PENYAKIT AUTOIMUN

PENDAHULUAN  Autoimunitas  respons imun terhadap antigen jaringan sendiri. lebih banyak pada wanita  Ditemukan auto antibodi  Faktor yang berperan / etiologi : .obat-obatan .keturunan . disebabkan kegagalan mekanisme normal yang berperan untuk mempertahankan self-tolerance sel B.aktivasi sel B poliklonal . sel T atau keduanya  Populasi : 3.lingkungan .sequestered antigen .5 % menderita penyakit autoimun.Infeksi dan kemiripan molekular .kegagalan autoregulasi .

SPEKTRUM PENYAKIT AUTOIMUN Spektrum sangat luas . organ spesifik  sistemik (nonorgan spesifik)  Organ spesifik : organ tunggal. respons langsung thd antigen didalam organ tsbt  Non-organ spesifik : organ multipel. terutama molekul intra seluler  . respons autoimun terhadap molekul yang tersebar diseluruh tubuh terutama.

kontrol lini kedua mengatur sel autoreaktif  .TOLERANSI DIRI Autoimunitas dan toleransi diri . Sel T (CD4) berperan penting  Toleransi timus . pembentukan sel T dan B yang autoreaktif harus dicegah melalui eliminasi / down regulation.perkembangan di timus berperan penting dalam eliminasi sel T yang dapat mengenali peptida protein diri (proses positive selection)  reseptor sel T yang gagal berikatan dengan molekul MHC di timus akan mati melalui apoptosis  Toleransi perifer .untuk menghindari penyakit autoimun.

     Ignorance terjadi karena keberadaan antigen terasing di organ avaskuler spt humor viterus pada mata. Ag tsbt secara selektif tidak terlihat oleh sistem imun Pemisahan sel T autoreaktif dengan autoantigen Anergi dan kostimulasi Supresi  penghambatan populasi sel T yang dapat mengenal antigen yang sama (sel T supresor) Toleransi sel B  bekerja pada sistem perifer ..TOLERANSI DIRI …………………….

defek induksi toleransi Sel B refrakter terhadap sinyal supresor Defek makrofag Defek sel stem Defek jaringan idotip-antiidotip Gen abnormal : gen respons imun.PATOGENESIS             Pelepasan antigen sekuester Penurunan fungsi sel T supresor Peningkatan aktivitas sel Th. pintas sel T Defek timus Klon abnormal. gen imunoglobulin Faktor virus Faktor hormon .

berkaitan dgn infeksi dan kerusakan jaringan yang non spesifik .MEKANISME RUSAKNYA TOLERANSI Mengatasi toleransi perifer . ekspresi lokal molekul kostimulator yg tdk tepat / perubahan cara molekul diri dipresentasikan ke sistem imun  Kemiripan molekul kesamaan struktur protein diri dengan protein mikroorganisme : ekspansi populasi sel T yg responsif yg dpt mengenal peptida diri  Mekanisme kerusakan jaringan Diperantarai oleh antibodi (hipersensitivitas tipe II dan III) atau aktivasi makrofag oleh sel T CD4 atau sel T sitotoksik (IV)  .toleransi perifer yang rusak akibat akses antigen diri yg tidak tepat pd APC.

Grave. 3. sklerosis multipel Melalui komplemen  LES . Melalui autoantibodi  autoantigen (AIHA. miksedema primer. miastenis gravis. hashimoto. Hashimoto. 2. DM tipe I. 4. dermatomiositis (organ) Melalui kompleks antigen-antibodi  LES. DM. guillain bare. ITP. pemfigus. grave. miastenia gravis. sindrome sjogren. miastenia gravis. seliak) Melalui antibodi dan sel T  terbentuk kompleks imun  RA dan LES (sistemik). ITP.PENYAKIT AUTOIMUN MENURUT MEKANISME 1.

SSP. sindrom Devic Endokrin : hipofisis limfositik. alat reproduksi. goiter. sindroma pasca perikardiotomi dan sindroma pasca infark miokard (penyakit Dressler) Ginjal : nefropati imunoglobulin A. telinga. ginjal. neurotis optik. nefropati membran. vaskulitis. sirosis bilier primer. infertilitas . mielitis transversa. aklorhidria. jantung. glomerulonefritis mesangiokapiler. otot. tirotoksikosis (Grave). tenggorok. hepatitis autoimun. penyakit inflamasi usus) Jantung : miokarditis. saluran cerna. GN yang berhubungan dengan infeksi. kulit. sindroma nefropati idiopatik. nefritis tubulointerstitial. paru. tiroiditis Hashimoto. hipoparatiroidisme. DM Reproduksi : endometriosis. endokrin. sklerosis multipel. mata Dibentuk antibodi terhadap antigen jaringan sel alat tubuh alat tubuh semdiri Kadang terdapat antibodi yang tumpang tindih Hematologi Saluran cerna (anemia pernisiosa.PENYAKIT AUTOIMUN MENURUT SISTEM ORGAN           Darah. sindrom Goodpasture Susunan saraf : Guillan Barre. kardiomiopati.

Bakteri dan autoimunitas : karditis reumatik. GM-CSF dan IL-2 . dsb D. sulfonamid. Antibodi antifosfolipid : clorpromazin. sindroma Reiter. Virus dan autoimunitas : virus adeno dan Coksaki. hepatitis C B. influran. fenotiazin.Aotoimun yang berhubungan dengan infeksi A.berhubungan dgn IFN-α. Kelainan hati : halotan. Pemfigus : efek direk terhadap epidermis atau indirek melalui modifikasi sistem imun C. quinidin B. IFN-β.β-blocker dapat menginduksi psoriasis . Psoriasis : . eritrosin. eritema nodusum Autoimun yang berhubungan dengan obat A.

PENGOBATAN      Prinsip : supresi respons imun atau mengganti fungsi organ yang rusak Kontrol metabolik Obat antiinflamasi Imunosupresan Kontrol imunologis  riset .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful