ِِ ِّ ِْيَغِل ّِُأ اًْسِف ْَأ ٌْجِر ُّِَف ٍِزْنِخ َْَل ْَأ
 Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itubangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -karena sesungguhnya semua itukotor- atau binatang disembelih atas nama selain Allah".
(QS al An'am/6:145).Dikecualikan dalam hal ini, yaitu:1). Bangkai ikan dan belalang, berdasarkan sabda Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam:
ُاَطلَ ُِبَكْلاَف ِاَمّل اّمَأَ ُدََْلَ ُوُْلاَف ِاَتَتْيَْل اّمََف ِاَمَدَ ِاَتَتْيَم ْُكَل ْّِحُأ
 Dihalalkan bagi kalian dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati (liver) dan limpa.
(HR Ibnu Majah no. 3314, dan
dishohihkan
Syaikh al Albani dalam
Silsilah al Ahaditsash-Shohihah
, no. 1118).2). Bangkai hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir, seperti lalat, lebah, semutdan sejenisnya, berdasarkan sabda Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam :
َْخُْَ ًءَد ِْيَحاَنَج َْحِإ ِف ّِَف ُْِزْنَيِل ّُث ُْسِْغَيْَف ْُِَحَأ ِََش ِف ُاَذل َعَقَ َِإ ًءاَِش 
 Apabila seekor lalat hinggap di minuman salah seorang kalian, maka hendaknyamenenggelamkannya kemudian membuangnya. Karena, pada salah satu dari kedua sayapnya penyakit, dan (sayap) yang lainnya (sebagai) obatnya (penawar).
(HR alBukhori, no. 3320).3). Tulang, tanduk dan kuku bangkai. Ini semuanya suci, sebagaimana dijelaskan Imam alBukhori, dari az-Zuhri tentang tulang bangkai, seperti gajah dan lainnya, dengan
 sanad mu'allaq
dalam
Shohih al Bukhori
(1/342).Imam az-Zuhri berkata,"Aku telah menemui sejumlah orang dari ulama salaf menggunakannya sebagai sisir dan berminyak dengannya. Mereka membolehkannya."
9
4). Bangkai manusia, berdasarkan sabda Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam :
 
ُُْنَ َ َِْسُْل ّِإ ِّ َاَْبُ 
Sesungguhnya seorang muslim itu tidak najis
. (HR al Bukhori).Syaikh Majduddin Ibnu Taimiyyah berkata,"(Pengertian) ini umum mencakup yang hidupdan yang mati".Imam al Bukhori berkata, Ibnu 'Abbas berkata: "Seorang muslim itu tidak najis, baik ketika masih hidup atau setelah mati". Imam al Bukhori juga membuat bab dalam kitab
al Muntaqa
, yaitu bab yang menerangkan bahwa muslim itu tidak najis.
10
Adapun tubuh orang kafir, terjadi perselisihan tentang kesuciannya. Yang
rojih
, yaitu pendapat mayoritas ulama yang mengatakan kesuciannya, berdasarkan firman Allah :
ٌََ َوُِْُْل اَّِإ وُنَمآ َِذّل اَهَأ اَ 
 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis
. (QSat-Taubah/9:28).Ini karena keyakinan dan joroknya mereka dan dibolehkannya menikahi wanita AhluKitab; padahal jelas akan bersentuhan dan tidak dapat dielakkan, khususnya ketika berhubungan intim.
Wallahu a'lam
.
Kulitnya.
Hukum najisnya mengikuti hukum bangkainya. Apabila bangkai hewan tersebut suci,maka kulitnyapun suci; dan bila hewan tersebut najis, maka kulitnyapun najis. Di antaracontoh yang suci adalah ikan, dengan dasar firman Allah: 
ُُماَََ ِْَبْل ُْيَص ْُكَل ّِحُأ
 Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagaimakanan yang lezat bagimu.
(QS al Maidah/5:96).Ibnu 'Abbas mengatakan:
ِْَبْل ُْيَص 
adalah yang diambil hidup-hidup, dan
ُُماَََ 
adalah yang diambil sesudah mati". Sehingga, kulitnyapun suci.
11
HUKUM MEMAKAN BANGKAI
Syari'at 
Islam telah mengharamkan memakan bangkai. Dasar pengharaman bangkai ini,terdapat di dalam al Qur`an dan Sunnah.Pengharaman bangkai dalam al Qur'an ada dalam beberapa ayat, di antaranya:
ِّ ِْيَغِل ِِ ّِُأ اَمَ ِِزْنِْل َْَلَ َّلَ َةَتْيَْل ُُكْيََ َّَح اَّِإ
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, danbinatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.
(QS al Baqarah/2:173).

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Siti Zainab liked this
Manda Ndok liked this
faizah liked this
yood liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->