WORKSHOP BANK INDONESIA JAKARTA, 7 – 8 JUNI 2004 PROSPEK DUNIA USAHA DAN POTENSI PEMBIAYAANNYA OLEH PERBANKAN

INDUSTRI PERKAPALAN INDONESIA :

MENYONGSONG MASA DEPAN

Oleh : Ir. Surjo W. Adji, M.Sc

JURUSAN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS) SURABAYA 2004

Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan

1

untuk mendukung kegiatan transpotasi laut mulai dari muatan barang hingga muatan curah. Fast Ferry. dsb. khususnya kapal-kapal ikan yang berkemampuan operasi hingga 200 mil laut. Tug Boat. agar dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam memperbaiki kondisi perekonomian Negara Kesatuan Repulbik Indonesia (NKRI). yaitu kapal-kapal dengan berbagai tipe tertentu yang mampu melayani kepentingan tersebut. maka sudah selayaknya apabila sub-sektor ini lebih dioptimalkan pengelolaannya. Keberadaan armada kapal-kapal tersebut merupakan suatu mata rantai dari proses perpindahan muatan dari satu lokasi ke lokasi yang lainnya sebagai akibat dari kegiatan “jual-beli“ antara seller dan buyer. Potensi Perikanan Tangkap / Laut merupakan asset nasional yang sangat tinggi nilainya.1. Panjang garis pantai yang dimiliki pun mencapai lebih dari 81 ribuan kilometer. Fungsi utama kapal penyeberangan ini adalah sebagai “jembatan terapung“ yang menghubungkan dua atau lebih wilayah / pulau. LCT. perlu adanya langkah-langkah konkrit dan lebih inovatif yang harus diupayakan oleh semua pihak. Fungsi berikutnya adalah untuk dapat lebih meningkatkan pendapatan / laju pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah sebagai akibat dari terbukanya jalur transportasi antar wilayah / daerah / pulau tersebut. maka sudah sepatutnya bila bangsa Indonesia memanfaatkan secara optimal seluruh potensi laut guna mewujudkan kemakmuran bagi segenap rakyat Indonesia. (f) Konversi Energi . Barge. Maka peran potensi kelautan adalah sangat vital untuk lebih dikembangkan di masa-masa mendatang. baik itu pemerintah maupun swasta. dan tersusun dari tujuhbelas ribuan pulau-pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Bulk Carrier. yangmana secara keseluruhan baik pengelolaan maupun operasionalnya membutuhkan fasilitas pendukung. (c) Minyak & Gas Lepas Pantai . pada masa economic recovery seperti sekarang ini. dll untuk melayani kepentingan penyeberangan tersebut. Car & Passenger Ferry. Dan. Demikian juga halnya dengan subsektor jasa penyeberangan / ferry yang secara jelas membutuhkan armada penyeberangan. dll. Kondisi di lapangan yang terjadi saat ini adalah banyaknya ikanikan di perairan Indonesia yang dicuri oleh nelayan-nelayan asing yangmana nilainya dapat mencapai miliar-an US Dollar. (b) Jasa Penyeberangan . sehingga masyarakat di wilayah / daerah tersebut dapat mengurangi ketertinggalannya terhadap masyarakat di wilayah / daerah lainnya. P e n d a h u l u a n Indonesia adalah merupakan negara kepulauan yangmana dua pertiga wilayahnya berupa perairan atau lautan. Sehingga kebutuhan terhadap armada perikanan tangkap sangat tinggi. Pembangunan industri berbasis kelautan mencakup beberapa sektor meliputi (a) Jasa Transportasi Laut. berupa kapal-kapal dengan tipe Passengers Ferry. (d) Sumber Hayati Laut . Ditinjau dari segi ukuran tonnase Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 2 . (c) Perikanan Tangkap . (e) Pariwisata Laut . Container. Di sub-sektor jasa transportasi laut dibutuhkan kapal-kapal dengan tipe General Cargo.

