P. 1
ppt

ppt

|Views: 35|Likes:
Published by Dwi S Wijaya

More info:

Published by: Dwi S Wijaya on May 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2014

pdf

text

original

AYU, TITIN, ERNI, EMA, WIWIN, PEPI, SHONIF, INDA, SITI, SANTI

1

Apakahhh Korosii ituuu??

2

...Pengertian.  Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi....... Dalam bahasa seharihari. Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki.. korosi disebut perkaratan.  3 ..

Pada korosi besi. suatu zat padat yang berwarna coklatmerah.  Korosi merupakan proses elektrokimia. di mana besi mengalami oksidasi.Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.  4 .nH2O. bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode.

5 .

karena logam akan bereaksi secara elektrokimia dalam larutan garam (elektrolit). 6 . Pada proses elektrokimianya akan terbentuk anoda dan katoda pada sebatang logam. Korosi dapat terjadi oleh air yang mengandung garam.

 Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatif (elektroda negatif. anoda). 7 sehingga terjadilah peristiwa korosi.  .Peristiwa korosi sendiri merupakan proses elektrokimia. sementara bagian yang lain sebagai kutub positif (elektroda positif. katoda). yaitu proses (perubahan / reaksi kimia) yang melibatkan adanya aliran listrik.  Elektron mengalir dari anoda ke katoda.

Reaksi semacam inilah yang paling banyak terjadi pada reaksi korosi.Jenis Korosi :    Korosi kimia (chemical corrosion). yaitu korosi yang terjadi bila reaksinya berlangsung dengan suatu elektrolit. yaitu korosi yang terjadi dengan reaksi kimia secara murni. Reaksi berlangsung dengan adanya air/ uap air. yaitu cairan yang mengandung ion-ion. Contoh: katup motor bakar Korosi elektrokimia (electrochemical corrosion). Biasanya terjadi pada temperatur tinggi atau dalam keadaan kering. 8  .

M  Mn+ + ne9 .Mekanisme Terjadinya Korosi Reaksi Oksidasi / Anodik : Bila sepotong logam dicelupkan ke dalam larutan elektrolit maka beberapa atom logam akan larut ke dalam elektrolit dengan melepaskan sejumlah elektronnya  logam mengalami oksidasi.

kadang-kadang oksidasi disebut reaksi anodik. 10 .Contoh logam yang mengalami oksidasi: Fe  Fe2+ + 2eAl  Al3+ + 3eBagian yang mengalami oksidasi disebut anode.

yang memiliki konsentrasi tinggi ion hydrogen (H+). H2 Ion logam yang berada dalam larutan dapat juga berkurang menjadi logam netral : Mn+ + ne. M 11 .Reaksi Reduksi : Elektron yang dihasilkan dari atom logam yang mengalami oksidasi harus ditransfer dan menjadi bagian dari unsur kimia yang lain yang disebut dengan istilah reaksi reduksi. ion H+ berkurang sebagai berikut : 2H+ + 2e. Contoh : beberapa logam yang mengalami korosi pada larutan asam.

maka memiliki daya hantar listrik yang baik. Contoh : Logam seng (Zn) dicelupkan dalam larutan asam yang berisi ion H+: Zn  Zn2+ + 2eKarena seng adalah logam. Keseluruhan reaksi elektrokimia minimal harus terdiri dari satu reaksi oksidasi dan satu reaksi reduksi. H2 (gas) 12 .Posisi tempat terjadinya pengurangan/ reduksi ion disebut katode. membentuk gas H2: 2H+ + 2e. sehingga electron akan mudah bergerak menuju ion H+.

dengan intensitas sama. Galvanic corrosion terjadi bila dua logam yang berbeda berada dalam satu elektrolit.  13 .Klasifikasi Korosi Berdasarkan Bentuknya :  Uniform corrosion yaitu korosi yang terjadi pada seluruh permukaan logam / paduan yang bersentuhan dengan elektrolit.

14 .  Pitting corrosion merupakan korosi yang terlokalisir pada satu atau beberapa titik dan mengakibatkan terjadinya lubang kecil yang dalam (berbahaya). Crevice corrosion terjadi pada celahcelah yang sempit.

 Erosion corrosion yaitu korosi yang dipercepat oleh adanya crosi yang ditimbulkan oleh gerakan cairan. Intergranular corrosion yaitu korosi yang terjadi pada batas butir. Stress corrosion yaitu korosi yang timbul sebagai akibat bekerjanya tegangan dan media yang terkorosit. 15  .

Faktor yang mempengaruhi korosi :        Jenis dan konsentrasi elektrolit Adanya oksigen terlarut pada elektrolit Temperatur tinggi Kecepatan gerakan elektrolit (Note : Pitting dan crevice corrosion terjadi pada elektrolit yang tidak mengalir) Jenis logam/paduan Adanya galvanic cell Adanya tegangan (tarik) 16 .

17 . Contoh kombinasi logam/paduan – elektrolit korosif yang memiliki sifat tahan korosi yang tinggi terhadap elektrolit itu :       Stainless steel – nitric acid. Nickel/nickel alloy – caustic. Monel – hydrofluoric acid. Lead – dilute sulfuric acid. Aluminium – nonstaining atmospheric exposure. dengan kata lain bahan tertentu akan tahan korosi terhadap suatu ektrolit tertentu. Steel – concentrated sulfuric acid.Pencegahan korosi : Pemilihan bahan yang tepat : Suatu elektrolit mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap bahan yang berbeda.

Menghilangkan oksigen/oksidiser terlarut. Menurunkan konsentrasi. 18 .Merubah kondisi lingkungan : Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat korosi :     Menurunkan temperatur. Menurunkan kecepatan aliran elektrolit.

Catodic protection : Pada reaksi korosi di anode akan terjadi reaksi yang menghasilkan elektron dan bila elektron ini dialirkan ke luar dari anode ke katode. maka reaksi korosi akan berlanjut terus. . Untuk menghindarkan hal tersebut dapat dilakukan dengan mensupplay arus listrik dari luar atau dengan sacrificial anode (galvanic coupling dengan logam yang kurang mulia dibandingkan dengan logam yang 19 akan dilindungi (lihat gambar).

Surface coating : Terdapat 3 jenis pelapisan (coating). misalnya pengecatan. Oxyde coating. atau dengan anodizing. contoh baja dilapisi dengan seng. yaitu :    Metallic coating. yaitu melapisi dengan logam yang kurang mulia dibandingkan dengan logam yang dilindungi. Organic coating. 20 . yaitu melapisi dengan oksida (secara alamiah terjadi pada aluminium). Juga dapat dibuat yaitu dengan mencelupkan logam yang akan dilindungi ke dalam oxydizing agent yang kuat (chromate atau carbonate yang dipanaskan). yaitu pelapisan dengan senyawa organik.

Pada konstruksi pipa. Hindari adanya kantong-kantong yang memungkinkan adanya sisa cairan. 21 . Hindari adanya kantong-kantong udara pada saluran/tangki. antara lain:       Hindari adanya celah-celah sempit. Hindari adanya bagian yang mengalami tegangan yang besar. Bagian-bagian yang mudah rusak harus mudah penggantiannya. hindari adanya belokan yang terlalu tajam.Desain yang tepat : Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain suatu produk.

SEKIAANN MOGA BERMANFAAT 22 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->