P. 1
Budidaya Kelapa Sawit

Budidaya Kelapa Sawit

|Views: 25|Likes:

More info:

Published by: Zuraida Dwii Soetjipto on Sep 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

Nama : ZURAIDA DWI G Kelas : 6 EGA NIM : 0609 4041 1352

BUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting. Penanaman kelapa sawit yang pertama di Indonesia dilakukan oleh beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit seperti pembukaan kebun di Tanah Itam Ulu oleh Maskapai Oliepalmen Cultuur, di Pulau Raja oleh Maskapai Huilleries de Sumatra – RCMA, dan di sungai Liput oleh Palmbomen Cultuur Mij. 1. Morfologi Kelapa Sawit Akar : Kelapa sawit merupakan tumbuhan monokotil yang tidak memiliki akar tunggang. Radikula (bakar akar) pada bibit terus tumbuh memanjang ke arah bawah selama enam bulan terus-menerus dan panjang akarnya mencapai 15 cm. Akar primer kelapa sawit terus berkembang. Kedalaman perakaran tanaman kelapa sawit bisa mencapai 8 meter dan 16 meter secara horizontal. Batang : Tanaman kelapa sawit umumnya memiliki batang yang tidak bercabang. Pada pertumbuhan awal setelah fase muda (seedling) terjadi pembentukan batang yang melebar tanpa terjadi pemanjangan internodia (ruas). Pada tanaman tua, pangkal-pangkal pelepah yang masih tertinggal di batang akan terkelupas, sehingga batang kelapa sawit tampak berwarna hitam beruas. Daun : Tanaman kelapa sawit memiliki daun (frond) yang menyerupai bulu burung atau ayam. Di bagian pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri yang sangat tajam dan keras di kedua sisisnya. Anak-anak daun (foliage leaflet) tersusun berbaris dua sampai ke ujung daun. Di tengah-tengah setiap anak daun terbentuk lidi sebagai tulang daun. Bunga dan buah : Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat. Buah kelapa sawit tersusun dari kulit buah yang licin dan keras (epicrap), daging buah (mesocrap) dari susunan serabut (fibre) dan mengandung minyak, kulit biji

Dura memiliki cangkang tebal (3-5 mm). Jika sudah berwarna oranye. dan setelah matang menjadi merah kuning (oranye). di samping faktor – faktor lainnya seperti sifat genetika. 2. . sehingga jumlah minyak yang dihasilkan sedikit.(endocrap) atau cangkang atau tempurung yang berwarna hitam dan keras. Biji : Setiap jenis kelapa sawit memiliki ukuran dan bobot biji yang berbeda. Iklim . lalu dibudidayakan. Rendemen minyaknya tinggi (lebih dari 23%). Buah yang sangat muda berwarna hijau pucat. Tenera memiliki cangkang agak tipis (2-3 mm). kelapa sawit dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut : 1. Berdasarkan ketebalan cangkang dan daging buah. dan penerapan teknologi lainnya. Jenis Kelapa Sawit. 3. 3. tetapi daging buahnya tebal dan bijinya kecil. daging biji (endosperm) yang berwarna putih dan mengandung minyak. buah mulai rontok dan berjatuhan (buah leles). Biji dura afrika panjangnya 2-3 cm dan bobot rata-rata mencapai 4 gram. Biji dura deli memiliki bobot 13 gram per biji. perlakuan budidaya. daging buah tipis. dan biji tenera afrika rata-rata memiliki bobot 2 gram per biji. daging buah tebal. serta lembaga (embryo). Pisifera memiliki cangkang yang sangat tipis. Tandan buahnyahampir selalu gugur sebelum masak. Tanaman kelapa sawit memerlukan kondisi lingkungan yang baik agar mampu tumbuh dan berproduksi secara optimal. Semakin tua warnanya berubah menjadi hijau kehitaman. Keadaan iklim dan tanah merupakan faktor utama bagi pertumbuhan kelapa sawit. sehingga dalam 1 kg terdapat 250 biji. dan rendemen minyak 15-17%. dan rendemen minyak 21-23%. 2. Syarat Tumbuh Kelapa sawit semula merupakan tanaman yang tumbuh liar di hutan – hutan. kemudian menjadi kuning muda.

