Nama : ZURAIDA DWI G Kelas : 6 EGA NIM : 0609 4041 1352

BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting. Penanaman kelapa sawit yang pertama di Indonesia dilakukan oleh beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit seperti pembukaan kebun di Tanah Itam Ulu oleh Maskapai Oliepalmen Cultuur, di Pulau Raja oleh Maskapai Huilleries de Sumatra – RCMA, dan di sungai Liput oleh Palmbomen Cultuur Mij. 1. Morfologi Kelapa Sawit Akar : Kelapa sawit merupakan tumbuhan monokotil yang tidak memiliki akar tunggang. Radikula (bakar akar) pada bibit terus tumbuh memanjang ke arah bawah selama enam bulan terus-menerus dan panjang akarnya mencapai 15 cm. Akar primer kelapa sawit terus berkembang. Kedalaman perakaran tanaman kelapa sawit bisa mencapai 8 meter dan 16 meter secara horizontal. Batang : Tanaman kelapa sawit umumnya memiliki batang yang tidak bercabang. Pada pertumbuhan awal setelah fase muda (seedling) terjadi pembentukan batang yang melebar tanpa terjadi pemanjangan internodia (ruas). Pada tanaman tua, pangkal-pangkal pelepah yang masih tertinggal di batang akan terkelupas, sehingga batang kelapa sawit tampak berwarna hitam beruas. Daun : Tanaman kelapa sawit memiliki daun (frond) yang menyerupai bulu burung atau ayam. Di bagian pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri yang sangat tajam dan keras di kedua sisisnya. Anak-anak daun (foliage leaflet) tersusun berbaris dua sampai ke ujung daun. Di tengah-tengah setiap anak daun terbentuk lidi sebagai tulang daun. Bunga dan buah : Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat. Buah kelapa sawit tersusun dari kulit buah yang licin dan keras (epicrap), daging buah (mesocrap) dari susunan serabut (fibre) dan mengandung minyak, kulit biji

Biji dura afrika panjangnya 2-3 cm dan bobot rata-rata mencapai 4 gram. dan rendemen minyak 15-17%. Semakin tua warnanya berubah menjadi hijau kehitaman. Syarat Tumbuh Kelapa sawit semula merupakan tanaman yang tumbuh liar di hutan – hutan. buah mulai rontok dan berjatuhan (buah leles). dan penerapan teknologi lainnya. perlakuan budidaya. Biji dura deli memiliki bobot 13 gram per biji. . dan setelah matang menjadi merah kuning (oranye). Berdasarkan ketebalan cangkang dan daging buah. kelapa sawit dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut : 1. sehingga jumlah minyak yang dihasilkan sedikit. di samping faktor – faktor lainnya seperti sifat genetika. 2. Tandan buahnyahampir selalu gugur sebelum masak. Dura memiliki cangkang tebal (3-5 mm). Tenera memiliki cangkang agak tipis (2-3 mm). Jika sudah berwarna oranye. 3. dan biji tenera afrika rata-rata memiliki bobot 2 gram per biji. Keadaan iklim dan tanah merupakan faktor utama bagi pertumbuhan kelapa sawit. lalu dibudidayakan. kemudian menjadi kuning muda. daging buah tebal. 2. sehingga dalam 1 kg terdapat 250 biji. Iklim . serta lembaga (embryo).(endocrap) atau cangkang atau tempurung yang berwarna hitam dan keras. Jenis Kelapa Sawit. daging buah tipis. Tanaman kelapa sawit memerlukan kondisi lingkungan yang baik agar mampu tumbuh dan berproduksi secara optimal. Biji : Setiap jenis kelapa sawit memiliki ukuran dan bobot biji yang berbeda. 3. Buah yang sangat muda berwarna hijau pucat. Rendemen minyaknya tinggi (lebih dari 23%). daging biji (endosperm) yang berwarna putih dan mengandung minyak. dan rendemen minyak 21-23%. tetapi daging buahnya tebal dan bijinya kecil. Pisifera memiliki cangkang yang sangat tipis.

