0% found this document useful (0 votes)
502 views31 pages

Dial Indicator

Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PPTX, PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
502 views31 pages

Dial Indicator

Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PPTX, PDF, TXT or read online on Scribd

02 Dial Indicator

Dial Indicator
● Dial indicator atau yang sering disebut dengan
Dial Gauge ialah alat ukur yang digunakan untuk
mengukur dan memeriksa kerataan atau
kesejajaran pada permukaan benda dengan
skala pengukuran yang sangat kecil (Novi Eka
Wulandari, 2016)
● Digunakan untuk pengukuran kerataan
permukaan benda atau ke bulatan suatu poros
Dial Indicator
● Dial Indicator ini merupakan suatu alat ukur
yang tidak dapat berdiri sendiri, alat ini memiliki
alat bantunya sendiri yang disebut sebagai
Magnetic Base ataupun dial stand.
● Magnetic base berfungsi sebagai pemegang dial
indicator dan berfungsi untuk mengatur tinggi,
rendah serta kemiringan pada benda yang akan
diukur
Dial Indicator
● dial stand hanya dapat mengatur tinggi rendah
dari dial dan tidak memiliki magnet di base nya
melainkan meja rata, tentunya masing masing
alat tersebut di rancang menurut fungsinya
masing-masing.
Fungsi Dial Indicator
a. Mengukur tingkat kerataan pada
bidang datar
b. Mengukur tingkat kerataan pada
bidang miring.
c. Mengukur tingkat kerataan dan sisi
bulat pada suatu bidang poros
Bagian-bagian
Dial Indicator
a. Sensor, berfungsi sebagai bidang
sentuh dial indicator terhadap
benda kerja.
b. Spindle, berfungsi meneruskan
input yang diterima oleh sensor
pada dial indicator.
c. Stem, berfungsi sebagai rumah
serta tempat naik-turunnya spindle.
d. Outer ring, berfungsi untuk proses
kalibrasi skala pada dial indicator,
dengan cara memutarkan outer
ring ke kiri atau ke kanan untuk
menempatkan angka nol pas
dengan posisi jarum panjang.
Bagian-bagian
Dial Indicator
e. Jarum panjang, berfungsi sebagai
penunjuk angka hasil pengukuran
pada skala dial indicator. Jarum
panjang ini akan bergerak
mengikuti gerakan sensor pada saat
disentuhkan dengan benda kerja.
f. Jarum pendek, berfungsi sebagai
penunjuk jumlah putaran yang
dilakukan jarum panjang. Jika jarum
pendek menunjukkan angka 1,
maka itu artinya jarum panjang
telah bergerak 1 putaran.
Bagian-bagian
Dial Indicator
g. Sekrup pengunci (fine adjustment),
berfungsi untuk mengunci outer
ring setelah proses kalibrasi agar outer
ring tersebut tidak bergerak atau
bergeser selama proses pengukuran
sehingga proses pengukuran dapat
berjalan dengan baik.
h. Toolpost, berfungsi sebagai batang
penyangga dial indicator agar dapat
berdiri dan tidak terjatuh.
i. Tool mounting holder, memiliki fungsi
untuk menentukan serta menahan
posisi dial indicator dalam melakukan
pengukuran.
Bagian-bagian
Dial Indicator
j. Gauge beam lock, berfungsi untuk
mengunci pergerakan tool mounting
holder terhadap toolpost dan dial
indicator agar tidak bergerak atau
bergeser pada saat proses pengukuran
berlangsung.
k. Magnetic base atau magnetic holder,
berfungsi sebagai dudukan dial
indicator yang memiliki magnet dan akan
