You are on page 1of 5

http://medicastore.com/penyakit/3036/Batuk-Sesak_Nafas_Croup_pada_Anak.

html

Batuk-Sesak Nafas (Croup) pada Anak DEFINISI Croup (laryngotracheobronchitis) adalah infeksi virus menular pada saluran napas atas yang menimbulkan batuk dan terkadang kesulitan bernafas, khususnya pada saat menarik nafas. PENYEBAB Croup adalah infeksi virus yang menyebabkan mengecilnya saluran pernafasan, khususnya persis di bagian bawah pita suara (larynx). Virus menjadi penyebab umum, namun croup bisa disebabkan juga oleh virus-virus lainnya, seperti virus pernafasan syncytial atau virus influenza. Meskipun croup sangat sering terjadi terjadi pada musim gugur dan musim dingin, dapat terjadi juga sepanjang tahun. Croup terutama berpengaruh pada anak usia 6 bulan sampai 3 tahun, meskipun begitu adakalanya berpengaruh pada anak yang lebih muda ataupun lebih tua. Croup disebabkan oleh virus influenza yang kuat dan lebih mungkin terjadi pada anak berusia antara 3 dan 7 tahun. Penyakit ini biasanya menyebar melalui pernafasan dari percikan yang mengandung virus di udara atau berhubungan langsung dengan penderita yang terjangkit melalui percikan dahak. GEJALA Croup biasanya diawali dengan gejala awal pilek-hidung meler, bersin, demam ringan dan terkadang batuk. Kemudian anak menjadi sering, batuk dengan suara yang tidak seperti biasanya, atau yang diartikan sebagai “brassy” atau mengonggong. Kadangkala pembengkakan saluran nafas menyebabkan kesulitan bernafas, yang mana lebih terasa ketika menghirup udara (inspiration). Batuk hebat, bisa mengeluarkan bunyi mencicit yang keras dan gaduh (stridor) dapat didengar setiap kali menghirup udara. Semua gejala tersebut umumnya lebih parah pada malam hari dan dapat membuat anak terbangun dari tidurnya. Kondisi anak tersebut biasanya akan membaik pada pagi harinya dan akan memburuk lagi pada malam berikutnya. DIAGNOSA Seorang dokter membedakan batuk berdasarkan ciri-ciri gejalanya, khususnya suara batuknya. PENGOBATAN Seorang anak yang belum parah menderita batuk dapat dirawat di rumah dan biasanya akan sembuh dalam waktu 3 sampai 4 hari. Anak tersebut harus dibuat nyaman, banyak diberi cairan, dibiarkan istirahat karena kelelahan dan tangisan bisa membuat kondisi menjadi semakin buruk. Alat pelembab rumah (contoh, cool-mist vaporizers atau humidifiers) bisa mengurangi kekeringan udara dan kelegaan bernafas. Kelembaban bisa cepat ditingkatkan dengan menyalakan shower panas agar kamar mandi beruap. Mengajak anak keluar untuk menghirup udara dingin malam juga bisa membuat saluran pernafasan terbuka secara nyatabeberapa orangtua sering mendapati ketika pernafasan anak kembali normal bersamaan dengan sampainya mereka di rumah sakit.

walaupun pada anak yang mengalami kasus berat diharuskan tetap di rumah sakit. Untuk mencegah infeksi lebih-serius.html Bronkiolitis DEFINISI Bronkiolitis adalah suatu peradangan pada bronkiolus (saluran udara yang merupakan percabangan dari saluran udara utama). Virus lainnya yang menyebabkan bronkiolitis adalah parainfluenza. Virus ditularkan melalui percikan ludah. Antibiotik hanya digunakan pada situasi yang jarang ketika seorang anak penderita croup terinfeksi bakteri. Anak yang kesulitan bernafasnya meningkat atau berlanjut. Obat-obatan ini membantu penyusutan jaringan pada saluran pernafasan. atau kulitnya pucat kebiru-biruan harus dirawat di rumah sakit. dan mendorong anak Anda untuk batuk atau bersin ke siku nya.com/penyakit/943/Bronkiolitis. Haemophilus influenzae tipe b (Hib) dan vaksin campak memberikan perlindungan dari beberapa infeksi yang paling langka . Di rumah sakit. PENYEBAB Penyebabnya adalah RSV (respiratory syncytial virus). Untungnya. influenza dan adenovirus. Meskipun pada orang dewasa RSV hanya menyebabkan gejala yang ringan. detak jantungnya cepat. Sering cuci tangan adalah paling penting. oksigen diberikan pada saat kadar oksigen di dalam darah rendah.bentuk infeksi saluran napas atas. PENCEGAHAN Untuk mencegah sesak napas.Anak yang tidak merespon tindakan ini perlu dibawa ke rumah sakit. kelelahan.tetapi paling berbahaya . Bronkiolitis biasanya menyerang anak yang berumur di bawah 2 tahun. tetapi pada bayi bisa menyebabkan penyakit yang berat. Anak yang mengalami kemajuan dengan pengobatan ini diperbolehkan pulang. http://medicastore. kebanyakan anak penderita croup sepenuhnya bisa sembuh. Para dokter biasanya mengobati anak dengan memberi epinephrine dalam alat uap dan memberikan kortikosteroid dengan cara diminum atau disuntikkan. Juga menjaga anak Anda menjauh dari orang yang sedang sakit. Tidak selalu. The difteri. tetap imunisasi anak Anda saat ini. yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus. sebuah ventilator diperlukan. mengambil langkah yang sama yang Anda gunakan untuk mencegah pilek dan flu. Faktor resiko terjadinya bronkiolitis: .