Hal ini tergambar seperti diagram dibawah ini. Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 3 . 10. Tipe kapal yang dibutuhkan menyesuaikan dengan fokus wisata bahari yang akan dikembangkan. 30 GT. Industri perkapalan mempunyai keterkaitan yang erat dengan industri-industri lainnya (industri pendukung dan penunjang bidang marine ) didalam membangun suatu kapal atau bangunan apung. Sebagai misal. 2. industri mesin kapal. (c) Galangan Kapal – Kecil (Kelas Fasilitasnya dibawah 500 Ton). di Surabaya). Offshore Support Vessels. peralatan maupun tenaga kerja. bahwa industri perkapalan di Indonesia mempunyai klasifikasi yang berbeda-beda dimana masing-masing memiliki segment pasar sendiri-sendiri pula. kebutuhannya juga variatif mulai dari 10 GT. Industri perkapalan adalah bukanlah semata-mata sebuah pabrik yang berdiri sendiri. industri permesinan dan perlistrikan. melainkan lebih condong kearah sebutan sebagai “tukang jahit”. keberadaan kapal juga memegang peranan yang sangat penting. antara lain : Oil Tankers. industri kimia (marine paints ). industri peralatan bongkar muat. pada Sektor Pariwisata khususnya wisata bahari. Adapun jenis kapal yang dibutuhkan. seperti misalnya membangun offshore structures untuk mendukung kegiatan-kegiatan eksplorasi serta exploitasi minyak dan gas bumi lepas pantai. hingga diatas 120 GT. Hal ini sebenarnya menunjukkan bagaimana bentuk / pola keragaman yang ada. Survey Vessels. (b) Galangan Kapal – Menengah (Kelas Fasilitasnya dalam range 500 s. yangmana bila dikategorikan terdiri dari : (a) Galangan Kapal – Besar (Kelas Fasilitasnya diatas 10. Sementara itu. Barges. kebutuhan terhadap armada kapal juga relatif besar. Hal ini terkait dengan aktivitas transportasi mulai dari hasil tambang. dan jika ditinjau dari aspek fungsi maka kebutuhannya adalah kapal penangkap ikan (Fishing Vessels ) dan kapal pengangkut ikan (Fish Carriers ). serta kekayaan putra/i bangsa di sektor industri maritim di Indonesia.d. dsb. industri plat baja. industri piping.000 Ton). seperti misalnya Kapal-kapal tipe Phinisi (bahan baku kayu) saat ini banyak yang dimodifikasi desainnya menjadi kapal-kapal pesiar (sea-safari cruise. Pada industri perkapalan yang termasuk klasifikasi galangan kapal modern sudah mulai melakukan penjajagan terhadap diversifikasi produk. industri peralatan navigasi dan komunikasi. Kondisi Industri Perkapalan di Indonesia (1) PANDANGAN UMUM Seperti yang telah dijelaskan di bab sebelumnya. Liquid Carriers. Artinya.kapal. industri pembuatan baling-baling. dsb.000 Ton). Di sektor Pertambangan. 70 GT. Secara keseluruhan kebutuhan dari unit-unit kapal tesebut harus mampu diantisipasi oleh galangan-galangan kapal (industri perkapalan) yang ada di Indonesia.

dengan harapan bahwa industri perkapalan di Indonesia akan lebih “hidup”. Pemilik kapal ataupun operator kapal beranggapan bahwa kondisi kapal akan selalu terjaga dengan baik. LR. yangmana dapat merupakan “imbas” dari suatu kondisi Economic trends maupun Government Policies yang selanjutnya harus diantisipasi secara pro-aktif oleh pihak industri perkapalan. Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 4 . Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan “peremajaan” kapal. pembangunan dan operasi kapal itu senantiasa diinspeksi oleh Biro Klasifikasi / Classification society (BKI. Namun demikian kebijakan ini juga mengalami “turbulensi” yang keras dari para “operator” ataupun pemilik kapal. IMO. dsb). Sehingga kemajuan atau keterpurukan dari industri perkapalan di Indonesia ini adalah lebih banyak dipengaruhi oleh instrumentasi-instrumentasi yang lebih bersifat makro dibandingkan dengan yang bersifat mikro. pemerintah telah membuat suatu kebijakan berkaitan dengan kapal-kapal yang telah berusia duapuluh lima tahunan untuk dilakukan “scrapping” (dibesi-tuakan). MARPOL). ABS. Pada awal tahun 1980-an. Terlihat bahwa yang terpenting adalah adanya tingkat kebutuhan terhadap unit kapal. DNV. Ke“layak-laut”an dari suatu kapal memang menjadi prioritas yang utama. mengingat mulai dari tahap perencanaan. NK. dan untuk masalah ini aturanaturan yang berlaku pun sudah International Standard (SOLAS.Industri Pendukung Kebutuhan Unit Kapal Industri Perkapalan Produk Kapal Industri Penunjang Gambar 1 – Hubungan Antara Industri Perkapalan dengan Industri Lainnya Diagram pada Gambar 1 menunjukkan peran industri perkapalan terhadap industri pendukung dan industri penunjang didalam rangkaian proses produksi kapal.

GA. Construction. Industri perkapalan memang lebih kompleks dibandingkan dengan industri darat lainnya. Layout E-R. Sertifikasi Kapal yang meliputi Sertifikasi Lambung Kapal (Hull Construction Certificate ). Midship Section. Sertifikasi Permesinan (Machinery Certificate ). etc ) & Spesifikasi Teknis No Class Approval ? Yes Tahap Berikutnya : Construction & Production Gambar 2 – Diagram Alir Proses Pembangunan Kapal Pada Tahap Desain Pada Tahap Construction & Production ini peran Biro Klasifikasi juga bersifat wajib. hal ini dikarenakan menyangkut unsur keselamatan (safety) baik - Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 5 . khususnya pada kapal-kapal komersial. serta Sertifikat Perlengkapan Kapal (Ship Equipment Certificate ) yangmana sertifikasi-sertifikasi tersebut dapat digunakan sebagai pegangan untuk pihak-pihak yang lain (Insurance) dalam menilai terhadap kualitas kapal. Shell Openning.Visi & Misi Kapal Yang Direncanakan Konsep Teknis dari Kapal Yang Dirancang Gambar-2 Desain ( LP.

padat modal dan lambat dalam pengembaliannya. Hal ini tidak hanya dialami oleh galangan-galangan kelas kecil dan menengah saja. (2) SISI KELEMAHAN INDUSTRI PERKAPALAN DI INDONESIA Secara keseluruhan bagi industri perkapalan untuk dapat survive didalam market competetion adalah dukungan pemodalan didalam pembiayaan pembangunan kapal. Sehingga mengakibatkan banyak investors yang ’enggan’ untuk terjun kedalam bisnis maritim tersebut. Dilain pihak tingkat ketergantungan industri perkapalan / galangan kapal terhadap peran investor adalah sangat besar. maka membawa dampak terhadap kecepatan dan keakurasian Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 6 Dengan . akan tetapi juga terjadi pada galangan-galangan besar/modern di Indonesia. barang (kapal dan muatannya). Disamping itu kecenderungan dari industri maritim ini adalah seperti investasi jangka panjang. dan lingkungan.Sub-Kontraktor Pembangunan Kapal Pemilik Kapal / Owner Industri Perkapalan / Galangan Kapal Biro Klasifikasi Industri Pendukung & Penunjang Gambar 3 – Pihak-pihak Yang Berinteraksi Dalam Industri Perkapalan terhadap orang. semakin pesatnya pertumbuhan teknologi informatika dan komputasional. Kesulitan didalam pendanaan ini juga merupakan salah satu penyebab kelesuan industri perkapalan saat ini.

