UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
Nama :Deva Putri Suryanida
Nim :21105244036
Prodi :Teknologi Pendidikan-A
1. Model Pembelajaran Differentiated Learning
A. Penemu:Carol Ann Tomlinson
B. Ladasan teoritik:
Menurut Tomlinson (2000), Differentiated Instruction bukanlah
strategi, program, atau “sesuatu”. Differentiated Instruction adalah cara
berpikir. Sebuah filosofi bagaimana menanggapi perbedaan siswa dengan
mengadaptasi pengajaran untuk memenuhi kebutuhan siswa. Pada buku yang
lain, Tomlinson (Butler dan Lowe, 2008) mengemukakan bahwa
Differentiated Instruction adalah suatu pembelajaran yang disesuaikan dengan
kebutuhan siswa dengan tujuan untuk memaksimalkan potensi setiap siswa.
ASCD atau Association of Supervision and Curriculum Development
(Kaufelt, 2008) mendefinisikan Differentiated Instruction dengan suatu bentuk
pembelajaran yang berusaha memaksimalkan pertumbuhan belajar siswa
dengan cara mencari informasi sampai ditingkat mana kemampuan belajar
siswa, kemudian membantunya untuk lebih berkembang dan lebih maju. Lebih
rinci, Access Center (2005) mendefinisikan bahwa v Differentiated
Instruction adalah sebuah proses untuk meningkatkan belajar siswa dengan
cara menyesuaikan karakteristik siswa dengan pembelajaran dan penilaian,
yang tidak hanya menggunakan satu strategi melainkan menggabungkan
beberapa strategi.
Dapat ditarik kesimpulan Differentiated Instruction adalah sebuah cara
yang dilakukan untuk merangkul semua perbedaan kebutuhan siswa dalam
belajar. Sehingga, Differentiated Instruction dapat membuat semua siswa
belajar dengan cara yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka
masing- masing. Differentiated Instruction dirancang sesuai dengan perbedaan
kesiapan belajar (readiness), minat (interest), dan profil belajar (learning
profile) siswa. Berdasarkan perbedaan ini, guru dapat merancang
pembelajaran dengan membedakan content (isi), process (proses), dan
product (product).
C. Karakteristik:
a. Sintak:
1. Mengumpulkan informasi tentang siswa
Informasi yang dikumpulkan tentang siswa meliputi:
Readiness atau kesiapan belajar
Kesiapan belajar siswa diartikan sebagai kemampuan
atau pengetahuan awal siswa terhadap materi yang akan
dipelajari.
Interest atau minat
Hal ini betujuan agar guru dapat merangkul perhatian,
keingintahuan, dan keterlibatan siswa dalam
belajar.Kemudia setelah itu mengelompokkan sesuai
minat dan bakat yang sama.
Learning profile atau profil belajar
Membedakan siswa berdasarkan profil belajar akan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar
secara efisien.
2. Merancang Differentiated Learning.
Dirancang dengan membedakan:
Isi
Guru dapat mendifferensiasi berdasarkan isi dengan
menyediakan kesempatan pada siswa untuk memilih
subtopik dipelajari,kemudian dipresentasikan di depan
kelas.
Proeses
Kegiatan siswa dalam rangka memahami isi yang
meliputi: penggunaan aktivitas berpikir tingkat tinggi,
instruksi kelompok kecil, multiple inteligence,
pemusatan pembelajaran, mind-mapping, dan tugas
kooperatif.
Produk
Produk yaitu hasil belajar siswa yang merupakan hasil
latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah
dipelajari siswa.
3. Menerapkan DI dalam pembelajaran.
Penilaian terus-menerus (on going) dan terkait erat
dengan instruksi.
Guru mencari informasi tentang siswa dan bagaimana
siswa belajar pada suatu kondisi tertentu. Hasil yang
didapatkan dapat membantu guru merencanakan
langkah selanjutnya dalam membuat instruksi.
Guru menghargai karya siswa dan harus sama,
bagaimanapun hasil karya itu. sama-sama menarik, dan
sama-sama berfokus pada pemahaman esensial dan
keterampilan yang ingin dicapai.
Fleksibel adalah ciri khas kelas pengelompokan, dasar
pengelompokan siswa tidak monoton. Dapat diubah
sesuai kebutuhan.
b. Sistem sosial:
1. Guru menjamin proses pembelajaran yang mengakui
keberadaan semua siswa.Siswa dibelajarkan berdasarkan
kesamaan minat, merangkul semua siswa.Guru memandang
semua tugas siswa berharga dan bermanfaat.