aktif jika switch-nya di-on-kan. Magnet ini
berfungsi untuk menahan dial
indicator jika ditempatkan pada
permukaan (logam) yang bukan bidang
datar (bidang miring, vertikal, dsb)
Langkah Penggunaan
Dial Indicator
1. Menyiapkan serta memasang dial
indicator pada batang penyangga
dan dudukannya (magnetic base).
2. Mengatur posisi dial
indicator terhadap benda kerja
dengan meletakkannya di tempat
yang memungkinkan untuk
melakukan pengukuran.
3. Melakukan kalibrasi dengan cara
meletakkan sensor yang ada di
ujung spindle pada permukaan
benda yang akan diukur dengan
kondisi sedikit tertekan.
Langkah Penggunaan
Dial Indicator
3. Usahakan posisi spindle tegak lurus
terhadap permukaan benda yang
akan diukur agar mendapatkan hasil
pengukuran yang presisi. Pada
kondisi spindle yang sedikit
tertekan, jarum panjang akan
bergerak sedikit.
4. Putarkan outer ring hingga angka
nol pada skala dipaskan dengan
posisi jarum panjang. Setelah
itu outer ring dikunci dengan sekrup
pengunci agar tidak bergerak atau
bergeser selama proses
pengukuran.
Pembacaan Hasil Pengukuran
Dial Indicator
1. Amati pergerakan jarum panjang dan jarum
pendek pada skala ukur.
2. Jika jarum pendek menunjukkan angka 1
maka jarum panjang sudah bergerak satu
putaran penuh, dan itu berarti 1,0
mm. Hasil dari pengamatan jarum pendek
ini nantinya akan ditambahkan dengan hasil
pengamatan pada jarum panjang.
3. Untuk pergerakan jarum panjang harus
diamati arah pergerakan jarumnya, apakah
bergerak ke kiri atau ke kanan.
4. Skala yang dihitung adalah skala yang
dilewati oleh jarum panjang tersebut.
Pembacaan Hasil Pengukuran
Dial Indicator
5. Jika Jarum panjang bergerak searah jarum
jam dari angka 0 dan melewati angka 0
lagi, maka sudah dianggap 1 putaran.
Berkaitan dengan jarum pendek yang akan
menunjukkan jarum yang yang
berlawanan arah dengan jarum jam dan
menunjuk angka 1. Angka 1 tersebut
bernilaikan 1.00 mm. Jika Jarum panjang
bergerak kembali dan berhenti ke angka
20, maka angka tersebut bernilai 0.20
mm. Jika Jarum Panjang bergerak berputar
2 x putaran dan berhenti di angka 80,
maka nilainya
2.00 mm + 0.80 mm = 2.80 mm
Rumus Pembacaan Hasil
Pengukuran Dial Indicator
Hasil Nilai Jarum Pendek +
Hasil Nilai Jarum Panjang =
Hasil Pengukuran Dial
Indicator
Cylinder Bore Gauge
merupakan alat ukur mekanik yang
memiliki tingkat ketelitian 0,01 mm
atau satu setrip pada dial gauge
nilainya sama dengan 0,01 mm
sehingga bila jarum pointer
bergerak satu putaran maka
nilainya 1 mm.
Bagian-bagian
Cylinder Bore Gauge
Langkah Penggunaan
Cylinder Bore Gauge
1. Pastikan alat ukur yang digunakan
bersih.
2. Pastikan juga bahan atau bidang
yang akan diukur juga bebas dari
kotoran.
3. Pastikan alat ukur yang digunakan
dalam kondisi baik dan selalu lakukan
set “0” pada alat ukur sebelum
digunakan.
4. Keterampilan dalam menggunakan
alat ukur.
5. Pembacaan hasil ukuran yang tepat.
Langkah Setting “0”
Cylinder Bore Gauge
Cara melakukan set “0” pada alat ukur Cylinder
Bore Gauge dapat dilakukan dengan beberapa
cara. Misal hasil pengukuran dengan jangka
sorong yang digunakan adalah 72,30 mm.

