0% found this document useful (0 votes)
49 views3 pages

Jurnal Cover Note

Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
49 views3 pages

Jurnal Cover Note

Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd

Vol. x No.

x Bulan Tahun
e-ISSN: 2502-7573  p-ISSN: 2502-8960
Open Acces at:
https://ojs.unud.ac.id/index.php/ActaComitas

Kedudukan Hukum Cover Note Sebagai Kekuatan


Hukum Dalam Produk Hukum Notaris Terkait Perjanjian
Kredit Bank

Aras Samshitawrati1, Ketut Wiranata Adi Tatar2

Fakultas Hukum Universitas Udayana, E-mail: arassamsitha@yahoo.com


1

2
Fakultas Hukum Universitas Udayana, E-mail: wiranataaditatar@gmail.com

Info Artikel Abstract


Masuk : Abstracts
Diterima :
Terbit :

Keywords :

Abstrak
Kata kunci: Abstrak

Corresponding Author:
Ketut Wiranata Adi Tatar,
E-mail:
wiranataaditatar@gmail.com

DOI :
Xxxxxxx

1. Pendahuluan

Dalam perkembangan jaman dari waktu ke waktu, manusia cenderung memiliki


kebutuhan dalam sector jasa publik, dalam bidang jasa public yang sangat dibutuhkan
saat ini merupakan Profesi Hukum. Notaris adalahh salah satu profesi hukum yang
banyak dibutuhkan oleh manusia sampai saat ini.
Dalam penjelasan mengenai Notaris pada ketentuan umum Pasal 1 angka 1 Undang-
Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris(Selanjutnya disebut UUJN)
bahwa Notaris adalah pejabat umum yang dimana pada prinsipnya berwenang
membuat akta autentik dan mempunyai kewenangan-kewenangan lainnya sesuai
dengan UUJN atau Undang-Undang lainnya.1 Artinya Notaris memiliki kewenangan
1
Dewi, I.A R.C.D (2018), Keanggotaan Notaris Dalam Organisasi Ikatan Notaris Indonesia: Mandatory
Vs Voluntary. Acta Comitas, 3(2), 269-279. h.270
Acta Comitas : Jurnal Hukum Kenotariatan, Vol. x No. xBulan Tahun, h. xxx - xxx
ISSN: 1978-1520

lain selain daripada hanya membuat akta autentik. Akta autentik merupakan akta yang
dikeluarkan oleh notaris yang memiliki keuatan hukum dengan kepastian hukum yang
diterima untuk dijadikan sebagai alat bukti dalam tulisan yang tidak memerulkan suatu
alat pembuktian lain sebagai tambahan, hakimpun akan terikat terhadap hal itu. 2
Notaris mempunyai kewenangan yang lebih luas daripada PPAT, berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Pejabat Pembuat Akta Tanah pada
Pasal 1 menentukan bahwa PPAT adalah seorang pejabat umum yang diberikan
keweangan untuk membuat akta autentik terhadap perbuatan hukum berkaitan terkait
ha katas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun. Selain akta – akta dan surat
yang dibuat oleh Notaris terdapat surat yang menjadi tajuk dalam penelitiann ini yaitu
Covernote yang umum diterbiitkan oleh pihak Notaris terkait dengan permintaan untuk
perjanjian kredit kepada Lembaga perbankan.

