0% found this document useful (0 votes)
28 views28 pages

Faktor Pengaruh Penggunaan Google Apps

This document analyzes factors that influence user behavior on Google Apps for Education using Structural Equation Modeling (SEM). It presents the research model and hypotheses to be tested. The model includes antecedents to disposition to privacy such as privacy awareness, social norms, and risk/control factors. It also includes constructs related to usefulness, ease of use, trust, security and behavioral intention. The methodology section describes tests run on the data including missing data, variance, outliers and adequacy.

Uploaded by

luthfe
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PPTX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
28 views28 pages

Faktor Pengaruh Penggunaan Google Apps

This document analyzes factors that influence user behavior on Google Apps for Education using Structural Equation Modeling (SEM). It presents the research model and hypotheses to be tested. The model includes antecedents to disposition to privacy such as privacy awareness, social norms, and risk/control factors. It also includes constructs related to usefulness, ease of use, trust, security and behavioral intention. The methodology section describes tests run on the data including missing data, variance, outliers and adequacy.

Uploaded by

luthfe
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PPTX, PDF, TXT or read online on Scribd

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMENGARUHI PERILAKU PENGGUNA


GOOGLE APPS FOR EDUCATION
DENGAN MENGGUNAKAN
STRUCTURAL EQUATION
MODELING (SEM)

Harin Puspa Ayu Catherina


Model Penelitian
Antecedents to
Disposition to Privacy
Privacy
Awareness (AWARE) Privacy Risk
(RISK) Security
H2b (SEC)
Privacy Social
Norm (NORM) H5,H6 H2a
H14 H16
H4b
Trust
Disposition to H4a Perception Privacy (TRUST)
Value Privacy H1
of Intrusion Concerns H9
(DTVP) (INTRU) (PCON)
H15
H7b, H8b H10
Institutional
Privacy Assurance H4c Behavioral
H3b Intention
Perceived Effectiveness
(BI)
of Privacy Policy
(POLICY) H7a, H8a H11
Privacy Control H3a
Perceived Effectiveness (PCTL) Perceived
of Industry Self- Usefulness
regulation (SRE) (PU)
H13
H12
Perceived
Ease of Use
(PEU)
Hipotesis Penelitian
Hipotesis
H1: Terdapat hubungan positif antara variabel persepsi dari sebuah gangguan (perception of instrusion)
(INTRU) terhadap variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON).
H2a: Terdapat hubungan positif antara variabel resiko yang dapat dirasakan dari sebuah privasi (perceived
privacy risk) (RISK) terhadap variabel persepsi dari sebuah gangguan (perceptions of instrusion) (INTRU).
H2b: Terdapat hubungan positif antara variabel resiko yang dapat dirasakan dari sebuah privasi (perceived
privacy risk) (RISK) terhadap variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON).
H3a: Terdapat hubungan negatif antara variabel kontrol yang dapat dirasakan dari sebuah privasi (perceived
privacy control) (PCTL) terhadap variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON).
H3b: Terdapat hubungan negatif antara variabel kontrol yang dapat dirasakan dari sebuah privasi (perceived
privacy control) (PCTL) terhadap variabel persepsi dari sebuah gangguan (perceptions of intrusion)
(INTRU).
H4a: Terdapat hubungan positif antara variabel kecenderungan untuk menilai sebuah privasi (disposition to
value privacy) (DTVP) terhadap variabel persepsi dari sebuah gangguan perception of intrusion (INTRU).
H4b: Terdapat hubungan positif antara variabel kecenderungan untuk menilai sebuah privasi (disposition to
value privacy) (DTVP) terhadap variabel resiko yang dapat dirasakan dari sebuah privasi (perceived privacy
risk) (RISK).
H4c: Terdapat hubungan negatif antara variabel kecenderungan untuk menilai sebuah privasi (disposition to
value privacy) (DTVP) terhadap variabel kontrol yang dapat dirasakan dari sebuah privasi (perceived
privacy control) (PCTL).
H5: Terdapat hubungan positif antara variabel kesadaran terhadap privasi (privacy awareness) (AWARE)
terhadap variabel kecenderungan untuk menilai sebuah privasi (disposition to value privacy) (DTVP).
H6: Terdapat hubungan positif antara variabel norma social terhadap privasi (privacy social norm) (NORM)
terhadap variabel kecenderungan untuk menilai sebuah privasi (disposition to value privacy) (DTVP).
H7a: Terdapat hubungan positif antara variabel kebijakan privasi yang dapat dirasakan (the perceived
effectiveness of privacy policy) (POLICY) terhadap variabel kontrol yang dapat dirasakan dari sebuah
privasi (consumers’ perceived privacy control) (PCTL).
H7b: Terdapat hubungan negatif antara variabel kebijakan privasi yang dapat dirasakan (the perceived
effectiveness of privacy policy) (POLICY) terhadap variabel resiko yang dapat dirasakan dari sebuah privasi
(consumers’ perceived privacy risk) (RISK).
H8a: Terdapat hubungan positif antara variabel segel privasi yang dapat dirasakan (the perceived effectiveness
of industry self-regulation) (SRE) terhadap variabel kontrol yang dapat dirasakan dari sebuah privasi
(consumers’ perceived privacy control) (PCTL).
H8b: Terdapat hubungan negatif antara variabel segel privasi yang dapat dirasakan (the perceived effectiveness
of industry self-regulation) (SRE) terhadap variabel resiko yang dapat dirasakan dari sebuah privasi
(consumers’ perceived privacy risk) (RISK).
H9: Terdapat hubungan negatif antara variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON) terhadap variabel
kepercayaan (trust) (TRUST).
H10: Terdapat hubungan negatif antara variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON) terhadap variabel
minat perilaku penggunaan (behavioral intention to use) (BI).
H11: Terdapat hubungan positif antara variabel pemahaman kemanfaatan (perceived usefulness) (PU)
terhadap variabel minat perilaku penggunaan behavioral intention to use (BI).
H12: Terdapat hubungan positif antara variabel pemahaman kemudahan penggunaan (perceived ease of use)
(PEU) terhadap variabel pemahaman kemanfaatan (perceived usefulness) (PU).
H13: Terdapat hubungan positif antara variabel pemahaman kemudahan penggunaan (perceived ease of use)
(PEU) terhadap variabel minat perilaku penggunaan (behavioral intention to use) (BI).
H14: Terdapat hubungan negatif antara variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON) terhadap variabel
keamanan (security) (SEC).
H15: Terdapat hubungan positif antara variabel kepercayaan (trust) (TRUST) terhadap variabel minat perilaku
penggunaan (behavioral intention to use) (BI).
H16: Terdapat hubungan positif antara variabel keamanan (security) (SEC) terhadap variabel minat perilaku
penggunaan (behavioral intention to use) (BI).
Pengujian Data

