Bab 2 Proposal
Bab 2 Proposal
PEMBAHASAN
Penelitian Terdahulu
Sosial Instagram dan Food Quality terhadap Minat Beli Ulang” studi kasus pada
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
1. Minat Beli
Ulang (Y)
Tabel 2.1 Lanjutan
1. Minat Beli
Ulang (Y)
Iklan merupakan media yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia saat
ini, dimana iklan menjadi salah satu media alat komunikasi. Hampir setiap hari terdapat
berbagai iklan di media massa seperti di majalah, surat kabar, televisi, radio dan internet.
Media massa adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengirim pesan iklan yang
akan disampaikan kepada masyarakat. Perlu banyak cara yang digunakan agar iklan yang
akan disampaikan kepada masyarakat itu berhasil. Oleh karena itu iklan dibuat semenarik
mungkin sehingga masyarakat tertarik dan ingin membeli atau menggunakan produk
yang ditawarkan.
komunikasi yang bertujuan untuk membujuk dan menggiring orang untuk mengambil
tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan. Iklan yang ditayangkan dalam
media televisi dapat menjangkau khalayak sasaran yang lebih luas dan dapat mengirimkan
pesan kepada khalayak pada saat bersamaan. Namun ditengah perkembangan media
komunikasi saat ini apakah pesan iklan di televisi masih dapat efektif menjangkau
khalayak sasarannya. Seperti yang diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan untuk
beriklan di televisi relatif lebih mahal, penyampain pesannya pun tidak menyeluruh karena
1
Sebuah perusahaan riset periklanan yaitu Nielsen Advertising Information Service
mengatakan bahwa pertumbuhan iklan pada tahun 2016 memperlihatkan pergerakan yang
positif dengan nilai pertumbuhan sebesar 18% di semester pertama. Secara keseluruhan
total belanja iklan meningkat menjadi 67,7 Tril iun. Kontributor utama untuk pertumbuhan
belanja iklan masih dari media televisi sebesar 51,9 Tril iun, meningkat 26% dari periode
yang sama di tahun 2015 lalu. Sementara itu pertumbuhan belanja iklan di media cetak juga
Nielsen mencatat ada 10 produk dengan anggaran iklan terbesar selama Januari- Maret
2016. Dunhil menjadi kontributor tertinggi dengan total belanja iklan sebesar Rp 420,4
miliar. Dan satu-satunya dari kategori layanan e-commerce adalah Tokopedia yang turut
Gambar 1.1
2
Data tersebut menunjukkan bahwa industri penyedia layanan online di Indonesia
juga menjelaskan bahwa kategori layanan online menunjukkan pertumbuhan yang sangat
tinggi yaitu sebesar 66% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 dengan
Pelaku penyedia jasa layanana online pun semakin bertambah jumlahnya, mulai
dari penjualan produk atau barang milik perusahaan e-commerce itu sendiri ataupun yang
memiliki sistem market place yang menerima penjualan mandiri artinya perusahaan e-
commerce tersebut hanya menyediakan media untuk berbisnis online bagi konsumennya.
Selain munculnya beragam brand penyedia jasa layanan online, tren belanja dan bisnis
Online shop atau yang dapat diartikan sebagai toko online merupakan sebuah
sistem jual beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli tanpa bertatap muka secara
langsung. Barang yang dijual pun ditawarkan melalui katalog di dalam beragam media
online seperti facebook, instagram, line@ ataupun melalui beragam situs penyedia layanan
commerce yang sangat besar. Dapat dilihat dari perkiraan transaksi dari e-commerce di
Indonesia pada 2016 mencapai 25 Miliar USD. Tentunya diiringi pula dengan gencarnya
sosialisasi dan promosi yang dilakukan terkait e-commerce serta penetrasi internet yang
terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis online saat ini sedang marak di
Iklan merupakan metode atau sarana untuk mempromosikan produk, layanan, atau brand kepada
masyarakat luas yaitu audience dimana tujuannya adalah untuk mendorong ketertarikan khalayak
akan produk, layanan atau brand tersebut. Pada dasarnya periklanan saat ini telah menjadi bagian
dari kehidupan industri modern dan oleh karena itu periklanan dianggap menjadi media paling
tepat dan efektif untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan suatu produk kepada khalayak
luas. Menurut Siti Aisyah dalam bukunya yang berjudul dasardasar periklanan, ia menjelaskan
bahwa iklan tidak akan pernah terlepas dari konsumen. Dan iklan yang efektif adalah iklan yang
bukan hanya disukai oleh masyarakat namun juga dapat meningkatkan penjualan. Menurut
Terence A.Shimp (2003) dalam buku M. Anang yang berjudul Komunikasi Pemasaran tujuan dari
pembuatan iklan itu sendiri adalah :
3
a) Informing atau memberi informasi Dimana sebuah iklan dibuat dengan tujuan agar konsumen
aware atau sadar akan keberadaan produk baru, brand baru, meningkatkan citra positif dari brand
atau perusahaan. Dengan demikian, informasi yang efektif dapat mengarah pada pembentukan
sikap dan merupakan salah satu motivasi seseorang untuk memilih suatu produk.
