Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Faktor Berpengaruh terhadap Perilaku Korupsi. Kasus Indonesia

Faktor Berpengaruh terhadap Perilaku Korupsi. Kasus Indonesia

Ratings: (0)|Views: 125 |Likes:
Published by Oswar Mungkasa

Makalah disiapkan oleh Oswar Mungkasa (Tugas Mata Kuliah Ekonomi Mikro 3, Tahun 2002)

Makalah disiapkan oleh Oswar Mungkasa (Tugas Mata Kuliah Ekonomi Mikro 3, Tahun 2002)

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Oswar Mungkasa on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

 
Tugas Mikro III - Om
1
Faktor Berpengaruh terhadap Perilaku KorupsiKasus Indonesia
Oleh Oswar Mungkasa(Tugas Mata Kuliah Ekonomi Mikro 3, 2002)
1.
 
Pendahuluan
Korupsi merupakan penyakit paling parah yang menggerogotiperekonomian negara-negara di dunia ketiga. Suatu kemustahilanmengharapkan negara menjadi makmur ketika korupsi sudah dianggapmenjadi bagian dari suatu kehidupan bangsa.Tingkat Korupsi yang demikian besar tentu saja akan berdampakterhadap kondisi perekonomian. Salah satu contoh aktual adalah Nigeria.Tahun 1985 pendapatan per kapita Nigeria mencapai 2.500 dollar AS. Namun,sekarang tinggal 225 Dollar AS. Salah satu hasil studi Angang Hu (2000)
1
dariCenter for China Study, Qinghua University menyebutkan bahwa kerugianCina akibat korupsi di berbagai proyek mencapai sekitar 3,4 sampai 4,5persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Besarnya dampak korupsimengakibatkan kejahatan korupsi dianggap bukan tindak pidana biasa tetapimerupakan kejahatan luar biasa (
extra ordinary crime
).Dikaitkan dengan kondisi di Indonesia, maka tingkat korupsi diIndonesia menunjukkan kondisi yang relatif sama jeleknya. Tidak ada datayang pasti tentang besarnya korupsi di Indonesia, tetapi berdasar salah satuindikator yang diakui secara internasional yaitu Corruption Perception Index(CPI)
2
yang dikeluarkan oleh Transparency International (TI) menempatkanIndonesia pada peringkat ke-88 dari 91 negara yang dinilai. Posisi ini secarasubstansial tidak beranjak dari tahun tahun sebelumnya (Kompas, 4
1
 
Hasil penelitian ini dikemukakan dalam makalahnya Corruption and Anti-corruption Strategies in China yangdisampaikan dalam Simposium Korupsi di Amerika Serikat pada bulan februari 2001.
2
Transparency International (TI) merupakan sebuah lembaga pemantau tingkat korupsi di berbagai negara yangberbasis di Berlin, Jerman. Sementara Corruption Perception Index 9CPI) dihitung berdasar persepsi pelakubisnis, analis, dan orang yang berkepentingan dengan pemberantasan korupsi.
 
Tugas Mikro III - Om
2
Desember 2001). Sekalipun angka ini masih dipertanyakan validitasnya,tetapi realitasnya menunjukkan kondisi yang relatif serupa.Tentu saja banyak faktor yang dituding menjadi penyebab korupsi.Kesemua faktor penyebab tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapafaktor berpengaruh dalam pengambilan keputusan korupsi dari sebuahindividu. Dalam makalah ini keseluruhan faktor penyebab tersebutdikelompokkan dalam 3 (tiga) faktor berpengaruh terhadap kecenderungankorupsi (atau tidak korupsi) yaitu tingkat gaji pegawai pemerintah, besarnyapendapatan dari korupsi, besar/tingginya tingkat hukuman jika tertangkap,dan kemungkinan (probabilitas) tertangkap.Pemahaman terhadap mekanisme pengaruh dari faktor-faktor tersebutdipercaya dapat membantu pengambil kebijakan (pada berbagai tingkatanpemerintahan/institusi) dalam menerapkan strategi penanganan korupsi.Memperhatikan hal tersebut di atas, maka maksud studi ini adalahmemberikan gambaran kecenderungan seseorang berperilaku korupsidengan memperhatikan faktor tingkat gaji pegawai negeri, kemungkinantertangkap, besarnya suap/hasil korupsi dan besarnya hukuman. Tujuanstudi adalah membangun sebuah model yang dapat memperlihatkan bentukhubungan antara (a) gaji pegawai negeri; (b) kemungkinan tertangkap; (c)besarnya suap/hasil korupsi; dan (d) besarnya/tingginya hukuman terhadaptingkat kecenderungan korupsi dari pelaku korupsi.
2.
 