• Uji Missing Data • Uji Varian Data • Uji Outlier • Uji Kecukupan Data
Missing data merupakan Uji varian data merupakan Outlier merupakan data kasus Dalam penelitian ini, untuk
data yang terlewatkan pengujian yang digunakan dengan nilai ekstrim pada variabel menguji kecukupan data dengan
saat proses pengisian atau beberapa kombinasi nilai yang menggunakan pengukuran
kuesioner oleh untuk mengetahui
keberagaman dari suatu data tidak normal pada variabel, yang Kaiser-Meyer-Olkin. Kaiser-
responden baik secara mana memiliki pengaruh yang Meyer-Olkin merupakan
sengaja maupun tidak (Sullivan dan LaMorte, 2016).
subtansial terhadap hasil analisis pengujian yang digunakan untuk
sengaja (Field, 2009). Dari hasil pengujian dengan
Setelah dilakukan uji (Meyers dkk., 2005). Perhitungan menguji kecukupan dari sampel
menggunakan nilai standar
missing data pada 300 yang dilakukan menghasilkan batas yang akan diteliti untuk
deviasi, semua data yang diuji
data yang telah nilai mahalanobis distance sebesar menentukan apakah analisis
memiliki nilai standar deviasi
dikumpulkan pada 72,443. Dari 300 data yang telah faktor yang akan diteliti sesuai
yang lebih dari 0. Sehingga,
penelitian ini, semua diuji menggunakan nilai dengan sampel data yang
data terisi secara seluruh data tersebut dapat
mahalanobis distance, terdapat 28 tersedia (Field, 2009). Dalam
lengkap, sehingga tidak digunakan untuk analisis
data yang harus dikeluarkan karena penelitian ini didapatkan Kaiser-
ditemukan adanya selanjutnya.
memiliki nilai mahalanobis distance Meyer-Olkin sebesar 0,854
missing data. diatas 72,443. Sehingga, dapat sehingga dapat dikatakan
disimpulkan bahwa data yang akan kecukupan data dari sampel
digunakan pada tahap analisis yang akan diteliti memiliki
selanjutnya sebanyak 272 data. kriteria yang tergolong bagus
(great).
Pengujian Data