b) Persuading atau mempersuasi Iklan yang efektif adalah iklan yang memiliki kemampuan untuk
mempersuasi dimana setelah konsumen mengetahui keberadaan produk, konsumen akan mencoba
produk yang diiklankan
. c) Reminding atau mengingatkan Tujuan reminding dalam periklanan adalah untuk menjaga
brand atau produk di benak konsumen setiap saat. Iklan yang efektif adalah iklan yang juga
mampu 11 menciptakan dan meningkatkan minat membeli konsumen terhadap brand atau produk,
dan konsumen mampu mengingatnya dalam jangka waktu yang lama.
d) Adding Value atau memberikan nilai tambah Iklan pun diharapkan mampu berkontribusi
menambah value bagi sebuah brand atau produk, sehingga konsumen dapat memiliki persepsi dan
memandang brand atau produk tersebut sesuai dengan citra perusahaan.
Iklan TikTok Finnah (2020) dalam bukunya yang berjudul pengantar periklanan mengatakan
bahwa penentuan media merupakan faktor penting dalam menentukan media apakah yang
dianggap paling efektif dalam mencapai tujuan, dimana perlu memperhatikan hal-hal terkait
jangkauan, frekuensi, dan efektifitas sebuah media. Peralihan media baru TikTok, berpeluang
sebagai media promosi yang dinilai efektif. Selain terdapat fitur pendukung yang mudah
digunakan dan memiliki ratusan juta pengguna aktif, TikTok mampu dijadikan sebagai media
mempromosikan, karena konten-konten yang dihasilkan oleh TikTok lebih sering di share atau
dibagikan oleh penggunaanya. Seperti yang dikatakan oleh Ria Dikemas dalam website Bisnis
UKM bahwa TikTok memiliki keunikan dimana konten video TikTok sangat memungkinkan
untuk mendapatkan share yang dimana hal ini menjadi pembeda dengan aplikasi sosial media
lainnya. Terpaan Iklan Teori terpaan iklan atau advertising exposure menurut Effendy, (1989:124)
dalam penelitian Anggraini Nurul adalah suatu keadaan dimana khalayak atau audience
terpengaruh oleh pesan-pesan komunikasi secara berulang atau terus-menerus disebarluaskan oleh
media massa.
Kerangka berpikir
a. Media Analysis
atau analisis untuk mengukur kinerja sebuah akun brand di social media.
Analisis Media terdiri dari 3 matriks utama yaitu reach, engagement, dan
adalah total fans atau followers, total views/unique views dan informasi
Yang terakhir adalah Virality. Ini matriks khusus untuk mengukur sebuah
5
yang dihasilkan dari banyaknya orang yang men-tag tentang postingan
b. Conversation Analysis
seperti ada sebuah akun brand di social media yang memiliki banyak
fans atau followers dan memiliki jumlah mentions yang sangat banyak
tiap harinya. Analisis pada tahapan ini berusaha untuk memahami kata-
sentiment. Dengan tiga indikasi tone positif, netral, dan negatif, berusaha
memahami emosi dari konsumen dengan tiga tolak ukur tersebut. Bisa
kekecewaan dari pelanggan yang tidak puas, perlu diketahui. Hal terakhir
media.
6
c. Network Analysis
Salah satu tujuan brand hadir di social media adalah untuk menghimpun
yang sangat ampuh untuk memengaruhi pelanggan dan calon pelanggan tersebut.
masyarakat yang dikagumi. Untuk itu, analisis pada tahapan ini berbicara
bidang atau industri dari brand tersebut. Influencer tidak harus artis, karena bisa
saja dia seseorang yang tidak pernah muncul di TV atau media massa lainya
namun sangat dikenal di social media. Kemudian ada Dynamic Network sebagai
pengukuran yang kompleks karena sudah berbicara tentang konsep atau teori dari
analisis jejaring sosial. Di dalam pengukuran ini akan ada visualisasi dari ego
network (jejaring pribadi) dengan para influencer yang telah menjadi follower
brand tersebut.
Selain yang di atas, ada banyak cara untuk mengukur efek dari media
sosial.
7
Definisi konseptual
Kata iklan (advertising) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya kurang lebih adalah menggiring orang
pada gagasan (Durianto, Sugiarto, Widjaja, dan Supratikno, 2003, p.1). Iklan merupakan setiap bentuk
presentasi non personal yang dibayar dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang teridentifikasi
(Kotler & Keller, 2009). Iklan yang dibayar, bentuk mediasi komunikasi dari sumber yang dapat
diidentifikasi, yang dirancang untuk membujuk penerima untuk mengambil beberapa tindakan pada masa
sekarang atau masa depan.