terutama di kawasan Afrika. suhu dan tinggi tempat. Pembagian hujan yang merata dalam satu tahunnya berpengaruh kurang baik karena pertumbuhan vegetatif lebih dominan daripada pertumbuhan generatif. tetapi curah hujan optimal 2. dan Amerika Latin. pH tanah sebaiknya bereaksi asam dengan kisaran nilai 4. yakni berkisar antara 2.500 – 4.000 – 3. sehingga diperoleh hasil buah yang tinggi. kelancaran transportasi.000 mm per tahun. dan terjadinya erosi. tetapi masih ada hujan turun yang menyediakan kebutuhan air bagi tanaman.000 mm per tahun. dengan jumlah hari hujan tidak lebih dari 180 hari per tahun.0 – 6.000 – 4. Karena itu. Teknologi perbanyakan Tanaman Teknologi perbanyakan tanaman yang dapat dilakukan pada tanaman kelapa sawit adalah dengan kultur jaringan dan pembibitan untuk perbanyakan secara konvensional. Asia. Keadaan curah hujan yang kurang dari 2. Sifat Kimia Tanah Tanaman Kelapa sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah besar untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif.000 mm per tahun. sehingga bunga atau buah yang terbentuk relatif lebih sedikit. Curah Hujan Tanaman Kelapa sawit menghendaki curah hujan 1.0 dan ber – pH optimum 5. Namun curah hujan yang terlalu tinggi kurang menguntungkan bagi penyelenggaraan kebun karena mengganggu kegiatan di kebun seperti pemeliharaan tanaman. untuk mendapatkan produksi yang tinggi dibutuhkan kandungan unsur hara yang tinggi juga. Keadaan iklim yang demikian mendorong kelapa sawit membentuk bunga dan buah secara terus menerus.0 – 5. 4.5.000 mm per tahun tidak berarti kurang baik bagi pertumbuhan kelapa sawit. pembakaran sisa-sisa tanaman pada pembukaan kebun. Contoh Keadaan curah hujan yang baik adalah di kawasan Sumatera utara. serta kelembapan dan penyinaran matahari. dengan musim kemarau jatuh pada bulan juni sampai september.Kelapa sawit termasuk tanaman daerah tropis yang tumbuh baik antara garis lintang 130 Lintang Utara dan 120 Lintang Selatan. . asal tidak terjadi defisit air yaitu tidak tercapainya jumlah curah hujan minimum. Selain itu.

perbanyakan bahan tanaman melalui kultur jaringan dapat menggunakan teknologi Inggris (Unilever) atau teknologi perancis (CIRAD – CP). bahan tanaman kelapa sawit dapat diperoleh dalam bentuk bibit atu klon hasil pembiakan secara kultur jaringan (tissue culture). dan hormon pada dosis tertentu sehingga memberikan hasil optimum bagi perkembangan jaringan. Metode : Seperti telah dikemukakan di atas. Proses pengecambahan umumnya dilakukan sebagai berikut. planlet (tanaman baru) perlu melewati fase aklimatisasi. protein. Media tumbuh ini terdiri atas unsur – unsur hara makro. mineral. . Bibit kelapa sawit yang diperoleh dengan sistem kultur jaringan ini disebut dengan klon kelapa sawit. c. 5. mikro. Proses atau langkah – langkah pembiakan kelapa sawit dengan sistem kultur jaringan secara garis besarnya adalah sebagai berikut : a. vitamin. Pembiakan Secara Pembibitan Pembibitan klon meliputi pembibitan awal (pre nursery) selama 3 bulan dan pembibitan utama (main nursery) selama 9 bulan. Media : Media untuk tempat menumbuhkan sel – sel pembiak adalah komponen yang tersusun dari senyawa kimia yang mampu mendukung perkembangan dan pertumbuhan jaringan. kualitas minyak. Bahan Kultur jaringan : Bahan kultur jaringan menggunakan pohon induk yang dipilih dari hasil persilangan pohon ibu dan pohon bapak tebaik dari varietas Deli Dura X Pisifera. b. pertumbuhan vegatatif. dan ketahanan terhadap hama – penyakit. Sebelum pembibitan awal dilakukan. Persemaian dan Pembibitan Pembibitan Benih kelapa sawit untuk calon bibit harus dihasilkan dan dikecambahkan oleh lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah.- Pembiakan Secara Kultur Jaringan Pada pembiakan secara kultur jaringan. Pengembangan kelapa sawit sistem kultur jaringan dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang terdapat pada bahan tanaman kelapa sawit yang berasal dari biji yang umumnya memiliki keragaman dalam produksi. yaitu proses adaptasi planlet dari kondisi laboratorium menjadi kondisi lingkungan alami di luar.