• Uji Normalitas • Uji Homogenitas • Uji Linearitas


Hasil dari pengujian Dari hasil uji homogenitas Dari hasil uji linearitas
normalitas ini diketahui bahwa dapat bahwa didapatkan
menunjukkan bahwa didapatkan nilai nilai siginifikansi dari
nilai signifikansi lebih siginifikansi dari seluruh seluruh variabel dalam
besar dari 0,05 (sig > variabel dalam penelitian penelitian ini lebih kecil
0,05) yaitu 0,079 yang ini lebih besar dari 0,01 dari 0,05 sehingga dapat
menunjukkan tidak sehingga dapat dikatakan dikatakan seluruh variabel
ada penyimpangan seluruh variabel yang yang akan digunakan
dari normalitas data. akan digunakan dalam dalam penelitian ini
Sehingga dapat penelitian ini berasal dari berada disepanjang garis
disimpulkan bahwa varian yang sama dan lurus atau bersifat linear.
data penelitian ini bersifat homogen. Sehingga, seluruh data
berdistribusi normal. Sehingga, seluruh data tersebut dapat digunakan
tersebut dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.
untuk analisis selanjutnya.
Analisis Structural Equation Modeling
No Goodness of Fit Cut off value Nilai Keterangan
Uji Kecocokan Model Pengukuran index
Pada tahapan ini, uji kecocokan model 1. Chi-square (χ2) χ2, df, p > 0,05 1270,792 Fit
pengukuran digunakan untuk mengetahui 2. Normed chi <5 1,488 Fit
seberapa tepat sebuah variabel manifest square (χ2/df)
(indikator) tersebut menjelaskan variabel 3. Goodness of Fit > 0,9 0,835 Good Fit
laten (konstruk) yang sudah ada. Teknik Index (GFI) satisfactory fit
analisis yang digunakan dalam tahap uji
kecocokan model pengukuran ini adalah > 0, 8 good fit
confirmatory factor analysis (CFA). Dalam 4. Adjusted > 0,8 0,800 Fit
tahapan ini, terdapat beberapa indeks yang Goodness of Fit
akan digunakan dalam uji kecocokan model Index (AGFI)
pengukuran, antara lain: Chi-square (χ2), 5. Root Mean Square < 0,05 good 0,042 Good Fit
Normed chi square (χ2/df), Goodness of Fit Error of fit
Index (GFI), Adjusted Goodness of Fit Index Approximation < 0,08
(AGFI), Root Mean Square Error of (RMSEA) acceptable fit
Approximation (RMSEA) dan Root Mean 6. Root Mean Square < 0,08 0,035 Fit
Square Residual (RMR). Residual (RMR)
Analisis Structural Equation Modeling
Pada tahapan ini, uji kecocokan model struktural digunakan untuk mengetahui apakah terdapat
hubungan yang signifikan antara variabel eksogen dengan variabel endogen. Teknik analisis yang
digunakan dalam tahap uji kecocokan model struktural ini adalah path analysis. Dalam tahapan ini,
terdapat beberapa kriteria yang akan digunakan dalam uji kecocokan model struktural, antara lain:
standardized regression weight, C.R (t-value) dan p-value.
Hipotesis Standarized Regression C.R p-value Keterangan
Weight (t-value)
Kriteria > 0,3 pengaruh kuat > 1,96 < 0,05*
< 0,1 pengaruh lemah < 0,01**
< 0,001***
H1: INTRU  PCON 0,401 3,917 *** Diterima
H2a: RISK  INTRU 0,641 7,599 *** Diterima
H2b: RISK  PCON 0,356 3,438 *** Diterima
H3a: PCTL  PCON -0,224 -3,567 *** Diterima
H3b: PCTL  INTRU 0,212 3,731 *** Ditolak
H4a: DTVP  INTRU 0,195 2,593 0,010 Diterima
H4b: DTVP  RISK 0,479 5,749 *** Diterima
H4c: DTVP  PCTL 0,111 1,892 0,059 Ditolak
H5: AWARE  DTVP 0,062 0,942 0,346 Ditolak
H6: NORM  DTVP 0,492 5,543 *** Diterima
H7a: POLICY  PCTL 0,527 6,864 *** Diterima
H7b: POLICY  RISK -0,374 -4,362 *** Diterima
H8a: SRE  PCTL 0,166 2,393 0,017 Diterima
H8b: SRE  RISK 0,030 0,370 0,711 Ditolak
H9: PCON  TRUST -0,266 -3,836 *** Diterima
H10: PCON  BI -0,107 -1,612 0,107 Ditolak
H11: PU  BI 0,295 3,833 *** Diterima
H12: PEU  PU 0,568 8,358 *** Diterima
H13: PEU  BI 0,190 2,499 0,012 Diterima
H14: PCON  SEC -0,307 -4,468 *** Diterima
H15: TRUST  BI 0,328 5,015 *** Diterima
H16: SEC  BI 0,180 2,760 0,006 Diterima
PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 1
H1: Terdapat hubungan positif antara variabel persepsi dari sebuah gangguan (perception of instrusion)
(INTRU) terhadap variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON).
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis 1, dapat diambil kesimpulan bahwa responden menganggap
dengan memberikan informasi pribadi pada produk Google Apps for Education dapat memunculkan
gangguan yang nantinya dapat menimbulkan masalah privasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam
penelitian ini sebuah gangguan (INTRU) memiliki pengaruh signifikan terhadap timbulnya perhatian
terhadap masalah privasi (PCON). Oleh karena itu, dalam penelitian ini hipotesis 1 diterima.
Solove (2006) dan Dinev dkk. (2008) mengemukakan bahwa dengan memberikan informasi pribadi
pada ruang publik akan menimbulkan sebuah gangguan yang juga dapat menimbulkan
ketidaknyamanan, kerugian serta penyalahgunaan privasi atas tersebarnya informasi pribadi tersebut
yang nantinya dapat menimbulkan masalah privasi. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil
penelitian ini bahwa dengan memberikan informasi pribadi pada produk Google Apps for Education
dapat memunculkan gangguan yang nantinya dapat menimbulkan masalah privasi.