2. Pengelompokkan siswa secara fleksibel.Guru merancang
pembelajaran yang memungkinkan semua siswa bekerjasama
dengan berbagai teman sebaya pada waktu tertentu.
3. Guru dan siswa bekerja bersama membangun komitmen untuk
mewujudkan hasil belajar yang diharapkan.
4. Guru menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi, seperti
pusat belajar, pusat pengembangan bakat dan minat, pusat
olahraga, pembelajaran tutor sebaya dan sebagainya.
c. Tujuan:
1. Untuk membantu semua siswa dalam belajar. Agar guru bisa
meningkatkan kesadaran terhadap kemampuan siswa, sehingga
tujuan pembelajaran dapat dicapai oleh seluruh siswa.
2. Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Agar
siswa memperoleh hasil belajar yang sesuai dengan tingkat
kesulitan materi yang diberikan guru.
3. Untuk menjalin hubungan yang harmonis guru dan siswa.
4. Untuk membantu siswa menjadi pelajar yang mandiri.
D. Implementasi model dalam RPP
2. Model Pembelajaran Direct Instruction atau Explicit Learning
A. Tokoh penemu: Model Direct Instruction diciptakan oleh Engelmann dan
rekan-rekannya pada tahun 1960 di University of Illinois di Urbana-
Champagne di bawah Proyek Follow Through grant (Magliaro dkk, 2005).
B. Landasan teoritik
Direct Instruction merupakan salah satu model mengajar yang dapat
membantusiswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh
informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah (Arends, 1997: 64).
Model pembelajaran ini dirancang khusus untuk menunjang proses
belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan
deklaratif yang terstruktur dengan baik, yang dapat diajarkan dengan pola
kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah (Kardi.S, 1997: 6). Hal ini
sesuai dengan pendapat Carin (1993: 82) bahwa Direct Instruction secara
sistematis menuntun dan membantu siswa untuk melihat hasil belajar dari
masing-masing tahap demi tahap.
Dengan demikian model pembelajaran langsung dapat didefinisikan
sebagai model pembelajaran dimana guru mentrasformsikan informasi atau
keterampilan secara langsung kepada siswa dan pembelajaran berorientasi
pada tujuan dan distrukturkan oleh guru. Model pembelajaran langsung
meruapan salah satu model yang berorientasi pada peran guru yang aktif, baik
sebagai mediator, motivatora taupun pasilitator.Tujuan utama model
pembelajaran ini adalah memaksimalkan penggunaan waktu belajar siswa
C. Karakteristik
a. Sintak
Sintaks model pembelajaran langsung menurut Bruce dan Weil
(1996:349) adalah sebagai berikut:
1. Orientasi
Bentuk orientasi dapat berupa: 1) kegiatan pendahuluan atau
menggali pengetahuan relevan dengan pengetahuan yang telah
dimiliki siswa, 2) merumuskan atau menjelaskan tujuan
pembelajaran, 3) memberikan penjelasan/arahan mengenai
kegiatan yang akan dilakukan, 4) mengimformasikan
materi/konsep yang akan digunakan dan kegiatan yang akan
dilakukan selama pembelajaran, dan 5) menginformasikan
kerangka pelajaran.
2. Presentasi
Guru menyajikan materi pelajaran baik berupa konsep-konsep
maupun keterampilan. Penyajian materi dapat berupa, 1) penyajian
materi dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai
siswa dalam waktu relative pendek, 2) pemberian contoh-contoh
konsep, 3) pemodelan atau peragaan keterampilan dengan cara
mendemonstrasikan atau penjelasan langkah-langkah kerja
terhadap tugas, 4) menghindari disgresi, dan 5) menjelaskan ulang
hal-hal yang sulit.
3. Latihan Terstruktur
Guru memandu siswa untuk melakukan latihan-latihan. Guru
memberikan umpan balik terhadap respon siswa dan memberikan
penguatan terhadap respon siswa yang benar dan mengoreksi siswa
yang salah.
4. Latihan Terbimbing
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih konsep
atau keterampilan.
5. Latihan Mandiri
Fase ini siswa melakukan kegiatan latihan secara mandiri, fase ini
dapat dilalui siswa jika telah menguasai tahapan-tahapan
pengerjaan tugas.
b. Sistem sosial.