Jumlah tenaga kerja yang berada di industri perkapalan di Indonesia saat ini berkisar 32 ribuan orang. bukan berarti peningkatan kemampuan ’internal’ tidak dibutuhkan lagi akan tetapi justru merupakan keharusan seiring dengan perkembangan IPTEK. Selanjutnya adalah masalah Komponen / Peralatan / Sistem yang terinstal pada suatu kapal (bangunan baru) masih banyak yang merupakan produk luar negeri (komponen impor). Namun demikian. Disamping itu. Lebih jauh. Adapun jenis / tipe kapal yang pernah dikerjakan oleh galangan kapal Indonesia.644 TEU (23. Sisi lemah ini semakin diperparah oleh kurangnya dukungan terhadap aktivitas riset-riset yang terkait dengan pengembangan dunia industri perkapalan di Indonesia. berbagai tipe kapal serta bangunan lepas pantai telah dibangun oleh galangan-galangan kapal di Indonesia.200 Ton DWT) : 14. terutamanya untuk pembangunan kapal-kapal yang modern ataupun yang berukuran relatif besar. Sehingga mengakibatkan harga produk kapal menjadi lebih mahal dibandingkan kalau kapal tersebut dibangun di luar negeri. sehingga tidak sedikit galangan kapal yang tidak mampu memenuhi kriteria tersebut.500 Long Ton DWT : 1. sebagai berikut : • • • Tanker Container Cargo Vessel : 17. penguatan dalam merubah kemampuan tenaga kerja dari kondisi ordinary workers menjadi professionals / skill workers adalah merupakan langkah bijak yang perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. industri perkapalan nasional memiliki kekuatan tersendiri didalam mengantisipasi tingkat kebutuhan kapalkapal baik dari dalam negeri maupun luar negeri.135 Ton DWT 7 Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan . Sehingga dengan jumlah besar ini.dalam desain serta analisis pada dunia industri perkapalan. Sisi kekuatan lainnya dari industri perkapalan di Indonesia.000 ton). dimana 9 perusahaan dikategorikan sebagai galangan kapal – besar (yaitu kelas fasilitasnya diatas 10. adalah track record (pengalaman) dalam pembangunan/pembuatan kapal (bangunan baru). (3) SISI KEKUATAN INDUSTRI PERKAPALAN INDONESIA Sampai dengan saat ini jumlah perusahaan yang bergerak dalam industri perkapalan di Indonesia tercatat sekitar 240 perusahaan. Untuk ber-investasi peralatan-peralatan produksi yang canggih membutuhkan dana yang relatif besar. permasalahan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dibidang industri perkapalan ini masih terbatas (langka) bilamana dibandingkan dengan industri-industri darat lainnya. Hal ini disebabkan oleh peralatan produksi (softwares dan hardwares) yang dimiliki oleh industri perkapalan tersebut sudah ketinggalan zaman dan tidak dapat bersaing ditingkat pasar internasional. sehingga ini juga merupakan kekuatan yang harus ditingkatkan kemampuan serta kompetensinya dimasa-masa mendatang. Dalam sepuluh tahun terakhir. Tuntutan (design requirements & manufacturing process ) yang diminta oleh Pemberi Pekerjaan / Pemilik Kapal menjadi lebih tinggi.