HPA Catherina, 2017


PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan
Pembahasan Hipotesis
Hipotesis 2b
2a
H2b: Terdapat hubungan
H2a: Terdapat hubungan positif
positif antara
antara variabel
variabel resiko
resiko yang
yang dapat
dapat dirasakan
dirasakan dari
dari sebuah
sebuah privasi
privasi
(perceived privacy risk) (RISK) terhadap variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON).
(perceived privacy risk) (RISK) terhadap variabel persepsi dari sebuah gangguan (perceptions of
instrusion)
Berdasarkan (INTRU).
hasil pengujian Hipotesis 2b, dapat diambil kesimpulan bahwa responden mengganggap
dengan semakin
Berdasarkan hasilbanyak memberikan
pengujian hipotesisinformasi
2a, dapatpribadi
diambilpada produk Google
kesimpulan bahwa Apps for Education
responden dapat
mengganggap
membuat semakin
dengan semakin tingginya
banyak resiko yang
memberikan akan ditimbulkan
informasi nantinya
pribadi pada produkdapat
Googlemenimbulkan kekhawatiran
Apps for Education dapat
terhadap privasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini sebuah resiko (RISK)
membuat semakin tingginya resiko yang akan ditimbulkan nantinya, hal tersebut juga akan dianggap memiliki
pengaruh signifikan
menjadi sebuah timbulnya
gangguan. perhatianmenunjukkan
Hal tersebut terhadap masalah privasi penelitian
bahwa dalam (PCON). Oleh karenaresiko
ini sebuah itu, dalam
(RISK)
penelitian ini Hipotesis 2b diterima.
memiliki pengaruh signifikan terhadap terjadinya sebuah gangguan (INTRU). Oleh karena itu, dalam
penelitian
Dinev [Link](2008)
Hipotesis 2a diterima. bahwa dalam theory of reasoned action (TRA) resiko privasi
mengemukakan
dipandang sebagaimengemukakan
Dinev dkk. (2008) keyakinan negatif
bahwayang kemungkinan
semakin banyak dapat memengaruhi
memberikan informasisikap daripada
pribadi seseorang
publik
terutama yang berhubungan dengan masalah privasi. Jika seorang individu memberikan
akan semakin tinggi resiko yang dapat menembus ruang informasi tersebut dan hal tersebut dapat informasi
pribadinya pada ruang
membuat semakin publik
tinggi pula tidak menutupterjadinya
kemungkinan kemungkinan
suatuakan banyakHasil
gangguan. menimbulkan
penelitianresiko
tersebutyang juga
sesuai
akan menimbulkan
dengan masalah
hasil penelitian privasi. dengan
ini bahwa Hasil penelitian tersebut
memberikan sesuai dengan
informasi pribadi hasil
pada penelitian ini bahwa
ruang publik dapat
dengan memberikan
menimbulkan beberapainformasi pribadi
resiko yang pada ruang
nantinya publikmenimbulkan
juga dapat dapat menimbulkan resiko yang nantinya juga
sebuah gangguan.
dapat menimbulkan masalah privasi.
HPA Catherina, 2017
PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 3b
3a
H3b:Terdapat
H3a: Terdapathubungan negatif
hubungan antara antara
negatif variabel variabel
kontrol yang dapat yang
kontrol dirasakan
dapatdaridirasakan
sebuah privasi
dari(perceived privacy
sebuah privasi
control) (PCTL)
(perceived terhadap
privacy variabel
control) persepsi
(PCTL) dari sebuah
terhadap gangguan
variabel (perceptions
masalah of intrusion)
privasi (privacy (INTRU).
concerns) (PCON).
Berdasarkan
Berdasarkanhasil
hasilpengujian
pengujianHipotesis 3b, 3a,
Hipotesis dapat diambil
dapat kesimpulan
diambil bahwa bahwa
kesimpulan dengan dengan
dapat mengontrol informasi
dapat mengontrol
pribadi yangpribadi
informasi telah diberikan pada diberikan
yang telah produk-produk
padaGoogle Apps for Education
produk-produk Google tidak
Appsdapat memengaruhi
for Education sebuah
sehingga
gangguan yang dapat ditimbulkan. Responden peduli terhadap kemungkinan dari sebuah gangguan yang akan
responden tersebut
diterima. Sehingga tidak merasa
responden khawatir terhadap
akan mempertimbangkan dalammasalah
memberikan privasi yangpribadi
informasi dapat ditimbulkan.
terhadap produk-
Responden tidak mengkhawatirkan masalah privasi yang akan diterima. Hal tersebut menunjukkan
produk Google Apps for Education. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini faktor kontrol dari
bahwa dalam(PCTL)
sebuah privasi penelitian inipengaruh
memiliki faktor kontrol
signifikandari sebuah
terhadap privasisebuah
timbulnya (PCTL)gangguan
memiliki pengaruh
(INTRU). signifikan
Oleh karena itu,
timbulnya perhatian
dalam penelitian terhadap
ini Hipotesis masalah privasi (PCON). Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis
3b ditolak.
3a diterima.
Timmermans dkk. (2008) mengemukakan bahwa meskipun terdapat fitur kontrol yang disediakan oleh suatu
aplikasi
Dinev [Link] penggunanya
(2008) mengemukakanhal tersebut
bahwatidak akan
dengan menjamin
adanya bahwa mengontrol
fitur untuk tidak akan informasi
adanya gangguan atau
pribadi yang
pelanggaran privasihal
telah diberikan, yangtersebut
terjadi. Hasil penelitian
membuat tersebutindividu
seorang sesuai dengan
tidak hasil penelitian
merasa ini bahwa
khawatir dengan
terhadap adanya
masalah
fitur untuk
privasi yangdapat mengontrol
mungkin akaninformasi pribadipenelitian
terjadi. Hasil yang telah tersebut
diberikan sesuai
kepada dengan
Google Apps
hasilforpenelitian
Education ini
tetap akan
bahwa
menjamin terjadinya
dengan adanya fitursuatu
untukgangguan
mengontrolyang disebabkan dengan yang
informasi pribadi pemberian
telah informasi
diberikanpribadi
kepada kepada
GoogleGoogle