Setelah 10 hari. yaitu areal yang sebelumnya juga ditanami kelapa sawit. b. Setelah 60 hari. d. Cuci biji dengan air. semak Konversi.a. c. Setiap 7 hari. benih dikeringanginkan selama 3 menit. Tandan buah diperam selama 3 hari dan sekali-kali disiram air.2% selama 1-2 menit. Mengingat areal kebun kelapa sawit yang cukup luas. Bukaan baru (new planting) pada hutan primer. Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji. Masukkan biji kelapa sawit tersebut ke dalam kaleng pengecambahan dan simpan di dalam ruangan bertemperatur 39oC dengan kelembaban 60-70% selama 60 hari. Namun. tanaman perkebunan seperti karet. Cara membuka untuk tanaman kelapa sawit disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. lainnya. e. hutan sekunder. a. lalu keringanginkan. Simpan benih di ruangan bertemperatur 270 C. Tangkai tandan buah dilepaskan dari spikeletnya. Masukkan benih ke dalam larutan Dithane M-45 0. Persiapan Lahan Tanaman Kelapa sawit sering ditanam pada berbagai kondisi areal sesuai dengan ketersediaan lahan yang akan dibuka menjadi lahan kelapa sawit.2 % selama 2 menit. 6. yaitu penanaman pada areal yang sebelumnya ditanami dengan belukar atau areal yang ditumbuhi lalang. lalu rendam dalam air selama 6-7 hari. pembukaan lahan dapat dilakukan sekaligus atau secara bertahap. Selanjutnya rendam biji tadi dalam Dithane M-45 konsentrasi 0. c. rendam benih dalam air sampai kadar air 20-30% dan dikeringanginkan lagi. Bukaan ulangan (replanting). Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari. benih berkecambah pada hari ke-30 tidak digunakan lagi. yang terpenting adalah keadaan kebun sudah siap dipanen dan dapat memasok buah yang akan diolah ketika pabrik sudah siap berproduksi. Persiapan lahan merupakan kegiatan yang sangat penting dan harus dilaksanakan berdasarkan jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan. Ganti air rendaman setiap hari. kelapa atau komoditas tanaman perkebunan . b.

harendong (Melastoma malabtrichum). kendati demikian pertumbuhannya harus dikendalikan. serta beberapa tumbuhan berkayu diantaranya. antara lain sebagai berikut : . dan tembelekan (Lantana camara) b. Secara garis besar jenis – jenis gulma yang dijumpai pada perkebunan kelapa sawit dapat digolongkan menjadi : a. pakis (Nephrolepis biserata). sebab jenis gulma ini dapat menahan erosi tanah. Chromolaena odorata).7. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara. yaitu gulma yang keberadaannya dalam budi daya tanaman kelapa sawit dapat di toleransi. Bila pertumbuhan gulma tidak dikendalikan dengan baik. Micrantha). (b). yaitu gulma yang memiliki daya saing tinggi terhadap tanaman pokok. Gulma berbahaya. Yang termasuk gulma lunak misalnya babadotan/wedusan (Ageratum conyzoides). Gulma lunak. Penyiangan (pengendalian gulma) Upaya pengendalian gulma telah dilaksanakan dengan menanami tanah di antara tanaman kelapa sawit (gawangan) dengan tanaman kacang penutup tanah dan membuat piringan di sekeliling tiap individu tanaman. dan sebagainya. Penanaman dan Penyulaman Jenis – jenis pekerjaan utama dalam proses penanaman adalah : (a) Pembuatan larikan tanaman atau penempatan pancang. lempuyangan (Panicum repens). menyebabkan keadaan kebun menjadi kotor dan lembab.putihani/krinyuh (Eupathorium odoratum syn. sembung rambat (Mikania cordata dan M. Penanaman Kelapa sawit. dan (c). 8. Penanaman tanaman penutup tanah kacangan. atau ajir tanam. teki (Cyperus rotundus). maka berbagai macam gulma dapat tumbuh dengan subur dan mengganggu (menyaingi) pertumbuhan tanaman pokok. rumput kipahit (Paspalum conjugatum). misalanya lalang (Imperata cylindrica).