1. Guru berperan sebagai penyampai informasi, dalam
melakukan tugasnya guru dapat menggunakan berbagai
media.
2. Transformasi dan keterampilan secara langsung.
3. Pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu.
4. Materi pembelajaran yang telah terstruktur.
5. Lingkungan belajar yang telah terstruktur.
6. Distruktur oleh guru.
c. Langkah modelling yang diterapkan dalam model Direct Instruction.
1. Fase atensi:
a) Guru (model) memberikan demontrasi didepan siswa.
Peserta didik melakukan observasi terhadap demontrasi
tersebut pada lembaran yang telah disediakan.
b) Guru beserta peserta didik mendiskusikan hasil
pengamatan yang dilakukan. Tujuannya untuk mencari
kekurangan dan kesulitan peserta didik dalam memahami
materi yang disampaikan.
2. Fase retensi: diisi dengan kegiatan guru menjelaskan
demontrasi yang telah diamati siswa.
3. Fase produksi: pada fase ini siswa ditugasi mempersiapkan
langkah-langkah demontrasi sendiri sesuai dengan contoh
yang telah disajikan.
4. Fase motivasi: berupa presentasi hasil kegiatan dan diskusi.
d. Teori belajar yang melandasi Direct Instruction
1. Teori pembelajaran perilaku
Teori pembelajaran perilaku yaitu teori belajar melalui pengamatan
perilaku dari seseorang.
2. Teori pembelajaran sosial.
Teori pembelajaran sosial adalah pemodelan (modelling), yang
merupakan salah satu langkah penting dalam Direct Instruction.
D. Implementasi model dalam RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Direct Instruction
Nama Sekolah : SDN
Waringin Mata Pelajaran
:
Matematika
Kelas/Semester : IV/2
Alokasi Waktu : 2 x 35
menit Pokok Bahasan :
Bangun Ruang Pertemuan
ke- 2
I. Standar Kompetensi
Memahami sifat Bangun dan hubungan antar Bangun.
II. Kompetensi Dasar
Menentukan sifat-sifat Bangun Ruang sederhana.
III. Indikator
Menyebutkan titik sudut kubus.
IV. Metode Pembelajaran
Pendekatan Direct Instruction
Metode :Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab
V. Sumber Belajar
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Hidayat Taofik.2004.Titian Mahir Matematika untuk Sekolah Dasar kelas
IV. Jakarta. PT Pasindo Media Persada.
VI. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan guru Kegiatan siswa Alokasi waktu
(menit)
Kegiatan awal Memperhatikan 10
petunjuk guru
Mengkondisikan kelas
Memberikan motivasi
Menjawab
kepada siswa
pertanyaan guru.
Melakukan apersepsi
melalui pertanyaan yang
Mengemukakan
diajukan guru mengenai
pendapat.
materi yang akan
dipelajari bertujuan
untuk menggali
kemampuan awal siswa
Menginformasikan
tujuan pembelajaran
yang harus dicapai.
Kegiatan inti 50
Siswa menyimak
Melalui metode ceramah
penjelasan guru.
dan tanya jawab, guru
Siswa bertanya jika
menjelaskan titik sudut
terdapat kata yang
Kubus.
kurang dipahami.
Siswa menjawab
Memberikan latihan soal beberapa
titik sudut Kubus. pertanyaan dari
Guru membimbing siswa guru saat
dalam mengerjakan penjelasan materi.
latihan soal.
Meminta salah beberapa
siswa untuk
mengerjakan latihan soal
Mengerjakan
dipapan tulis.
latihan soal.
Melalui tanya jawab
Mengerjakan
siswa diajak diskusi
pekerjaan nya
membahas soal latihan
dipapan tulis untuk
yang telah dikerjakan
di diskusikan.
oleh siswa dipapan tulis.
Sehingga dapat ditarik
kesimpulan secara
bersama-sama mengenai
materi titik sudut
Kubus.
Kegiatan Penutup Membuat
rangkuman yang
Membuat rangkuman
telah dipalajari.
materi yang telah
Mengerjakan
dipelajari.
tugas indvidu
Memberikan tugas
dirumah.
individu untuk
dikerjakan dirumah. Hal
ini dimaksudkan untuk
memantapkan
I. Penilaian
Bentuk Tes : Tes Tertulis
Jenis Tes : Isian
Evaluasi : Soal
3.Flipped Classroom
A. Tokoh penemu:Allison King
B. Landasan teoritik:
Flipped Classroom adalah model dimana dalam proses belajar
mengajar tidak seperti pada umumnya, yaitu dalam proses belajarnya siswa
mempelajari materi pelajaran dirumah sebelum kelas dimulai dan kegiatan
belajar mengajar di kelas berupa mengerjakan tugas, berdiskuasi tentang
materi atau masalah yang belum dipahami siswa.