AppsApps
for
for Education.
Education dapat membuat pengguna tidak khawatir terhadap masalah privasi yang mungkin akan
terjadi dengan memberikan informasi pribadi kepada Google Apps for Education.
HPA Catherina, 2017
PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 4c
4b
4a
H4c:
H4b: Terdapat
Terdapat
H4a:Terdapat hubungan
hubungan
hubungan positifnegatif
antara
positif antara
variabel
antara variabel
kecenderungan
variabel kecenderungan
untukuntuk
kecenderungan menilai untuksebuah
sebuah
menilai menilai
privasi sebuah
(disposition
privasi toprivasi
value
(disposition
privacy)
to value(DTVP)
(disposition toterhadap
value
privacy) variabel
privacy)
(DTVP) resiko yang
(DTVP)
terhadap dapatpersepsi
terhadap
variabel dirasakankontrol
variabel dari sebuah
dari yangprivasi
sebuah dapat (perceived
gangguandirasakanprivacy risk)
of (RISK).
dari sebuah
perception privasi
intrusion
(perceived
(INTRU). privacy Hipotesis
Dari hasil pengujian control) (PCTL).
4b, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor kecenderungan seorang individu dalam
menilai sebuahhasil
Berdasarkan privasipengujian
memengaruhi secara langsung
Hipotesis
Hipotesis 4bc, terhadap
dapat
4a, dapat resiko
diambil
diambil yang dapat bahwa
kesimpulan
kesimpulan dirasakanfaktor
dari sebuah privasi. Hal
kecenderungan
tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini kecenderungan seorang individu dalam menilai sebuah privasi
seorang individu dalam menilai sebuah privasi memengaruhi
tidak memengaruhi
secarasecara langsung terhadap kontrol
(DTVP) memiliki pengaruh signifikan terhadap resiko yang dapat dirasakan darilangsung terhadap
sebuah privasi persepsi
(RISK). dari
Oleh karena
yang
sebuah dapat
itu, dalam dirasakan
gangguan.
penelitian Hal
ini dari sebuah
tersebut
Hipotesis privasi. Halbahwa
menunjukkan
4b diterima. tersebut menunjukkan
dalam penelitian bahwa dalam penelitian
ini kecenderungan seorangini
kecenderungan
individu dalam seorang individuprivasi
menilai sebuah dalam (DTVP)
menilaimemiliki
sebuah privasi
pengaruh (DTVP) memiliki
signifikan pengaruh
terhadap signifikan
persepsi dari
Dinev
sebuah dkk.
terhadap (2008) mengemukakan
kontrol
gangguan yang dapat
(INTRU). Olehbahwa
dirasakan
karenaseorang
dari individu
sebuah
itu, dalam yang memiliki
privasi
penelitian (PCTL). nilai
Olehyang
ini Hipotesis 4atinggi
karena dalam
itu,
diterima. menilai
dalam pentingnya
penelitian ini
suatu privasi
Hipotesis 4c dan menghargai suatu privasi akan dapat merasakan adanya resiko yang tinggi jika individu tersebut
ditolak.
Dinev dkk. (2008)
memberikan mengemukakan
informasi bahwa
pribadinya untuk seorang
diakses individu
pada ruang yangHasil
publik. memiliki nilaitersebut
penelitian yang tinggi dalam
sesuai denganmenilai
hasil
Dinev [Link](2008)
penelitian
pentingnya suatu mengemukakan
bahwaprivasi
responden
akanyang bahwa
dapatmemilikiseorang
nilai yang
merasakan individu yang
dalammemiliki
tinggigangguan
adanya menilai kecenderungan
yang pentingnya
dapat yang
suatujika
terjadi privasi lebih
dan
individu
menghargai
kecil dalam
tersebut suatu
memberikanprivasiinformasi
menghargai akan merasakan
privasi akan adanyauntuk
kontrol
pribadinya resiko yang tinggi
yang diakses
lebih rendah
padauntuk
ataskehilangan
ruang ruang privasi
pribadi
publik. yanginformasi
Hasil dan mungkin
penelitian terjadi
yang
tersebut
yang
telah
sesuaidisebabkan
dengan oleh
diberikan hasilpemberian
kepada informasi
ruang publik.
penelitian pribadi
Hasil
ini bahwa yang terlalu
penelitian
responden banyak
tersebut
yang kepadadengan
sesuai
memiliki Google Apps for Education.
hasiltinggi
nilai yang penelitian
dalam inimenilai
bahwa
responden
pentingnya tidak memiliki
suatu privasikesadaran yang tinggiadanya
akan merasakan terhadap privasi
suatu dan tinggak
gangguan yang menganggap suatu privasi
mungkin terjadi yang
itu penting oleh
disebabkan sehingga merekainformasi
pemberian tidak berusaha untuk
pribadi yang mengontrol
terlalu informasi
banyak kepada pribadi
Google Appsyang telah mereka
for Education.
berikan kepada Google Apps for Education.
HPA Catherina, 2017
PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 5
H5:Terdapat hubungan positif antara variabel kesadaran terhadap privasi (privacy awareness) (AWARE)
terhadap variabel kecenderungan untuk menilai sebuah privasi (disposition to value privacy) (DTVP).
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis 5, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor kesadaran terhadap
privasi tidak memengaruhi secara langsung terhadap kecenderungan seorang individu dalam menilai
sebuah privasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini kesadaran terhadap privasi
(AWARE) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan seorang individu dalam menilai
sebuah privasi (DTVP). Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 5 ditolak.
Dinev dkk. (2008) mengemukakan bahwa jika seorang individu yang memiliki kesadaran terhadap
privasi yang rendah akan cenderung mengabaikan atau tidak menganggap bahwa suatu privasi itu
penting. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa responden tidak memiliki
kesadaran yang tinggi terhadap privasi sehingga mereka tidak dapat menilai seberapa penting privasi
dalam kehidupan mereka.