Korupsi: Penyebab dan Faktor Berpengaruh2.1 Definisi dan Bentuk Korupsi
Korupsi berasal dari Bahasa Latin
corruptus
yang berarti mematahkanatau memisahkan dan
corrumpere
atau merusak. Secara konsepsual, korupsiadalah sebuah bentuk perilaku yang memisahkan diri dari etika, moralitas,tradisi, hukum dan kebajikan sipil. Korupsi mencakup penyalahgunaankekuasaan serta pengaruh jabatan atau kedudukan istimewa dalammasyarakat untuk maksud pribadi (Lubis, 1998). Definisi klasik Bank Dunia
 
Tugas Mikro III - Om
3
dan Dana Moneter Internasional (IMF), korupsi diartikan sebagaipenggunaan posisi pengambilan kebijakan publik untuk secara ilegalmemperoleh keuntungan pribadi/kelompok.Sementara definisi lainnya adalah (a)
Discretionary corruption
, korupsiyang dilakukan karena adanya kebebasan dalam menentukan kebijaksanaan;(b)
Illegal corruption
, suatu jenis tindakan yang bermaksud mengacaukanmaksud-maksud hukum, peraturan dan regulasi tertentu; (c
 ) Mercenerycorruption
, jenis tindak korupsi untuk kepentingan pribadi; (d
 ) Ideologicalcorruption,
korupsi
illegal
atau
discretionery
untuk kepentingan kelompok(Benveniste, 1997).Sedikitnya terdapat tujuh macam bentuk korupsi, yaitu (a) korupsitransaksional, korupsi yang melibatkan kedua belah pihak; (b) korupsimemeras, jika salah satu pihak terpaksa melakukan korupsi; (c) korupsiontogenik, hanya melibatkan yang bersangkutan; (d) korupsi defensif, jikadilakukan untuk membela diri; (e) korupsi investasi, berupa pelaksanaantugas dengan harapan mendapat imbalan; (f) korupsi nepotisme, pemberiankeistimewaan pada keluarga/teman/relasi; (g) korupsi suportif, tidak terlibatlangsung tapi memberi peluang atau pura-pura tidak tahu (Noeh, 1997).
2.2 Dampak Korupsi
Dampak korupsi dapat dibedakan atas dampak negatip dan positip.Dampak negatip yaitu (a) Menggagalkan pencapaian tujuan pelaksanaanpembangunan; (b) Kenaikan biaya administrasi; (c) Jika dalam bentuk komisi,akan mengurangi alokasi dana yang seharusnya dipakai untuk keperluanmasyarakat umum; (d) Berpengaruh buruk pada mental pegawai; (e)Menurunkan kredibilitas pemerintah. Sementara dampak positip adalah (a)Hasil korupsi sebagian terbesar dipergunakan untuk investasi; (b)Meningkatkan kualitas pegawai; (c) Perekrutan yang berlandaskan nepotismeakan melipatgandakan jumlah pegawai, yang berakibat mengurangi jumlahpengangguran (
Lubis,1998
).
2.3 Faktor Penyebab

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->