Pada dasarnya, konsep model pembelajaran Flipped Classroom yaitu
siswa di rumah mengerjakan apa yang dilakukan di kelas yaitu belajar dengan
memahami materi yang telah diberikan oleh guru, dan di kelas siswa
mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan siswa di rumah yaitu mngerjakan
soal dan menyelesaikan masalah. (Bergmann and Sams, 2012).
Menurut Johnson (2013) Flipped Classroom merupakan suatu cara
dalam proses pembelajaran yang mengurangi kapasitas kegiatan pembelajaran
di dalam kelas dengan memaksimalkan interaksi satu sama lain yaitu guru,
siswa dan lingkungannya. Model pembelajaran Flipped Classroom ini
memanfaatkan media pembelajaran yang dapat diakses secara online oleh
siswa yang mampu mendukung materi pembelajarannya. Model ini bukan
hanya sekedar belajar menggunakan video pembelajaran, namun lebih
menekankan bagaimana memanfaatkan waktu di kelas agar pembelajaran
lebih bermutu dan bisa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berpikir
kritis siswa.
Model flipped classroom adalah konstruktivis yang mengharuskan
siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran mereka daripada menerima
informasi secara pasif. Fokusnya adalah beralih dari guru ke pelajar, dan
tantangan yang melekat dalam pembelajaran ini perlu menjadi perhatian,
karena pembelajaran berbeda dengan selama ini yang dilakukan.
C. Karakteristik:
1. Sintak
Menurut Bishop (2013) secara rinci langkah-langkah model
pembelajaran Flipped Classroom sebagai berikut:
a) Fase 0 (siswa melihat sendiri video di rumah) Sebelum tatap
muka, siswa belajar mandiri di rumah mengenai materi untuk
pertemuan berikutnya dengan menonton video pembelajaran
karya guru itu sendirii ataupun video pembelajaran dari hasil
upload orang lain.
b) Fase 1 ( datang ke kelas untuk melakukan kegiatan dan
mengerjakan tugas yang diberikan) Pada pembelajaran di kelas,
peserta didik diberi kesempatan untuk mengerjakan tugas yang
berkaitan dengan materi yang disampaikan.
c) Fase 2 ( menerapkan kemampuan siswa dalam proyek simulasi
lain di dalam kelas) Peran guru pada saat kegiatan belajar
berlangsung adalah memfasilitasi berlangsungnya pembelajaran
dengan membantu siswa dalam penyelesaian tugas. Di samping
itu, guru juga menyiapkan bebrapa pertanyaan (soal) dari
materi tersebut. Sedangkan yang dimaksud proyek pada model
pembelajaran ini adalah lembar kegiatan yang dikerjakan oleh
siswa untuk menerapkan kemampuannya.
d) Fase 3 (mengukur pemahaman siswa yang dilakukan di kelas
pada akhir materi pelajaran) Sebelumnya, guru telah
memberitahukan bahwa pelajaran akan dilakukan kuis/tes pada
setiap akhir pertemuan sehingga siswa benar-benar
memperhatikan setiap proses belajar yang dilalui. Tugas guru
adalah sebagai 15 fasilitator untuk membantu siswa dalam
pembelajaran serta menyelesaikan soal-soal yang berhubungan
dengan materi.
2. Sistem sosial
a. Model ini tidak berpusat pada guru, namun siswa yang
lebih aktif dalam pembelajaran(student center)
b. Pembelajaran di kelas digunakan siswa untuk berkolaborasi
dengan teman sekelompoknya, keterampilan praktik, dan
menerima umpan balik tentang kemajuan mereka.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari
materi yang akan dipelajari di rumah dan mengerjakan
tugas,soal, proyek, ataupun berdiskusi .
d. Guru menyediakan video pembelajaran, bahan ajar, dan
referensi lainnya yang dapat mendukung guna mendapatkan
pengetahuan dan modal awal sebelum belajar.
e. Menggunakan strategi pembelajaran blanded learning.