Asia. terutama di kawasan Afrika.5. untuk mendapatkan produksi yang tinggi dibutuhkan kandungan unsur hara yang tinggi juga.0 – 5. Karena itu. 4. suhu dan tinggi tempat. dan Amerika Latin.000 mm per tahun. dengan jumlah hari hujan tidak lebih dari 180 hari per tahun. Teknologi perbanyakan Tanaman Teknologi perbanyakan tanaman yang dapat dilakukan pada tanaman kelapa sawit adalah dengan kultur jaringan dan pembibitan untuk perbanyakan secara konvensional. Sifat Kimia Tanah Tanaman Kelapa sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah besar untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif. Selain itu. serta kelembapan dan penyinaran matahari.000 mm per tahun.Kelapa sawit termasuk tanaman daerah tropis yang tumbuh baik antara garis lintang 130 Lintang Utara dan 120 Lintang Selatan. yakni berkisar antara 2.0 dan ber – pH optimum 5. Curah Hujan Tanaman Kelapa sawit menghendaki curah hujan 1. Keadaan iklim yang demikian mendorong kelapa sawit membentuk bunga dan buah secara terus menerus. asal tidak terjadi defisit air yaitu tidak tercapainya jumlah curah hujan minimum.000 – 4.0 – 6.000 mm per tahun. pembakaran sisa-sisa tanaman pada pembukaan kebun. Pembagian hujan yang merata dalam satu tahunnya berpengaruh kurang baik karena pertumbuhan vegetatif lebih dominan daripada pertumbuhan generatif. dengan musim kemarau jatuh pada bulan juni sampai september. pH tanah sebaiknya bereaksi asam dengan kisaran nilai 4. dan terjadinya erosi.500 – 4. Keadaan curah hujan yang kurang dari 2. Namun curah hujan yang terlalu tinggi kurang menguntungkan bagi penyelenggaraan kebun karena mengganggu kegiatan di kebun seperti pemeliharaan tanaman. Contoh Keadaan curah hujan yang baik adalah di kawasan Sumatera utara. tetapi masih ada hujan turun yang menyediakan kebutuhan air bagi tanaman.000 – 3. . kelancaran transportasi. tetapi curah hujan optimal 2. sehingga bunga atau buah yang terbentuk relatif lebih sedikit.000 mm per tahun tidak berarti kurang baik bagi pertumbuhan kelapa sawit. sehingga diperoleh hasil buah yang tinggi.

pertumbuhan vegatatif. yaitu proses adaptasi planlet dari kondisi laboratorium menjadi kondisi lingkungan alami di luar. mikro.- Pembiakan Secara Kultur Jaringan Pada pembiakan secara kultur jaringan. c. . Bibit kelapa sawit yang diperoleh dengan sistem kultur jaringan ini disebut dengan klon kelapa sawit. Pembiakan Secara Pembibitan Pembibitan klon meliputi pembibitan awal (pre nursery) selama 3 bulan dan pembibitan utama (main nursery) selama 9 bulan. Bahan Kultur jaringan : Bahan kultur jaringan menggunakan pohon induk yang dipilih dari hasil persilangan pohon ibu dan pohon bapak tebaik dari varietas Deli Dura X Pisifera. Proses atau langkah – langkah pembiakan kelapa sawit dengan sistem kultur jaringan secara garis besarnya adalah sebagai berikut : a. b. vitamin. Media tumbuh ini terdiri atas unsur – unsur hara makro. planlet (tanaman baru) perlu melewati fase aklimatisasi. Pengembangan kelapa sawit sistem kultur jaringan dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang terdapat pada bahan tanaman kelapa sawit yang berasal dari biji yang umumnya memiliki keragaman dalam produksi. dan hormon pada dosis tertentu sehingga memberikan hasil optimum bagi perkembangan jaringan. perbanyakan bahan tanaman melalui kultur jaringan dapat menggunakan teknologi Inggris (Unilever) atau teknologi perancis (CIRAD – CP). mineral. Media : Media untuk tempat menumbuhkan sel – sel pembiak adalah komponen yang tersusun dari senyawa kimia yang mampu mendukung perkembangan dan pertumbuhan jaringan. Sebelum pembibitan awal dilakukan. 5. Persemaian dan Pembibitan Pembibitan Benih kelapa sawit untuk calon bibit harus dihasilkan dan dikecambahkan oleh lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah. bahan tanaman kelapa sawit dapat diperoleh dalam bentuk bibit atu klon hasil pembiakan secara kultur jaringan (tissue culture). Metode : Seperti telah dikemukakan di atas. protein. Proses pengecambahan umumnya dilakukan sebagai berikut. dan ketahanan terhadap hama – penyakit. kualitas minyak.