HPA Catherina, 2017


PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 6
H6: Terdapat hubungan positif antara variabel norma social terhadap privasi (privacy social norm)
(NORM) terhadap variabel kecenderungan untuk menilai sebuah privasi (disposition to value privacy)
(DTVP).
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 6, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor pengaruh dari orang
lain yang berada disekitar responden, seperti: teman dekat atau keluarga memengaruhi secara langsung
terhadap kecenderungan seorang individu dalam menilai sebuah privasi. Hal tersebut menunjukkan
bahwa dalam penelitian ini pengaruh dari orang lain (NORM) memiliki pengaruh signifikan terhadap
seorang individu dalam menilai sebuah privasi (DTVP). Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 6
diterima.
Dinev dkk. (2008) mengemukakan bahwa norma sosial atau pengaruh dari orang-orang disekitar dari
seorang individu dapat menentukan sifat dari individu dalam menilai seberapa penting suatu privasi
bagi individu tersebut. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa responden
beranggapan jika adanya pengaruh dari orang-orang disekitar responden tersebut dapat menentukan
sikap atau perilaku dari responden tersebut dalam menilai seberapa penting suatu privasi tersebut
untuk dijaga.
HPA Catherina, 2017
PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan
PembahasanHipotesis
Hipotesis7a
7b
H7a: Terdapat hubungan positif antara variabel kebijakan privasi yang dapat dirasakan (the perceived
H7b: Terdapat hubungan negatif antara variabel kebijakan privasi yang dapat dirasakan (the perceived effectiveness
effectiveness of privacy
of privacy policy) (POLICY)policy)
terhadap(POLICY) terhadap
variabel resiko yangvariabel kontroldari
dapat dirasakan yang dapat
sebuah dirasakan
privasi dari perceived
(consumers’ sebuah
privasi
privacy(consumers’
risk) (RISK). perceived privacy control) (PCTL).
Berdasarkan
Berdasarkan hasil pengujianHipotesis
hasil pengujian Hipotesis7b, 7a, dapat
dapat diambil
diambil kesimpulan
kesimpulan bahwa bahwa
dengan dengan adanya kebijakan
adanya kebijakan privasi yang
privasi yang telaholeh
telah disediakan disediakan oleh for
Google Apps Google Appsdapat
Education for Education dapatterjadinya
meminimalisir membantu responden
sebuah untuk adanya
resiko. Dengan lebih
mudah dalam
kebijakan mengontrol
privasi, informasi
dapat membuat pribadiuntuk
responden yangdapat
telahmengetahui
diberikan pada produk-produk
bagaimana cara GoogleGoogle
Apps forApps for
Education
menggunakan
Education. informasi
Sehingga pribadi yang
responden telahmengetahui
dapat diberikan kepada Google Apps
bagaimana cara for Education.
Google Dengan demikian,
menggunakan akan
informasi
meminimalisir
pribadi yang telahterjadinya sebuah
diberikan resiko,
kepada karenaApps
Google adanya keterbukaan Hal
for Education. daritersebut
sebuah menunjukkan
informasi. Hal bahwa
tersebut
menunjukkan
dalam bahwa
penelitian inidalam penelitian
kebijakan ini kebijakan
privasi (POLICY)privasi (POLICY)
memiliki memilikisignifikan
pengaruh pengaruh signifikan
terhadapterhadap
kontrolsebuah
dari
resiko (RISK). Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 7b diterima.
sebuah privasi (PCTL). Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 7a diterima.
Dinev dkk. (2008) mengemukakan bahwa adanya suatu prosedur penanganan informasi pribadi atau kebijakan
Dinev
privasidkk.
dari (2008) mengemukakan
suatu perusahaan bahwa dengan
akan menurunkan adanyayang
resiko-resiko kebijakan
mungkinprivasi
dapat yang
terjaditerdapat pada individu
ketika seorang suatu
aplikasi diyakini
memberikan dapat pribadinya.
informasi membantuHasil seorang individu
penelitian dalam
tersebut mengontrol
sesuai informasi
dengan hasil pribadi
penelitian yang dengan
ini bahwa telah
mereka
adanya berikan.
kebijakan Hasil
privasipenelitian tersebut
yang dimiliki sesuai
oleh Google dengan
Apps hasil penelitian
for Education ini bahwa
dapat mengurangi dengan
resiko adanya
dari pemberian
kebijakan
informasi privasi yangtelah
pribadi yang dimiliki olehberikan
mereka Google AppsGoogle
kepada for Education dapat membuat pengguna mengontrol
Apps for Education.
informasi pribadi yang telah mereka berikan kepada Google Apps for Education.
HPA Catherina, 2017
PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan
PembahasanHipotesis
Hipotesis8a
8b
H8a: Terdapat hubungan positif antara variabel segel privasi yang dapat dirasakan (the perceived effectiveness of
H8b: Terdapat
industry hubungan(SRE)
self-regulation) negatif antara variabel
terhadap variabel segel
kontrolprivasi
yangyang
dapat dapat dirasakan
dirasakan dari(the perceived
sebuah privasieffectiveness
(consumers’of
industry privacy
perceived self-regulation) (SRE) terhadap variabel resiko yang dapat dirasakan dari sebuah privasi (consumers’
control) (PCTL).
perceived privacy risk) (RISK).
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 8a, dapat diambil kesimpulan bahwa responden berpendapat dengan
Berdasarkan
adanya hasil pengujian
segel privasi bahwa akanHipotesis
membantu 8b, dapat diambilinformasi
mengontrol kesimpulan bahwa
pribadi yangdengan adanya
diberikan padasegel privasi tidak
produk-produk
menjamin
Google Appsakan meminimalisir
for Education. resiko
Adanya segeldalam
privasimemberikan
dapat menjadi informasi pribadi.
fasilitator untukHal tersebut menunjukkan
menyelesaikan bahwa
jika timbul suatu
dalam penelitian
permasalahan. ini segelmenunjukkan
Hal tersebut privasi (SRE)bahwa
tidak dalam
menjamin resikoini(RISK)
penelitian adanyayang
segeldapat
privasiterjadi dalam memberikan
(SRE) memiliki pengaruh
informasi pribadi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 8b ditolak.
signifikan terhadap kontrol dari sebuah privasi (PCTL). Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 8a diterima.
Dinevdkk.
Dinev dkk.(2008)
(2008)mengemukakan
mengemukakanbahwa bahwaadanya
adanyasegel
segelprivasi
privasi yang
yang berperansebagai
digunakan sebagaipihak
fasilitator atau atau
fasilitator pihakpihak
ketiga
tidakoleh
ketiga akansuatu
menjamin akan mengurangi
perusahaan dapat membantuterjadinya resiko yangpersepsi
meningkatkan disebabkandari oleh penyalahgunaan
seorang pengguna untuk informasi pribadi
mengontrol
yang telah
informasi diberikan
pribadi yangoleh pengguna
telah mereka kepada
[Link]
Hasilaplikasi dan tersebut
penelitian adanya segel privasi
sesuai juga hasil
dengan dirasapenelitian
kurang efektif karena
ini bahwa
pengguna
dengan tersebut
adanya segellebih mempercayai
privasi kebijakan
yang digunakan sebagaiprivasi yang telah
fasilitator ataudisediakan oleh
pihak ketiga aplikasi
oleh Google tersebut
Apps fordaripada segel
Education
privasi
dapat yang berasal
membuat dari pihak
pengguna ketiga. Hasil
mengontrol penelitian
informasi pribaditersebut sesuaimereka
yang telah denganberikan
hasil penelitian ini bahwa
kepada Google Appsdengan
for
adanya
Education. segel privasi yang digunakan sebagai fasilitator atau pihak ketiga oleh Google Apps for Education tidak akan
menjamin dapat mengurangi terjadinya resiko yang disebabkan oleh penyalahgunaan informasi pribadi yang telah
diberikan oleh pengguna kepada Google Apps for Education.