● Cara 1
1. Setting micrometer luar sesuai dengan
ukuran replecement rod dan washer yang
digunakan yaitu 72 mm.
2. Letakkan replecement rod dan measuring
point alat ukur Cylinder Bore Gauge ke
dalam micrometer luar kemudian set “0”
(menempatkan jarum pointer ke ukuran
‘”0”) alat ukur Cylinder Bore Gauge nya.
Langkah Setting “0”
Cylinder Bore Gauge
Cara melakukan set “0” pada alat ukur Cylinder
Bore Gauge dapat dilakukan dengan beberapa
cara. Misal hasil pengukuran dengan jangka
sorong yang digunakan adalah 72,30 mm.

● Cara 2
1. Setting micrometer luar  sesuai dengan
ukuran yang didapatkan dengan jangka
sorong yaitu pada ukuran 72,30mm.
2. Letakkan replecement rod dan measuring
point alat ukur Cylinder Bore Gauge ke
dalam micrometer luar kemudian set “0”
(menempatkan jarum pointer ke ukuran
‘”0”) alat ukur Cylinder Bore Gauge nya.
Langkah Setting “0”
Cylinder Bore Gauge
Cara melakukan set “0” pada alat ukur Cylinder
Bore Gauge dapat dilakukan dengan beberapa
cara. Misal hasil pengukuran dengan jangka
sorong yang digunakan adalah 72,30 mm.

● Cara 3
1. Tepatkan jarum pointer pada angka “0”.
2. Letakkan replecement rod dan measuring
point alat ukur Cylinder Bore Gauge ke
dalam micrometer luar kemudian ukur
jarak antara replecement rod dan
measuring pointnya.
Memasukkan Cylinder Bore Gauge
pada Silinder
1. Masukkan alat ukur Cylinder Bore Gauge secara diagonal ke dalam lubang silinder.
2. Gerak-gerakkan atau goyang-goyangkan Cylinder Bore Gauge sampai didapatkan
penyimpangan jarum pointer bergerak ke kanan paling jauh.
3. Perhatikan jarum pointer pada alat ukur Cylinder Bore Gauge apakah jarum pointer
mengarah sebelum angka “0” atau mengarah sesudah angka “0”. Jika jarum pointer
mengarah sebelum angka “0” maka hasilnya ditambah dan jika jarum pointer
mengarah sesudah angka “0” maka hasilnya dikurang.
Pembacaaan Cylinder Bore Gauge
pada Silinder dengan 3 Cara di atas
● Cara 1
1. Hasil setting micrometer luar adalah 72 mm.
2. Bila jarum mengarah sebelum angka “0” sebesar 0,3 mm maka hasilnya ditambah
sehingga ukurannya adalah 72 + 0,3 = 72,3 mm.
3. Sedangkan bila jarum mengarah sesudah angka “0” misal sebesar 0,1 mm maka hasilnya
dikurangi sehingga ukurannya adalah 72 – 0,1 = 71,9 mm.
Pembacaaan Cylinder Bore Gauge
pada Silinder dengan 3 Cara di atas
● Cara 2
1. Hasil setting micrometer luar adalah 72,3 mm.
2. Bila jarum mengarah sebelum angka “0” sebesar 0,3 mm maka hasilnya ditambah
sehingga ukurannya adalah 72,3 + 0,3 = 72,6 mm.
3. Sedangkan bila jarum mengarah sesudah angka “0” misal sebesar 0,3 mm maka hasilnya
dikurangi sehingga ukurannya adalah 72,3 – 0,3 = 72,0 mm.
Pembacaaan Cylinder Bore Gauge
pada Silinder dengan 3 Cara di atas
● Cara 3
1. Hasil pengukuran jarak dari replecement rod dan washer dengan menggunakan
micrometer luar sebesar 72,6 mm.
2. Bila jarum mengarah sebelum angka “0” sebesar 0,1 mm maka hasilnya ditambah
sehingga ukurannya adalah 72,6 + 0,1 = 72,7 mm.
3. Sedangkan bila jarum mengarah sesudah angka “0” misal sebesar 0,3 mm maka hasilnya
dikurangi sehingga ukurannya adalah 72,6 – 0,3 = 72,3 mm.
Pengecekan Keovalan dan Ketirusan
dengan Dial Indicator
● Keovalan merupakan bentuk keausan silinder
bila dilihat dari bagian atas.
● Pada silinder normal, jika lubang silinder
dilihat dari atas akan berbentuk lingkaran,
Tetapi jika terjadi keausan yang berlebihan
pada satu titik atau sisi maka akan membuat
bentuk lubang pada silinder menjadi oval.
● Ketirusan merupakan bentuk keausan
silinder bila dilihat dari bagian samping.
● Antara diameter silinder pada bagian atas
dan pada bagian bawah akan terjadi
ketidaksamaan ukuran sehingga bentuk
silinder akan menjadi tirus.
Langakah Pengukuran Keovalan dan
Ketirusan
● Siapkan alat ukur dan bidang pengukuran
yaitu blok mesin. Pastikan alat ukur dan
blok mesin dalam kondisi bersih tidak
ada kotoran ataupun oli.
● Lakukan langkah pengukuran silinder
 dengan prosedur yang benar.
● Lakukan pengukuran di dalam luabng
silinder dengan 3 posisi pengukuran yaitu
posisi atas, posisi tengah dan posisi
bawah.
● Pada setiap posisi ukurlah diameter
silinder pada dua sumbu yaitu sumbu X
dan sumbu Y.
Langakah Pengukuran Keovalan dan
Ketirusan
● Untuk mengukur keovalan silinder yaitu
dengan mencari selisih antara
pangukuran pada sumbu X dan sumbu Y
pada tiap-tiap posisi atas, tengah dan
bawah.
● Untuk mengukur ketirusan maka cari
selisih antara pengukuran pada bagian
atas, tengah dan bawah.
● Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel di
bawah ini :
Langakah Pengukuran Keovalan dan
Ketirusan
● Dari hasil pengukuran tersebut diambil
data keovalan paling besar dan ketirusan
paling besar sehingga nantinya akan
didapatkan data hasil pengukuran
kemudian dibandingkan dengan data
spesifikasinya.
● Jika keausan silinder melebihi batas
spesifikasi keausan silinder maka silinder
perlu di over size.
● Lakukan langkah tersebut pada semua
silinder pada mesin.
Cara Menghitung Keovalan
● Diketatuhi Sisi (X)
X1 = 72,90 mm
X2 = 72,70 mm
X3 = 72,50 mm