pembukaan lahan dapat dilakukan sekaligus atau secara bertahap. hutan sekunder. Setelah 60 hari. kelapa atau komoditas tanaman perkebunan . Persiapan Lahan Tanaman Kelapa sawit sering ditanam pada berbagai kondisi areal sesuai dengan ketersediaan lahan yang akan dibuka menjadi lahan kelapa sawit. Tangkai tandan buah dilepaskan dari spikeletnya. Masukkan biji kelapa sawit tersebut ke dalam kaleng pengecambahan dan simpan di dalam ruangan bertemperatur 39oC dengan kelembaban 60-70% selama 60 hari. yang terpenting adalah keadaan kebun sudah siap dipanen dan dapat memasok buah yang akan diolah ketika pabrik sudah siap berproduksi. yaitu areal yang sebelumnya juga ditanami kelapa sawit. semak Konversi. Tandan buah diperam selama 3 hari dan sekali-kali disiram air. Masukkan benih ke dalam larutan Dithane M-45 0. b. Mengingat areal kebun kelapa sawit yang cukup luas. Cara membuka untuk tanaman kelapa sawit disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Simpan benih di ruangan bertemperatur 270 C. Persiapan lahan merupakan kegiatan yang sangat penting dan harus dilaksanakan berdasarkan jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan. lainnya. tanaman perkebunan seperti karet. Namun. benih berkecambah pada hari ke-30 tidak digunakan lagi. Selanjutnya rendam biji tadi dalam Dithane M-45 konsentrasi 0. b. benih dikeringanginkan selama 3 menit. Bukaan ulangan (replanting). Setiap 7 hari. yaitu penanaman pada areal yang sebelumnya ditanami dengan belukar atau areal yang ditumbuhi lalang. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari. Bukaan baru (new planting) pada hutan primer. c. Setelah 10 hari. lalu keringanginkan. e. Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji. Cuci biji dengan air. lalu rendam dalam air selama 6-7 hari. c.2 % selama 2 menit.a. a. d.2% selama 1-2 menit. rendam benih dalam air sampai kadar air 20-30% dan dikeringanginkan lagi. 6. Ganti air rendaman setiap hari.

Penanaman Kelapa sawit. (b). Chromolaena odorata). menyebabkan keadaan kebun menjadi kotor dan lembab. 8. Penanaman dan Penyulaman Jenis – jenis pekerjaan utama dalam proses penanaman adalah : (a) Pembuatan larikan tanaman atau penempatan pancang. kendati demikian pertumbuhannya harus dikendalikan. Secara garis besar jenis – jenis gulma yang dijumpai pada perkebunan kelapa sawit dapat digolongkan menjadi : a. sebab jenis gulma ini dapat menahan erosi tanah. Penanaman tanaman penutup tanah kacangan. serta beberapa tumbuhan berkayu diantaranya. Gulma berbahaya.putihani/krinyuh (Eupathorium odoratum syn. teki (Cyperus rotundus). harendong (Melastoma malabtrichum). Gulma lunak. Bila pertumbuhan gulma tidak dikendalikan dengan baik. rumput kipahit (Paspalum conjugatum). maka berbagai macam gulma dapat tumbuh dengan subur dan mengganggu (menyaingi) pertumbuhan tanaman pokok. Yang termasuk gulma lunak misalnya babadotan/wedusan (Ageratum conyzoides). Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara. yaitu gulma yang memiliki daya saing tinggi terhadap tanaman pokok. Penyiangan (pengendalian gulma) Upaya pengendalian gulma telah dilaksanakan dengan menanami tanah di antara tanaman kelapa sawit (gawangan) dengan tanaman kacang penutup tanah dan membuat piringan di sekeliling tiap individu tanaman. dan (c). Micrantha). lempuyangan (Panicum repens). pakis (Nephrolepis biserata). antara lain sebagai berikut : .7. yaitu gulma yang keberadaannya dalam budi daya tanaman kelapa sawit dapat di toleransi. misalanya lalang (Imperata cylindrica). dan sebagainya. dan tembelekan (Lantana camara) b. atau ajir tanam. sembung rambat (Mikania cordata dan M.