PENGOBATAN Kadang tidak perlu diberikan pengobatan khusus.retraksi interkostal (otot di sela iga tertarik ke dalam karena bayi berusaha keras untuk bernafas) .batuk . demam lebih jarang terjadi). Terapi suportif terdiri dari .Drainase postural atau menepuk dada untuk mengeluarkan lendir .wheezing (bunyi nafas mengi) . Usia kurang dari 6 bulan  Tidak pernah mendapatkan ASI  Prematur  Menghirup asap rokok. GEJALA Gejalanya berupa: .demam (pada bayi yang lebih muda.Pemberian oksigen . DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.takipneu (pernafasan yang cepat) . Pemeriksaan lainnya adalah rontgen dada dan analisa gas darah.Udara yang lembab.sesak nafas atau gangguan pernafasan . Pada pemeriksan dengan stetoskop terdengar wheezing dan ronki. .sianosis (warna kulit kebiruan karena kekurangan oksigen) .pernafasan cuping hidung (cuping hidung kembang kempis) .

Jadi. PENCEGAHAN Beberapa tindakan pencegahan pada bronkiolitis:  Jangan membawa bayi berumur kurang dari 3 bulan ke tempat umum. "Kita bisa menghitung apakah dalam satu menit penuh frekuensinya sudah melebihi batas normal. apakah napasnya tampak jadi sesak atau frekuensinya jadi cepat? "Kalau ya. dilakukan intubasi dan pemasangan ventilator. frekuensinya 50 kali per menit. Angka kematian kurang dari 1%.. dinding dadanya tertarik ke dalam (dalam bahasa medis disebut . di atas 1 tahun menjadi 40 kali per menit. terutama jika banyak anakanak  Penderita infeksi saluran pernafasan harus mencuci tangan atau menggunakan masker jika berdekatan dengan bayi. bayi di bawah 2 bulan. kadang diberikan obat anti-virus ribavirin. Pada bayi yang sangat muda dan sakit berat. Kadang bayi menjadi lelah dan mengalami serangan apneu (henti nafas)." Adapun cara mengetahui cepat-tidak frekuensi napas si kecil. Jarang terjadi bronkiolitis ulang. harus segera dibawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Atau yang lebih jelas.Istirahat yang cukup . antara 2 bulan sampai 1 tahun. Masa paling kritis adalah 48-72 jam pertama. bila si kecil berusia antara 2 bulan-1 tahun dan frekuensi napasnya 60 kali per menit. biasanya infeksi akan mereda dan gangguan pernafasan akan membaik pada hari ketiga. Jika hal ini terjadi. saat bernapas." Sebagai patokan. NAPAS CEPAT DAN SESAK Untuk itu. saran Darmawan. Obat ini dapat mengurangi beratnya penyakit dan agar efektif harus diberikan pada awal penyakit. harus diwaspadai kemungkinan infeksi saluran napas bawah (bronkiolitis atau pneumonia). Sementara. napas yang sesak bisa dilihat dari cuping hidung si kecil yang tampak kembang kempis. yang penting orang tua harus memperhatikan jika bayinya sakit batuk pilek dengan disertai demam. PROGNOSIS Setelah 1 minggu.Pemberian cairan. tarikan napasnya 60 kali per menit.

" Terapi lain yang juga penting adalah yang bersifat menunjang. bayi bisa jadi biru. Gangguan napas ini tak boleh dianggap sepele. anak yang kekurangan oksigen akan segera diberi oksigen.retraksi subkostal atau chest indrawing). Karena itu. Si kecil boleh pulang dari rumah sakit bila sesak dan demamnya tak ada lagi. "Dalam perawatannya ini. maka sulit pula membedakan apakah penyebabnya bakteri atau virus. bayi yang menderita bronkiolitis biasanya harus dirawat sampai sekitar 1 minggu. Jika ia panas tinggi. tentu diberikan obat penurun panas. Itulah mengapa. karena dokter pun sulit membedakan antara pneumonia dengan bronkiolitis. Malah yang parah bisa berakibat kematian. dan ia pun bisa makan seperti sedia kala. dalam terapinya diberikan pula antibiotik. kalau kondisinya berat. Sebab. pada saat akut. . misal.