5 – 2. yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan peralatan dan upaya pengendalian secara konvensional. yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida.0 – 2. baik yang bersifat kontak maupun sistemik. Tabel 1. b) Pengendalian gulma secara kimia.5 – 1.0 0. Jenis Pupuk Umur Tanaman Sulphate of Amonia (ZA) Rock Phosphate (RP) Muriate of Potash (KCl) Kieserite (MgSO4) *) Keterangan : Pupuk N.0 – 2.5 . dan pupuk B (bila diperlukan) diberikan dua kali aplikasi per tahun (salah satu contoh dosis B adalah 0.4 – 1. dibongkar dengan cangkul. Pemupukan Pemupukan tanaman bertujuan untuk menyediakan unsur – unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan generatif. maka ketersediaan unsur – unsur hara di dalam tanah pada saat itu dapat diketahui dan keadaan hara terakhir yang ada pada tanaman dapat diketahui juga.5 – 1. sehingga diperoleh hasil yang optimal.1 Kg per pohon per tahun) 10.5 – 1. Dengan analisis tanah dan daun. Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Berdasarkan Unsur Tanaman.0 1. K.yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan tanaman penutup tanah jenis kacangan.0 – 2. pada tanaman muda sebaiknya tidak dilakukan pemangkasan. digarpu dan sebagainya. sebaiknya dilaksanakan analisis tanah dan daun terlebih dahulu.0 0. c) Pengendalian Secara kultur teknis.0 0. 9.0 0.5 – 3.5 – 1. Untuk menentukan dosis pupuk yang tepat.0 0.5 – 3.0 1.a) Pengendalian gulma secara manual. misalnya dibabad.05 – 0.0 – 3. kecuali dengan maksud mengurangi penguapan oleh daun pada saat tanaman akan dipindahkan dari pembibitan ke areal perkebunan. Adapu tujuan Dosis (Kg/Pokok/Tahun) *) 5–5 6 – 12 >12 1. pupuk P diberikan satu kali aplikasi.0 1. dan Mg diberikan dua kali aplikasi. Pemangkasan Pemangkasan atau disebut juga penunasan adalah pembuangan daun – daun tua atau yang tidak produktif pada tanaman kelapa sawit.0 1.0 2.0 1.

2. antara lain : memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman sehingga dapat membantu proses penyerbukan secara alami. hama perusak tandan buah. Pada tingkat yang lebih lanjut. 12. a. a. Marasmius : Penyakit marasmius dapat menggagalkan atau merusak pembentukan buah. Panen dan Pengolahan Hasil Panen Panen . Hama Perusak Akar : Hama yang sering merusak akar kelapa sawit adalah nematoda Rhadinaphelenchus cocophilus. Hama Hama yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit biasanya terbagi menjadi hama perusak akar. Bagian yang diserang adalah pucuk yang belum membuka. Pemberantasan dilakukan dengan membersihkan pohon. b. Ulat Siput (Darna trima Mooore). bibit dan tanaman muda juga sering diserang oleh hewan besar jenis mamalia terutama bila kebun kelapa sawit dibuka pada lahan yang sebelumnya berupa hutan. Selain serangan hama yang tergolong jenis serangga. Ulat Setora (Setora nitens). Serangga Asinga (Sethothosea Asigna) b. atau biologis sesuai dengan hama dan penyakit yang menyerang. kimia. hama perusak daun. selanjutnya pohon akan mati. Penyakit Tajuk (Crown disease) : Biasanya menyerang tanaman kelapa sawit yang berumur 2-3 tahun. tetapi hanya bisa dilakukan pembuangan bagian yang terserang untuk memperbaiki bentuk tajuk dan mencegah infeksi dari jamur Fusarium sp. Hama Perusak Daun : Ada beberapa jenis hama yang merusak daun tanaman kelapa sawit. di antaranya adalah sebagai berikut : Kumbang Tanduk (Oryctes rhynoceros).pemangkasan. Pemberantasan yang efektif sampai sekarang belum ada. cabang daun bagian atas terkulai. Penyakit ini tidak bisa diberantas. Basal Steam Rot : Penyebabnya adalah Ganoderma sp. c. Gejala pada tingkat serangan pertama secara visual sukar diamati. mengurangi penghalangan pembesaran buah dan kehilangan brondolan buah terjepit pada pelepah daun. Penyakit a. a. 11. baik hutan primer maupun hutan sekunder.1. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit dapat dilaksanakan secara manual.

Tanaman kelapa sawit mulai berbunga dan membentuk buah setelah umur 2-3 tahun. Potensi Kelapa Sawit di Sumatera Selatan . Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol. Untuk memudahkan pemanenan. buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. rotasi dan sistem panen serta mutu panen. kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. sedangkan tanaman dengan ketinggian 5-10 m dipanen dengan cara berdiri dan menggunakan alat kampak siam. Kriteria matang panen ditentukan pada saat kandungan minyak maksimal dan kandungan asam lemak bebas atau free fatty acid (ALB atau FFA) minimal. Buah akan menjadi masak sekitar 5-6 bulan setelah penyerbukan. Proses pemasakan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulitnya. dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. sebaiknya pelepah daun yang menyangga buah dipotong terlebih dahulu dan diatur rapi di tengah gawangan. 3. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen. ada tiga cara panen yang umum dilakukan oleh perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Pada saat buah masak. Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak. Cara egrek digunakan untuk tanaman yang tingginya lebih dari 10 m dengan menggunakan alat arit bergagang panjang. cara panen. Untuk tanaman yang tingginya 2-5 m digunakan cara panen jongkok dengan alat dodos. 1. Persiapan Panen : Untuk menghadapi masa panen dan agar proses dapat berjalan dengan lancar. Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. Cara panen : Berdasarkan tinggi tanaman. Para pemanen harus disiapkan peralatan yang akan digunakan. tempat pengumpulan hasil (TPH) harus disiapkan dan jalan untuk pengangkutan hasil harus diperbaiki. alat panen. Kriteria matang Panen : Kriteria matang panen merupakan indikasi yang dapat membantu pemanen agar memotong buah pada saat yang tepat. 2. Jika terlalu matang. memungut brondolan.

