0% found this document useful (0 votes)
41 views4 pages

Contoh LAPORAN Presentasi

Laporan
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
41 views4 pages

Contoh LAPORAN Presentasi

Laporan
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as DOCX, PDF, TXT or read online on Scribd

LAPORAN DISKUSI KELOMPOK 4

KEBUTUHAN KHUSUS ANAK DENGAN HAMBATAN LOW VISION


DALAM PEMBELAJARAN

Nama- Nama Kelompok


1. Anis Umi Arifah : 23003227
2. Eka Trimurti : 23003237
3. Helda Desmayati : 23003246
4. Murizal : 23003259
5. Rumini : 23003271
6. Tuti sismonita : 23003281

Moderator : Eka Trimurti


Pemateri : 1. Anis Umi Arifah (Penyusun PPt dan operator)
2. Helda Desmayati (Penyusun Makalah)
3. Murizal (Penyusun Makalah)
4. Rumini (Notulen dan Penyusun Makalah)
5. Tuti sismonita (Penyusun PPt)

SESI TANYA JAWAB


Penanya 1 Ira Lasmanegara


Tolong tampilkan gambar untuk alat bantu yang digunakan oleh anak low
vision yang meliputi :
1. Standar baca (Reading Stand)
2. Cahaya
3. Kacamata resep
4. Magnifikasi (magnifier)

Penjawab Tuti Sismonita (Penjelasan)


Anis Umi Arifah (Penampil bahan)

Standar baca digunakan karena banyak alat optik menuntut jarak


baca yang dekat

Cahaya merupakan alat bantu Low Vision yang paling efektif

Antara 10 hingga 15% anak penyandang ketunanetraan dapat dibantu


dengan kaca mata, dan sering kali hanya inilah yang dibutuhkannya

Magnifikasi atau Magnifer ( Pembesaran )

Penanya 2 Selvia Farli


Apakah kelas memasak termasuk dalam program pembelajaran anak low
vision ?

Penjawab Eka Trimurti


Ya, memasak merupakan salah satu program pembelajaran bagi anak low
vision. Kegiatan memasak termasuk ke dalam program ADL (activity
daily life). Di satuan pendidikan khusus, program ini bisa diberikan pada
mata pelajaran program khusus atau keterampilan tata boga. Anak-anak
low vision diberikan pembelajaran memasak untuk meningkatkan
kemandirian mereka. Dapur merupakan tempat yang cukup berbahaya
bagi anak low vision. Penggunaan kompor (api), pisau, dan lain-lain
perlu diberikan bimbingan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan. Program pembelajaran ini diberikan sesuai dengan kebutuhan
peserta didik.

Penanya 3 Asella Ismail



Apa prioritas utama antara mengajarkan anak membaca terlebih dahulu
atau mengajarkan OMSK terlebih dahulu untuk anak low vision terutama
untuk kelas rendah !

Penjawab Eka Trimurti


Pada anak dengan hambatan penglihatan, memiliki kasus yang berbeda
dengan anak autisme. Jika pada kasus autis intervensi perilaku
merupakan prioritas yang harus kita lakukan sebelum mengajarkan
akademik, tidak sama halnya dengan anak yang memiliki hambatan
penglihatan tanpa disertai hambatan perilaku sebagai penyerta.
Di satuan pendidikan khusus, kedua hal tersebut dapat diberikan pada
saat bersamaan, termasuk di kelas rendah. Pelajaran membaca diberikan
pada mata pelajaran bahasa Indonesia sedangkan OMSK diberikan pada
mata pelajaran program khusus. Hal penting yang menjadi perhatian kita
adalah bagaimana kita mengasesmen anak sehingga mendapatkan hasil
asesmen yang akurat tentang kekuatan dan kelemahan anak sehingga
program yang kita berikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan anak.
Prioritas yang kita ambil bukanlah membandingkan antara akademik atau
OMSK yang harus dilakukan lebih dulu, akan tetapi kelemahan apa yang
ada pada anak pada bidang akademik yang menjadi prioritas untuk
diintervensi terlebih dahulu, dan kelemahan apa di bidang
perkembangannya, seperti OMSK yang menjadi prioritas untuk
diintervensi terlebih dahulu.

Rumini
Setiap kita akan memulai pembelajaran akan selalu melakukan asesmen
terlebih dahulu dan nantinya Hasil keputusan asesmen dapat digunakan
untuk menentukan layanan pendidikan yang dibutuhkan anak dan sebagai
dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran. Istilah asesmen dapat
diartikan sebagai proses mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan
kegiatan belajar siswa sebagai dasar agar pengajaran yang diberikan menjadi
tepat dan sesuai dengan kebutuhan.
Penyimpul Eka Trimurti (Moderator)

You might also like