Jurnal Cover Note
Jurnal Cover Note
x Bulan Tahun
e-ISSN: 2502-7573 p-ISSN: 2502-8960
Open Acces at:
https://ojs.unud.ac.id/index.php/ActaComitas
2
Fakultas Hukum Universitas Udayana, E-mail: wiranataaditatar@gmail.com
Keywords :
Abstrak
Kata kunci: Abstrak
Corresponding Author:
Ketut Wiranata Adi Tatar,
E-mail:
wiranataaditatar@gmail.com
DOI :
Xxxxxxx
1. Pendahuluan
lain selain daripada hanya membuat akta autentik. Akta autentik merupakan akta yang
dikeluarkan oleh notaris yang memiliki keuatan hukum dengan kepastian hukum yang
diterima untuk dijadikan sebagai alat bukti dalam tulisan yang tidak memerulkan suatu
alat pembuktian lain sebagai tambahan, hakimpun akan terikat terhadap hal itu. 2
Notaris mempunyai kewenangan yang lebih luas daripada PPAT, berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Pejabat Pembuat Akta Tanah pada
Pasal 1 menentukan bahwa PPAT adalah seorang pejabat umum yang diberikan
keweangan untuk membuat akta autentik terhadap perbuatan hukum berkaitan terkait
ha katas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun. Selain akta – akta dan surat
yang dibuat oleh Notaris terdapat surat yang menjadi tajuk dalam penelitiann ini yaitu
Covernote yang umum diterbiitkan oleh pihak Notaris terkait dengan permintaan untuk
perjanjian kredit kepada Lembaga perbankan.
Covernote berasal dari Bahasa inggris yang terdiri atas dua kata yang terpisah, yakni
cover dan note, dimana cover artinya tutup dan note artinya tanda catatan. Melihat arti
dari kedua kata tersebut, maka covernote berarti catatan penutup. Dalam istilah
kenotariatan, arti dari covernote adalah surat keterangan, yakni surat keterangan yang
dikeluarkan oleh seorang notaris yang dipercaya dan diandalkan atas tanda tangan, cap,
dan segelnya guna untuk penjamin dan sebagai alat bukti yang kuat. 3 Covernote adalah
sebuah surat yang berisi keterangan yang dibuat oleh Notaris, dan proses
penggunaanya melibatkan 3 (tiga) inti yaitu, Notaris, Kreditur dan Debitur. Terkait hal
ini adalah bank, bank sebagai Lembaga yang bergerak di jasa keuangan, yang
mempunyai peran dalam menghimpun uang atau dana kedalam bentuk tabungan dan
kemudian mengalirkan Kembali pada masyarakat dengan bentuk kredit berfungsi
untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Kondisi kekosongan norma
(vacuum of norm) ini menyebabkan ketiga inti tersebut tidak mendapat kepastian hukum
dariapda kekuatan hukum Covernote tersebut dan dampak dari adanya covernote dalam
dunia perbankan sehingga perlut atas suatu kepastian hukum terkait kekuatan hukum
covernote, dikarenakan pengaturan Covernote belum diatur secara tegas didalam UUJN
maupun PP PPAT.
Berdasarkan…
2. Metode Penelitian
2
Prajitno, Anji, (2010), Apa dan Siapa Notaris di Indonesia ?, Surabaya:Putra Media Nusantara, h.51.
3
Sanjaya, I Made Dwi, (2017), Tanggung Jawab Hukum Notaris Terhadap Penerbitan Covernote Dalam
Pemberian Kredit, Riiau Law Journal, Vol. 1 No.2, h.190.
Pada
Buku
Jurnal
Buku / Literatur
Jurnal
Website resmi
4
Amiruddin dan H. Zainal Asikin, (2004), Pengantar Metode Penelitian Hukum, PT. Raja Grafindo
Persada, Jakarta, h.58