HPA Catherina, 2017


PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 9
H9: Terdapat hubungan negatif antara variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON) terhadap
variabel kepercayaan (trust) (TRUST).
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 9, dapat diambil kesimpulan bahwa masalah privasi
memengaruhi tingkat kepercayaan responden terhadap produk-produk Google Apps for Education. Hal
tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini timbulnya perhatian terhadap masalah privasi
(PCON) memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kepercayaan (TRUST). Oleh karena itu, dalam
penelitian ini Hipotesis 9 diterima.
Kuo dan Talley (2014) mengemukakan bahwa pengguna suatu aplikasi cenderung tidak mempedulikan
masalah privasi yang dapat terjadi dengan memberikan informasi pribadi mereka kepada suatu aplikasi
ketika telah mereka memiliki kepercayaan bahwa aplikasi tersebut tidak akan menyalahgunakan
informasi pribadi yang telah diberikan kepada aplikasi tersebut. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan
hasil penelitian ini bahwa responden khawatir terhadap masalah privasi yang dapat terjadi jika
memberikan informasi pribadi kepada Google Apps for Education tetapi mereka telah memiliki
kepercayaan bahwa Google Apps for Education tidak akan menyalahgunakan dan akan selalu konsisten
serta jujur berkaitan dengan penggunaan informasi pribadi yang telah mereka berikan.
HPA Catherina, 2017
PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 10
H10: Terdapat hubungan negatif antara variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON) terhadap
variabel minat perilaku penggunaan (behavioral intention to use) (BI).
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 10, dapat diambil kesimpulan bahwa responden tidak memiliki
perhatian terhadap masalah privasi (PCON) sehingga hal tersebut tidak memengaruhi minat responden
untuk menggunakan produk-produk Google Apps for Education tersebut. Hal tersebut menunjukkan
bahwa dalam penelitian ini perhatian terhadap masalah privasi (PCON) tidak memiliki pengaruh
signifikan terhadap faktor minat perilaku penggunaan (BI). Oleh karena itu, dalam penelitian ini
Hipotesis 10 ditolak.
Tan dkk. (2011) mengemukakan bahwa ketika seorang individu telah memiliki niat untuk menggunakan
suatu aplikasi maka mereka akan cenderung tidak akan memikirkan masalah privasi yang terjadi dalam
menggunakan aplikasi tersebut. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa
responden dapat merasakan kemudahan atau kemudahan dalam menggunakan produk Google Apps for
Education sehingga mereka memiliki niat untuk tetap terus menggunakan produk Google Apps for
Education tanpa mempedulikan masalah privasi yang kemungkinan dapat terjadi.

HPA Catherina, 2017


PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 11
H11: Terdapat hubungan positif antara variabel pemahaman kemanfaatan (perceived usefulness) (PU)
terhadap variabel minat perilaku penggunaan behavioral intention to use (BI).
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 11, dapat diambil kesimpulan bahwa responden dapat
merasakan manfaat yang diperoleh dari penggunaan produk-produk Google Apps for Education
sehingga hal tersebut dapat membuat responden memiliki minat untuk menggunakan produk-produk
Google Apps for Education tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini faktor
pemahaman kemanfaatan (PU) memiliki pengaruh signifikan terhadap faktor minat perilaku
penggunaan (BI). Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 11 diterima.
Venkatesh, Morris dan Ackerman (2000) mengemukakan bahwa jika seorang individu menggunakan
suatu aplikasi dan individu tersebut merasa bahwa aplikasi tersebut dapat memberikan manfaat dan
dapat meningkatkan kinerja dalam pekerjaannya, maka individu tersebut akan cenderung memiliki niat
untuk terus menggunakan aplikasi tersebut. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian ini
bahwa responden merasa bahwa dengan menggunakan produk Google Apps for Education dapat
memberikan manfaat sehingga hal tersebut membuat responden tersebut memiliki niat untuk terus
menggunakan produk Google Apps for Education sesering mungkin dan dimasa depan.
HPA Catherina, 2017
PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 12
H12: Terdapat hubungan positif antara variabel pemahaman kemudahan penggunaan (perceived ease of use) (PEU)
terhadap variabel pemahaman kemanfaatan (perceived usefulness) (PU).
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 12, dapat diambil kesimpulan bahwa responden memperhatikan faktor
kemudahan penggunaan dari produk Google Apps for Education dan penggunaannya tidak memerlukan banyak
usaha untuk melakukan kegiatan yang ingin dilakukannya. Kemudahan dalam penggunaan produk-produk Google
Apps for Education yang mereka rasakan akan menyebabkan mereka dapat merasakan manfaat dari penggunaan
produk Google Apps for Education tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini faktor
pemahaman kemudahan pengguna (PEU) memiliki pengaruh signifikan terhadap faktor pemahaman kemanfaatan
(PU). Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 12 diterima.
Tan dkk. (2011) mengemukakan bahwa apabila seorang individu merasa jika suatu aplikasi yang ia gunakan
sederhana, mudah digunakan dan tidak memerlukan banyak usaha dalam menggunakannya, maka aplikasi
tersebut akan dianggap dapat memberikan banyak manfaat. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil
penelitian ini bahwa responden merasa bahwa dalam penggunaan produk Google Apps for Education mudah
digunakan dan tidak memerlukan banyak usaha sehingga responden tersebut menganggap bahwa terdapat banyak
manfaat yang didapatkan dalam penggunaan produk Google Apps for Education.

HPA Catherina, 2017


PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 13
H13: Terdapat hubungan positif antara variabel pemahaman kemudahan penggunaan (perceived ease
of use) (PEU) terhadap variabel minat perilaku penggunaan (behavioral intention to use) (BI).
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 13, dapat diambil kesimpulan bahwa responden dapat
merasakan kemudahan dalam penggunaan dari produk Google Apps for Education sehingga hal
tersebut dapat membuat responden memiliki minat untuk menggunakan produk Google Apps for
Education. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini faktor pemahaman kemudahan
pengguna (PEU) memiliki pengaruh signifikan terhadap faktor minat perilaku penggunaan (BI). Oleh
karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 13 diterima.
Willis (2008) mengemukakan bahwa menggunakan suatu teknologi yang mudah digunakan akan
membuat seorang individu akan memiliki cenderung niat untuk terus menggunakan aplikasi tersebut.
Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa responden merasa bahwa
menggunakan produk Google Apps for Education tidak memerlukan banyak usaha sehingga hal tersebut
membuat responden tersebut memiliki niat untuk terus menggunakan produk Google Apps for
Education sesering mungkin dan dimasa depan.