3. Metode pembelajaran dalam flipped classroom
a. Metode pembelajaran proyek
b. Metode pembelajaran studi mandiri
c. Metode pembelajaran studi kasus
d. Metode pembelajaran latihan dengan
teman
e. Metode diskusi.
D. Implementasi model dalam RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMP Islam Darussalam
Palangka Raya Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/Semester : VII (Tujuh) / Genap
Materi Pokok : Segi tiga dan segi empat
(KD. 3.8 dan 4.8) Alokasi Waktu : 90 JP (2 x
Pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama : Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta
didik dapat mengenal Bangun Datar Segiempat dan Segitiga.
2. Pertemuan Kedua : Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta
didik dapat memahami Jenis-jenis Segiempat.
B. Media Dan Sumber Belajar
1. Media : Laptop, Smartphone (gawai), internet, Grup WhatsApp (WA),
Google Form
2. Sumber Belajar : Buku Guru/Siswa Kemdikbud, Buku Penunjang Erlangga,
Aplikasi/Web (Zenius, Rumah Belajar, Youtube, dan sumber lain yang relevan).
C. Langkah-Langkah Pembelajaran (Model Flipped Clasroom)
Kegiatan
Pendahuluan
1 Melakukan salam pembuka, mengecek kesiapan belajar siswa, berdoa, serta
mengecek kehadiran
siswa melalui grup WA kelas
2 Memberikan arahan dan petunjuk pembelajaran akan dilaksanakan baik sumber
belajar yang
digunakan, media, hingga penugasan (evaluasi pembelajaran)
3 Menyampaikan tujuan pembelajaran serta kegiatan yang akan dilakukan selama
proses
pembelajaran berlangsung
Kegiatan Inti
1 Peserta didik mengakses Aplikasi Zenius dan link youtube yang dibagikan digrup
WA kelas,
kemudian peserta didik mengamati tayangan video tersebut di rumah masing-masing.
2 Peserta didik mengidentifikasi dan mencatat jenis-jenis segitiga dan segi empat dari
hasil
mengamati tayangan video tersebut
3 Peserta didik menyampaikan hasil pengamatannya setelah berdiskusi dengan
kelompok belajarnya melalui chat pribadi (japri). Baik secara tertulis, rekaman
suara, ataupun rekaman video peserta
didik penyampaikan pendapatnya.
4 Secara bergantian, kelompok belajar dipersilahkan mempresentasikan hasil
pengamatannya melalui rekaman video yang mereka buat (edit) bersama. Kemudian
kelompok lainnya menyimak
dan mempersiapkan pertanyaan untuk kelompok presentasi.
5 Peserta didik secara mandiri menjawab latihan melalui Google Form yang dibagikan
guru di grup
WA kelas sebagai evaluasi
1 Peserta didik dengan dibimbing oleh Guru membuat rangkuman/kesimpulan yang
dibagika di grup
WA kelas
2 Guru Memberikan gambaran umum materi berupa video baik dari Aplikasi
Zenius, Rumah Belajar Kemdikbud, Youtube, atau sumber yang revalan lainnya
yang akan dibahas pada pertemuan
selanjutnya
3 Berdoa
D. Penilaian Pembelajaran
1. Penilaian Sikap = Observasi
2. Penilaian Pengetahuan = Tes Tulis dan Penugasan
3. Penilaian Praktik = Praktik dan Produk
REFRENSI
Defitriani, E. (2019). Differentiated Instruction: Apa, Mengapa dan Bagaimana
Penerapannya. PHI: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(2), 111-120.
Hunaepi, T. S., & Afrilyana, M. (2014). Model Pembelajaran Langsung Teori dan
Praktik. Mataram: Duta Pustaka Ilmu.
Hardiana .(2021).Penerapan Model Pembelajaran Flipped Classroom Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas V SDN Lembaya Kecamatan Tompobulu
Kabupaten Gowa.Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Muhamadiyah
Makasar.
Pradita, W.D (2020).Teori dan Praktik Penerapan Model Pembelajaran Flipped
Classroom.Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Sanata Dharma.
Bergmann, J., & Samsa , A. 2012. Flipped Your Classroom: Reach Every Student In
Every Class Every Day. USA: ISTE.
Johnson, Graham Brent. 2013. Student Perceptions Of The Flipped Classroom.
University of British Columbia. http://hdl.handle.net/2429/44070.
Fradila Yulietri, Mulyoto, Leo Agung,”Model Flipped Classroom Dan Discovery
Learning.