5 – 1. Dengan analisis tanah dan daun.0 – 2.0 1. Pemupukan Pemupukan tanaman bertujuan untuk menyediakan unsur – unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan generatif. yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. Tabel 1.4 – 1.0 2. K.0 0. dibongkar dengan cangkul.0 – 3.5 – 1. maka ketersediaan unsur – unsur hara di dalam tanah pada saat itu dapat diketahui dan keadaan hara terakhir yang ada pada tanaman dapat diketahui juga.1 Kg per pohon per tahun) 10.5 – 3.0 1. sehingga diperoleh hasil yang optimal. Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Berdasarkan Unsur Tanaman. baik yang bersifat kontak maupun sistemik. yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan peralatan dan upaya pengendalian secara konvensional.5 – 2. dan pupuk B (bila diperlukan) diberikan dua kali aplikasi per tahun (salah satu contoh dosis B adalah 0.yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan tanaman penutup tanah jenis kacangan.0 – 2. Jenis Pupuk Umur Tanaman Sulphate of Amonia (ZA) Rock Phosphate (RP) Muriate of Potash (KCl) Kieserite (MgSO4) *) Keterangan : Pupuk N.5 . sebaiknya dilaksanakan analisis tanah dan daun terlebih dahulu.5 – 1.0 0. pada tanaman muda sebaiknya tidak dilakukan pemangkasan.0 0.05 – 0. c) Pengendalian Secara kultur teknis. misalnya dibabad.0 1. kecuali dengan maksud mengurangi penguapan oleh daun pada saat tanaman akan dipindahkan dari pembibitan ke areal perkebunan. digarpu dan sebagainya.0 0. pupuk P diberikan satu kali aplikasi.0 – 2. b) Pengendalian gulma secara kimia. 9.0 1. Untuk menentukan dosis pupuk yang tepat.0 1.5 – 1.0 0. Adapu tujuan Dosis (Kg/Pokok/Tahun) *) 5–5 6 – 12 >12 1.a) Pengendalian gulma secara manual. Pemangkasan Pemangkasan atau disebut juga penunasan adalah pembuangan daun – daun tua atau yang tidak produktif pada tanaman kelapa sawit.5 – 3. dan Mg diberikan dua kali aplikasi.

12. tetapi hanya bisa dilakukan pembuangan bagian yang terserang untuk memperbaiki bentuk tajuk dan mencegah infeksi dari jamur Fusarium sp. Serangga Asinga (Sethothosea Asigna) b. Panen dan Pengolahan Hasil Panen Panen . Penyakit ini tidak bisa diberantas. a. Hama Hama yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit biasanya terbagi menjadi hama perusak akar. antara lain : memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman sehingga dapat membantu proses penyerbukan secara alami. cabang daun bagian atas terkulai. baik hutan primer maupun hutan sekunder. mengurangi penghalangan pembesaran buah dan kehilangan brondolan buah terjepit pada pelepah daun. Selain serangan hama yang tergolong jenis serangga. Ulat Siput (Darna trima Mooore). b. a. Penyakit Tajuk (Crown disease) : Biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang berumur 2-3 tahun.pemangkasan. Pemberantasan dilakukan dengan membersihkan pohon. atau biologis sesuai dengan hama dan penyakit yang menyerang. hama perusak tandan buah. Hama Perusak Akar : Hama yang sering merusak akar kelapa sawit adalah nematoda Rhadinaphelenchus cocophilus.1. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit dapat dilaksanakan secara manual.2. Pada tingkat yang lebih lanjut. selanjutnya pohon akan mati. Ulat Setora (Setora nitens). Bagian yang diserang adalah pucuk yang belum membuka. Penyakit a. kimia. Gejala pada tingkat serangan pertama secara visual sukar diamati. c. 11. Hama Perusak Daun : Ada beberapa jenis hama yang merusak daun tanaman kelapa sawit. bibit dan tanaman muda juga sering diserang oleh hewan besar jenis mamalia terutama bila kebun kelapa sawit dibuka pada lahan yang sebelumnya berupa hutan. Marasmius : Penyakit marasmius dapat menggagalkan atau merusak pembentukan buah. di antaranya adalah sebagai berikut : Kumbang Tanduk (Oryctes rhynoceros). hama perusak daun. Basal Steam Rot : Penyebabnya adalah Ganoderma sp. a. Pemberantasan yang efektif sampai sekarang belum ada.

cara panen. buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. 2. Jika terlalu matang.Tanaman kelapa sawit mulai berbunga dan membentuk buah setelah umur 2-3 tahun. 1. dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. sedangkan tanaman dengan ketinggian 5-10 m dipanen dengan cara berdiri dan menggunakan alat kampak siam. Kriteria matang Panen : Kriteria matang panen merupakan indikasi yang dapat membantu pemanen agar memotong buah pada saat yang tepat. Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. Pada saat buah masak. Para pemanen harus disiapkan peralatan yang akan digunakan. Persiapan Panen : Untuk menghadapi masa panen dan agar proses dapat berjalan dengan lancar. Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol. Untuk tanaman yang tingginya 2-5 m digunakan cara panen jongkok dengan alat dodos. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen. Cara egrek digunakan untuk tanaman yang tingginya lebih dari 10 m dengan menggunakan alat arit bergagang panjang. Untuk memudahkan pemanenan. Proses pemasakan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulitnya. Buah akan menjadi masak sekitar 5-6 bulan setelah penyerbukan. Potensi Kelapa Sawit di Sumatera Selatan . Kriteria matang panen ditentukan pada saat kandungan minyak maksimal dan kandungan asam lemak bebas atau free fatty acid (ALB atau FFA) minimal. 3. rotasi dan sistem panen serta mutu panen. memungut brondolan. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak. Cara panen : Berdasarkan tinggi tanaman. tempat pengumpulan hasil (TPH) harus disiapkan dan jalan untuk pengangkutan hasil harus diperbaiki. kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. sebaiknya pelepah daun yang menyangga buah dipotong terlebih dahulu dan diatur rapi di tengah gawangan. alat panen. ada tiga cara panen yang umum dilakukan oleh perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Perkebunan Swasta sebesar 390. Perkebunan Negara Sebesar 132.067.034 1.161 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2009-2011 Departemen Pertanian. PRODUKSI 2010 (TON) PRODUKSI 2009 (TON) PRODUKSI 2008 (TON) PRODUKSI 2007 (TON) PRODUKSI 2006 (TON) 2.664 Ton.780 Ton. (Updated: 13-2-2012) Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2009-2011 Departemen Pertanian. Perkebunan Swasta Sebesar 1. Jumlah Produksi Perkebunan Rakyat Sebesar 857.729 Luas Areal Perkebunan Rakyat sebesar 286.000 Ton (Angka Sementara 2010).109 Ton. Direktorat Jenderal Perkebunan WILAYAH POTENSI PENGEMBANGAN KOMODITI KELAPA SAWIT No Nama Daerah Luas Lahan .196 2.780 ha.036. Perkebunan Negara 2009 Sebesar 128.477 Ton (Angka Sementara 2010). Tabel 2.Jumlah Produksi Perkebunan Rakyat 2009 Sebesar 840.553 776.082.675 ha. Perkebunan Swasta 2009 Sebesar 1.616.314 ha dan Perkebunan Negara Sebesar 128.983 759. Direktorat Jenderal Perkebunan LAHAN YANG SUDAH DIGUNAKAN (HA) STATUS LAHAN 690.720 Ton (Angka Sementara 2010).092.

4. 6. 3. 9. 10.1.120 Status Lahan: Perkebunan Teknik Poduksi Biofuel Kelapa Sawit 1. 7. 12.048 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 33. Kabupaten Banyuasin Kabupaten Empat Lawang Kabupaten Lahat Kabupaten Muara Enim Kabupaten Musibanyuasin Kabupaten Musirawas Kabupaten Ogan Ilir Kabupaten Ogan Komering Ilir Kabupaten Ogan Komering Ulu Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Kabupaten Ogan Komering UluTimur Kota Lubuklinggau Kota Prabumulih Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 31. 8.080 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 34.779 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 80 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 16. 13. 2.079 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 72. Pengolahan Kelapa Sawit . 5.005 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 66 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 14.091 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 61.680 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 2.715 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 69. 11.428 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 51 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 1.

Proses yang dilakukan meliputi proses sterilisasi. TBS Setelah Ditimbang A Loading Ramp Sand Trap TBS Dalam Lori Vibrating Screen Sterilizer Crude Thresher Oil Tank Brondolan Buah Empty Bunch Press Tandan Kosong Oil Tank Clarification Tank Sludge Tank Digester Air Panas Pengencer 95OC Sand Cyclone A Press Fluid Sludge Cairan Kempa Screw Press Pasir Berminyak Press Cake Ampas Kempa Air Cucian Bahan Bakar Boiler/ Lapangan Oil Purifier B Minyak Berminyak Gambar 1. Diagram alir pengolahan kelapa sawit disajikan pada Gambar 29 di bawah ini.Tandan buah sawit dari kebun akan langsung diolah. Fase cair merupakan fase minyak yang masih banyak mengandung pengotor seperti serat-serat maupun pasir sehingga perlu dilakukan penyaringan dan klarifikasi untuk memisahkan pengotor-pengotor tersebut. dan pengepresan untuk mendapatkan minyak sawit. Diagram alir pengolahan kelapa sawit Sludge Separator Vaccum Oil Dryer Minyak Mutu Rendah Sludge Oil Trap Minyak Air Limbah CPO Sludge Pit Air Limbah CPO Storage Tank Effluent Pond Air Limbah PAL Kawasan . Dari proses pengepresan akan dihasilkan fase cair (minyak) dan fase padat berupa ampas. pencacahan. perontokan.

Diagram alir pengolahan kelapa sawit (lanjutan) .Gambar 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful