You are on page 1of 1

BULETIN BULANAN TOKO RIDHO WARGI DAN RESTU WARGI AGAMA PANDUAN BEKERJA

“Sebuah Renungan” Oleh : Een Nurjanah, M.Pd.

4)

Agama adalah aturan hidup. Agama memandu setiap manusia tentang bagaimana seharusnya bersikap dalam kehidupan. Agama hadir guna memberikan petunjuk pada umat manusia agar dapat menapaki kehidupan dengan benar. Islam telah lahir dengan mengatur seluruh rangkaian sikap dalam kehidupan. Mulai dari hal kecil - seperti memotong kuku – sampai masalah yang besar, seperti perang. Semuanya tidak luput dari aturan Islam. Inilah kesempurnaan ajaran Islam. Begitu pula masalah pekerjaan. Semua hal tentang bekerja ataupun pekerjaan juga telah diatur oleh Allah SWT, di antara aturan Allah SWT tentang pekerjaan adalah selalu mengawali kerja dengan do’a, sikap-sikap yang harus ditampilkan dalam bekerja, serta larangan-larangan dalam bekerja. Orang yang bertaqwa dalam bekerja akan menampilkan sikap-sikap sebagai berikut: 1) Taat pada aturan. Prosedur dibuat agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapakan. 2) Seorang yang bertaqwa dalam pekerjaan akan senantiasa tunduk pada aturan yang berlaku. 3) Tidak bersikap atau bekerja keluar dari aturan, atau bahkan menentang aturan yang telah ada. Seperti yang tertera dalam Al-Qur’an Surah At-Taghaabun: 16 yang berbunyi: “Maka, bertaqwalah kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah, taatilah, dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa yang dipelihara dari

5) 6)

7)

8)

kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. At-Taghaabun: 16). Senantiasa bekerja dengan cara terbaik sebagai wujud tanggungjawab terhadap kerja dan tugas yang diamanahkan kepadanya, “sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bekerja dan barang siapabekerja keras untuk keluarganya, maka ia seperti seorang mujahid di jalan Allah.” (H.R. Ahmad). Senantiasa berbuat kebajikan disetiap langkah kerja, seperti murah hati dan ringantangan. Setiap mendapat tugas atau amanah langsung dikerjakan dengan penuh semangat dan tanggungjawab serta mampu menahan emosi atau amarah, sebagaiman firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 105, yang berbunyi: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orangorang mukmin akan melihat pekerjaanmu....” (Q.S. AtTaubah ayat 105 ). Tidak pernah membiarkan pekerjaan terbengkalai, seperti yang diutarakan oleh salah satu sahabat Nabi, “...rekreasi terbesar adalah bekerja, dan pemberian terbaik adalah partisipasi...” (H.R. Ali ra) Hanya menginginkan hasil pekerjaan yang baik dan halal. Dengan bertaqwa, seorang pekerja tentu hanya mau menerima hasil ataupun harta yang halal. Dengan demikian, menjaga dirinya dari beragam cara manipulasi dan kebohongan, Allah SWT berfirman: “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik bagimu dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (Q.S. Al-Maaidah:88).