Sarana Pelabuhan dsb.• • • Ferry Roro Fishing Vessel Tug Boat : 19. industri perkapalan di Indonesia memiliki potensi pasar yang cukup besar di masa-masa yang akan datang. Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 8 . Potensi pasar Dalam Negeri di era mendatang akan memberikan peluang untuk pembangunan kapal-kapal yang mendukung kegiatan-kegiatan. sebagai berikut : (a) Tenaga Kerja yang murah. Saat ini negara kompetitor didalam pembangunan kapal-kapal adalah Jepang dan Korea. Hal ini terkait dengan kondisi iklim usaha serta ditunjang oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang memberikan kesempatan dan peluang lebih besar bagi industri perkapalan nasional. dll Disamping pengalaman dalam pembuatan kapal (bangunan baru). tampak adanya pergeseran arah kekuatan dari Eropa ke Asia. Dan dengan melihat potensi dasar yang ada di Indonesia. nilai investasi yang tertanam di industri perkapalan itu sendiri adalah juga merupakan kekuatan yang cukup significant. Namun demikian apabila dilihat ’trend kekuatan’ di bidang industri perkapalan dunia hingga saat ini. (c) Terjadi suatu iklim usaha yang mendukung. (b) Memiliki ketersediaan atau dekat dengan industri-industri pendukung dan penunjang. khususnya bila spektrum pasarnya diperluas tidak hanya mencakup kepentingan nasional saja akan tetapi juga internasional. Fokus investasi tersebut adalah untuk peningkatan kemampuan galangan dalam menghadapi tuntutan kriteria pembangunan kapal yang semakin meningkat. Awal kekuatan industri kapal adalah dari negara-negara di Eropa.200 HP. (4) PELUANG DAN TANTANGAN INDUSTRI PERKAPALAN INDONESIA Peluang dan tantangan industri perkapalan Indonesia di waktu yang akan datang adalah sangat besar dan kompleks. Besarnya nilai investasi tersebut adalah berkisar US$ 900 jutaan. Dipandang dari sisi peluang. dimana kedua negara tersebut menguasai hampir 70 persen kebutuhan pasar dunia. Walaupun begitu industri perkapalan nasional perlu ingat bahwa persaingan industri kapal di era pasar global adalah sangat ketat. kemudian kekuatan tersebut bergeser ke Jepang lalu ke Korea hingga ke China. sebagai berikut : Transpotasi Laut dan Penyeberangan. Perikanan dan Kelautan. maka ada keyakinan suatu saat kekuatan industri perkapalan tersebut menjadi ’milik’ industri perkapalan nasional. serta secara kuantitas dan kualitas yang cukup memadai. Migas Lepas Pantai.000 GT : 300 GT : 4. Sekitar 15 persen dikuasai oleh industri perkapalan dari kawasan Eropa Barat. Hankam. dan sisanya adalah negara yang lainnya. Faktanya adalah industri perkapalan telah bergeser ke negara-negara yangmana memiliki ciri-ciri.

2002). Dilain pihak berdasarkan hasil RATIO OF SEABORNE TRADE TO TOTAL TRADE studi tentang MILLION TONNES 3500 sistem transpotasi laut yang dilakukan 3000 oleh ITS (Gurning. prosentase antara jumlah armada kapal barang nasional mengalami penurunan yang semakin drastis bila dibandingkan jumlah armada kapal asing (yang dikelola oleh Indonesian Shipping Operators). Di akhir Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 9 . sudah berusia lebih dari 25 tahun. atau sekitar 243. Menurut hasil studi dari JICA (2000) yang bekerjasama dengan Departemen Perhubungan RI. Saat ini kapal-kapal barang yang beroperasi di Indonesia masih didominasi oleh kapal-kapal asing yang dikelola oleh shipping/operators – Indonesia. Apabila kapasitas kapal pengganti memiliki rata-rata ukuran 4. sehingga perlu dilakukan peremajaan / penggantian dengan kapal-kapal sejenis serta total kapasitas kapal yang sama.3.O.750 juta ton muatan barang. Artinya. Sehingga Total Trade ada potensi di Subsektor Jasa Transpotasi Laut hingga mencapai sekitar 1. 2500 R. jumlah kapasitas muatan/barang yang membutuhkan unit-unit kapal barang (baru) diprediksi sampai dengan akhir tahun proyeksi 2010. maka jumlah kapal barang (pengganti) yang dibutuhkan adalah mencapai 61 unit kapal. kapal-kapal tersebut sudah waktunya untuk dibesi-tuakan (scrapping). Semi-Container.760 Ton DWT. secara total berkisar 780 juta ton. dan Rasio muatan barang terhadap Maritime Dependency Factor (MDF) adalah lebih dari 45 persen. Potensi Pasar dan Kebijakan Pemerintah (1) POTENSI PASAR INDUSTRI PERKAPALAN . ada 244 unit kapal barang dengan tipe General Cargo.000 Ton DWT. Artinya. terlihat bahwa Sea2000 borne Trade lebih 1500 mendominasi hingga sekitar dua 1000 per-tiga dari jumlah 500 Total Trade dalam 0 proyeksi sampai 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 dengan tahun Total Seaborne YEAR 2010. Full Container dan Multi-purpose ship.S.INDONESIA Pada sub-bab ini akan dibahas mengenai potensi pasar industri perkapalan di Indonesia serta instrumen-instrumen yang mempengaruhi besarnya potensi tersebut. Dan sejak enambelas tahun yang lalu.

Sedangkan untuk Kapal-kapal jenis Tanker. 2000 1800 I n M il l io n T o n n e s Menurut hasil studi dari Departemen Perhubungan RI. pada tahun 2000 Indonesia idealnya memiliki 58 unit kapal penumpang dengan kapasitas 51. industri perkapalan nasional juga memiliki potensi pasar dalam negeri yang cukup significant. Dry Cargo mengalami trend shipping market yang terus meningkat tajam sampai dengan akhir proyeksi.400 juta tonnes di tahun 2010. semi-containers vessel dan full containers vessel. 0 Jumlah ini tentunya akan Year memberikan konsekuensi terhadap kebutuhan kapal pengangkut liquid cargo (Tankers) dimasa-masa mendatang.000 LT DWT.tahun 2002. secara total.000 seats sehingga mampu mengangkut penumpang sebanyak ± 12 juta orang per tahun. Sehingga masih ada selisih jumlah (atau yang 19 89 19 90 19 91 19 92 19 93 19 94 19 95 19 96 19 97 19 98 19 99 20 00 20 01 20 02 20 03 20 04 20 05 20 06 20 07 20 08 20 09 20 10 19 19 87 88 Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 10 . SHIPPING MARKET FOR DRY AND LIQUID CARGO Gambar diatas ini menunjukkan trend shipping market yang terus 1600 meningkat hingga 1400 akhir proyeksi di 1200 DRY tahun 2010. Sehingga apabila kebijakan pemerintah yang mengatur armada kapal yang beroperasi di kawasan laut Indonesia haruslah berbendera dan crews berkebangsaan Indonesia (Prinsip-prinsip Cabotage ) ini diterbitkan serta dengan dukungan mengenai kemudahan dalam pola pendanaan. TOTAL 800 terlihat bahwa 600 jumlah muatan cair tersebut dapat 400 mencapai ± 400 200 juta tonnes. Sehingga ada indikasi tingkat kebutuhan kapal-kapal jenis general cargo. Hal ini berarti lonjakan muatan jenis dry cargo berkisar 100 persen dalam kurun 5 sampai 6 tahun kedepan. Dan melalui Program PERTAMINA . yaitu program penggantian dan penambahan unit kapal hingga sekitar ± 100 unit kapal tanker dengan variasi ukuran 1.500 LT DWT sampai dengan 85. Sedangkan. yaitu mencapai ± 1. maka industri perkapalan Indonesia akan mempunyai potensi pasar Dalam Negeri yang sangat besar. terdiri dari :47 unit kapal milik PERTAMINA sendiri dan 108 unit kapal adalah kapal charter). bulk carrier. prosentase yang terjadi adalah ± 10 % armada kapal nasional dan ± 90 % armada kapal asing. Saat ini PERTAMINA. mempunyai armada tanker ± 3. namun kenyataannya hingga saat ini jumlah armada kapal penumpang yang ada adalah 30 unit kapal. Untuk 1000 LIQUID Liquid Cargo.70 juta LT DWT ( Total 155 kapal.

Public Ports (Pelabuhan Umum) adalah melayani bongkar muat para pengguna / umum jasa transportasi laut. Pelabuhan Khusus (Special Ports) digunakan untuk melayani bongkar muat dari bidang-bidang industri tertentu. potensi pasar Dalam Negeri terhadap industri perkapalan di Indonesia adalah sangat besar.485 unit kapal / tahun : 5. yang terbagi dalam 4 wilayah yang disebut PELINDO I. seperti misalnya : kehutanan. Hal ini bisa terjadi. yangmana administrasi dari pelabuhan adalah Pemerintah yang operasionalnya dilaksanakan melalui lembaga yang dikenal dengan PELINDO (Indonesian Port Corporation). ada potensi pasar yang besar untuk industri perkapalan nasional terhadap kebutuhan kapal-kapal yang mendukung pelayanan kepelabuhanan. tambang dsb.180 unit kapal / tahun : 3.530 unit kapal per tahun. Kapal Navigasi. karena “integrasi kebijakan” antar departemen masih belum ada. dsb. PELINDO II. maka kebutuhan terhadap armada kapal-kapal Hankam dan kapal-kapal Patroli adalah sangatlah besar. Indonesia dengan kekayaan pulau-pulaunya sudah dapat dipastikan memiliki jumlah pelabuhan yang tidak sedikit. maka di tahun 1998 dan 1999 Pemerintah mengizinkan impor kapal-kapal ikan (inboard engines) dengan kapasitas ukuran sebesar ± 100 GT sebanyak 1.300 unit kapal ikan. Kapal Sarana Pelabuhan. yang terdiri dari : • • • Kapal Ikan . Ditinjau dari sisi peran/fungsional ada dua macam pelabuhan di Indonesia. misalnya Tug Boat.414 pelabuhan. (2) LANGKAH REVITALISASI INDUSTRI PERKAPALAN NASIONAL Dalam rangka menyongsong masa depan yang penuh persaingan. terutama dalam menentukan potensi pasar yang mampu di antisipasi oleh industri perkapalan nasional. perikanan. Adapun jumlah Pelabuhan Khusus ini mencapai 1. Sedangkan. Kapal Kerja.865 unit kapal / tahun Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan prasarana penangkapan yang mampu beroperasi hingga Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI).Motor (inboard engines) Perahu Motor Tempel (outboard engines) Perahu Tanpa Motor : 4. yaitu : Pelabuhan Umum dan Pelabuhan Khusus. Sehingga perlu dilakukan pengkajian kembali terhadap kebijakan-kebijakan serta tingkat kebutuhan armada kapal perikanan tersebut.merupakan tingkat kebutuhan) armada kapal penumpang sebanyak 28 unit kapal. Sehingga dengan kondisi seperti tersebut diatas. Jumlah Pelabuhan Umum di Indonesia adalah 656 pelabuhan. maka industri perkapalan nasional haruslah lebih mempersiapkan diri dengan menyusun strategi yang mampu memenangkan kompetisi di tingkat pasar dalam negeri maupun luar negeri. Di Sektor Perikanan dan Kelautan. dalam rangka untuk peningkatan kualitas Pertahanan dan Keamanan wilayah NKRI. Kemudian. PELINDO III dan PELINDO IV. Strategi yang dikembangkan adalah terkait dengan serangkaian Rancangan Program Kegiatan yang akan diimplementasikan serta Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 11 . Pertumbuhan armada kapal ikan sampai dengan tahun 1997 (kondisi sebelum krisis ekonomi) tercatat sebesar 13.

Berawal dari kepentingan tersebut. (ii) Meningkatkan peran Asosiasi Industri untuk penyebaran informasi teknologi dan pemasaran Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 12 . melalui : (i) Meningkatkan kerjasama dengan institusi terkait (Lembaga R & D. (ii) insentif khusus bagi investasi di bidang industri pendukung dan komponen Produksi : “Teknologi produksi masih perlu ditingkatkan“ “ Kemampuan Rancang Bangun dan Perekayasaan belum oprimal“ ”Kemampuan SDM perlu dioptimalkan” ” Dukungan Sub-contractorssebagai salah satu pilar utama industri kapal masih lemah” Peningkatan daya saing melalui : (a) Up-grading kemampuan fasilitas / peralatan produksi (b) Promosi penggunaan ‘Standar’ kualitas dlm pembangunan kapal (c) Meningkatkan kemampuan ‘entrepreneurship’ industri kapal (d) Pelatihan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri (e) Meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri sebagai ’base load’ pengembangan industri kapal Organizational Weaknesses : “Fokus utama masih pada on sea activities (Reparasi/Perbaikan Kapal” “Kerjasama/keterkaitan dengan Lembaga-lembaga R&D. adalah sebagai berikut : Struktur Industri : “Ketergantungan pada komponen impor masih tinggi“ (a) Mengurangi hambatan impor dan investasi (b) Melanjutkan pemberian fasilitas Bea Masuk dan PPN (c) Promosi investasi melalui : (i) Penambahan / pembukaan Zona Ekonomi Khusus. maka Program Revitalisasi Industri Perkapalan Nasional adalah menjadi issue utama. dsb. Organisasi Profesi. Langkah Revitalisasi adalah merupakan jawaban yang terukur (Measured implementation activities) dari berbagai pokok permasalahan yang terjadi selama ini di industri perkapalan nasional. Asosiasi Industri belum optimal Diversifikasi Produk (on-land activities) untuk mengeleminasi resiko fluktuasi demand. ). memberikan konsesi tarif operasi di ZES. Perguruan Tinggi.didukung oleh Kebijakan-kebijakan Pemerintah. Asosiasi Profesi. Rekapitulasi permasalahan yang muncul sejauh ini.

yaitu : (a) Hull Construction (Konstruksi Lambung Kapal). low interest untuk industri kapal dan pelayaran dalam rangka pembelian kapal Dukungan Sub-contractors sebagai salah satu pilar industri kapal masih kurang Menumbuhkembangkan Sub-contractors Sektor Industri kapal melalui pelatihan-pelatihan (3) ASPEK KEBIJAKAN PEMERINTAH Dilain pihak. 4. 22 / 1998 tentang impor kapal niaga dan kapal ikan dalam keadaan baru dan bukan baru. (c) Deck Machinery (Permesinan Geladak). (d) Ship Propulsion System (Sistem Penggerak Kapal). baik untuk investasi maupun modal kerja Mengupayakan penyediaan dana pinjaman yang bersifat Long term. Adapun kebijakan-kebijakan pemerintah yang termaksud adalah sebagai berikut : • Kep. 34/KMK. maka diterbitkannya Keputusan MPP No. Struktur Pembiayaan Pembangunan Kapal (1) PEMBIAYAAN KAPAL BARU Pada dasarnya didalam suatu struktur pembiayaan pembangunan kapal ada lima bagian dasar yang menjadi pertimbangan penilaian. 229/MPP/Kep/7/97 yang memperbolehkan kapal niaga dan kapal ikan dapat diimport dalam keadaan bukan baru (bekas) yang kemudian dipertegas oleh Keppres No.Kesulitan Pendanaan. 329/KMK. (e) Auxiliary Machinery Systems (Sistem Permesinan Bantu). Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 13 . dukungan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang diterbitkan sampai dengan saat ini adalah sangat positif.04/2002 tentang Fasilitas bebas Bea Masuk (0%) atas impor bahan baku dan komponen kapal yang belum diproduksi di Dalam Negeri • SK Menteri Keuangan No. yang dijabarkan dengan Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor : SE-15/PJ5/1999 tentang Penangguhan PPN/Ditanggung Pemerintah • Untuk mendukung Sektor Perhubungan dan Sub-sektor Perikanan Laut.04/1999. (b) Ship Equipment (Peralatan Kapal). Menkeu No. Kebijakan tersebut membawa dampak yang baik terhadap iklim usaha industri maritim dan penunjangnya.

Format dan struktur pembiayaan pada pembangunan kapal baru yang dilaksanakan oleh industri perkapalan pun dilakukan berdasarkan kelima elemen bagian utama kapal tersebut di atas. Baju Pelampung e. Life Raft d. Navaids dan Radio b. KONSTRUKSI BADAN KAPAL Lunas Kapal Plat Kulit Gading-gading (frames) Geladak Konstruksi Bawah Kemudi & Tongkat Kemudi Bangunan Atas Rumah Geladak Bulwark PERALATAN (OUTFIT) Peralatan tambat a. 1. Ventilasi R. 1. Ventilasi R. Gelang Pelampung Ruang Akomodasi & Gudang a. Bollard.8. Pelindung geladak Ventilasi Ruangan Akomodasi a. Perlengkapan Nautical Peralatan Pemadam Kebakaran Peralatan Bongkar/Muat (Ramp door) Peralatan Instalasi Listrik Kapal a. Switch Board (Main & Emergency) d. Sekoci b. Baterei & Peralatan Charging e.4. dsb f.1. sebagai berikut : 1 1. dsb Peralatan Keselamatan a. Tali Tambat . Dekorasi Ruangan c. 1. Pintu Non-Metal e. Jangkar b. Furnitures b. 1.7. 2. Aerials-Radio c. Partisi Ruang. Detail dari bagian-bagian utama tersebut dapat lebih dijelaskan.9. Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan .4. Permesinan Sekoci c.8. Jaringan Distribusi Kapal b.2.1 1.7. Komunikasi Internal d. Capstan. Mesin Jangkar b. Akomodasi Penumpang b.6. 2. Fairlead. Winch. Sekat.3. 2. 2 2. Peralatan Sanitasi d.5. Lampu-lampu navigasi 14 2. Lampu-lampu penerangan f. Generator c. Akomodasi Crew Peralatan Navigasi & Komunikasi a.6 2. 1. 1.5. dsb c.3. 1.2. 2. 2.

10. 4. Perlengkapan Ventilasi Sundry a. Terminal h. 5.2. Sidelights dan windows b. registrasi. Tingkat kompleksitasan peralatan kapal disesuaikan dengan tipe dan aplikasi kapal yang dioperasikan. level inflasi. dan biaya administrasi (bendera. 4. Sistem Pelumas d. Sistem Bilga g. 5. pengaruh nilai mata uang (currencies).2.6. juga perlu mempertimbangkan pengaruh ekonomi dan bisnis. 3.3. Sistem Bahan Bakar e.4. Perlengkapan Tangki-tangki I.5. Sistem Pelayanan Umum b.9. dan ISL Bremen.3.2. g. Misalnya kapal tanker tentunya akan memiliki suatu sifat peralatan yang berbeda dengan kapal ferry penumpang-kendaraan. Alarm Sistem Perpipaan a. Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 15 . Sistem Gas Buang h. 4. 4 4. 4. 5 5. Faktor-faktor ekonomis yang dipertimbangkan adalah besaran pajak. Sistem Air Laut f. 4.1. BIMCO Norway. 4. Sistem Pendingin Motor c.3. dan lainnya).2.1.1.7. Pintu Metal PERMESINAN GELADAK Steering gear Windlass Capstain SISTEM PENGGERAK KAPAL Motor Induk Sistem Kontrol Motor Induk Gearbox Poros Antara & Poros Propeller Tabung Poros Bantalan Poros Propeller SISTEM PERMESINAN BANTU Generator Sistem Udara Start Peralatan Sundry Kamar Mesin 3 3. Namun neraca pembiayaan kapal tidak hanya melihat aspek teknis saja. Sedangkan pertimbangan bisnis yang biasanya dianut oleh para pelaku pebisnis atau pemilik kapal adalah referensi pasar kapal baru yang dikeluarkan oleh pusat-pusat bisnis kapal dunia seperti Llyod London. 2. 3.

3.5-2.25 Prosentase 40%-60% 5%-10% 10%-15% 25%-30% 12. 4. 1.Neraca kalkulasi pembiayaan kapal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Item Bagian Konstruksi Kapal Peralatan Kapal Permesinan Geladak Sistem Penggerak Utama Sistem Penggerak Bantu Sub Total Teknis Pajak Currencies Inflasi Administrasi Satuan Ukur Tonase (ton) GT GT HP (Horse-Power) HP (Horse-Power) Prosentase Prosentase Prosentase Prosentase Harga satuan (dlm. Tentunya pembiayaan dari kapal bekas baik secara teknis dan ekonomis adalah berbeda dengan kapal baru. Tipe Kapal Ferry PenumpangKendaraan Tongkang Barge Tanker Minyak Container Kapal Ikan Satuan GT Besaran (US$) 2000-3500/GT Galangan asing 500-1500/GT 2. kisaran pembiayaan kapal di Indonesia (dibandingkan dengan industri perkapalan / galangan kapal di Asia Tenggara dan Timur) dapat dilihat pada tabel di bawah ini berdasarkan tipe kapal dan nilainya.5/ton 0.5/GT 2-3/GT 1-4. Dan hal ini tergantung Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 16 . Feet LT DWT TEUS GT (kayu) 2000-2500/Ft 650-800/LTDWT 6500-7500/TEUS 4500-6000/GT 700-1000 FT 450600/LTDWT 4000-5500/TEU 4000-5000/GT (2) PEMBIAYAAN KAPAL BEKAS Disebut kapal bekas memang karena umur pakai yang telah melewati beberapa masa periode per lima tahun. 5.2-1. No. Tabel Biaya Pembangunan Kapal Baru.5 0.5-1%) * A Kebijakan Tergantung pasar uang Situasional secara ekonomik Orientasi Peraturan Kondisi Kapal kosong Tergantung sistem penggerak Jadi secara umum (berdasarkan pengalaman penulis atas 10 galangan kapal nasional).5%-15% Misalkan A (5-10%) * A (10-15%) * A (2-10%) * A (0. Juta Rp) 8-12.

2. dan Korea saat ini merupakan tempat pembeliaan kapal-kapal bekas dengan biaya dan kualitas dan bersaing dibanding dengan negara-negara Singapura. Eropa. Amerika Utara Negara Skandinavia. dan Amerika-Selatan. Korea Jepang. harga-harga kapal di atas pada pangsa pasar kapal bekas di Indonesia adalah relatif besar sekitar 15%-20% dari pangsa pasar asing atau dunia. Tipe Kapal 1. yang dipengaruhi faktor-faktor di atas. 4. Di Indonesia faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah sebagai berikut: • • • • • Sisa life-time kapal Harga Pasar Kapal Baru Harga Pasar Kapal Bekas Sejenis (nasional dan internasional) Penilaian teknis kapal per item Level biaya scrapping (pembesi-tuaan kapal) Namun di samping harga patokan. aturanaturan suatu wilayah atau negara. biaya atau fee agensi (broker). harga kapal bekas sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor non-teknis yang bersifat negotiable.dari beberapa faktor utama sesuai dengan praktek yang variatif antara suatu negara dengan lainnya. 5. Hal ini diakibatkan oleh relatif rendahnya kualitas perawatan kapalkapal Indonesia yang kemudian menjadikan biaya penyusutan kapal menjadi lebih tinggi. Cina Amerika Utara/Selatan Jepang. Jepang. Sumber negara-negara penyedia kapal-kapal bekas di dunia dapat didefinisikan dalam pangsa pasar formal dan pasar gelap (black-market). India. Korea Sedangkan secara umum. Filipina. Kapal Ferry Kapal Tongkang Kontainer Kapal Penumpang Kapal Ikan Persentasi dari Kapal baru nasional 20%-25% 25%-30% 30%-35% 20%-30% 15%-25% Umur Kapal (tahun) 20-25 10-15 10-15 10-15 10-20 Sumber negara Jepang. Tabel Biaya Pembangunan Kapal Bekas NO. Berdasarkan pengalaman penulis estimasi pasaran kapal-kapal bekas dunia yang kemudian menjadi harga kapal bekas Indonesia adalah sebagai berikut. dan tingkat kebutuhan pembeli. Faktor-faktor tersebut adalah. Afrika. Namun faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut untuk keputusan pembelian kapal-kapal bekas di Indonesia adalah sebagai berikut: Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 17 . Negara-negara seperti Jepang. 3.

Sektor Industri dan Perdagangan. P e n u t u p Industri Perkapalan Indonesia dalam kurun waktu enam tahun kedepan akan mengalami masa-masa sulit. bahkan mungkin banyak yang akan ‘gulung tikar’ bilamana tidak segera berbenah diri. 2. Hal ini juga dapat menjadi ’trigger’ dalam rangka “sustainability development“ dari masingmasing industri perkapalan nasional tersebut.1. 6. sehingga akan semakin menguatkan kekuatan industri perkapalan nasional. Peran dari lembaga-lembaga keuangan yang ada sangat diharapkan sekali. akan tetapi juga untuk industri-industri perkapalan di Luar Negeri. 4. guna menunjang modal kerja serta investasi yang mengarah kepada peningkatan daya saing industri perkapalan di pasar internasional. Penguatan IPTEK dan pemodalan merupakan ’motor penggerak’ terhadap industri-industri pendukung dan penunjang nasional. Segmentasi pasarnya disesuaikan dengan ‘kinerja’ dan kemampuan ‘kapasitas terpasang’ dari masingmasing industri kapal. Konsolidasi dan komitmen para pelaku industri perkapalan Indonesia perlu digalang agar terbentuk suatu ’network’ yang baik dalam menggarap kebutuhan industri perkapalan ini terutamanya di pasar domestik. Sektor Pariwisata dll adalah merupakan potensi pasar Dalam Negeri yang sudah sepatutnya wajib dipenuhi oleh industri perkapalan nasional sesuai dengan kemampuannya masing-masing. 3. Kebijakan Pemerintah akan menjadi ‘pondasi’ yang kuat agar kehidupan industri perkapalan tetap ada di Indonesia. Dan bahkan dapat diarahkan tidak hanya untuk industri perkapalan nasional saja. Peran Asosiasi Profesi dan Assosiasi Industri yang terkait dengan dunia industri perkapalan nasional adalah sangat penting. Peningkatan kemampuan industri pendukung dan penunjang dari Dalam Negeri perlu mendapat perhatian yang khusus. 5. antara lain : Sektor Perhubungan. Sektor Pertahanan dan Keamanan. sebab tanpa menumbuh-kembangkan potensi industri tersebut maka daya saing industri kapal Indonesia pun tidak akan mampu bersaing di tingkat internasional. Sektor Pertambangan dan Energi. hal ini dimaksudkan untuk Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 18 . Integrasi dari kebutuhan industri perkapalan pada keseluruhan sektor di tingkat nasional. Sektor Kelautan dan Perikanan. Evaluasi teknis kapal Biaya perbaikan lanjutan atau biaya renovasi Biaya registrasi atau bendera baru Biaya kepabeanan Biaya pengiriman ke Indonesia Biaya pengawakan baru 5.

dan juga ucapan terimasih kepada semua kolega saya yang telah banyak membantu dalam informasi dan data – data yang kami perlukan didalam membahas perkembangan industri perkapalan di Indonesia ini. kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia yang telah mempercayakan kami untuk menyampaikan permasalahan dunia Industri Perkapalan di Indonesia. ------------------------.penguatan aspek ‘brainware’ dan ‘soft skills’ dari seluruh induvidu di industri ini. ------------------------- Industri Perkapalan Indonesia Menyongsong Masa Depan 19 . Pelatihan-pelatihan teknis perlu digalakkan sebagai upaya pencapaian ‘lompatan’ penguasaan IPTEK serta sikap professional bagi keseluruhan induvidu yang terlibat didalamnya. Dan sebagai kata terakhir. Semoga Industri Perkapalan Indonesia semakin Jaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.