PEMERIAN BATUBARA

WARNA Bk Br bk Bk br Br D L M KILAP B D Coal B Coal Bd Coal BD Coal Db Coal D GORES Bk Br bk Bk br Br KEKERASAN Very Soft Soft Moderately soft Moderately hard Hard Very hard Black Brownish Black Brackish Brown Brown Dark Light Mottled Hitam Hitam Kecoklatan Coklat kehitaman Coklat Gelap Cerah Bintik-bintik

Bright Dull Coal>90% bright Coal 60-90% bright Coal 40-60& bright Coal 10-40% bright Coal 1-10% bright

Cemerlang Kusam Batubara cemerlang Batubara agak cemerlang Perselingan cemerlang-kusam Batubara agak kusam Batubara kusam

KETAHANAN TERHADAP PUKULAN Moderately Contoh batuan dapat ditekuk dengan weak tangan/palu Moderately Contoh batuan dapat ditekuk sekitar 5 mm strong oleh pukulan palu Strong Satu pukulan palu cukup untuk memecahkan sample Very strong Contoh batuan pecah oleh beberapa kali pukulan palu Friable Dapat diremukan dengan genggaman tangan Brittle Contoh batuan bergaris tengah 5 cm dapat dipatahkan dengan tangan tetapi tidak dapat diremukan oleh genggaman tangan Tough Contoh batuan bergaris tengah 5 cm tidak dapat dipatahkan dengan tangan PECAHAN Une E Cub Sht

Uneven Even Cubical Sheet

Tidak beraturan Beraturan Kubus Lembaran

Black Brownish black Blackish brown Brown

Hitam Hitam kecoklatan Coklat kehitaman Coklat

PEMILAHAN (SORTING) V.p.Srtd Very poorly sorted psrtd Poorly sorted msrtd Moderately sorted wsrtd Well sorted vwsrtd Very well sorted CLEAT Att Spc >> End cleat Face Cleat

Sample dapat dipecahkan oleh tangan tanpa kesulitan, mudah terurai oleh air atau angin Sample dapat dipotong dengan pisau Sample tergores oleh pisau, sulit dipecahkan dgn tangan Sample tidak dapat digores oleh pisau Sample pecah oleh satu kali pukulan palu Sample pecah oleh beberapa kali pukulan palu, sample sangat sulit dipisahkan, tidak terurai oleh air dan angin

Attitude Spacing cleat Dominan

Kedudukan bidang cleat Kisaran jarak antar cleat Jarak dominan

25mm Pasir sangat 0.TEBAL Gct Nct PENGOTOR Res Pyrt Ss-Clst Qrtz Pel UKURAN BUTIR Bld Cbl Pbl Gran Vcg Cg Mg Fg Vfg Combination Vfg to mg Gross coal thickness Net coal thicknees Tebal batubara termasuk parting Tebal batubara bersih Resin Pyrite Sandstone/clayston e Quartz Pelledtoidal Resin/amber/damar Pirit Batupasir/Batulempun g Kuarsa Pellet/butir/pil Boulder Couble Pebble Granule Very coarse grained Coarse grained Medium grained Fine grained Very fine grained Kombinasi Very fine grained to medium grained STRUKTUR SEDIMEN Bioturbatted Burrows Coarse up wards Compation structures C in C Cone in cone structures X – bed Crossbedding Fining upward Flaser bedding Flute cast Grad bedding Irreg.5 mm Pasir halus 0.125-0.039 mm Rata/hampir rata Landai Miring Curam menengah Curam Sangat curam Amat sangat curam 0-2 % 3-7 % 8-13 % 14-20 % 24-55 % 55-140 % > 140 % .125 mm halus Lanau 0.0625 mm Lempung < 0.25-0.0625-0. Bed Irregular bedding Load cast Lent bed Lenthicular bedding Mass bedding Massive bedding Micro faulting Tidal flat bedding Symmetrical ripple marks KLASIFIKASI KEDUDUKAN Kontak Erosi Tegas Beransur Intrusi KEDUDUKAN Flat Slope Aslant Middle steep Steep Abrupt Very abrupt BATUBARAAN UKURAN BESAR BUTIR MENURUT WENWORTH Pebble > 4mm Granule 2-4 mm Pasir sangat 1-2mm kasar Pasir kasar 0.039-0.5-1 mm Pasir menengah 0.

Os Crystal Quartz Chert Kalsit Calcite Carbonate Chlorite Pyrite Feldspar Ganister Glaouconite Gypsum Mica Pyrite Quartz Matrix Oligomict Peletoidal Polymict Quarts felspartic Quarts lithic Quartzose Mika Pirit Kuarsa .fels Qtz.Coaly Clyst Coaly Mdst Coaly Shst Coaly Stst Coaly Ss KARBONAN Carb Clyst Carb Mdst Carb Sh Carb Slstq Carb Ss Coaly Claystone Coaly Mudstone Coaly Shalestone Coaly Siltstone Coaly Sandstone Batulempung batubaraan Batulumpur batubaraan Batuserpih batubaraan Batulanau batubaraan Batupasir batubaraan Cgl Igns Igt Lmst Mdst Nocr Core loss Flt breccias Gran cong Gravel Laterite Marl Sh Silt Soil Carbonaceous Claystones Carbonaceous Mudstone Carbonaceous Shale Carbonaceous Siltstone Carbonaceous Sandstone Batulempung karbonan Batulumpur karbonan Batuserpih karbonan Batulanau karbonan Batupasir karbonan Conglomerate Igneous rock Ignimbrite Limestone Mudstone Non coring Core loss Falut breccias Granule conglomerate Tanpa inti bor Shale LITOLOGI BATUAN Coal Coal Gani Ganister Resn Resin Sico Silica Coal Seat Seat earth Tons Alvm Clyst Ssst Slst Tuff Brec Cblcgl Tonstein Alluvium Claystone Sandstone Siltsone Tuff Breccias Cobble conglomerate Batubara Ganister Damar/getah Batubara mengandung Silica Batuan mengandung akar tumbuhan (tempat tumbuhtumbuhan) Sisipan batulempung pada batubara MINERAL Ccqz Chrt Clct Calc Carb Chl Py Flsr Gani Glau Gyps Mic Pyrt Qrtz Matrix Olig Pel Polymict Qtz. Lith Qtz.

ang Vl.fels Quarts felspartic Qtz.brkn core Slightly broken core Brkn core Broken core Frag.strks Sandstone streaks Sandy Sandy Sh. ang M. ang L.strks Shale streaks S Slightly Silty Silty Cleat veneer Disseminated Joint in fill Laminar Lenses Staining Veins KONDISI INTI BOR Solid core Solid core S. Lith Quarts lithic Qtz.Chl Chlorite STRUKTUR SEDIMEN YANG BERASOSIASI DENGAN BATUBARA Nod Nodule Gran Granular Lat Lateritic Lith Lithic Lens Lenses Mat Matrix Mar Marly Bands Bands Calc Calcareous Carb Carbonaceous Cmt Cement Clay band Clay band Coal bands Coal bands Coal Spars Coal spars Coal Streaks Coal streaks Coaly Coaly Fe Ferruginous Mic Micacues Muddy Muddy Olig Oligomict Pebbly Pebbly Pel Pelletoidal Polimict Polimict Qtz.ang BIDANG Bed plane Cleats Frac Joints Faults Inti Inti Inti Inti bor bor bor bor padat sedikit rapuh rapuh terbagi-bagi Berlimpah Biasa Jarang/tipis Langka Veryhigh angle (>45) High angle (30-45) Moderate angle (2030) Low angle (10-20) Very low angle (010) Bedding plane fracture Cleats Fractures Joints Faults KEBUNDARAAN (ROUNDNESS) V ang Very angular .core Fragmented core DERAJAT KELIMPAHAN Abnt Abundant Com Common Spse Sparse Rare Rare ORIENTASI VH ang H. Os Quartzose Resinous Resinous Rooted Rooted Sst.

thin bed Lam Batuan tidak menunjukan adanya pelapukan.thk bed Thk bed Med. tapi tekstur asli masih tampak TANAH PENUTUP Very shallow Tidak ada/sangat tipis Shallow Tipis Moderately Tipis sedang shallow Moderately deep Dalam sedang Deep Dalam Very deep Sangat dalam Exceptionally Luar biasa dalam deep Dibuat Oleh: Eko Murjianto 0-10cm 11-25cm 26-50cm 51-75cm 76-100cm 101-150cm >150cm Very thickly bedded >1m thickly bedded 30100cm Medium bedded 1030cm Thinly bedded 310cm Very thinly bedded 1-3cm Laminated 3mm- . Bed Thin bed V. perubahan warna pada permukaan rekahan sedikit sekali Terjadi perubahan warna yang menunjukan pelapukan.batuan yang berubah warna atau lunak terdapat sebagai inti batu dalam tanah Seluruh material menjadi tanah. warna segar dan tekstur masih tampak tapi belum diperlunak secara nyata Warna asli sudah tidak dapat dikenali dan batuan tampak lunak Beberapa material batuan terkomposisi dan atau terdisentegrasi menjadi tanah. Ang Sub. Rnd Rnd Angular Sub Angular Sub rounded Rounded Thin lam 10mm Thinly laminated <3mm DERAJAT PELAPUKAN Fr Fresh Sw Slightly weathered MW PELAPUKAN Segar Agak lapuk Lapuk sedang Lapuk Moderately weathered Segar Warna segar & tekstur sebagian berubah/ternodai Ternodai diseluruh batuan Sangat lapuk PERLAPISAN V.Ang Sub.