109 Ton.036.477 Ton (Angka Sementara 2010). Jumlah Produksi Perkebunan Rakyat Sebesar 857.196 2.000 Ton (Angka Sementara 2010). Perkebunan Swasta Sebesar 1.720 Ton (Angka Sementara 2010). Direktorat Jenderal Perkebunan LAHAN YANG SUDAH DIGUNAKAN (HA) STATUS LAHAN 690.314 ha dan Perkebunan Negara Sebesar 128. Direktorat Jenderal Perkebunan WILAYAH POTENSI PENGEMBANGAN KOMODITI KELAPA SAWIT No Nama Daerah Luas Lahan .034 1. PRODUKSI 2010 (TON) PRODUKSI 2009 (TON) PRODUKSI 2008 (TON) PRODUKSI 2007 (TON) PRODUKSI 2006 (TON) 2.Jumlah Produksi Perkebunan Rakyat 2009 Sebesar 840. (Updated: 13-2-2012) Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2009-2011 Departemen Pertanian. Perkebunan Swasta sebesar 390.161 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2009-2011 Departemen Pertanian. Tabel 2.092.553 776.067.664 Ton.616. Perkebunan Swasta 2009 Sebesar 1.729 Luas Areal Perkebunan Rakyat sebesar 286. Perkebunan Negara 2009 Sebesar 128.983 759.082.780 ha. Perkebunan Negara Sebesar 132.675 ha.780 Ton.

4.680 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 2. Kabupaten Banyuasin Kabupaten Empat Lawang Kabupaten Lahat Kabupaten Muara Enim Kabupaten Musibanyuasin Kabupaten Musirawas Kabupaten Ogan Ilir Kabupaten Ogan Komering Ilir Kabupaten Ogan Komering Ulu Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Kabupaten Ogan Komering UluTimur Kota Lubuklinggau Kota Prabumulih Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 31.715 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 69.779 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 80 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 16.005 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 66 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 14. 5.120 Status Lahan: Perkebunan Teknik Poduksi Biofuel Kelapa Sawit 1. 11. 6.080 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 34. 13.428 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 51 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 1. Pengolahan Kelapa Sawit .048 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 33. 10. 7. 12.1. 2.079 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 72. 9. 3. 8.091 Status Lahan: Perkebunan Rakyat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 61.

Dari proses pengepresan akan dihasilkan fase cair (minyak) dan fase padat berupa ampas. Diagram alir pengolahan kelapa sawit disajikan pada Gambar 29 di bawah ini. Proses yang dilakukan meliputi proses sterilisasi. perontokan. Fase cair merupakan fase minyak yang masih banyak mengandung pengotor seperti serat-serat maupun pasir sehingga perlu dilakukan penyaringan dan klarifikasi untuk memisahkan pengotor-pengotor tersebut. TBS Setelah Ditimbang A Loading Ramp Sand Trap TBS Dalam Lori Vibrating Screen Sterilizer Crude Thresher Oil Tank Brondolan Buah Empty Bunch Press Tandan Kosong Oil Tank Clarification Tank Sludge Tank Digester Air Panas Pengencer 95OC Sand Cyclone A Press Fluid Sludge Cairan Kempa Screw Press Pasir Berminyak Press Cake Ampas Kempa Air Cucian Bahan Bakar Boiler/ Lapangan Oil Purifier B Minyak Berminyak Gambar 1.Tandan buah sawit dari kebun akan langsung diolah. dan pengepresan untuk mendapatkan minyak sawit. pencacahan. Diagram alir pengolahan kelapa sawit Sludge Separator Vaccum Oil Dryer Minyak Mutu Rendah Sludge Oil Trap Minyak Air Limbah CPO Sludge Pit Air Limbah CPO Storage Tank Effluent Pond Air Limbah PAL Kawasan .

Diagram alir pengolahan kelapa sawit (lanjutan) .Gambar 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->