HPA Catherina, 2017


PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 14
H14: Terdapat hubungan negatif antara variabel masalah privasi (privacy concerns) (PCON) terhadap
variabel keamanan (security) (SEC).
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 14, dapat diambil kesimpulan bahwa masalah privasi
memengaruhi tingkat keamanan yang ada pada produk Google Apps for Education. Hal tersebut
menunjukkan bahwa dalam penelitian ini timbulnya perhatian terhadap masalah privasi (PCON)
memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat keamanan (SEC). Oleh karena itu, dalam penelitian ini
Hipotesis 14 diterima.
Mekovec dan Hutinski (2012) mengemukakan bahwa kebanyakan dari pengguna suatu aplikasi tidak
mempedulikan masalah privasi yang terjadi jika memberikan informasi pribadi mereka kepada suatu
aplikasi tertentu namun mereka memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap keamanan untuk
menjaga datanya. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa responden
khawatir terhadap masalah privasi yang dapat terjadi jika memberikan informasi pribadi kepada Google
Apps for Education namun responden tersebut menyatakan bahwa dengan memberikan informasi
pribadi kepada Google Apps for Education bersifat tidak aman.

HPA Catherina, 2017


PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 15
H15: Terdapat hubungan positif antara variabel kepercayaan (trust) (TRUST) terhadap variabel minat
perilaku penggunaan (behavioral intention to use) (BI).
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 15, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kepercayaan
responden terhadap produk Google Apps for Education memengaruhi minat responden untuk
menggunakan produk Google Apps for Education tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam
penelitian ini faktor kepercayaan (TRUST) memiliki pengaruh signifikan terhadap faktor minat perilaku
penggunaan (BI). Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 15 diterima.
Shin (2010) mengemukakan bahwa semakin besar kepercayaan dari seorang pengguna dalam
penggunaan suatu aplikasi maka akan semakin besar juga minat dari pengguna tersebut untuk
menggunakan aplikasi tersebut. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa
responden merasa bahwa produk Google Apps for Education dapat dipercaya sehingga hal tersebut
membuat responden tersebut memiliki niat untuk terus menggunakan produk Google Apps for
Education sesering mungkin dan dimasa depan.

HPA Catherina, 2017


PEMBAHASAN HIPOTESIS
Pembahasan Hipotesis 16
H16:Terdapat hubungan positif antara variabel keamanan (security) (SEC) terhadap variabel minat
perilaku penggunaan (behavioral intention to use) (BI).
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 16, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat keamanan dalam
pemberian informasi pribadi kepada produk Google Apps for Education dapat memengaruhi minat
responden untuk tetap terus menggunakan produk Google Apps for Education tersebut. Hal tersebut
menunjukkan bahwa dalam penelitian ini faktor keamanan (SEC) memiliki pengaruh signifikan terhadap
faktor minat perilaku penggunaan (BI). Oleh karena itu, dalam penelitian ini Hipotesis 16 diterima.
Shin (2010) mengemukakan bahwa semakin besar keamanan yang dapat diberikan oleh suatu aplikasi
terhadap penggunanya maka akan semakin besar pula minat pengguna tersebut dalam menggunakan
aplikasi tersebut. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian ini bahwa responden merasa
bahwa produk Google Apps for Education memiliki keamanan yang cukup baik dalam menangani
pemberian informasi pribadi sehingga hal tersebut membuat responden tersebut memiliki niat untuk
terus menggunakan produk Google Apps for Education sesering mungkin dan dimasa depan.

HPA Catherina, 2017


KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut:

Model penelitian
Faktor-faktor yang digunakan
yang memengaruhi dalam
perilaku penelitian
pengguna GoogleiniApps
dinyatakan cocokyaitu:
for Education, untuk menganalisis
pemahaman faktor-
kemanfaatan,
faktor yang
pemahaman memengaruhi
kemudahan perilaku pengguna
dalam penggunaan, keamananGoogle Apps for Education.
dan kepercayaan. Hal tersebut
Pertama, responden dibuktikan
merasa bahwa dengan
menggunakandengan uji kecocokan
produk Google Apps model pengukuran
for Education dapat dengan menggunakan
memberikan analisishalConfirmatory
manfaat sehingga Factor
tersebut membuat responden
Analysis
tersebut memiliki niat(CFA)
untukyang
terustelah dilakukan.
menggunakan Hasil Google
produk dari analisis
Apps forConfirmatory Factormungkin
Education sesering Analysisdan
(CFA)
dimasa depan.
menunjukkan
Kedua, bahwabahwa
responden merasa modelmenggunakan
telah memenuhi produkkriteria
GoogleGoodness of Fit Index.
Apps for Education tidakDengan terpenuhinya
memerlukan banyak usaha
kriteria
sehingga Goodness
hal tersebut of Fit Index
membuat dapattersebut
responden dikatakan bahwa
memiliki indikator-indikator
niat yang digunakan
untuk terus menggunakan mampu
produk Google Apps for
Educationmengukur variabel
sesering mungkin latennya
dan masing-masing.
dimasa depan. Selain itu,
Ketiga, responden padamerasa
tersebut tahapan uji kecocokan
bahwa modelyang telah
informasi pribadi
mereka struktural denganGoogle
berikan kepada menggunakan analisis Path
Apps for Education tidak Analysis yang telah
akan dimanipulasi dilakukan,
oleh pihak yangdapat dikatakan bahwa
tidak semestinya sehingga hal
modelmembuat
tersebut yang digunakan
responden telah memenuhi
tersebut memilikikriteria yang
niat untuk digunakan
terus menggunakandalamproduk
analisis PathApps
Google Analysis yang
for Education
berartimungkin
sesering bahwa hubungan
dan dimasaantar
[Link]
Terakhir,laten dalammerasa
responden modelbahwa
penelitian
produkiniGoogle
dapat Apps
dijelaskan. Sehingga,
for Education dapat
dapat sehingga
dipercaya dikatakan halbahwa model
tersebut penelitian
membuat respondenyangtersebut
digunakan telahniat
memiliki memenuhi
untuk terussyarat untuk menjelaskan
menggunakan produk Google
tujuan
Apps for Education dari penelitian
sesering mungkin dan [Link] depan.
Terima Kasih

You might also like