Covernote berasal dari Bahasa inggris yang terdiri atas dua kata yang terpisah, yakni
cover dan note, dimana cover artinya tutup dan note artinya tanda catatan. Melihat arti
dari kedua kata tersebut, maka covernote berarti catatan penutup. Dalam istilah
kenotariatan, arti dari covernote adalah surat keterangan, yakni surat keterangan yang
dikeluarkan oleh seorang notaris yang dipercaya dan diandalkan atas tanda tangan, cap,
dan segelnya guna untuk penjamin dan sebagai alat bukti yang kuat. 3 Covernote adalah
sebuah surat yang berisi keterangan yang dibuat oleh Notaris, dan proses
penggunaanya melibatkan 3 (tiga) inti yaitu, Notaris, Kreditur dan Debitur. Terkait hal
ini adalah bank, bank sebagai Lembaga yang bergerak di jasa keuangan, yang
mempunyai peran dalam menghimpun uang atau dana kedalam bentuk tabungan dan
kemudian mengalirkan Kembali pada masyarakat dengan bentuk kredit berfungsi
untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Kondisi kekosongan norma
(vacuum of norm) ini menyebabkan ketiga inti tersebut tidak mendapat kepastian hukum
dariapda kekuatan hukum Covernote tersebut dan dampak dari adanya covernote dalam
dunia perbankan sehingga perlut atas suatu kepastian hukum terkait kekuatan hukum
covernote, dikarenakan pengaturan Covernote belum diatur secara tegas didalam UUJN
maupun PP PPAT.

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui mengenai batas-batas penggunaan Covernote


oleh Notaris dalam perjanjian kredit dan untuk mengetahui Kedudukan Hukum dan
Kekuatan Hukum Covernote Notaris sebagai produk hukum Notaris. Penulisan ini
berfungsi untuk menambah literatur dalam bidang kenotariatan serta agar bermanfaat
bagi bank, notaris dan debitur terkait dengan penggunaan covernote Notaris dalam
perjanjian kredit beserta kekuatan hukumnya.
Penulisan ini berdasarkan pemikiran dan penelitian asli dari penulis, walaupun dalam
penulisan mempunyai kemiripan daripada penulisan atau karya iilmiah sebelumnya,
tapi penelitian ini memiliki usnur kebaharuan didalamnya. Penulisan ini menggunakan
2 (dua) buah penulisan atau karya terdahulu sebagai pembanding :
1) Jurnal
2) Jurnal

Berdasarkan…
2. Metode Penelitian

2
Prajitno, Anji, (2010), Apa dan Siapa Notaris di Indonesia ?, Surabaya:Putra Media Nusantara, h.51.
3
Sanjaya, I Made Dwi, (2017), Tanggung Jawab Hukum Notaris Terhadap Penerbitan Covernote Dalam
Pemberian Kredit, Riiau Law Journal, Vol. 1 No.2, h.190.

July 201x : first_page – end_page


P-ISSN: 2502-8960, E-ISSN: 2502-7573

Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normative, merupakan penelitian hukum


berdasarkan atas adanya kekosongan norma (vaacum of norm) dalam peraturan
perundang-undangan terkait dengan kedudukan hukum covernote terhadap perjanjian
kredit bank. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis, konsep dan perundangan-
undangan. Bahan hukum yang dipergunakan terkait penelitian ini adalah bahan hukum
yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan yaitu menelaah, memahami dan
mengkaji lebih mendalam tentang literatur dan peraturan perundang-undangan yang
memiliki korelasi dengan pembahasan baik langsung maupun tidak langsun. Adapun
bahan sekunder yang terdiri dari literatur-literatur, buku-buku, makalah, dokumen-
dokumen yang berkaitan dengan masalahh yang dibahas, dan bahan hukum tersier
yang terdiri atas kamus dan ensiklopedi.4

3. Hasil Dan Pembahasan

3.1. Bagaimana Kedudukan Hukum Covernote Notaris sebagai Kekuatan Hukum ?


3.2. Bagaimana Kedudukan Hukum Covernote Notaris dalam memberikan
Kepastian Hukum terkait Perjanjian Kredit ?
4. Kesimpulan

Pada

Daftar Pustaka / Daftar Referensi

Buku

Jurnal

Tesis atau Disertasi

Buku / Literatur

Jurnal

Website resmi

4
Amiruddin dan H. Zainal Asikin, (2004), Pengantar Metode Penelitian Hukum, PT. Raja Grafindo
Persada, Jakarta, h.58

You might also like