● Diketahui Sisi (Y)


Y1 = 72,70 mm
Y2 = 72,60 mm
Y3 = 72,50 mm
● Hasil Perhitungan

X1 – Y1 = 72,90 mm – 72,70 mm = 0,20 mm


X2 – Y2 = 72,70 mm – 72,60 mm = 0,10 mm
X3 – Y3 = 72,50 mm – 72,50 mm = 0,00 mm
Pilih tingkat pengukuran Keovalan yang terbesar = 0,20 mm
Cara Menghitung Ketirusan
● Diketatuhi Sisi (X)
X1 = 72,90 mm
X2 = 72,70 mm
X3 = 72,50 mm

● Diketahui Sisi (Y)


Y1 = 72,70 mm
Y2 = 72,60 mm
Y3 = 72,50 mm
● Hasil Perhitungan

X1 – X3 = 72,90 mm – 72,50 mm = 0,40 mm


Y1 – Y3 = 72,70 mm – 72,50 mm = 0,20 mm
Pilih tingkat pengukuran Keovalan yang terbesar = 0,40 mm
Cara Menghitung Keausan
● Diketatuhi Sisi (X)
X1 = 72,90 mm
X2 = 72,70 mm
X3 = 72,50 mm

● Diketahui Sisi (Y)


Y1 = 72,70 mm
Y2 = 72,60 mm
Y3 = 72,50 mm
● Hasil Perhitungan

Keausan = diameter Terbesar – diameter standar (dari buku repair


manual), Misal diameter standar 72,50 mm
Maka
Keausan = X1 – 72,50 mm
Keausan = 72,90 mm – 72,50 mm = 0,40 mm

You might also like