Urtikaria termasuk penyakit alergi yang sering ditemukan pada praktek sehari-hari selain asma, alergi obat

, alergi makanan, dan dermatitis. Urtikaria dijumpai pada kira-kira 1020% dari populasi. Urtikaria ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya makanan, obat, faktor fisik, infeksi, psikis, keganasan, penyakit metabolik, dan kolagen. Pada keadaan akut umumnya mudah diketahui, sedangkan pada keadaaan kronik sukar ditemukan, bahkan 80-90% tidak diketahui penyebabnya. Disebut urtikaria akut bila keluhan terjadi kurang dari 6 minggu, umumnya terjadi pada usia anak-anak dan usia muda. Disebut urtikaria kronik bila gejala yang timbul lebih dari 6 minggu. Urtikaria kronik banyak ditemukan pada kelompok wanita usia pertengahan. Gejala urtikaria kronik sering berulang dan biasanya menghebat pada malam hari. Bila urtikaria kronik tidak hilang dalam 24 jam perlu dipikirkan kemungkinan vaskulitis urtikaria. Patogenesis Urtikaria Urtikaria dan angioedema ialah suatu reaksi pada kulit yang mudah dilihat dan biasanya terlokalisasi, baik pada kulit (urtikaria), maupun di bawah kulit (angioedema) yang disebabkan peningkatan permeabilitas kapiler. Pada urtikaria peningkatan permeabilitas kapiler ini merupakan faktor yang penting. Keadaan ini dimungkinkan karena pelepasan histamin dari sel mast. Terjadi edema subkutan, umumnya pada jaringan yang longgar dan berisi sedikit ujung saraf, sehingga keluhan gatal pada angioedema lebih jarang ditemukan dibanding pada urtikaria. Kenaikan kadar histamin dalam darah vena akan lebih merangsang munculnya urtikaria. Di samping itu, beberapa mediator (seperti leukotrien) yang dihasilkan sel mast ikut berperan dalam terjadinya urtikaria. Imunologi Urtikaria Umumnya kasus urtikaria dan angioedema disebabkan oleh reaksi alergi. Keadaan ini disebabkan terfiksasinya Ig E pada sel mast, lalu akhirnya sel mast sendiri akan pecah karena rangsangan antigen dan menghasilkan beberapa mediator. Sedangkan pada urtikaria idiopatik dan urtikaria karena tekanan, peranan reaksi antigen-antibodi tersebut sedikit. Terstimulasinya sel mast untuk mengeluarkan mediator masih belum diketahui. Gambaran imunologi urtikaria secara umum adalah:

1. Urtikaria akut/angioedema adalah suatu bentuk kelainan di kulit karena reaksi anafilaksis. 2. Penyebab urtikaria karena alergi makanan dan obat umumnya melalui Ig E. 3. Urtikaria kronik adalah suatu keadaan non-imunologi yang penyebabnya tidak diketahui.
Klasifikasi dan Etiologi Banyak klasifikasi urtikaria yang diajukan, tetapi semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Untuk memudahkan pemahaman, maka diambil sesuai dengan klasiifikasi yang dihubungkan dengan mekanisme urtikaria seperti pada tabel 1.

Tabel 1. Klasifikasi urtikaria

amfetamin. udang. morfin antibiotik: klortetrasiklin. bisa berbentuk sirkuler atau tidak beraturan. hidralazin makanan: putih telur. kuinin relaksan otot: kurare obat vasoaktif: atropin. Gambaran kelainan dapat berwarna keputihan yang dikelilingi kemerahan atau daerah kemerahan yang berubah jadi pucat bila dilakukan peregangan. tomat. Beberapa bahan yang sering menimbulkan pelepasan histamin kontras opiat: kodein. jeruk.Reaksi imunologi Reaksi anafilaksis (tipe I) Reaksi sitotoksik (tipe II) Reaksi kompleks imun(tipe III) Fisikal dermatografisme dingin panas kolinergik sinar tekanan gelombang aquagenic Reaksi anafilaktoid angioedema herediter hystamine liberator sensitiivitas terhadap aspirin Lain-lain urtikaria papular urtikaria pigmentosa mastositosis sistemik infeksi vaskulitis keganasan endokrin psikis idiopatik Tabel 2. Ukuran kelainan tiap individu sangat bervariasi dari beberapa milimeter sampai beberapa centimeter. strawberi Gambaran klinik Urtikaria sering terjadi secara multipel ynag dibatasi suatu daerah edematosa disertai perasaan gatal. Umumnya . polimiksin.

berlangsung sampai 24 jam atau lebih Solar 20-50 Pembengkakan yang berwarna merah atau pucat dan gatal Ya pada daerah yang terpapar sinar ultraviolet atau sinar lainnya Kolinergik 10-50 gatal. Urtikaria kronik harus dibedakan dengan vaskulitis urtikaria seperti dalam tabel 4. kadang anuler. kadang gatal Dermatografism e simtomatik Urtikaria fisik lain 20-50 gatal. Beberapa pertanyaan yang harus selalu diajukan untuk penyelidikan penyebab ialah hubungannya dengan: . generalisata. Kedua gejala tersebut dapat ditemukan bersama-sama pada hampir setengah penderita. pembengkakan yang berwarna pucat atau merah pada Ya tempat kontak dengan permukaan dingin atau cairan Tekanan 20-50 pembengkakan yang berwarna merah.gejala tersebut berlangsung antara 1-48 jam. bahkan oleh orang awam. wheal yang pucat atau merah muda. Akan tetapi dapat juga terjadi pada mulut di daerah faring/laring. wheal linier dikelilingi flare merah terang pada tempat Tidak garukan Dingin 10-40 gatal. atau tungkai Pendekatan Diagnostik Cara yang paling baik untuk menentukan diagnosis adalah anamnesis yang rinci dan pemeriksaan jasmani yang teliti. Lokaasi dapat di daerah kulit mana saja. Gambaran berbagai jenis urtikaria kronik Jenis urtikaria Usia pasien Gambaran klinik disertai angioedema Kronik idiopatik 20-50 luas. Predileksi yang tersering adalah di daerah muka. edema papuler atau wheal yang berwarna Ya merah muda atau pucat. leher. khususnya daerah periorbital dan perioral. luas. Rincian gambaran urtikaria kronik dan gejala kliniknya dapat dilihat pada tabel 3. Gejala urtikaria dan angioedema ini mudah dikenal. Pada angioedema terlihat adanya pembengkakan yang non-pitting tanpa keluhan gatal. homomorfik pada Ya badan. sedangkan literatur lainnya kurang dari 24 jam (umumnya 12 jam). dan nyeriTidak pada daerah yang tertekan. paling sering pada daerah yang tertekan. gatal.

Pemberian tidak lebih dari 3 minggu. khususnya dalam upaya pengobatan urtikaria kronik. 2. Ada yang mengusulkan pemberian antagonis Ca (nifedipin) atau agonis b -2 adrenergik bersamasama dengan antihistamin) 7. . Penderita dengan urtikaria kroniiik sebaiknya menghindari ACE-inhibitor. obat antiinflamasi non-steroid lain. 1. Simtomatik: obat antihistamin (agonis reseptor H1) 4. pil KB dan obat topikal inhalan atau kontaktan pekerjaan/ bahan yang terpapar di pekerjaan infeksi. beberapa langkah di bawah ini perlu diketahui. Hindari bahan/obat/makanan yang merupakan penyebab. Dosis diturunkan secara bertahap bila keluhan berkurang. khususnya antibiotik. vitamin. 3. aspirin. tartazin.• • • • • • makanan obat-obatan. 6. aspirin. (lihat algoritma) Pengobatan Walaupun belum ada panduan yang disepakati bersama. Akan tetapi dengan cara tersebut kadang-kadang sukar untuk menentukan penyebabnya (kecuali pada urtikaria akut). misalnya infeksi gigi atau sinusitis stres dan ansietas. sehingga memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang dengan mempertimbangkan efektiviitas dan biaya. Steroid sistemik bila keadaan tersebut tidak menolong dengan dosis 30 mg pada pagi hari. Hindari pemberian steroid topikal dan antihistamin topikal. Obat antagonis reseptor H2 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful